My Handsome Husband

My Handsome Husband
Bonchap 9


__ADS_3

Indah berlari menuju ruangan suaminya, ia mengantar berkas suaminya yang tertinggal di rumah, dengan pakaian rumahan Indah mengantarkan nya membuat semua orang menatapnya remeh.


"Maaf mbak mau tanya ruangan Pak Ergi dimana?". Tanya Indah padanya.


"Sudah membuat janji mbak?". Tanya salah satu staf tersebut.


"Belum mbak, tapi ini penting sekali". Jawab Indah padanya.


"Tapi mbak harus membuat janji terlebih dahulu jika ingin bertemu dengan beliau". Ujarnya pada Indah membuat sang empunya kesal.


Sedangkan Ergi menunggu istrinya diruangan , tetapi kenapa terasa lama apa tersesat karena ini hari pertama istrinya mendatangi kantornya pikir Ergi, hingga datang asisten nya memberi tahu bahwa dibawah istrinya berada.


"Tapi mbak ini penting sekali, please izinin saya ketemu pak Ergi". Ujar Indah padanya.


"Saya kan udah bilang juga mbak, harus membuat janji terlebih dahulu gimana sihh". Ujar Staf itu kesal pada Indah.


"Kamu!! awas saja sampai kamu ketemu dengan ku lagi!!". Teriak Indah kesal membuat yang lainnya terkejut.


PLAKK


Ergi menghampiri keributan tersebut, ia begitu terkejut melihat pemandangan dihadapannya , ia berlari menghampiri istrinya yang tadi ditampar oleh Staf di kantornya, Ergi menatapnya dengan tajam membuat semua orang menunduk.


"Maksud kamu apa? menampar istriku Hah!!". Teriak Ergi emosi padanya.


"Is-istri bapak?". Tanya staf tersebut terkejut.


"Iyaa, emangnya tidak ada yang memberitahumu?". Tanya Ergi dengan kesal padanya.


"Ma-maaf pak, sungguh saya tidak mengetahuinya, saya kira tadi orang yang tidak penting". Jawabnya sambil menunduk.


"Kamu tuh baru kerja disini beberapa harii, sudah berani menampar istri saya Hah!!". Teriak Ergi padanya.


"Dan kalian kenapa diam saja?! tidak becus! semuanya aku pecat!!". Teriaknya marah pada mereka.


Indah yang mendengar itu pun langsung menghampiri suaminya, ia mengelus tangan suaminya agar tenang, semenyara Indah sendiri pun tidak tega yang bersalah hanya satu orang tetapi imbas ke semua orang.


"Udah mas, aku gapapa, kan aku memang pertama kali datang ke kantor kamu mas". Ujar Indah dengan lembut.


"Tapi sayang, pipi kamu merah karena ditampar oleh dia". Ujar Ergi mengelus pipi istrinya.


"Aku gapapa mas, wajar aja aku pakai baju rumahan, nih dokumen yang kamu tunggu". Ujar Indah menyerahkan dokumen tersebut.


"Terimakasih sayang". Ujar Ergi memeluk istrinya membuat semua yang disana terkejut.


Ergi yang terkenal dingin dan datar pada semuanya, namun terlihat perbedaannya ketika sedang bersama istrinya, sungguh membuat mereka yang tadi memandang remeh Indah merasa takut, karena ancaman Ergi yang akan memecat mereka.

__ADS_1


Indah menatap suaminya dengan lembut, lalu memegang tangan suaminya, Ergi akhirnya tenang karena hanya melihat istrinya, Ergi menarik nafasnya sebelum lanjut berbicara pada para karyawan.


"Kalian tidak akan saya pecat tapi minta maaf lah pada istri saya". Ujar Ergi dengan datar.


"Terimakasih pak terimakasih". Ujar mereka pada Ergi.


"Berterimakasihlah pada istriku, jika bukan karena nya mungkin saja kalian semua sudah ku pecat tanpa ampun". Ujar Ergi pada mereka.


"Mas udahh, kasian mereka, mas kan gatau mereka kerja demi keluarga nya mas, atau bisa jadi ada yang sudah tidak lengkap keluarganya mas". Ujar Indah menatap suaminya.


"Kamu baik sekali sayang, padahal dia sudah menamparmu". Ujar Ergi pada istrinya.


"Aku akan marah jika mereka berani menggoda suamiku, menghina keluargaku atau kerabatku ,selain dari itu aku akan sabar". Ujar Indah pada suaminya sambil tersenyum.


Terdengar bisikan yang memuji kebaikan Indah, hingga membuat Indah tersenyum pada mereka, membuat para karyawan seperti melihat malaikat karena senyuman Indah sangat tulus, Ergi yang menyadari banyak yang menatap istrinya pun mengajaknya ke ruangan.


"Sayang, lain kali kalau kamu udah dibawah kabari aku biar kejadiannya tidak terulang lagi". Ujar Ergi menatap istrinya.


"Ngga akan terulang mas kalau aku datang ke kantormu dengan pakaian yang berbeda, wajar mereka mengusirku karena aku hanya memakai pakaian rumah mas". Ujar Indah dengan lembut.


"Ahh beruntung sekali aku memiliki kamu sayang". Ujar Ergi memeluk istrinya.


"Aku pun beruntung mas, memiliki suami seperti kamu". Ujar Indah pada suaminya.


"Apanya yang kamu untungin dari aku sayang?". Tanya Ergi pada istrinya.


Ergi mencium bibir istrinya serta ********** saking gemasnya padanya , Indah membalas ciuman suaminya hingga beberapa saat kemudian mereka menyudahinya, karena Indah juga harus pulang untuk mengganti bajunya.


"Nanti siang aku kesini lagi mas dengan tampilan berbeda tentunya dan juga mereka sekarang mengenalku mas". Ujar Indah pada suaminya.


"Aku antar aja ya pulangnya sayang". Ujar Ergi pada istrinya.


"Gausah mas, udah ada pak supir yang nunggu daritadi". Ujar Indah pada suaminya.


"Yaudah hatihati sayang, kabari mas jika sudah di rumah". ujar Ergi mengecup kening istrinya serta bibirnya yang selalu menjadi candu untuknya.


"Iyaa mas, semangat kerjanya sayangg". Ujar Indah mengedipkan matanya sebelum keluar dari ruangan suaminya.


Ting!


...Suami Masum...


...(ManjaMesum😘)...


...Online...

__ADS_1


Sayang udah nyampe?


^^^Mas, baru aja jalan loh ini mobilnya 😌^^^


Hihii mas kira udah ada 5 menit kamu pergi sayang πŸ˜‚


^^^Hih, mas baru aja aku tinggal dua menit udah eror yaa kamuu 🀣^^^


Ehh kamuu 😑 liat aja ntar malam, mas bikin kamu gabisa jalan baru tau rasa 😎


^^^Dihh mas, gabisa yaa aku akan kabur ke rumah kakak aku 😝^^^


Nyebelin bangett sih istrii aku inii 🀨


^^^Yang penting kamu sukaa kan πŸ˜‹^^^


Iyaa apalagi mendengar kamu mendesahh πŸ˜‚πŸ˜‚


^^^Mass ihhh 🀬^^^


Indah kesal pada suaminya yang selalu saja mesum tetapi ia senang ketika Ergi manja padanya, sedangkan di kantor Ergi terbahak bahak menjahili istrinya yang sangat cantik di matanya itu, beberapa menit kemudian Indah sampai di rumahnya.


"Pak, nanti jam 1 siang antar aku lagi ya ke kantor mas Ergi". Ujar Indah pada supirnya.


"Siap non". Ujarnya hormat pada Indah.


"Haha ada ada aja sih pak". Ujar Indah terkekeh melihat tingkah supirnya.


"Hormat pada bu negara seperti yang tuan Ergi ucapkan". Ujarnya dengan polos membuat Indah terbahak bahak.


"Yaudah ya pak, saya masuk dulu, bapak istirahat aja". Ujar Indah diangguki oleh supir pribadinya.


Indah masih terbahak bahak selama memasuki rumahnya, hingga ia tidak menyadari keberadaan mertuanya yang menatapnya heran, beberapa saat Indah tersadar karena merasa ada yang menatapnya.


"Eh ayah bunda". Sapa Indah dengan kikuk.


"Haha sayang, kamu menertawakan apa sih?". Tanya Bunda Karina padanya.


"Hehe bukan apa apa sih bunda". Jawab Indah terkekeh pada nya.


"Apakabar sayang?". Tanya Ayah Abram padanya.


"Baik yah, Ayah sama bunda bagaimana?". Tanya Indah pada mereka.


"Kita baik sayang, Ohh ya sayang kamu dari mana?". Tanya Ayah Abram padanya.

__ADS_1


"Dari kantor mas Ergi yah". Jawab Indah pada mertuanya.


Indah pun menyiapkan minuman untuk keduanya, serta pamit sebentar untuk mengganti bajunya, karena Indah malu terlihat tidak enak dilihat apalagi wajahnya tanpa polesan sedikitpun, namun yang melihat Indah malah iri karena mempunyai kulit yang bagus.


__ADS_2