
Aleshana sedang menahan rasa gugup nya, karena ini adalah pertama kali dalam hidupnya sekamar bersama seorang Pria yang sudah sah menjadi suaminya, Aziandra menghampiri istrinya yang duduk di pinggir kasur.
"Sayang". Panggil Aziandra pada istrinya.
"Honey". Panggil lagi karena Aleshana tidak menyahut.
"Istriku". Tepat di telinga Aleshana membuat sang empunya kaget.
"Mas Azii, ihh ngagetin tauu". Ujar Aleshana kesal.
"Hahah habisnya kamu dipanggil ga nyahut sayang". Ujar Aziandra tertawa menatap istrinya.
"Masa mas? ngga mungkin ah". Ujar Aleshana pada suaminya.
"Ga mungkin apanya, kamu kan gatau sayang, mas yang sedaritadi manggil kamu tapi kamu asik ngelamun". Ujar Aziandra pada Aleshana.
Aleshana yang mendengar itupun langsung gugup, padahal mereka berdua saat masih belum menikah sering mengobrol , tetapi kenapa setelah menikah Aleshana gugup begini, apakah mungkin karena berdua dalam ruangan yang sama pikirnya.
"Sayangg". Panggil Aziandra membuat Aleshana menoleh.
"Iyaa kenapa mas Azii?". Tanya Aleshana dengan gemas.
"Mulai sekarang sayang?". Tanya Aziandra pada istrinya.
"Mulai apanya mas? jangan dipotong deh ngomongnya mas, langsung ke intinya kan bisa". Ujar Aleshana pada suaminya.
"Ihh masa ga peka sayangg". Ujar Aziandra memeluk lengan istrinya.
"Ya kan aku gatau sayang". Ujar Aleshana mengajak rambut suaminya.
Aziandra yang mendengar itupun langsung menindih istrinya, membuat Aleshana langsung menendang bagian inti suaminya, hingga Aziandra terjatuh dari tempat tidur dan meringis kesakitan.
"Aduhh sayangg, kok kamu tendang sih awss". Ujar Aziandra sambil memegang miliknya.
"Ya ampun mas, maafin aku, aku ga bermaksud begitu". Ujar Aleshana menghampiri suaminya.
"Sakitt banget inii, kalau ga bisa dipake gimana punya anaknya syaangg". Ujar Aziandra sambil meringis.
"Mas Azii maaff yaa, habisnya aku kagett karena mas yang tiba tiba nindih aku, maaf ya mas". Ujar Aleshana berkaca kaca pada suaminya.
__ADS_1
Aziandra tidak menjawab karena adik kecilnya benar benar sakit banget, Aleshana yang melihat itu merasa bersalah pada suaminya, dia membantu suaminya untuk berdiri karena sedaritadi Aziandra duduk dibawah.
"Mas Azii, maafin aku dong". Ujar Aleshana menggenggam tangan suaminya.
"Mas Azii, jangan diemin aku kaya ginii ihh, gaenak tauu". Ujarnya lagi pada suaminya.
"Aku yang lebih ga enak tauu, Sakitt ini kamu main tendang aja". Ujar Aziandra pada istrinya.
"Ihh kan aku udah minta maaf mas". Ujar Aleshana pada suaminya.
"Emang bisa nyembuhinnya dengan kata maaf". Ujar Aziandra pura pura bersikap dingin.
Aleshana yang mendengar itupun makin merasa bersalah pada suaminya, ia memeluk Aziandra dari belakang karena suaminya membelakangi nya, Aleshana terisak saking merasa bersalahnya pada suami, membuat Aziandra tidak tega mendengar istrinya menangis.
"Udah jangan nangis sayangg". Ujar Aziandra mengelus rambut istrinya.
"Maafin aku mas". Ujar Aleshana sambil terisak dipelukan suaminya.
"Iyaa sayang mas maafin, kalau kamu belum siap mas bisa menunggu lagi sayang". Ujar Aziandra pada Aleshana.
"Beneran mas? bukannya kamu pengen punya anak?". Tanya Aleshana pada suaminya.
Aleshana yang mendengar itu pun merasa terharu, ia semakin memeluk erat suaminya hingga membuat Aleshana tertidur, sementara Aziandra yang tidak mendengar suara istrinya sudah menebak jika istrinya sudah tidur.
"Semenjak aku mengenalmu, aku selalu sabar sayangg, maka sampai sekarang pun aku akan selalu sabar menunggu, mendapatkan mu saja penuh perjuangan, untungnya akulah yang mendapatkanmu walau dulu Alexo yang lebih dulu ada dihatimu sayang, aku pemenangnya syaang, akulah yang memiliki segalanya yang kamu punya". Ujar Aziandra sambil mengelus rambut istrinya.
"Aku bersyukur bertemu denganmu saat itu, andai aku tidak bertemu mungkin sekarang aku sudah berada di alam yang berbeda, terimakasih karena kamu menyadarkan ku jika hidup memang berputar, hingga akhirnya aku bahagia bersamamu Aleshana". Ujarnya lagi sambil mengecup kening istrinya.
Aziandra terus mengelus rambut istrinya hingga tak tersadar tertidur, namun dengan posisi tangan masih di kepala istrinya, beberapa jam kemudian Aleshana terbangun lebih dulu dan ia merasakan elusan suaminya yang masih terasa.
"Ga mungkin kan mas Azi ngga tidur". Gumamnya sambil melihat suaminya.
"Ternyata tidur toh, ya tuhan terimakasih kau telah hadirkan dia dalam hidupku". Gumamnya sambil menatap wajah suaminya.
"Makasih kamu udah sabar dari dulu hingga sekarang, seandainya takdir tidak mempertemukan kita mungkin aku akan terus terdiam dalam rasa kecewa, aku kecewa karena tidak menikah dengan Alexo tapi aku bersyukur memiliki kamu mas Azi". Gumamnya sambil memegang wajah suaminya.
"Maaf jika aku membuatmu menunggu kembali, terimakasih sudah mau mengerti aku mas". Aleshana mengecup bibir suaminya untuk pertama kali.
Aleshana terdiam karena kecupan itu menjadi sebuah ciuman lembut, Aziandra memeluk istrinya serta memperdalam ciuman nya, hingga beberapa saat kemudian Aziandra menyudahinya.
__ADS_1
"Good morning sayang". Ujar Aziandra pada istrinya.
"Morning mas". Ujar Aleshana dengan pipi merah merona.
"Nyenyak tidurnya sayang?". Tanya Aziandra mengelus rambut istrinya.
"Nyenyak mas, karena punya guling hidup hihi". Jawab Aleshana sambil terkekeh.
"Bisa aja kamu jawabnya sayang". Ujar Aziandra mengecup kening istrinya.
Aziandra yang tadinya hanya mengecup kening istrinya saja, kini malah tidak sadar keduanya sudah tidak memakai apapun, Aleshana yang sudah terbakar hasratnya tidak menyadari nya, hingga kini malam pertama mereka dilakukan di pagi hari.
"Terimakasih sayang, kamu telah menjaganya". Ujar Aziandra menatap Aleshana.
"Iyaa mas, karena aku hanya ingin suamiku yang merasakannya". Ujar Aleshana dengan merah merona.
"Aku kira akan menunggu bertahun tahun ternyata cuman berjam jam". Ujar Aziandra terkekeh.
"Ihh mas, udah ahh aku mau mandii". Ujar Aleshana memalingkan wajahnya.
"Kita mandi bersama sayang". Ujar Aziandra membopong istrinya membuat Aleshana memberontak.
Beberapa jam kemudian mereka turun ke bawah untuk sarapan, para orangtua tersenyum melihat kedua rambut nya yang basah, sedangkan Aleshana hanya tersenyum malu ditatap oleh para orangtua, mereka berdua duduk di kursi yang kosong.
"Wahh pengantin baru seger amatt". Ujar Deffa pada anak serta menantunya.
"Ya haruslah Def, masa gaada segernya". Ujar Andra yang merupakan Ayah Aziandra.
"Bener mas, syukurlah Azi mendapatkan istri secantik kamu sayang". Ujar Azkayla yang merupakan Bunda Aziandra menatap Aleshana.
"Bunda bisa aja". Ujar Aleshana malu.
"Anak daddy udah menjadi seorang istri sekarang, apapun harus seizin suami ya sayang, ketika kamu akan pergi kemanapun harus dapat izin dari suami kamu Aleshana". Ujar Deffa sambil tersenyum pada putrinya.
"Terimakasih daddy, jika suatu saat Mas Azi membawa Aleshana pergi, Aleshana akan selalu mengunjungi Daddy". Ujar Aleshana memeluk daddynya.
"Iyaa syaang, yaudah lebih baik kita mulai sarapannya". Ujar Deffa diangguki oleh mereka.
Mereka sarapan dengan nikmat hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan sarapannya, Aziandra dan Aleshana pergi keluar untuk berkumpul bersama yang lainnya sedangkan Deffa dan kedua orangtua Aziandra berbincang riang di rumah.
__ADS_1