
Hari ini kediaman Deffa dan Tasya kedatangan tamu yang memakai masker dan topi menutupi bagian wajahnya, mereka penasaran siapa sosok dibalik masker dan topi. Hingga anak anaknya menghampiri mereka diruang tamu.
"Sebenarnya tujuan anda kesini, untuk mencari siapa?". Tanya Daddy Deffa padanya.
"Kedatangan saya kesini untuk melamar anak om". Ujar seseorang itu dengan suara yang berbeda.
"Anak saya? siapa? Ayna? tapi dia sudah punya kekasih, Anna? juga sama sedang dekat dengan seseorang, lantas siapa?". Tanya Deffa beruntun.
"Saya tidak peduli ia punya kekasih atau tidak, yang jelas yang saya mau cuman dia". Jawab seseorang itu pada Deffa.
"Iyaa siapa yang kau maksud?". Tanya Deffa dengan kesal.
"Ya jelas Queen Ayna Putri Brata Abraham".Jawab sosok itu membuka topi juga masker nya.
"BANG GAVIN, GAVIN, SAYANG!!". Teriak mereka membuat bayi kembar 2 menangis.
"Aduh maaf ya sayangnya bunda, bikin kaget kalian berdua yaa". Ujar Tasya memangku anaknya serta yang satunya lagi digendong oleh Deffa.
"Wah udah lahir Mah?". Tanya Gavin pada Tasya.
"Yaudahlahh bang, kalau belum itu perut Mommy masih gede". Ujar Dion tertawa kecil.
"Namanya juga basa basi Dion". Ujar Gavin padanya.
Ayna memeluk Gavin dengan erat, membuat Gavin menepuk nya pelan, akhirnya Ayna melepaskan pelukannya melihat Gavin sesak karena ia memeluk nya dengan erat.
"Maaf yaa, abisnya aku kangen banget, tapi kata kamu akan bertahun tahun Disana tapi ini baru beberapa bulan lohh". Ujar Ayna pada Gavin.
"Ya karena aku sudah membangun cabang baru perusahaan di Jakarta sayang, karena perusahaan yang aku buat untuk pertama kali ada di luar negeri, tempat Uncle kamu tinggal". Ujar Gavin pada kekasihnya.
Lion Dan Dion serta yang lainnya kaget mendengar itu, mereka tidak percaya Gavin akan secepat itu mempunyai perusahaan serta sudah menjadi CEO perusahaan.
"Wahh selamat ya bang, salut banget aku sama abang". Ujar Leo padanya .
"Iyaa terimakasih Leo, kamu juga kan sudah mulai belajar memimpin perusahaan kan". Ujarnya pada Leo.
"Iyaa sih bang, tapi kan itu perusahaan dari Opa nya Appah, bukan aku yang membangunkannya". Ujar Leo pada Gavin.
"Kita bisa membuatnya jika kita mau berusaha keras Leo". Ujar Gavin padanya.
"Wahh abang panutanku setelah Daddy". Ujar Lion yang sedaritadi diam.
__ADS_1
"Panutan apanya coba?". Tanya Gavin pada Lion.
"Ya abang hebat seperti Daddy". Jawab Lion padanya.
Gavin hanya tersenyum mendengarnya lalu pandangan nya tertuju pada bayi mungil, ia tau Ammah nya sudah melahirkan dari seseorang dan dia juga membawa hadiah untuk bayi mungil serta keluarga Ayna tersebut .
"Ammah namanya siapa?". Tanya Gavin pada Tasya.
"Loh emangnya Ayna tidak memberitahu mu?". Tanya Tasya pada Gavin.
"Ngga Ammah, malah udah lama kita ga komunikasi, entah Ayna nya lagi marah sama Gavin entah kenapa". Jawab Gavin sambil menoleh pada Ayna yang masih memeluknya.
"Ishh aku takut gabisa nahan kangen tauu, makanya sengaja aku ga ngchat kamu". Ujar Ayna pada Gavin.
"Yaudah Ammah nama mereka berdua siapa". Tanya Gavin sekali lagi.
"Yang dipangku Ammah namanya Aleshana Putri Brata Abraham sedangkan yang dipangkuan mas Deffa adalah Aurelia Putri Brata Abraham". Jawab Tasya pada Gavin.
"Wahh namanya bagus Ammah, boleh nanti jadi istri aku aja salah satunya?". Tanya Gavin sengaja menggoda kekasihnya.
"Ihh ga yaa, ga bolehh". Ayna langsung memeluk Gavin membuat semuanya tertawa.
"Ya aku juga mikir kali sayang, ga mungkin lah aku nikahin adik kamu". Ujar Gavin tersenyum pada Ayna.
"Aishh gini amatt ya jadi jomblo". Celetuk Anna melihat kembaran nya dengan Gavin.
"Bukannya lagi deket sama siapa Tuh namanya? Kevin ya mah?". Tanya Ayna pada nya.
"Yaa tapi kan dia masih kecill, Kevin umurnya mau ke 15tahun sedangkan aku mau ke 18tahun, yang bener aja aku pacaran sama anak kecil". Jawab Anna dengan kesal.
"Yaudah lebih baik untuk kalian, nanti saja memikirkannya, Ayna kan sudah jelas ada Gavin". Ujar Deffa pada anak anaknya.
Gavin meminta izin pada Deffa dan juga Tasya, mengajak Ayna jalan jalan karena ini adalah pertama kalinya mereka menjalani namanya kencan, padahal sudah pacaran beberapa bulan.
"Nanti malam jam 7 aku boleh ajak Ayna jalan jalan ngga Ammah Appah?". Tanya Gavin pada mereka berdua.
"Boleh asal jangan pulang lebih dari jam 10 ,soalnya besok Ayna masih harus sekolah". Jawab Tasya pada Gavin.
"Asal pulang bawa oleh oleh saja". Ujar Deffa mendapat cubitan dari istrinya.
"Gaboleh gitu mas". Ujarnya pada suaminya.
__ADS_1
"Ahh iyaa aku lupa, sebentar". ujar Gavin berlalu pergi mengambil sesuatu di mobil nya.
Ayna serta yang lainnya merasa terharu, awal Gavin pergi ke luar negeri hanya diantar oleh Deffa, kini sudah mempunyai mobil sendiri sungguh hebatt.
"Sayang, bantu aku dong dan yang lainnya juga". Teriak Gavin pada mereka.
"Oke bentarr". ujar Ayna sambil berlari menghampiri Gavin disusul oleh saudaranya
"Banyak bangett, ini buat siapa?". Tanya Ayna pada Gavin.
"Ya buat kalian semua lah". Jawab Gavin sambil mengangkat barang yang paling besar.
Tasya yang melihat itu memeluk suaminya, karena terharu anak perempuannya Ayna mendapatkan sosok Pria yang sangat baik, tiba lah semuanya menuju rumah sambil membawa barang dari mobil Gavin.
"Nahh ini untuk bayi kembar mungil Ammah, ada peralatan buat makannya, ada baju banyaklah pokoknya". Ujar Gavin pada mereka berdua.
"Ini untuk Appah jam tangan keluaran terbaru, ini untuk Ammah tas branded terbaru, maaf aku hanya membelikan itu, karena tidak tau mana yang cocok buat kalian berdua". Lanjutnya pada mereka berdua.
"Dan yang lainnya, sudah aku kasih nama di dus nya". Ujar Gavin pada mereka.
Ayna serta kembaran dan abang Leo langsung memeluk Gavin bersamaan, membuat Gavin terdorong ke belakang untung saja ia bisa menahannya.
"Terimakasih abangg, sungguh kita merestui abang dengan Ayna". Ujar Dion padanya.
"Iyaa abangg, abang panutanku yang hebatt". Ujar Lion memeluk Gavin.
"Makasih bang Gavin, walaupun belum Anna buka tapi aku yakin barangnya sangat berharga dan mahal kan". Ujar Anna terisak karena terharu.
"Terimakasih sayang, kamu membuat aku sangat senang". Ujar Ayna pada kekasihnya.
"Terimakasihh jugaa bang, padahal aku bukanlah keluarga kandung asli dari Ayna". Ujar Leo sedih padanya.
Gavin yang mendengar itu langsung melepaskan pelukannya dengan pelan, ia menatap Leo yang sedang menunduk serta air mata nya keluar, ia memeluk Leon kembali.
"Aku tidak membedakan kamu Leo, bagiku kamu Dion dan Lion serta Anna adalah Adikku, jangan merasa berbeda karena bagiku kau tetap anak pertama dari Ammah dan Appah". Ujar Gavin dengan lembut.
"Terimakasihh abangg, aku merasakan mempunyai kakak sekarang, rasanya senangg". Ujar Leo tersenyum senang.
Tasya dan Deffa tidak tau harus berkata apa lagi melihat kelakuan Gavin, kriteria menantu idaman banget, sungguh Tasya akan tenang jika Gavin saja seperti ini pada keluarga nya.
Terimakasih engkau mempertemukan Putriku dengannya tuhan. Batin Tasya sambil berkaca kaca.
__ADS_1
Bagaimana?
Dua bab nihh:)