My Handsome Husband

My Handsome Husband
Chapter 78#CAMPURAN


__ADS_3

Seminggu kemudian Ayna kembali seperti biasa karena jarang melihat makhluk gaib, tetapi terkadang dia selalu bertemu dengan Gavin yang menurutnya lebih tua darinya beberapa tahun.


"Sayang, hari ini kita jenguk baby nya Aunty Inggrita mau?". Tanya Tasya pada mereka.


"Mau Ammah, Bunda, Mommy". Sahut mereka barengan.


"Yasudah sekarang kalian siap siap yaa, soalnya pas lahiran Aunty Inggrita kan kita tidak melihatnya". Ujar Tasya diangguki oleh mereka.


Deffa sedang ada pekerjaan di kantornya, jadi ia pun memutuskan untuk pergi ke rumah Inggrita diantar supir pribadi mereka, sebelum pergi ia mengirim pesan pada suaminya.


Deffa yang saat itu sedang mengerjakan pekerjaan nya di laptop pun terhenti, mendengar suara pesan masuk dari ponselnya ia lihat nama 'My Wife ❤' yang mengirim pesan.


...My Wife ❤...


...Online...


Mas Deffa, aku izin ya sama anak anak liat baby nya Inggrita


^^^Iyaa sayang, hatihati ya nanti dijalannya, mas akan menyusul setelah pekerjaan mas beres^^^


Baiklah mas, semangat kerjanya suamiku ❤


^^^Terimakasih istriku ❤^^^


Deffa pun melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda, saat sedang fokus tiba tiba dia kedatangan sepupunya yang telah lama ia sangka meninggal akibat kecelakaan pesawat yaitu Rafael Arlenio Brata ,namun ia tidak sendirian melainkan bersama dengan Gyta Ayunda Aksara istri dari sepupunya yang sama sama dinyatakan meninggal dunia.


"Hay Def, Apakabar?". Tanya Arlen masuk ke dalam ruangannya.


"Kalian masih hidup? bukannya menurut timsar kalian berdua meninggal ditempat bahkan barang kalian juga ketemu?". Tanya Deffa dengan kaget.


"Gue baik, kalian sendiri bagaimana selama bertahun tahun?". Lanjut Deffa mereka berdua.


"Btw gue ngga ganggu kan?". Tanya Arlen pada sepupunya.


"Iyaa ngga ganggu, santai aja". Jawab Deffa padanya.


"Sebelumnya gue mau minta maaf, waktu itu kita berdua terbawa hanyut ke pulau orang lain Deff, kita baru bisa pulang ke Jakarta saat kita sudah mempunyai uang". Jawab Arlen membuat Deffa kaget.


"Astaga, terus bagaimana kalian bisa ke Jakarta?kalian ditemukan sama siapa?". Ujar Deffa pada mereka berdua.


"Kita dibantu oleh orang baik kak, mereka tau kita salah satu kerabat keluarga Brata jadinya kita diantar ke Jakarta". Ujar Gyta pada Deffa.


"Syukurlah kalau kalian baik baik saja, lalu bagaimana? apakah kalian kesini bareng ponakan gue?". Tanya Deffa sambil melirik ke sana kemari.

__ADS_1


Gyta yang mendengarnya pun sedih, ia memeluk suaminya. Deffa yang sadar ada yang salah disini pun, segera menghampiri mereka serta mengabari asistennya untuk mengerjakan pekerjaannya.


"Ada apaa? Ada yang terjadi selama kalian di negeri orang?". Tanya Deffa pada mereka.


"Anak kita meninggal karena tidak tertolong, waktu itu Gyta hamil besar tapi gue kerja ninggalin dia sendiri di rumah, saat itu gue ditelpon sama orang sekitar rumah kalau Gyta dibawa ke rumah sakit Deff, tapi sampai sana yang gue denger anak gue meninggal dunia didalam rahim, karena telat dibawa ke rumah sakit". Jawab Arlen sambil terus mengusap istrinya yang sedang menangis.


"Astaga, maafin guee, ayo kalian ikut gue ke rumah Inggrita". Ujar Deffa pada mereka berdua.


Gyta dan Arlen saling melirik lalu akhirnya menganggukkan kepalanya, Deffa serta keduanya naik mobil yang sama karena memang Gyta dan Arlen tadi naik taksi.


Tasya yang sedang berbincang riang bersama para sahabatnya pun terhenti, mendengar ponselnya berdering menampilkan nama 'Suamiku ❤' langsung saja ia mengangkat nya.


"Bentar suami gue nelpon". Ujar Tasya pada mereka.


"Oke Sya". Ujar mereka padanya.


Suamiku ❤ menyambung..


"Halo mas, ada apa?"


[Mas ke sana sekarang nyusul kamu]


"Loh katanya banyak kerjaan mas?"


"Eum baiklah mas, aku tunggu ya"



Setelah selesai berbincang dengan suaminya di telepon, Tasya melihat kembali baby Ayumna Dewi Putri Triadi anak dari pasangan suami istri yang bernama Alexander Gibran Triadi dan Inggrita Ayu Dewi.


"Bener kan apa kata gue juga, anak Inggrita pasti perempuan". Ujar Tasya pada Inggrita.


"Iyaa bener deh bener lo kan yang lebih dulu menjadi seorang ibu". Ujar Inggrita pada Tasya.


Ayna menghampiri mereka dengan wajah ditekuk, membuat semua langsung saja bertanya padanya. Ayna memeluk Tasya membuat seorang ibu tersebut mengerti jika anaknya seperti ini pasti melihat makhluk gaib.


"Ada siapa sayang?". Tanya Tasya pada putrinya.


"Ada anak Aunty mah". Jawab Ayna dengan lesu.


"Haa maksud kamu sayang? anak Aunty yang mana?". Tanya Tasya mewakili mereka yang penasaran.


Sebelum menjawab pertanyaan dari Ammah nya, bel rumah berbunyi dan saat terbuka nampak lah Deffa bersama dua orang yang membuat mereka merasa kehilangan.

__ADS_1


"ARLEN, GYTA". Teriak mereka menghampiri keduanya.


"Kalian selamat? ini beneran kalian kan?". Tanya Tasyaa memeluk Gyta dengan perasaan haru.


"Iyaa kita selamat Sya". Jawab Gyta membalas pelukan Tasya.


"Ammah!!!". Teriak Ayna membuat semua perhatian mengarahnya.


Ayna jalan pada Gyta lalu menggenggam tangan nya serta mencium nya, lalu menatap Gyta yang terpaku menatapnya, Ayna menyuruh Gyta mensejajarkan tinggi badannya.


"Mamah sayang, terimakasih telah berjuang untuk bertahan, walaupun akhirnya aku harus pergi, mamah aku sayang mamah". Ujar Ayna memeluk Gyta membuatnya tertegun begitu juga dengan suaminya.


Arlen menatap pada Deffa dan Tasya seolah bertanya apa maksud dari ponakannya itu, Tasya berbicara tanpa suara seperti 'Lihatlah nanti, kau akan tau' , Arlen pun menyaksikan Ayna yang memeluk istrinya.


"Maksud kamu apa sayang? Aunty tidak paham". Ujar Gyta sambil tersenyum padanya.


Ayna tidak menjawabnya karena ia beralih menghampiri Arlen, membuat Arlen terdiam dipeluk oleh Ayna, serta yang lainnya hanya diam menyaksikan kecuali para anak mereka yang lain menjaga baby Ayumna.


"Papah, maaf aku tidak bisa menjaga mamah, maaf beberapa tahun membuat mamah kesakitan, maafin aku". Ujarnya dipelukan Arlen.


Apa maksudnya ini?. Batin Arlen bingung.


Ayna memberi jarak hingga dekat dengan kembarannya Dion, membuat nya langsung menatap adiknya yang beda beberapa menit, Ayna memberi isyarat lewat matanya baru Dion mengerti.


"Untuk Aunty dan Uncle, yang barusan merasuki Ayna adalah anak kalian yang sudah meninggal, apakah benar?". Tanya Dion yang selama ini juga akan mengerti dengan hanya menatap mata seseorang.


Gyta dan Arlen terkejut mendengarnya, ternyata Ayna dimasuki oleh anak mereka, berarti yang tadi berbicara pada mereka adalah anaknya. Gyta dan Arlen langsung menghampiri Ayna.


"Sya, kayanya anak lo pada hebat nantinya, sepertinya makin kesini makin terlihat kemampuan satu persatu anak lo". Bisik Prita pada sahabatnya.


"Iyaa kayanya, padahal dikeluarga gue maupun Deffa ngga ada yang memiliki kemampuan itu". Ujar Tasya berbisik.


Deffa pun sepemikiran dengan istrinya, apa penyebab anaknya memiliki kemampuan tersebut, hanya Tuhan lah yang tau, tetapi tanpa mereka sadari saat hamil perut Tasya diusap oleh seseorang yang mempunyai kekuatan.


"Sayang, pasti kamu disana sudah besar ya". Ujar Gyta terisak menatap Ayna.


"Maafkan papah yang membuat kamu tidak tertolong sayang". Ujar Arlen yang juga terisak.


"Mamah, papah ngga usah menyalahkan diri sendiri, mungkin itu udah takdirnya, aku disini akan selalu menunggu kalian, aku pastikan dede bayi yang ada di perut mamah kembar juga seperti sepupu yang aku miliki". Ujar Ayna sambil tersenyum pada mereka berdua.


"Karena aku sudah tenang melihat kalian, aku pamit ya, dah pah dah mah". Ujar Ayna setelah memeluk keduanya.


Ayna langsung pingsan setelah anak dari Gyta dan Arlen keluar dari tubuhnya, untung saja Dion menahan tubuh kembarannya, kalau tidak ia akan jatuh ke lantai.

__ADS_1


__ADS_2