
Saat ini Luna dan Zibran sedang berada di rumah Gisella dan Cleoza beserta yang lainnya, betapa ramainya rumah mereka berdua apalagi ditambah ke delapan bayi tersebut.
"Halo ponakan Aunty". Sapa Luna yang memang terakhir datang ke rumah Gisella.
"Wahh bumil satu, akhirnya datang juga". Ujar Bella dengan perut sedikit membuncit.
"Iyaa maaf ya, tadi gue kelupaan sesuatu saat mau otw kesini". Ujar Luna pada mereka semua.
"Emangnya lo ngelupain apaan Lun?". Tanya Tasya pada sahabatnya.
"Hadiah buat ponakan gue nih". Jawab Luna sambil memberikan mereka kursi dorong buat bayi kembar.
"Wahh makasih Aunty". Ujar Gisella dan Tasya barengan.
"Hatihati duduknya sayang". Ujar Zibran pada istrinya.
Luna duduk dekat para bayi, membuat Baby Leo yang paling besar disana mendekati nya, merasa ada mengusap perut nya Luna segera menoleh dan ternyata ponakan nya yang mengusap perutnya.
"Ponakan Aunty mau jadi abang iya?". Tanya Luna yang hanya dikasih senyuman Baby Leo.
"Baby Leo masa perut Aunty Luna aja yang dielus? kita ngga nih?". Tanya Prita dengan sedih.
Baby Leo yang seakan mengerti pun menghampiri mereka, lalu mengelus perut Prita dan Bella karena Inggrita masih belum menikah juga, lantaran Alex ingin berpacaran dulu.
"Anak Appah sini". Ujar Deffa pada Baby Leo.
"Pah, Pah Luk Luk". Ujar Baby Leo pada Deffa.
Deffa pun memeluk anaknya, membuat Baby Leo girang saat ia memeluk serta mengajak Baby Leo kumpul di antara para pria, Keenan yang melihat keponakannya dibawa pun mengambil alih Baby Leo dari Appah nya.
"Boyy, kamu nanti jadi abang harus berwibawa, bisa menjaga adik adik kamu nanti ya, jangan sampai mereka tersakiti oleh yang lain, kamu paling gede diantara mereka boy". Ujar Keenan pada Baby Leo.
"Key key man". Ujar Baby Leo yang seakan mengerti ucapan Uncle nya.
"Ahh gemes bangett sihh ponakan inii". Ujar Keenan sambil mencium gemas pipinya Baby Leo.
"Sinii gue juga mau gendong lahh". Ujar Ditto mengambil alih Baby Leo dari Keenan.
__ADS_1
Baby Leo aman bersana Appah serta para Uncle nya, namun mereka mendengar teriakan Prita yang membawa nama Luna, membuat Zibran suaminya langsung berlari ke arah ruang untuk bayi kumpul.
"LUNA LO KENAPA?!! WAHH LO MAU NGELAHIRIN LUN? LO BERDARAH LUN!!". Teriak Prita panik begitupun dengan yang lain.
Biasanya mereka akan melihat air ketuban yang mengalir, tetapi ini darah yang mengalir membuat mereka panik takut terjadi apa apa pada Luna. Zibran datang langsung saja menggendong istrinya.
"Sayang, kamu bertahan yaa please, buka mata kamu sayang, kita akan segera menjadi orangtua, kamu bertahan sayang sebentar lagi kita sampai oke". Ujar Zibran berkaca kaca karena melihat istrinya lemas.
"Mas, sakitt bangett perut aku". Ujar Luna dengan lemas dipangkuan suaminya.
"Kamu harus bertahan sayang, jangan tinggalin mas sayang, buka mata kamu honey, bangun syaang bangun hiks hiks". Teriak Zibran di iringi tangisan karena Luna tak sadarkan diri.
Deffa dan Alex yang mengantar nya pun sedih, mereka dengan cepat sampai di rumah sakit lalu masuk, kebetulan Dokter yang mengurus lahiran istri dari Deffa dan Cleoza melihatnya dan langsung menanganinya.
Zibran seorang dokter tapi ia tidak sanggup jika harus memeriksa keadaan sang istri, Deffa dan Alex mengusap bahunya untuk menenangkan Zibran. Saat Dokter keluar mereka langsung berdiri.
"Gimana dok keadaan istri saya?". Tanya Zibran dengan panik.
"Istri pak dokter harus menjalani operasi sesar, karena tak sadarkan diri dan juga pendarahan terus menerus mengalir, Apakah bapak setuju untuk operasi sesar?". Pertanyaan dokter tersebut membuat Zibran lemas.
Ya ampun sayang, kamu ngga boleh ninggalin mas, kamu harus selamat beserta anak kita. Batin Zibran sedih.
"Baiklah, ikut saya pak". Ujar Dokter diangguki oleh Zibran.
Deffa dan Alex yang melihat Zibran melangkah dengan lemas pun prihatin, beberapa menit kemudian datanglah yang lainnya menyusul kecuali para perempuan.
"Gimana keadaan nya Luna?". Tanya Mami Cyndia disusul oleh Papi Maxim.
"Luna menjalani operasi sesar tan, karena banyaknya pendarahan dan juga Luna tak sadarkan diri saat perjalanan kesini". Jawab Deffa pada Mami Cyndia.
"Pap, Luna hiks hiks, anak kita papiii". Ujar Mami Cyndia di pelukan suaminya.
"Kita berdoa saja semoga anak kita baik baik saja dan juga cucu kita sayang". Ujar Papi Maxim menenangkan istrinya.
Ditempat ruang bersalin, Zibran berusaha tegar namun ia tidak bisa melihat sang istrinya tak berdaya di atas ranjang, untungnya anak mereka selamat dua duanya hanya saja Luna koma.
"Sayangg, bangun hiks hiks Syaang bangunn, liat anak kita sayang cantik sekali sama seperti mami nya, sayang kamu janji kan akan membesarkan anak kita bersama, bangun sayang bangun hiks hiks". Ujar Zibran sambil terisak risak memeluk istrinya.
__ADS_1
"Anak kita kembar cewek sayang, bangun syaang hiks hiks, jangan tinggalin mas sayangg, bangun syanggg bangunn!!!". Teriak Zibran membuat mereka yang sedang berada di luar ruangan masuk ke dalam.
"Papiii anak kitaa pii". Ujar Mami Cyndia lemah melihat anak satu satunya terbaring tak berdaya.
Zibran memberikan waktu untuk mertuanya mengobrol dan semoga saja istrinya terbangun, ia menghampiri kedua anaknya dengan senyuman haru.
"Anak papii cantik sekali sama seperti mami kalian, papii minta tolong sama kalian, jemput mami dibawah alam sadarnya sayang". Ujar Zibran sambil mengelus pipi keduanya.
Dua bayi kembar tersebut tersenyum pada Zibran, membuat hati Zibran sedikit tenang melihat senyumannya bayi kembar, Zibran mengecup pelan kening kedua bayi tersebut.
"Cucuku cantik sekali, sama seperti anakku Luna". Ujar Papi Maxim disamping Zibran.
"Pii, Zibran gakuat pii". Ujar Zibran sambil terisak.
"Kamu harus kuatt, kasian anak kamu kalau melihat Papi nya menangis". Ujar Papi Maxim merangkul bahu Zibran menguatkan menantunya.
Sementara mereka yang mendengar bahwa Luna koma pun ikut prihatin, mereka mengabari kekasih mereka yang sedang berada di rumah Cleoza. Betapa terkejutnya Tasya dan yang lainnya bahwa Luna koma bahkan menjalani lahiran dengan operasi sesar.
"Ya ampun, Lunaa hiks hiks". Ujar Bella sedihh Karena Luna adalah sahabatnya yang paling imut.
"Semoga aja Luna secepatnya sadar, kasian kedua anaknya". Ujar Tasya pada mereka semua.
"Liat deh anaknya kembar cewek, sedangkan kita ada cowoknya ya". Ujar Prita saat suaminya mengirimkan foto ponakannya.
"Ya ampun lucu bangett sihh, mereka cantik kaya mamanya". Ujar Inggrita saat melihat foto tersebut.
Baby Leo yang penasaran pun melihat foto tersebut, seketika ia senang karena menurutnya adiknya bertambah lagi dan akan menjadi banyak seperti pemain sepak bola bahkan lebih mungkin.
"Tik tik nty". Ujar Baby Leo pada Inggrita yang menunjuk ke arah foto bayi.
"Iyaa syangg cantik yaa, Tuh adik Leo nambah 2 sayang". Ujar Inggrita pada Baby Leo.
Bagaimana kelanjutannya?
Jangan lupa Like and Comment juga Vote ya gays :)
__ADS_1
Terus semangat untuk membaca ya :)