My Handsome Husband

My Handsome Husband
Chapter 35 #CAMPURAN


__ADS_3

Tasya kini sedang bersama para sahabatnya untuk makan siang bersama di Cafe tempat biasa mereka makan, Tasya yang merindukan suasana itu menjadi sangat senang karena sekarang anggota nya bertambah satu yaitu Gyta.


"Gue ke toilet dulu ya". Ujar Tasya pada sahabatnya.


"Mau gue temenin, Sya?". Tanya Gyta padanya.


"Ahh ga, lagian kan cuman ke toilet doang, ga perlu di temenin emangnya gue anak kecil apa?". Tanya Tasya tertawa ringan.


"Yaudah jangan lama". Ujar Bella diangguki oleh Tasya.


Perasaan gue kok ga enak gini, gue ikutin aja deh dari belakang, takutnya Berlian bertindak macem - macem sama Tasya. Batin Gyta.


"Gue cuci muka dulu yaa". Ujar Gyta pada sahabatnya.


"Ahh yaudah jangan lama, kalau bisa bareng aja kesini lagi nya sama Tasya". Ujar Prita diangguki yang lainnya.


"Oke siapp, yaudah gue nanti sambil susul Tasya aja takutnya kenapa - kenapa". Ujar Gyta diangguki oleh sahabatnya.


Gyta pun pergi ke toilet , dia selalu berdoa semoga Tasya tidak kenapa - kenapa, sesampainya di toilet perempuan ia pun masuk dan mendengar suara isakan sambil menahan sakit, perasaannya benar - benar tidak tenang.


"LEPASIN GUE HIKS HIKS!!! SAKITT!! LEPAS!! GUE ENGGA KENAL LOE!!". Teriak Tasya sambil menangis.


"GUE NGGA AKAN LEPASIN LOE!! SEBELUM LOE MATI!". Ujar seseorang perempuan pada Tasya.


"GUE SALAH APA SAMA LOE HAH!! LEPAS TANGAN LOE DARI RAMBUT GUE!! AAKHH SAKITT HIKS HIKS PERUT GUE SAKITT!". Teriak Tasya saat perutnya mengalami kesakitan.


Gyta sedaritadi hanya merekam sambil menelepon seseorang, ya dia bawa HP Tasya yang tertinggal di meja, yang satu lagi HP dia akan mengabari suaminya Tasya yang tak lain dan tak bukan adalah Deffa Arthur Brata.


"GARA GARA LOE STEVEN JADI NGEJAUHIN GUE!! INI SEMUA GARA GARA LOE!! GUE PENGEN LOE PERGI SELAMANYA!!". Teriaknya sambil menyeringai sinis.


"Gue mohon, lepasin hiks hiks perut gue sakit". Ujar Tasya pelan karena sungguh ia tidak kuat menahan rasa sakit di perutnya.


Gue mohon Loe bertahan Sya, sebentar lagi suami loe beserta polisi akan datang. Batin Gyta.


Disisi lain para sahabatnya menunggu Gyta dan Tasya yang belum kembali dari toilet, saat mereka berniat menyusul terlihat Deffa dan polisi datang ke Cafe dan mengarah pada toilet wanita, membuat mereka panik takut terjadi apa - apa pada Tasya juga Gyta.


Deffa datang tidak sendiri melainkan bersama dengan sepupu nya yang bernama Arlen, waktu Gyta memberi tahukan tentang Tasya pada saat itu ada sepupunya yang sedang bertamu ke rumah.

__ADS_1


Sesampainya di toilet perempuan mereka masuk dengan hati - hati karena takut ketahuan, di pintu Arlen melihat Gyta gadis masa kecilnya sedang merekam pembicaraan Tasya dan seseorang , ia tersenyum kala melihat gadisnya tidak kenapa - kenapa.


Kenapa ngerasa ada yang ngeliatin gue ya, dih jadi merinding. Batin Gyta.


"Gyta, mana Tasya?". Tanya Deffa pelan.


"Ada di dalem Kak, cepet kasian Tasya katanya sakit perutnya". Jawab Gyta pelan membuat Deffa panik.


"Pak langsung saja tangkap". Ujar Deffa dengan nafas memburu emosi.


"Baik pak". Ujar salah satu polisi langsung membuka pintu itu dan terlihat lah Tasya terduduk lemah.


Sayang, kamu harus kuat. Batin Deffa sambil menggendong istrinya.


Berlian sudah di tangkap karena saat dibuka ia sedang memegang pisan dan mengarah pada bagian perut, Berlian terus saja berontak karena tak mau masuk penjara namun takdir tak memihak kepadanya, ia harus ditahan didalam sel penjara sungguh menyedihkan.


Deffa telah membawa Tasya ke rumah sakit bersama para sahabatnya kecuali Gyta, dia dan Arlen sedang berada di kantor polisi atas kasus mengenai Berlian. Gyta dan Arlen duduk didepan ketua polisi, mereka pun membicarakan kasus Berlian.


"Saya punya buktinya pak". Ujar Gyta membuat Berlian melotot tajam.


"Oke kalau begitu dengerin pembicaraan yang ada di HP saya pak". Ujar Gyta diangguki oleh ketua polisi tersebut.


Setelah mendengar semua percakapan Berlian bersama seorang pria juga percakapan Berlian dengan Tasya, Berlian panik ia keringat dingin karena rahasianya terbongkar, yang paling membuat ia takut adalah hukuman nya penjara selama beberapa tahun.


Beberapa menit kemudian Gyta dan Arlen pulang dari kantor polisi, selama perjalanan hanya ada keheningan dan akhirnya Arlen mengajak Gyta ke rumah sakit saja, karena Tasya masih di rumah sakit sesampainya di rumah sakit Gyta terlebih dahulu meninggalkan Arlen.


"GYTA!". Teriakan Arlen mampu membuat Gyta berhenti.


"Kenapa kak?". Tanya Gyta gugup.


"Kenapa kamu ninggalin sihh". Ujar Arlen kesal.


"Maaf deh Kak, yaudah ayo jalan". Ajak Gyta diangguki oleh Arlen.


Tengah jalan tiba - tiba Arlen menggenggam tangan Gyta, membuat sang empunya berhenti karena kaget, otomatis Arlen juga ikut berhenti karena Gyta yang tiba - tiba berhenti berjalan.


"Kenapa berhenti hm?". Tanya Arlen.

__ADS_1


"Gapapa kok kak, kenapa harus megang tangan aku sih?". Tanya Gyta pada Arlen.


"Takutnya kamu ninggalin kakak lagi". Ujar Arlen membuat Gyta cengo.


"Ishh padahal aku ga akan ninggalin kakak juga kok, lepasin ya aku malu di liatin kak". Ujar Gyta memelas.


Arlen tidak menanggapi omongan Gyta, membuat Gyta kesal sekaligus gugup karena jantungnya berdegup kencang, sesampainya di ruangan Tasya, Gyta dan Arlen pun masuk dilihatnya Tasya masih memejamkan mata.


"Gimana keadaan Tasya?". Tanya Gyta.


"Tasya belum sadar, tapi syukurnya bayi nya masih bisa selamat karena kita ngga terlalu terlambat membawanya". Jawab Deffa padanya.


"Ohh syukur dehh, sekarang udah ngga ada lagi masalah di hubungan kalian jadi aman aman aja". Ujar Gyta diangguki oleh Deffa.


"Makasih ya udah ngasih tau gue". Ujar Deffa dibalas dengan anggukkan.


...Cepat bangun sayang, aku merindukan mu. Batin Deffa sedih....


Loe pasti kuat Sya, bertahan demi suami dan anak Loe Sya. Batin Gyta.


Kedua orangtua Deffa maupun Tasya sedang dalam perjalanan ke rumah sakit, setelah dikabari oleh Deffa soal Tasya semuanya ke rumah sakit, karena takut terjadi apa - apa pada Tasya juga kandungannya.


"Bagaimana bisaa Tasya seperti ini nak?". Tanya Mommy Sandra pada Deffa.


"Kejadiannya yang tau Gyta sahabatnya Tasya mom". Jawab Deffa membuat Gyta menoleh kepadanya.


"Nak, ceritakan gimana bisa Tasya seperti ini?". Tanya Mommy Sandra diangguki oleh Gyta.


Gyta pun menceritakan dari awal sampai akhir mengapa Tasya bisa seperti itu, setelah menceritakannya Daddy Aldi mengeraskan rahangnya juga mengepalkan tangannya, ia tidak mau anaknya terluka seperti ini ia akan membalas semua perbuatannya terhadap putrinya.


Beraninya bermain - main dengan keluarga ku, akan aku hancurkan. Batin Daddy Aldi menyeringai.


Bryan yang melihat daddy nya pun tau, Daddy nya sedang merencanakan sesuatu begitupula dengannya, karena ia juga tau siapa itu pelaku yang membuat adiknya seperti ini, Widuri dan Alexa serta adiknya Rezky hanya bisa mendengarkan tanpa menyahuti cerita dari Gyta.


Bagaimana kelanjutannya?


Jangan lupa Like, Comment and Vote ya gays :)

__ADS_1


__ADS_2