
Beberapa bulan kemudian, usia kandungan Tasya sudah menginjak 9bulan perutnya semakin membesar. Tasya sungguh bagaikan orang yang tidak bisa berjalan saja karena sulit.
"Anak Ammah, kasih tau Ammah kalau mau keluar ya nak". Ujar Tasya sambil mengelus perutnya yang besar.
"Haii Sya". Sapa Gisella pada Tasya.
"Haii Sell, sama siaapa kesini?". Tanya Tasya pada Gisella.
"Sama mereka tuh". Tunjuk Gisella ke belakang nya yang berpasangan.
"Apakabar kalian semua?". Tanya Tasya pada mereka.
"Kita baik, lo sendiri ginama?". Tanya Bella padanya.
"Gue baik, tapi ya kaya yang gabisa jalan karena perut gue besar banget". Jawab Tasya pada mereka semua.
"Wihh Inggrita udah jadi aja sama Alex". Lanjut Tasya saat melihat Inggrita dan Alex berpegangan tangan.
"Gue gamau nyesel, makanya gue susul dia ke Prancis". Ujar Alex pada Tasya.
"Bagusslahh, kapan kalian nyusul?". Tanya Tasya padanya.
"Nanti lahh, baru juga sebulan jadian". Jawab Inggrita pada sahabatnya.
"Kalian udah usg?". Tanya Tasya pada mereka berempat.
"Udah anak gue beneran kembar sya". Jawab Gisella pada Tasya.
"Sama anak aku juga kembar". Jawab Luna pada sahabatnya.
"Gue cuman satu, kalian pada kembar anaknya ish". Jawab Prita pada mereka bertiga.
"Gue mah belum periksa takut kecewa lagi". Jawab Bella pada mereka.
"Udah jangan takut, berdoa aja ya La". Ujar Tasya pada sahabatnya.
Saat mereka sedang asik berbincang riang bersama, tiba tiba saja Tasya merasakan sakit diperutnya lebih sakit dari 2 bulan yang lalu, Tasya memegang tangan Gisella erat membuat sang empunya menoleh.
"Ya ampun Sya, lo kenapa?". Tanya Gisella panik.
"Sakitttt Sell, sakitt bangett ahh". Ujar Tasya pada Gisella.
"Aduhhh, guyss panggil Deffa kesini cepett kayanya Tasya mau lahiran deh". Teriak Tasya pada sahabatnya.
"Gue aja kalian lagi hamill jadi diem aja". Ujar Bella langsung menghampiri para pria.
Keenan yang melihat istrinya menghampirinya dengan panik pun penasaran, tapi sebelum dia bertanya Bella langsung menarik Deffa pergi dari sana, membuat semua lelaki menyusul karena melihat Bella membawa Deffa dengan tergesa gesa.
"Ada apaa sih Sayaangg? kamu buru buru gitu? ". Tanya Keenan pada istrinya.
__ADS_1
"Ishh jangan dulu nanya, mending cepetan jalannya". Ujar Bella pada suaminya.
"Bilang sama gue, ada apa?". Kini giliran Deffa yang bertanya.
"Istri lo mau lahiran kak". Jawab Bella dengan cepat menarik Deffa membuat yang lainnya pun berlari.
Saat sampai disana Tasya masih meringis dengan para sahabatnya yang mengusap perutnya, Tasya merasakan ada yang mengalir ke pahanya, Tasya meminta tolong pada sahabatnya untuk melihat ternyata air ketubannya pecah.
"CEPET BAWA TASYA, AIR KETUBANNYA UDAH PECAH DEFFA". Teriak Gisella saat Deffa sudah sampai.
Deffa pun langsung menggendong Tasya dengan hatihati ia membawa nya masuk ke dalam mobil, saat akan masuk ke pengemudi tiba tiba saja Keenan datangg.
"Biar gue aja yang bawa, lo tenangin istri lo". Ujar Keenan pada Deffa.
"Okee makasih bro". Ujar Deffa diangguki oleh Keenan.
Para orangtua menghampiri Gisella serta yang lain namun tidak melihat Deffa dan Tasya serta Keenan. Bella yang sadar adanya kedua pasang orangtua pun langsung berdiri.
"Om Tante, lebih baik kita ke rumah sakit sekarang". Ujar Bella pada mereka berempat.
"Loh emangnya ada apa?". Tanya Mommy Sandra panik.
"Tasya mau melahirkan, tadi ketubannya sudah pecah tante". Jawab Bella padanya.
"Yaampun, Dad ayo kita ke rumah sakit". Ajak Mommy Sandra pada suaminya.
"Iyaa sayang, kita berempat semobil yaa". Ujar Daddy Aldi pada besannya.
...KELUARGA BESAR ❤...
...Bersama dalam suka maupun duka...
Keenan_Keren
Tasya sudah sampai di rumah sakit milik om dan tante @Om Aldi @Tante Sandra
^^^Bryan_Alexa^^^
^^^Kita segera kesana^^^
Beberapa jam kemudian mereka sampai di rumah sakit milik keluarga Tasya, macet parah makanya mereka baru sampai di rumah sakit. Mommy Sandra melihat Keenan yang sedang duduk diluar ruangan, karena Deffa sedang menemani Tasya.
"Keenan bagaimana apa sudah melahirkan?". Tanya Mommy Sandra dengan panik.
"Belum tante, udah 2 jam juga aku nunggu disini". Jawab Keenan pada tante nya.
"Sayang, kamu kok tegang gitu kenapa?". Tanya Bella menghampiri suaminya.
"Ga tega aku liat Tasya tadii, dengernya aja pengen nangis". Ujar Keenan memeluk istrinya.
__ADS_1
Didalam ruangan Deffa terus menggenggam tangan istrinya agar kuat, Tasya menggelengkan kepalanya menandakan ia sudah tidak kuat sedaritadi mengejan tapi tidak keluar juga baby nya.
"Anak Appah, tolong kerja sama nya ya kasian Ammah kalian kesakitan, cepatlah keluar banyak yang menunggu kalian di dunia". Bisiknya pada perut Tasya serta menciumnya.
"Argghh Mas Sakittt". Teriak Tasya sambil menarik rambut suaminya.
"Arghh sayangg jangan tarik rambut Mass, jangan gigit tangan mas sayangg, pegang tangan mas seerat sayangg". Teriak Deffa terdengar sampai keluar ruangan.
"Mass bilang sama anakmuuu, jangan bikin aku giniii". Teriak Tasya pada suaminya.
"Ini anak kamuu jugaa, anak kita sayangg Arghhh sakitt". Teriak Deffa saat istrinya menarik rambutnya kembali.
Yang diluar antara ingin tertawa dan sedih mendengar pasangan suami istri saling berteriak, sampai terdengarlah suara bayi baru lahir membuat mereka terharu.
Oekk.. oekk.. oekk
"Ini anak pertama nya pak". Ujar suster sambil meletakkan bayi tersebut di ranjang kecil.
"Ayo bu, sedikit lagii bayi kedua nya akan keluar". Ujar Dokter pada Tasya.
"Mass, udahh cukupp aku gamauu lagii hamill!! cukup baby Leo dan si kembarr!". Teriak Tasya kesal karena suaminya yang aktif membuatnya hamil kembar.
"Iyaa syaang iyaa mas gaakan lagii bikin kamu hamil kecuali bikin anaknya yaa". Ujar Deffa membuat Tasya maluu serta meringis seketika.
Beberapa menit kemudian Tasya selesai melahirkan keempat bayinya, namun karena lelah membuat Tasya tak sadarkan diri, membuat Deffa panik melihatnya.
"Makasih sayang kamu sudah berjuang untuk melahirkan anak kita". Ujar Deffa mencium kening istrinya.
"Dok istri saya kenapa?". Tanya Deffa panik melihat istrinya pingsan.
"Istri bapak hanya kelelahan saja, nanti juga bangun pak". Jawaban dokter membuatbya menghela nafas lega.
"Selamat ya pak 2putra dan 2putri, senang saya melahirkan bu Tasya". Ujar Dokter pada Deffa.
"Ahh iyaa yang pertama sampai keempat beda selisih berapa menit dok?". Tanya Deffa karena sedaritadi ia terus menerus beradu teriak dengan istrinya.
"Beda selisih 5 menit pak, yang pertama dan kedua lelaki serta yang ketiga dan keempat perempuan pak". Jawab Dokter tersebut sambil menunjuk kearah empat ranjang kecil .
"Ahh sepertinya saya harus detail untuk membedakan mereka dok". Ujar Deffa kebingungan melihat anak kembarnya.
"Bapak tenang aja, rambut mereka berbeda ada yang warna hitam ada juga warna coklat kehitaman, cewek cowok rambut nya berbeda bapak liat saja". Ujar Dokter sambil menunjuk keempat bayi kembar tersebut.
"Bapak akan mudah mengenali mereka dari rambutnya pak". Lanjutnya pada Deffa.
"Ahh iyaa benar dok, terimakasih ya dok". Ujar Deffa pada dokter tersebut.
"Yaaudah saya permisi pak, jika bu Tasya sudah bangun segera panggil saya pak karena anak bapak harus dikasih ASI". Ujar dokter diangguki oleh Deffa.
Sekarang mereka telah pindah ruangan dari ruang bersalin ke ruangan pasien VVIP, mereka semua yang menunggu diluar masuk ke dalam serta Tasya yang sudah sadar dari pingsan nya, Tasya juga sudah mengasih Asi pada anak anaknya.
__ADS_1
Bagaimana kelanjutannya?
Jangan lupa Like and Comment serta Vote nya ya guys :)