
Seminggu telah berlalu namun Luna masih belum bangun dari koma nya, kedua anaknya belum ia kasih nama karena menunggu istrinya terbangun. Selama seminggu ini Zibran tidak mengurus dirinya sendiri membuat kedua orangtua Luna harus turun tangan.
"Zibran kamu kurusan loh, makan nak biar kamu ngga sakitt, urus diri kamu sayang nanti bagaimana jika Luna bangun dari masa komanya dan melihat badan suaminya tidak terurus". Ujar Mami Cyndia pada menantunya.
"Tapi mam, aku ga bisa tanpa Luna mam hiks, kenapa Luna belum bangun juga mam?". Tanya Zibran dengan terisak.
"Sabar sayang, selalu berdoa agar istrimu cepat bangun dari komanya. Liat kedua anakmu kasihan melihat Papi nyaa seperti ini". Jawab Mami Cyndia pada Zibran.
"Lebih baik sekarang kamu bersihkan badan kamu, isi tenaga kamu juga, Papi yakin Luna akan tersenyum saat melihat suaminya tampan saat ia bangun". Ujar Papi Maxim merangkul bahu menantunya.
Zibran yang mendengar pepatah dari orangtua pun langsung menitipkan sikembar serta istrinya, ia akan pulang ke rumah untuk memperbaiki dirinya sendiri.
"Benar apa yang dibilang mami, aku harus terlihat tampan di depan Luna, aku harus cukur kumis dan rambut". Gumam Zibran dengan semangat memasuki mobilnya.
Ting!
...Tasya_Sya23...
...Online...
Kak gimana keadaan Luna? masih belum ada perkembangan?
^^^Sudah seminggu, setidaknya Luna akan sadar, doakan saja yaa^^^
Sesudah mencukur rambut dan kumisnya ia pun pulang ke rumah , sesampai nya dirumah sudah ada Bi Narsih yang sedang di dapur, bi Narsih yang merasakan kepulangan majikannya pun menghampiri.
"Aden, gimana keadaan nya non Luna?". Tanya Bi Narsih Khawatir.
"Masih belum sadar bi, doakan saja semoga hari ini Luna bangun dari tidur nya". Jawab Zibran pada bi Narsih.
"Iyaa den Aamiin, aden apakah sudah makan? kalau belum makanlah dulu den". Ujar Bi Narsih.
"Nanti setelah selesai membersihkan badan aku makan bi". Ujar Zibran diangguki oleh Bi Narsih.
Kembali ke rumah sakit tempat Luna di rawat, Mami Cyndia memegang tangan anaknya sungguh ia merindukan putrinya yang selalu ceria, sudah seminggu ia tidak melihat putrinya yang ceria melainkan koma.
"Bangun sayang, suami dan anak kamu membutuhkan kamu sayangg, bangun ya sayang kasian mereka hiks hiks". Ujar Mami Cyndia sedih.
"Udah mam, jangan nangis nanti yang ada Luna ikutan nangis di alam bawah sadarnya". Ujar Papi Maxim menenangkan istrinya.
"Iyaa pii, liat cucu kita untungnya anteng ya walaupun Luna koma tapi air susu nya tetap mengalir, untung saja mereka berdua tidak harus meminum susu formula". Ujar Mami Cyndia sambil melihat kedua bayi tersebut.
Beberapa jam kemudian Zibran sampai di rumah sakit miliknya yaitu Rumah Sakit As - Salim, Zibran memasuki ruangan dimana istrinya dirawat serta bunga yang ia beli sebelum ke rumah sakit.
__ADS_1
Mami Cyndia dan Papi Maxim menoleh ke arah pintu yang terbuka, terlihatnya Zibran dengan penampilan yang lebih menarik dibandingkan kemarin kemarin.
"Kau terlihat tampan anakku". Ujar Papi Maxim pada Zibran.
"Aku harus tampan pii, biar Luna tidak melihat wajah jelekku". Ujar Zibran pada Papi Maxim sambil tersenyum.
"Nah gitu dong, pasti Luna akan jatuh cinta kembali pada suaminya ini". Ujar Mami Cyndia yang melihatnya.
"Ish mami, jangan bikin Zibran malu". Ujar Zibran pada Mami Cyndia.
"Rupanya kau bisa malu juga yaa". Ujar Papi Maxim meledek menantunya.
"Ihh udah ahh, aku mau ke Luna". Ujar Zibran kesal pada papinya.
Zibran pun duduk dikursi samping ranjang Luna, lalu menggenggam tangan istrinya dengan senyuman manis di bibirnya, Zibran mengecup tangan sang istri lalu kening istrinya.
"Hai sayang, bangun dong aku udah tampan gini masa dianggurin?". Tanya Zibran pada istrinya yang tentunya tidak akan menjawab.
"Kamu lagi ngapain sih disana? ada yang lebih menarik daripada aku dan anak kita?". Tanya Zibran pada istrinya.
Di Alam bawah sadar nya Luna sedang duduk disebuah kursi bersama dengan kedua orangtua kandungnya, Luna sempat akan ikut mereka berdua tetapi mereka tidak mengizinkannya karena bukan saatnya Luna ikut bersama mereka berdua.
"Tapi Bunda, aku ingin ikut kalian berdua". Ujar Luna sedih.
"Iyaa syaang benar apa yang dibilang sama bunda, apa kamu tidak mau membesarkan cucu ayah dan bunda? kamu tidak mau melihatnya syaang? pasti lucu dan imut sekali cucu ayah yaa kan Bunda?". Tanya Ayah Felix pada keduanya.
"Baiklah, tetapi sebelum aku kembali aku ingin peluk kalian dulu". Ujar Luna pada mereka berdua.
"Baiklah, sini sayangg". Ujar Bunda Sartika pada putrinya.
Luna pun memeluk kedua orangtuanya dengan berat hati ia melepaskan pelukannya, lalu tersenyum pada keduanya sebelum ia kembali pada cahaya yang akan membawanya.
Zibran yang sedang menggenggam tangan istrinya pun kaget serta terharu karena jari tangannya bergerak, perlahan lahan Luna membuka matanya dan ia melihat suami tercintanya berada didekatnya.
"Sayangg, akhirnya kamu sadar juga, bentar aku panggilkan dokter dulu ya". Ujar Zibran pada Luna.
Tunggu
Ia melupakan sesuatu.
"Aku kan dokter , dasar bodohh.". Ujar Zibran sambil kembali masuk ke ruangan istrinya.
Mami Cyndia dan Papi Maxim yang melihat tingkah lakunya tertawa, sementara Luna hanya tersenyum saat melihat suaminya terburu buru akan memanggil dokter sedangkan ia juga dokter.
__ADS_1
"Heheh, maaf sangking bahagianya aku tidak sadar bahwa aku juga dokter". Ujar Zibran pada mereka semua.
"Ada Ada aja kamu Zibran". Ujar Papi Maxim sambil tersenyum.
"Sayang, ada yang sakit?". Tanya Zibran pada istrinya.
"Ngga ada mas, tapi aku haus". Jawab Luna pelan karena tenaganya seakan habis.
"Ya ampun maafin mami sayang, ini minum dulu pelan pelan". Ujar Mami Cyndia sambil membantu Luna untuk menyandar dibantal dengan posisi kasur bagian atas sedikit naik.
"Anak kita mana mas?". Tanya Luna pada suaminya.
"Itu disamping kamu sayang". Jawab Zibran pada istrinya.
"Mam, bisa bantu aku, tolong kesinikan salah satu diantara mereka berdua". Ujar Luna pada Mami Cyndia yang langsung diangguki oleh nya.
"Lucu bangett sih anak mamii, oh ya mas nama mereka siapa?". Tanya Luna pada suaminya.
"Mas belum memberikan nama mereka, karena menunggu kamu bangun sayang". Jawab Zibran pada istrinya.
"Ya ampun mas, bagaimana kalau aku koma selama 3tahun coba? apakah tetap menunggu aku yang memberikan nama?". Tanya Luna pada suaminya.
Luna sudah mengetahui dari kedua orangtua nya bahwa ia koma selama seminggu saat Zibran keluar ruangan, Luna pikir ia koma bertahun tahun tetapi tetap saja membuat yang lain menangis.
"Ishh gamau, mas gamau kamu koma kaya gitu". Ujar Zibran sambil memeluk istrinya.
"Yaudah kasih namanya mas". Ujar Luna diangguki oleh Zibran.
1. Ameera Putri Sasi Kirana.
2. Ameena Putri Sasi Kirana.
"Bagaimana apakah kamu suka? Papi mami gimana?". Tanya Zibran pada ketiga nya.
"Sukaa mas, tapi kok gaada terselip nama mas?". Tanya Luna pada suaminya.
"Gapapa yang penting mas bahagia bersama kalian semua". Jawab Zibran pada istrinya.
"Papi sama mami juga suka namanya baguss, kita panggil Meera dan Meena". Ujar Mami Cyndia diangguki oleh mereka.
Bagaimana kelanjutannya?
__ADS_1
Jangan lupa Like and Comment juga Vote ya gays :)