My Handsome Husband

My Handsome Husband
Chapter 27 #CAMPURAN


__ADS_3

Hello para readers :)


Kembali lagi sama author nihh.


Alhamdulillah udah sembuh dari sakit, ya tapi karena kelas 12 SMK pasti sibuk, jadi engga bisa terlalu sering update hhe.


Jangan lupa LIKE, COMMENT and VOTE yaa!!


...----------------...


Keesokkan harinya, seperti biasa Tasya bersama sahabatnya memasuki area kampus dimana mereka mencari ilmu, namun kini semua mata mengarah pada Tasya dengan tatapan sulit diartikan olehnya.


"Kenapa mereka liatin gue kaya gitu sih?". Tanya Tasya pada sahabatnya.


"Kalau loe nanya ke gue, gue harus nanya kesiapa? karena gue gatau Sya". Ujar Ingrita.


"Loe mah gue nanya serius juga". Ujar Tasya.


"Gue juga serius Tasya". Ujarnya.


"Malu dongg sama muka, udah cantik tapi kok pelakor yaa". Sindir seseorang namun tidak Tasya tanggapi.


"Iyaa bener bangett, ngga tau malu yaa tuh orangg". Sindir lagi seseorang dari teman yang tadi menyindirnya.


"Namanya juga orang kaya pasti bebas lahh, mau jadi pelakor atau ****** sekalipun, upss". Ujarnya sinis.


Kenapa sih mereka ini? ngomongin gue dengan sindiran kaya gitu? pelakor? kapan coba gue jadi pelakor? yang ada gue yang di pelakor seseorang tapi sekarang gue udah baikan sama dia. Batin Tasya kesal.


"Udah jangan di dengerin Sya". Ujar Bella.


"Iyaa Sya, anggap aja mereka itu radio butut". Ujar Luna membuat mereka menoleh.


"Apaan tuh butut? bahasa dari mana? kok gue baru denger Lun?". Tanya Tasya diangguki oleh sahabat lainnya.


"Itu bahasa sunda Sya, butut tuh artinya jelek ah intinyamah udah jadi sampah gitu". Ujar Luna diangguki sahabatnya.


Ditempat lain, kini seorang perempuan tersenyum menang karena berhasil menjalankan rencananya untuk memisahkan seseorang, namun ia masih tidak puas jika hanya begitu yang dia inginkan salah satu dari mereka mati.

__ADS_1


"Hahahaha, akhirnya gue berhasil ngejalanin rencana pertama". Ujarnya menyeringai.


"Perlahan tapi pasti gue akan buat salah satu dari kalian MATI!! hahahaha tunggu tanggal mainnya". Ujarnya tertawa jahat.


"Gue Berlian Amanda Kusuma , akan membalaskan dendam untuk orang yang gue sayang". Ujarnya penuh emosi.


Sedikit cerita, Berlian Amanda Kusuma adalah seorang perempuan yang sangat mencintai Steven Reonaldo Agra , namun cintanya tak terbalaskan karena lelaki itu mencintai Anatasya Putri Abraham, ia awalnya menerima namun ujungnya ia tidak tahan setiap melihat mereka bermesraan.


Berlian sangat menyayangi Steven, walaupun Steven hanya menganggapnya sebagai adik saja tidak lebih, Itulah yang membuat Berlian sangat benci pada Tasya, tetapi seharusnya orang yang ia benci adalah Prita, karena dia juga yang membuat hati Tasya terluka berkali kali lipat.


Namun Berlian telah dibutakan oleh rasa dendam dan benci dalam hatinya, sehingga dia tidak bisa berpikir jernih melakukan semua itu, ia hanya ingin melihat orang itu menderita yang akan membuat Berlian sangat bahagia.


Kembali ke topik, kini Tasya kebingungan karena dari awal masuk area kampus sampai masuk kelas, semua mata memandangnya dengan rendah membuat ia tidak mampu melihat kedepan, ia hanya menunduk karena merasa risih di tatap seperti itu.


Deffa yang baru saja sampai kampus dengan sahabatnya Devan, di perlihatkan seorang wanita yang tengah dihina oleh semua mahasiswa di kampus, membuat Deffa mengepalkan tangannya emosi karena yang mereka hina adalah istrinya Anatasya Putri Abraham.


"Ada apa ini?!!". Tanya Deffa di samping Tasya.


"Maaf pak, tapi dia itu mempermalukan kita semua pak". Ujar seorang gadis.


"Mempermalukan kalian gimanaa?!!!". Tanya Deffa emosi.


"Kalian bilang dia pelakor?!! buktikan!! saya ingin bukti bukan sekedar omongan!!!". Ujar Deffa sangat marah.


"Ada buktinya pak, nih pak". Ujar seseorang menyodorkan ponselnya.


"Apa kalian tau? dalam foto ini bukan Anatasya melainkan foto orang yang mereka edit menjadi Tasya!!". Ujar Deffa benar - benar gemas pada mereka.


Mendengar perkataan Deffa membuat mereka terdiam ada juga yang masih stay menghina Tasya, Deffa dibuat darah tinggi mendengarnya kata "******" yang membuatnya sangat marah pada mereka.


"Stopp!! Apa kalian masih belum puas menghina gue hah!! Coba kalian ada di posisi gue, emang kalian pikir gue ngga sakit hati digituin!! Sakit tau ngga!! Kalian engga tau rasanya gimana jadi gue kan?!! Cuman gue yang tau rasanya karena kalian cuman bisa ngerasain benci tanpa ada kebenaran dari foto itu!!!". Teriak Tasya sudah tidak sanggup mendengar hinaan mereka.


"Kalian salah jika menuduh Tasya pelakor, justru gue yang pernah jadi pelakor dihubungan Tasya sama Steven!! tapi gue nyesel karena sejahatnya gue itu karena gue punya alasan tersendiri, gue kurang perhatian dari orangtua gue sendiri tapi gue udah pernah bikin sahabat gue kecewa sama gue!! Kalian engga akan pernah ngerasain apa yang gue rasain ataupun Tasya rasain sekarangg!!". Bukan Tasya yang berbicara melainkan Prita membuatnya serta yang lainnya kaget.


Perkataan Prita membuat semuanya terdiam, mereka tidak mengetahui perihal Tasya dan Steven putus karena Prita, mereka hanya tau Tasya memutuskan Steven tanpa alasan, kini semuanya terbongkar ya Tasya memang tidak mau nama baik sahabatnya tercoreng, tetapi kini Prita malah membongkarnya.


"Bubar kalian semua!! Bubar!!". Teriak Deffa membuat semuanya langsung bubar.

__ADS_1


"Jika kalian masih saja menghina Tasya, saya akan membuat kalian semua keluar dari kampus ini". Ujar Deffa tegas.


"Udah kak, jangan marah lagi". Ujar Tasya mengelus punggung Deffa.


"Kamu kenapa engga telepon aku sihh? kan daritadi pasti udah bubar semuanya". Ujar Deffa khawatir.


"Engga papa kok, lagian omongan aku sama Prita juga bikin mereka diam". Ujar Tasya lembut.


"Yaudah kita masuk kelas sekarang, biar engga ada lagi yang menghina kamu". Ujar Deffa diangguki olehnya.


"Kamu duluan masuk, aku nyusul belakangan yaa". Lanjut Deffa pada Tasya.


Setelah Tasya pergi, Deffa menelpon seseorang kepercayaan nya, ia sampai melupakan sahabatnya yang sedaritadi hanya diam di belakang Deffa.


"Cari dalang yang membuat masalah pada Tasya sekarang juga!!". Ujar Deffa pada seseorang yang di telpon nya.


"Oke gue tunggu kabarnya". Ujar Deffa mematikan telepon nya sepihak.


"Secepatnya!". Ujar Deffa lagi.


Nasib gue di kacangin sahabat sendiri busetdah. Batin Devan.


"Udah Fa?". Tanya Devan pada sahabatnya.


"Ehh,, Van sorry gue lupa kalau ada loe daritadi". Ujar Deffa merasa tak enak padanya.


"Sans aja Fa". Ujar Devan santai.


"Oke deh, loe tunggu diruangan gue, gue ngajar dulu". Ujar Deffa diangguki Devan menandakan ia mengerti.


Sesampainya diruangan Deffa, Devan terkejut melihat seorang perempuan sedang duduk manis di sofa, membuat perempuan itu tersadar jika ada seseorang, ia pun mengadahkan kepalanya ke atas karena tadi dia menunduk.


"Kak Devan". Terkejut nya perempuan tersebut.


"Loe!!". Ujar Devan kaget tetapi ia berusaha untuk tenang kembali.


Bagaimana selanjutnya?

__ADS_1


Jangan lupa koment, like and vote yaa:)


Ditunggu loh yaa gays:)


__ADS_2