My Handsome Husband

My Handsome Husband
Chapter 85#DESYA (DEFFA TASYA)


__ADS_3

Hari ini Tasya serta keluarga nya sedang berada di Amerika, mengunjungi tempat kakanya Bryan yang menetap di Amerika, anak mereka senang pergi berkunjung seakan seperti pergi berlibur.


"Halo uncle Bryan". Sapa mereka pada Bryan yang baru membuka pintu rumahnya.


"Ehh Haloo ponakan uncle". Sapa balik Bryan lalu mempersilakan mereka untuk masuk ke rumah.


"Uncle, baby Rayyan mana?". Tanya Ayna menoleh kesana kemari.


"Ada dikamar dengan para kakak nya". Jawab Bryan pada Ayna.


"Nama ponakan aku, sama kaya teman abang Leo loh". Ujar Anna membuat Bryan menoleh.


"Benarkah?". Tanya Bryan pada nya.


"Benar, ya kan bang?". Tanya Anna pasa abangnya.


"Iyaa benar uncle". Jawab Leo pada Bryan.


"Wahh keren keren, kirain uncle belum ada loh yang pakai nama Rayyan selain anak uncle". Ujar Bryan sambil tertawa.


"Ya engga lah uncle, ada juga yang sama namanya kaya Leo walau beda kepanjangannya aja". Ujar Leo pada Bryan.


Ayna dan Anna memilih memasuki kamar Baby Rayyan, sedangkan abangnya dan kembarannya yang lain sedang berbincang dengan Bryan di ruang keluarga bersama Deffa dan Tasya.


"Wahh kalian kapan datang?". Tanya Alexa pada Ponakannya.


"Baru aja Aunty, wahh lucu banget sih baby Rayyan kalau lagi tidur". Jawab Ayna pada Alexa.


"Heum jadi maksud kamu saat Rayyan lagi bangun ngga lucu gitu?". Tanya Alexa sambil tersenyum tipis padanya.


"Yaa ngga gitu Aunty hehe". Jawab Ayna lalu duduk di sisi ranjang.


Di sisi lain Gavin kini sudah berhasil memiliki perusahaannya sendiri, dengan gajih yang ia tabungkan kini perusahaan yang ia beri nama AG Company Grup telah jadi, berkat bantuan dari Uncle Arlen ia bisa menjadi seorang Bos yang hebat.


"Ayna pasti senang jika mendengarnya, ahh aku sangat merindukan gadisku itu". Ujar Gavin sambil tersenyum senang.


"Ada apaa dengan senyuman mu itu?". Tanya Arlen yang tiba tiba sudah ada didepannya.


"Eh uncle, kapan datang?". Tanya Gavin padanya.


"Sejak kau tersenyum sendiri". Jawab Arlen sambil duduk di sofa ruangan Gavin.


"Ahh maaf , aku terlalu senang dengan perusahaan yang aku bangun". Ujar Gavin pada Arlen.


"Aku sangat bangga dengan kerja kerasmu, orang lain butuh waktu bertahun tahun agar bisa membangun perusahaan sendiri, tetapi kamu hanya butuh waktu 6 bulan untuk membangun perusahaan sendiri". Ujar Arlen menepuk pundak kekasih dari Ponakannya.


"Terimakasih Uncle, ini juga berkat uncle yang membantuku". Ujar Gavin tersenyum pada Arlen.

__ADS_1


"Ahh aku dengar, kata Ayna kamu mempunyai adik?". Tanya Arlen pada Gavin.


"Ahh sepertinya aku punya hanya saja adikku laki laki, sedangkan yang Ayna bicarakan padaku perempuan, sepertinya penipu". Jawab Gavin pada Arlen.


"Heum tapi bisa saja dia adik sepupu dari saudara ibumu?". Tanya Arlen padanya.


"Ntahlah Uncle, aku koma bertahun tahun saja tidak ada yang menemaniku, aku dianggap mati oleh mereka, untung Ayna bisa melihatku". Jawab Gavin dengan tersenyum tipis tetapi dimatanya ada kesedihan.


"Baiklah maafkan uncle, kalau begitu uncle pamit, mau menjemput Viona". Ujar Arlen padanya diangguki oleh Gavin.


Ting!


Saat Arlen keluar, ada pesan dari kekasihnya yang memberitahu sudah berada di Amerika, serta menceritakan tentang baby Rayyan padanya membuat Gavin tersenyum.


...Ayna Sayang ❤...


...Online...


Sayang, aku sudah sampai di Amerika ❤


Baby Rayyan sangatlah lucu sayang, aku jadi tidak sabar menunggu Ammah melahirkan 😍


^^^Baiklah sayang, suatu saat nanti kita akan punya sendiri baby yang lucu dan imut seperti kamu🤣❤^^^


Gomball sekalii kamu inii 😒


Yaudah, kamu semangat kerjanya ya aku pengen main sama baby Rayyan, bye sayangku 😘❤


^^^Iyaa sayang siap, bye juga syangku 😍😘❤^^^


Disisi lain Ayna yang baru saja menyimpan ponselnya di dalam tas, langsung mengajak Baby Rayyan bermain karena sepupunya sudah terbangun, Anna sendiri pun sama mengajak Baby Rayyan bermain.


"Halo Abang Rayyan kecil". Sapa Ayna membuat Baby Rayyan tersenyum.


"Uluhh gemasnya kamu inii". Ujar Anna mencium pipi gembul baby Rayyan.


"Rasanya jadi tidak sabar menunggu Ammah lahiran deh". Ujar Ayna sambil terus menatap baby Rayyan.


"Beberapa bulan lagi, waktu tidak akan terasa". Celetuk Alexa yang datang bersama Tasya dan Deffa serta Bryan.


"Kemana abang bun?". Tanya Anna pada Tasya karena tidak melihat ketiga abangnya.


"Mereka sedang bermain di lapangan bola, di belakang rumah". Jawab Tasya pada putrinya.


"Ohh pantas saja Anna tidak melihat para abang ganteng". Ujar Anna membuat mereka terkekeh.


Tiba tiba saja Leo serta Dion dan Lion masuk kamar, membuat semuanya menoleh pada mereka bertiga, Leo yang tadi mendengar ucapan adiknya menghampiri nya dengan tatapan yang sulit di artikan membuat Anna kaget ditatap seperti itu.

__ADS_1


"Baru sadar abang ganteng iyaa?". Tanya Leo sambil terus menatap wajah adiknya yang tegang.


"Ihh abangg, jangan deket deket ihh sanaa". Ujar Anna berlari ke belakang Ayna.


"Lah kenapa lari coba? abang cuman nanya loh dek". Ujar Leo terkekeh.


"Udah bang, nanti Anna baper abang ganggu terus". Ujar Dion padanya.


"Ihh siapa juga yang bakalan baper sama abang Leo? ngga yaa". Gerutu Anna tidak terima.


"Sudah sudah kalian jangan bertengkar dong, kasian Tuh baby Rayyan yang kebingungan melihat kalian". Ujar Tasya pada anak anaknya.


Leo mendekati abang kecilnya yang bernama Rayyan, persis seperti sahabatnya namun kepanjangannya yang berbeda , Leo mengeluarkan ponselnya lalu foto bersama dengan baby Rayyan membuat semuanya kaget.


"Ihh sejak kapan abang suka foto selpi?". Tanya Ayna kaget.


"Sejak kapan ya? ntahlah abang juga gatau". Jawab Leo sambil terkekeh.


"Ahh jangan jangan karena Alya ya bang?". Tanya Anna menggoda abangnya.


"Sok tau kamu dek". jawab Leo pada adiknya.


Tasya dan yang lainnya hanya menikmati layaknya menonton film, sambil mengelus perutnya yang besar Tasya tersenyum senang ternyata ia bisa sebahagia ini menikah dengan Deffa.


"Aduhh, nak kamu kenceng banget nendangnya". Ringis Tasya membuat Deffa khawatir.


"Sakit banget sayang?". Tanya Deffa mengelus perut istrinya.


"Heum yaa, mereka sedang aktif mas". Jawab Tasya pada suaminya.


"Aku mau ngelus dong bun, mau ngerasain tendangannya dedek". ujar Anna pada Tasya.


"Yaudah sini sayang". Ujar Tasya menyuruh Anna mendekat padanya.


Anna berjongkok didepan bunda nya, lalu mengelus perut tersebut serta berbisik pada calon adiknya yang didalam perut, bahwa ia sangat menantikan kehadiran mereka berdua.


Dug.


Dug.


Calon adiknya mungkin suka dengan perkataannya, makanya menendang pun tidak terlalu kencang, karena tidak mau membuat Tasya kesakitan, Anna mengecup perut bunda nya di susul oleh para anaknya yang melakukan hal yang sama seperti Anna.


"Terimakasih Kakak abang udah doain adek". Ujar Tasya pada mereka merasa terharu..


"Sama sama Ammah, Mommy, Bunda". Ujar mereka barengan.


"Kita janji akan menjaga adik kita dengan sekuat tenaga". Ujar Dion tiba tiba dengan tangannya mengepal.

__ADS_1


"Iyaa abang Dion, terimakasih". Ujar Tasya sambil tersenyum pada putranya.


__ADS_2