
Arkana sedang menatap wajah anaknya yang tersenyum padanya, Emily menghampiri mereka berdua, Arkana tersadar pun langsung menoleh pada istrinya.
"Mas makan dulu". Ujar Emily padanya.
"Heum iyaa". Ujarnya singkat.
"Mas, kamu masih belum bisa move on dari Ayna? iyaa?". Tanya Emily dengan lirih.
"Jawab mas, jangan diem aja". Ujar Emily dengan berkaca kaca.
Semua orang tidak tau rumah tangga Emily dan Arkana jauh dari kata baik baik saja, mereka akan berpura pura mesra jika sedang berkumpul dengan yang lain, tapi jika sedang berdua saja Arkana menjadi dingin padanya.
Emily adalah orang yang dijodohkan dengan Arkana oleh Gisella dan Cleoza, mereka pikir Arkana sudah move on dari Ayna karena selalu bertingkah mesra pada Emily, tapi mereka tidak tau kenyataan yang sebenarnya.
Bertahun tahun Emily merasakan sakit hati karena suaminya, bertahun tahun dia selalu mendengar nama Ayna ketika suaminya sedang melakukan hubungan dengannya, sungguh ia tidak tahan jika begini, tetapi ada anaknya yang membutuhkan dirinya.
"Kenapa diam aja mas, jawab pertanyaan ku, apa benar mas masih belum bisa melupakannya?". Tanya Emily pada Arkana yang diam saja.
"Terserah lo aja Afka, minggir!". Sentak Emily membuat Arkana terkejut.
"Emily, kamu mau bawa anakku kemana?". Tanya Arkana dengan dingin pada Emily.
"Ini juga anak gue Ar bukan cuman lo". Ujar Emily pada suaminya.
"Aku bertanya kamu mau bawa kemana Baby Raka?". Tanya Arkana dengan tegas.
"Arka! lo kenapa sih , gue cuman mau mandiin Baby Raka". Ujar Emily kesal.
Emily pergi begitu saja dari hadapan Arkana, sedangkan Arkana terdiam karena Emily yang biasanya berbicara lembut, jadi kasar padanya apalagi dengan nada tinggi.
"Bodo amat deh". Ujar Arkana sambil berlalu pergi keluar kamar.
"Kenapa tuhan? aku udah gakuat jika terus begini". Ujar Emily yang memang melihat Arkana pergi.
"Tuhan, izinkan aku untuk pergi darinya, aku udah tidak kuat dengan semuanya". Gumam Emily sambil memeluk anaknya.
"Jika memang dia tidak mencintaiku, kenapa aku harus begitu mencintainya hiks hiks". Gumam Emily sambil terisak.
Seakan tau perasaan ibunya, Baby Raka menangis kencang untung saja kamarnya kedap suara, jadi Emily menenangkan anaknya sambil menangis juga, namun begitu serak suaranya.
"Sayang, anaknya bunda jangan nangis, bunda tidak apa apa kok sayang". Ujar Emily menatap anaknya.
"Hiks hiks maafin bunda sayang, bunda tidak bisa bertahan lagii untuk bersama ayahmu, jika bunda pergi lama sekali jangan benci bunda sayang, karena bunda sangat menyayangimu". Ujar Emily mengecup kening anaknya.
"Sstt sayang, jangan menangis lagi oke, bunda gapapa kok". Ujar Emily pada putranya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Arkana masuk ke kamar, Emily segera membalikkan badannya serta menghapus air matanya, untung Baby Raka sudah tertidur setelah lelah menangis karena nya.
"Emily". Panggil Arkana padanya.
"Iyaa kenapa?". Tanya Emily dengan datar.
"Kamu habis menangis?". Tanya Arkana dengan dingin.
"Tidak". Jawab Emily dengan singkat.
"Emily, mau kemana kamu?". Tanya Arkana membuat Emily mendelik.
"Pergi yang jauh dari orang kaya lo!!". Jawab Emily dengan dingin.
Emily pergi dari kamar Arkana, lalu memasuki kamar nya, karena memang mereka tidur terpisah selama bertahun tahun, tidak ada perubahan dari Arkana membuat Emily tidak tahan berada di rumah sebesar ini.
Emily memasuki pakaiannya ke dalam koper, ia akan pergi tanpa sepengetahuan siapapun, kecuali Ayna karena memang cuman pada dia Emily berani mengeluhkan sesuatu saat inipun Ayna lah yang menyarankan Emily pergi untuk mengetes perasaan Arkana.
"Emily!! bukaa pintunya!". Teriak Arkana dari luar.
"Emily!". Teriak lagi Arkana.
"Apaan sihh". Ujar Emily saat membuka pintu.
"Emily, kamu tuh kenapa sih?". Tanya Arkana pelan.
Arkana kebingungan melihat sifat Emily, tidak biasanya seperti itu, ia pun menyusul istrinya yang pasti pergi ke kamar nya, ia melihat Emily yang memeluk Baby Raka dengan menangis, lalu Emily membawa Baby Raka sambil berdiri.
"Emily, mau kamu bawa kemana anakku?". Tanya Arkana padanya.
"Gue udah bilang sama lo ya Ar, Baby Raka juga anak gue bukan lo aja". Ujar Emily kesal.
"Iyaa aku tau, tapi kamu mau bawa kemana sih Baby Raka?". Tanya Arkana sekali lagi.
"Mas, Baby Raka anak kita bukan anakmu aja, aku yang mengandung nya, aku yang melahirkannya, aku yang berjuang dalam hidup dan mati, aku yang membawanya kemana mana selama sembilan bulan dalam kandunganku, kamu kenapa ngga ngertiin aku sih mas". Ujar Emily sambil terisak, ia lelah dengan Arkana.
Emily menidurkan Baby Raka sebelum melanjutkan ucapannya pada Arkana, sedangkan Arkana sendiri terkejut melihat Emily menangis seperti itu, Arkana memegang tangan istrinya namun segera Emily tepis. Emily menyuruh Arkana untuk ikut bersamanya.
"Mas Arkan". Panggil Emily dengan lembut.
"Iyaa kenapa Emily?". Tanya Arkana pada nya.
"Aku tanya ini untuk pertama dan terakhir kalinya, apakah mas gaada sedikitpun perasaan sama aku?". Tanya Emily dengan wajah tersenyum.
"Ngga ada". Jawab Arkana pada Emily.
__ADS_1
"Ngga ada mas? karena perasaan kamu hanya pada Ayna?iyaa mas?". Tanya Emily dengan berkaca kaca.
"Ahh aku tau jawabannya, yaudah aku mundur ya mas, maaf kalau aku lancang mencintaimu". Ujar Emily mengecup bibir suaminya sebelum masuk ke kamar nya.
Arkana mematung ketika Emily mengecup bibir nya, karena itu untuk pertama kali dirinya di kecup oleh Emily, Arkana tersadar pun langsung membuka pintu kamar Emily yang saat itu sedang mengganti baju.
"Mass!! tutup matamu!!". Teriak Emily saat Arkana menatapnya.
"Ahh maaf". Ujar Arkana pada nya.
"Keluar mas!". Ujar Emily padanya.
"Baik, maaf". Ujarnya pada Emily.
Arkana dan Emily pasti canggung, karena setiap Arkana melakukan hubungan intim dalam keadaan mabuk, makanya dalam keadaan sadar Arkana terkejut saat melihat tubuh Emily yang putih bersih.
"Emily, maafin aku". Ujar Arkana saat Emily keluar.
"Heum ya aku maafkan". Ujar Emily pada Arkana.
Tapi aku tidak bisa lagi bersama mu mas, jika suatu saat nanti kita bertemu pun aku tidak akan menatapmu. Lanjut Emily dalam hati.
Keesokkan harinya Emily terbangun jam 4 pagi, ia akan pergi hari ini tetapi sebelum itu ia memasuki kamar dimana Baby Raka dan suaminya tidur, Baby Raka sekamar dengan Arkana.
"Mas, maaf jika aku tidak kuat untuk bisa membuatmu mencintaiku, aku mencintaimu mas cukup aku yang tau". Ujar Emily mengecup kening suaminya.
"Baby Raka, maafin bunda harus pergi sayang, jadi anak yang baik, berbakti sama ayah sayang, jika suatu saat nanti Ayah menikah lagi dengan yang baru, kamu harus hormat ya sayang, bunda mencintaimu Raka , maafin bunda". Ujar Emily mengecup kening anaknya.
Emily mengadahkan mukanya ke atas agar air matanya tidak turun, Emily menarik kopernya lalu kembali melihat ke arah keduanya, berat rasanya meninggalkan mereka tetapi Emily sakit hati terhadap sikap Arkana.
Gavin dan Ayna mengantar Emily ke bandara, mereka berdua yang tau kemana Emily akan pergi, walaupun rasanya berat sekali meninggalkan anaknya yang masih kecil, Emily harus menyetujui rencana Ayna yang mengetes Arkana.
"Baik baik disana ya Emy, nanti aku sama mas Gavin akan menjenguk". Ujar Ayna memeluk Emily.
"Makasih ya Ayna, jaga anakku yaa, aku pergi". Ujar Emily diangguki oleh Ayna.
"Hati hati Emily, kabari aku jika sudah sampai di Amerika". Ujar Ayna diangguki oleh Emily.
Sedangkan Arkana terbangun, ia bermimpi Emily meninggalkannya untuk selamanya, ia segera berlari menuju kamar Emily yang ternyata tidak ada orang, ia mengecek lemari membuatnya lemas karena ternyata Emily pergi.
"Maaff, maafin aku hiks maafin aku Emily, kamu mau jawaban nyaa kan? aku mencintaimu Emily hiks, maaff". Arkana terisak sambil memeluk baju terakhir yang sengaja Emily tinggalkan.
"Maafin mas sayang, kembalilah sayang, mas mohon hiks hiks". Ujar Arkana sambil berlari keluar.
Arkana menyesal karena dirinya yang tidak mau membuka hati, membuat Emily pergi meninggalkan dirinya beserta putranya, Arkana menangis sambil memeluk putranya.
__ADS_1
"Maafin ayah sayang, ayah buat bunda marahh, bunda pergii sayang". Ujar Arkana dengan lesu.
Gavin dan Ayna yang memang melihatnya pun menghela nafasnya, baru beberapa jam ditinggalkan udah nangis apalagi jika Emily pergi untuk selamanya.