
Lima hari kemudian, hari yang ditunggu - tunggu oleh Cleoza dan Gisella untuk mengubah status mereka menjadi pasangan suami dan istri, mereka sangat bahagia karena sebentar lagi mereka akan berganti status.
Saat ini Gisella sedang berada di kamar ditemani oleh Tasya, karena yang lainnya sedang menunggu pengantin pria yang belum datang, Gisella sangat gugup namun Tasya menenangkannya agar tidak gugup lagi.
"Sayang, yuk kita keluar Cleo udah dateng". Ujar Mommy Michelle yang tiba - tiba datang.
"Ahh benarkah tante?". Tanya Tasya diangguki oleh Mommy Michelle.
"Ayoo ahh, kita keluar". Ajak Tasya pada Gisella diangguki oleh Mommy Michelle.
"Tenangg sayang, rileks jangan gugup". Ujar Mommy Michelle pada anaknya.
Sedangkan di luar Cleoza juga sangat gugup namun di tenangkan oleh Daddy Abrizam dan Deffa, Cleoza terpesona melihat Gisella yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.
Sampai Gisella sampai depan Cleoza, langsung saja Deffa menyadarkan Cleo dari lamunannya itu, Gisella juga terpesona oleh ketampanan Cleoza yang akan menjadi suaminya dalam hitungan menit.
Dalam beberapa menit kemudian, mereka telah sah menjadi pasangan suami istri, semuanya bersorak bahagia saat melihat Cleoza mencium bibir Gisella yang kini menjadi istrinya, sungguh perjuangan yang berbuah hasil yang menyenangkan.
Akhirnya aku memilikimu, Gisella. Batin Cleoza tersenyum bahagia.
"Selamat yaa kalian berdua, akhirnya nyusul juga". Ujar Tasya pada Gisella juga Cleoza.
"Jangan lupa nanti malamnya, jangan sampai kaya gue, malam pertamanya seminggu kemudian". Bisik Deffa pada Cleoza membuat Tasya dan Gisella saling memandang.
"Okee siapp". Jawab Cleoza dengan berbisik juga.
"Kalian ngomongin apa hayohh?". Tanya Tasya pada mereka berdua.
"RAHASIA!!". Ujar mereka berdua membuat Tasya mendengus kesal.
Saatnya pelemparan bunga oleh Cleoza dan Gisella, semuanya bersiap untuk menangkap bunga kecuali Tasya karena ia sudah menikah dan mengandung, dalam hitungan ketiga bunga itu sampai di tangan seseorang.
"Selamatt, nanti Loe yang nyusul". Ujar Cleoza padanya.
"Hem". Ujar nya berdehem.
"Buset, Bryan jangan gitu amat napa jawabnya". Ujar Cleoza pada Bryan, ya seseorang yang mendapatkan bunga walau tidak ikut rebutan.
"Gimana gue aja lah". Ujar Bryan langsung pergi dari sana membuat suasana disana canggung.
Kenapa kakak gue?. Batin Tasya bingung.
__ADS_1
Alexa yang melihat itu langsung mengikuti nya, mungkin suasana hati Bryan sedang tidak baik - baik saja, tanpa Alexa sadari ia juga di ikuti oleh Tasya, Rezki, Widuri juga Deffa suaminya.
"Kamu kenapa hem?". Tanya Alexa saat menemukan Bryan, pacarnya.
"Kenapa, cerita sama aku?". Tanya Alexa saat Bryan tiba - tiba memeluknya.
"Aku takut kehilangan kamu". Ujar Bryan mengeratkan pelukannya pada Alexa.
"Aku akan selalu disisi kamu, sayang. Kenapa kamu tiba - tiba gini?". Tanya Alexa mengangkat wajah pacarnya.
Aku engga akan sanggup jika nanti hidup tanpa mu, Alexa. Batin Bryan melihat wajah pacarnya.
(Bryan dan Alexa sudah berpacaran sebelum Cleoza dan Gisella menjelang nikah ya)
Sedangkan Tasya dan yang lainnya mengintip di belakang tembok, mereka ingin tahu apa penyebab Bryan pergi begitu saja tadi, dan yang membuat mereka terkejut ternyata Cleoza juga Gisella mengikuti mereka dari belakang.
"Ehh kenapa pengantin ada disini sih?". Tanya Tasya terkejut.
"Ya kita pengen tau Bryan kenapa, iya kan sayang?". Tanya Cleoza pada Gisella.
"Iyaa bener tuh, emang kenapa sih?". Tanya Gisella pada Tasya.
"Kita dengerin aja deh, eh emangnya udah ngga ada tamu lagi?". Deffa yang menjawab sekaligus bertanya.
"Yaudah dehh, tapi ga cape emang?". Tanya Tasya dibalas dengan gelengan.
"Gue takut kalian berdua cape daritadi berdiri, sekarang berdiri lagi". Ujar Deffa dibenarkan oleh Tasya.
Mereka pun fokus kembali, karena Cleoza yang menyuruh jangan banyak tanya dulu, akhirnya mereka pun melihat Bryan dan Alexa kembali.
"Aku kayanya engga bisa nikah sama kamu, maaf". Ujar Bryan membuat semuanya kaget termasuk Alexa.
"Loh kenapa, bilang sama aku alasannya apa? ". Tanya Alexa berkaca - kaca.
"Kita kan emang ngga bisa menikah, karena kita tuh iparan". Ujar Bryan menunduk.
"Heyy, dengerin aku sayang, kita masih bisa menikah kok". Ujar Alexa pada Bryan.
"Ngga akan bisa sayang, kita aja ngga akan bisa apalagi Widuri sama Rezki mereka juga punya hubungan yang lebih dulu dari kita". Ujar Bryan lesu.
"Sayang, dengerin aku. Kita bisa nikah karena aku bukanlah anak dari keluarga kak Deffa, aku cuman anak dari sahabat Mommy and Daddy jadi kita bisa menikah sayang". Ujar Alexa lirih membuat Bryan terkejut.
__ADS_1
Oke, kalau gue bisa nikah sama Alexa. Gimana sama ade gue Widuri?. Batin Bryan.
Sedangkan yang mendengarkan hanya diam saja kecuali pasangan pengantin yang terkejut, karena mereka sudah tau dari cerita Mommy Sandra, pada saat itu Bryan tidak ada di rumah jadi yang tau hanya Tasya, Deffa, Widuri, Rezki dan Alexa.
"Emang bener Sya?". Tanya Cleoza pada Tasya.
"Iyaa bener Cle, Alexa bukan anak kandung di keluarga Kak Deffa, kalau di keluarga gue Widuri yang bukan anak kandung tapi kita udah nganggap dia keluarga sendiri". Jawab Tasya sambil memeluk Widuri yang sedaritadi berkaca - kaca.
"Udah jangan nangis lagi, kamu tetep adik kakak". Ujar Tasya diangguki oleh Widuri.
Setelah semuanya masalah terselesaikan mereka pun kembali kedalam, Cleoza dan Gisella langsung kekamar pengantin untuk istirahat, yang lainnya juga sama karena mereka memesan kamar di hotel tersebut.
Kini Bryan dan Alexa maupun Widuri dan Rezki bisa menikah, karena mereka sudah mengetahui kenyataan bahwa Alexa dan Widuri bukanlah anak kandung dari keluarga Brata juga Abraham.
Cleoza dan Gisella kini sedang tiduran di kasur empuknya, keadaan sangat canggung saat ini karena status mereka yang sudah berubah menjadi suami istri membuat keduanya bingung harus bagaimana.
"Eheum, Sayang". Panggil Cleoza.
"Kenapa sayang?". Tanya Gisella pada suaminya.
"Aku boleh ngambil hak aku sekarang?". Tanya Cleoza hati - hati.
"Tapi kalau kamu belum siap, jangan aja. Aku akan nunggu kamu siap kok kasian kamu udah lelah". Lanjut Cleoza saat melihat raut wajah istrinya kelelahan.
"Aku siap kok sayaang". Ujar Gisella pada suaminya.
"Jangan di paksain aku ngga papa kok". Ujar Cleoza tersenyum pada istrinya .
"Udah ihh, katanya pengen. Aku gapapa kok sayang". Ujar Gisella pada Cleoza.
"Bener nih? kalau sakit bilang ya". Ujar Cleoza diangguki oleh istrinya.
Dan malam itulah terjadi apa yang seharusnya terjadi, saat itu juga Gisella baru saja beres dari menstruasinya, mungkin saja langsung jadi karena Cleoza melakukan beberapa ronde sampai Gisella tertidur karena lelah.
"Maaf membuatmu lelah, makasih sayang kamu telah menjaganya untukku, I Love You". Ujar Cleoza lalu mencium kening istrinya.
"I love you too". Jawab Gisella dengan matanya yang terpejam membuat Cleoza tersenyum manis.
Akhirnya aku memilikimu seutuhnya. Batin Cleoza lalu ikut tidur menyusul istrinya.
Bagaimana kelanjutannya?
__ADS_1
Jangan lupa Like, Comment and Vote nya:)