My Handsome Husband

My Handsome Husband
Chapter 89#CAMPURAN


__ADS_3

Empat bulan kemudian tepatnya hari ini adalah ulangtahun sikembar anaknya Tasya yang ke 18tahun, siapa lagi jika bukan Ayna, Anna, Dion dan Lion. Mereka merayakan ulang tahun di taman belakang rumah, disana juga sudah ada Gavin yang membawa hadiah untuk keempat tersebut.


"Happy birthday to twins, Happy birthday to twins, Happy birthday Happy Birthday Happy Birthday to twins". Ujar mereka menyanyikan lagu tersebut pada mereka.


"Selamat ulang tahun sayang, semoga apa yang disemogakan tersemogakan yaa sayangnya Ammah, semoga selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah yaa". Ujar Tasya memeluk satu persatu anaknya.


"Terimakasih Ammah, Mommy, Bunda". Ujar Mereka pada Tasya sambil tersenyum.


"Iyaa sama sama kesayangannya Ammah, Mommy dan Bunda". Ujar Tasya sambil tertawa ringan.


Semuanya mengucapkan selamat serta memberi hadiah pada mereka berempat dan terakhir adalah Gavin yang mengucapkan selamat dan memberikan hadiah masing masing pada mereka.


"Wahhh inii apaan bang?". Tanya Lion yang memang yang paling besar diantara mereka berempat.


"Buka aja". Jawab Gavin pada Lion.


"Kunci bang? kunci Apaa?". Tanya Lion dengan gemetar.


"Iyaa bang, Anna dan Bang Dion jugA mendapatkan kuncii seperti bang Lion". Ujar Anna pada Dion.


"Ayna juga dapett kunci". Ujar Ayna menatap kekasihnya.


Mereka yang melihat juga merasa penasaran dengan apa yang diberikan Gavin pada sikembar empat, Gavin menepuk tangannya hingga beberapa orang masuk membuat mereka kaget.


"Gavin sebenarnya mereka siapa?". Tanya Deffa padanya.


"Ohh iya Appah , mereka adalah orang yang bekerja mengantar sesuatu untuk kalian kecuali Ayna". Jawab Gavin pada Deffa.


"Mengantar apa maksudnya?". Tanya Tasya pada Gavin.


"Gavin Akan jelasin, tetapi sebelum itu izinkan Gavin mengungkap kan sesuatu pada Ayna didepan kalian". Ujar Gavin diangguki oleh semuanya.


Gavin jongkok di depan Ayna lalu mengeluarkan sesuatu di saku jas nya, mereka yang melihat itu merasa kaget serta terharu, Ayna yang melihat kekasihnya pun kaget.


"Queen Ayna Putri Brata Abraham". Panggil Gavin sebelum berbicara panjang pada kekasihnya.


"I-iyaa kenapa?". Tanya Ayna dengan gugup.


"Mengenalmu sungguh hal yang hebat bagiku, saat aku koma bertahun tahun dann selalu meminta kamu membantuku, walaupun kamu selalu menolak tapi aku selalu sabar menunggu karena cuman kamu yang bisa membantuku. Terimakasih berkat kamu aku sadar dari koma, terimakasih kamu mau menjadi teman ku saat masih kecil, terimakasih banyak untuk semuanya. Disaat aku membutuhkan dukungan dari keluarga, kamu yang selalu ada.


Disini di depan semua orang, aku Gavin ingin melamarmu , apakah kamu mau menikah denganku? menjadi istri serta ibu dari anak anakku? menjadi teman hidupku sampai ajal memisahkan? Jika iya aku akan memasangkan cincin ini di jari mu, jika tidak kamu boleh buang kalung yang aku pegang" .

__ADS_1


Ayna merasa terharu mendengar nya, lalu ia menoleh pada orangtua serta para abang dan saudaranya, semuanya mengangguk menandakan untuk menerimanya.


Jantung Gavin berdegup kencang, ia merasa takut Ayna akan menolaknya, karena umurnya baru 18tahun sudah dilamar, mungkin Ayna juga akan kuliah kan nantinya pikir Gavin.


"Ngga". Ujar Ayna membuat Gavin dan semuanya kaget.


"Kamu ngga mau sayang? kenapa?". Tanya Tasya pada putrinya.


"Kalau kamu ngga mau, kamu bisa buang kalung yang ada ditangan kiri aku". Ujar Gavin dengan lesu.


"Ihh maksud aku, ngga mungkin aku tolak dong". Ujar Ayna sambil mengambil kalung serta cincin.


"Loh kok di ambil dua duanya sayang?". Tanya Deffa pada anaknya.


"Sayang dong, kalung sebagus ini di buang, jadi aku pakai aja ya karena aku suka". Jawab Ayna padanya.


Gavin yang melihat itu, langsung memakaikan cincin dan kalung pada kekasihnya, ia merasa bahagia lamarannya di terima oleh Ayna, Disaat semuanya bahagia melihatnya ada satu orang yang sedih yaitu Arkana.


Semoga kamu bahagia bersama dia ya Ay, walau bukan aku yang membuatmu tertawa, setidaknya ada dia yang membuatmu selalu tertawa tanpa adanya tangisan air mata, kecuali tangisan air mata terharu. Batin Arkana melihat Ayna memeluk Gavin.


"Ahh iyaa aku lupa, hadiah yang aku berikan pada kalian bertiga, bisa kita liat di depan rumah". Ujar Gavin pada mereka.


"Yaudah, ayo semuanya ikut liat ke depan rumah". Ajak Gavin diangguki oleh mereka.


Sesampainya mereka di depan rumah, semuanya kaget melihat kado berukuran besar, serta disana juga tertulis nama penerima kado tersebut, Lion serta kembaran yang lainnya ditarik oleh Gavin.


"Nahh ini hadiah untuk kalian bertiga". Ujar Gavin pada mereka.


"Abangg, ini apa bang?". Tanya Lion yang baru pertama kalinya menatap dengan berkaca kaca.


"Didalamnya itu adalah kemauan kamu". Jawab Gavin pada Lion.


"Iyaa apa abangg?". Rengek Lion pada nya membuat semuanya kaget.


"Ini pertama kalinya, aku liat Lion merengek kaya gitu mas". Ujar Tasya saat melihat putranya.


"Iyaa sama mas juga". Ujar Deffa dengan tangan memeluk pinggang istrinya.


Gavin pun menyuruh ketiga nya berdiri didepan hadiah yang sudah ia tuliskan masing masing namanya, Lion dan Dion serta Anna merasa degdegan karena hadiah yang Gavin berikan berbeda dengan yang lain.


"Pak tolong remotnya". Pinta Gavin pada pekerja.

__ADS_1


"Ini tuan". Ujarnya pada Gavin.


"Okee kita buka untuk yang Lion terlebih dahulu". Ujar Gavin sambil memencet remot tersebut.



Lion yang melihat mobil impiannya sudah di depan mata pun langsung memeluk Gavin, sungguh ia memang menginginkan mobil tersebut hanya saja ia tidak berani bilang pada orangtuanya walau mereka anak orang kaya pun.


"Makasihh abangg, ini mobil impian Lion". Ujar Lion pada Gavin.


"Iyaa sama sama, nah lanjut untuk Dion, satu.. dua.. tiga". Ujar Gavin saat memencet remot tersebut.



Dion mematung melihatnya, ia langsung memeluk Gavin seperti yang di lakukan oleh Lion kembarannya, sungguh ia sangatt senang melihat motor tersebut. Ia tidak bisa berkata kata selain mengucapkan terimakasih pada Gavin.


"Nahh ini dia untuk Anna, maaf yaa kalau tidak sesuai dengan yang kamu mau nantinya". Ujar Gavin lalu memencet lagi remotnya.



Ayna serta yang lainnya begitu kagett melihat hadiah yang diberikan Gavin pada sikembar sangatlah mahal, Anna yang melihat itu langsung berlari ke pada Gavin dan memeluknya.


"Makasih abangg, Anna sangat menyukainya". Ujarnya sambil melepaskan pelukannya.


"Iyaa sama sama Anna". Ujar Gavin sambil tersenyum manis.


Ketiga nya langsung mendekati kendaraan tersebut dengan wajah yang berbinar, Lion yang memasuki mobilnya serta keduanya yang menaiki motor, Ayna yang diam saja sambil menatap kunci yang berada ditangannya.


"Lantas ini kunci apa? beda sama mereka deh".Ujar Ayna membuat Gavin menoleh.


"Ini hadiah kamu sayang, sertifikat rumah untuk kamu, aku membeli sebuah rumah yang nantinya akan menjadi tempat tinggal kita, rumah yang beratas nama kamu". Ujar Gavin sambil tersenyum pada Ayna.


"Wahh abang jadi sultan yaa, kasih hadiah nya berbeda dari yang lain". Ujar Ayumna pada Gavin.


"Terimakasih sayang, mungkin jika dijual aku akan menjadi sultan juga". Ujar Ayna pada Gavin.


"Iyaa kamu jual aja saat nanti aku udah pergi selamanya". Ujar Gavin pada Ayna.


"Ihh apaan sih, aku ga suka ya kamu ngomong kaya gitu". Ujar Ayna langsung berlari ke dalam rumah.


Semuanya ikut masuk kembali ke dalam rumah, kecuali ketiga orang yang masih asik memegang kendaraan yang Gavin berikan, Gavin hendak menenangkan Ayna namun tidak jadi, biarlah hatinya tenang lebih dulu pikirnya.

__ADS_1


__ADS_2