My Handsome Husband

My Handsome Husband
Chapter 79#DESYA (DEFFA TASYA)


__ADS_3

14 tahun kemudian..


Kini anak mereka tumbuh menjadi remaja yang sangat cantik dan tampan serta pintar, Ayna duduk disamping kembarannya yaitu Dion sedangkan yang lainnya duduk dimana saja.


"Wahh anak Ammah pada cantik dan tampan yaa". Ujar Tasya pada mereka semua.


"Iyaa dong, kan anak Ammah sama Appah". Ujar Ayna sambil tersenyum padanya.


"Sekarang kalian sudah menginjak umur 17tahun sedangkan untuk abang kalian Leo sudah berumur 18tahun yaa, abang udah gimana kuliahnya?". Tanya Tasya pada Leo.


"Baik Ammah, ngga ada yang membuat Leo susah kok". Jawab Leo padanya.


"Kalau kalian bagaimana? Ayna apakah kamu masih suka melihat makhluk gaib?". Tanya Tasya pada anak kembar empatnya.


"Baik mom, yah walaupun selalu banyak perempuan yang mengejar". Jawab Lion dengan cuek.


"Sama seperti abang mom, Dion juga merasa jengah dikejar terus layak artis aja". Jawab Dion padanya.


"Anna baik bunda, untung saja tidak ada pembullyan di sekolah yang daddy bangun". Jawab Anna pada Ammah nya.


"Ayna udah jarang melihat Ammah, tetapi terkadang Gavin selalu muncul meminta bantuan Ayna, bahkan Gavin sudah muncul sejak dari kecil". Jawab Ayna pada Ammah nya.


Tasya menganggukkan kepalanya mendengar jawaban dari anak anaknya, ia pun mengusap rambut mereka satu persatu hingga Anna yang menjadi bagian terakhir.


"Baiklah, kalian segera berangkat untuk beraktivitas kembali, ingat belajar yang rajin sayang". Ujar Tasya pada anak anaknya.


"Baik mah, mom, bun". Jawab mereka berlima.


Tasya mengantarkan mereka berempat ke sekolah, berbeda dengan Leo yang menaiki motornya untuk ke kampus, Leo juga mempunyai satu sahabat yang bernama Rayyan Putra Artand yang biasa dipanggil Rayyan atau Rey olehnya.


"Hay bro, baru nyampe lo". Ujar Rayyan pada Leo.


"Yang lo liat gimana?". Tanya Leo cuek.


"Bisa ngga sih lo tuh jangan cuek amat jadi orang, ngga bakalan ada yang suka sama lo". Ujar Rayyan padanya.


"Affah iya? buktinya loker gue penuh dengan surat cinta". Ujarnya pada Rayyan.


"Ishh nyebelin lo, mentang mentang lo ganteng". Ujar Rayyan padanya.


"Wahh akhirnya lo mengakuii juga gue ganteng haha". Ujar Leo padanya.


"Ishh selain cuek lo juga ngeselin jadi orangg". Ujar Rayyan pada nya.


"Bodo amattt". Ujar Leo sambil berlalu pergi.


"Tungguin gue Leo". Teriak Rayyan mengejar sahabatnya.


Sedangkan disisi lain Tasya sampai digerbang sekolahan mereka berempat, mereka sekolah di gedung yang sama dengan anak sahabatnya, hanya saja bedanya ada yang SMP ada juga yang SMA .

__ADS_1


Tasya turun dari mobilnya, di ikuti dengan anak anaknya, semua siswa melirik takjub ke arah mobil karena melihat Tasya yang awet muda, tiba tiba datang anak para sahabatnya menghampiri.


"Aunty Tasyaa". Ujar mereka padanya.


"Haii Ameena, Ameera, Arkan, Aera, Alya, Kevin, Ayumna". Sapa Tasya pada mereka.


"Aunty, mamah Alya hamil lagi loh". Ujar Alya anak dari Ditto dan Prita.


"Ohh yaa sayang? benarkah?". Tanya Tasya terkenjut.


"Iyaa Aunty bener, aku mau punya adik dong". Jawab Alya pada nya.


"Aunty, mami aku juga sama". Ujar Kevin dan Ayumna barengan.


"Hah? barengan hamilnya Mommy kalian bertiga?". Tanya Tasya kaget.


"Iyaa Aunty". Jawab mereka bertiga.


"Astaga, tapi memang kalian harus punya adik, beda dengan Aunty Tasya, Aunty Gisella sama Aunty Luna yang dulu hamil kembar". Ujar Tasya pada mereka.


"Yasudah sana pada masuk, belajar yang bener yaa". Ujarnya lagi pada mereka.


"Siapp Aunty". Ujar mereka padanya.


Lion serta yang lainnya masuk kedalam setelah menyalami Tasya, terakhir Ayumna paling kecil diantara mereka, Tasya memeluk nya sebentar sebelum ia pamitan pada mereka.


Hari semakin menuju waktu makan siangg, Tasya akan mengunjungi suaminya di kantor seperti biasa, Tasya juga sudah membawa makanan untuk dirinya dan juga suaminya, selama dalam perjalanan menuju kantor suaminya Tasya melihat pemandangan sekitar.


Ting!


...Suamiku ❤...


...Online...


Syangg, kamu masih dijalan??


^^^Iyaa ini aku lagi dijalan, emangnya kenapa?^^^


Aku boleh titip jajanan pinggir jalan ngga?


Tasya yang melihat permintaan suaminya pun merasa aneh, tidak biasanya suaminya suka jajan dijalanan, biasanya juga langsung belanja ke supermarket.


^^^Heum emang mau jajan apaan sayang?^^^


Aku mau cilok, batagor, seblak, siomay, bakso, cilung, intinya semua yang ada dipinggir jalan beli yaa, terus sama mangga muda juga please sayangg 😢


^^^Haaa?? sayang kamu ga salah pengen jajanan itu semua? siapa yang akan mengabiskannya?^^^


Ya pasti habislah, kan aku yang mau sayangg, aku tunggu ❤

__ADS_1


Tasya kaget bukan main melihat permintaan suaminya itu, namun ia menuruti keinginan suaminya, ia juga meminta supir pribadinya untuk berhenti di area jajanan pinggiran jalan.


"Semuanyaaa, mohon perhatiannya, siapkan saya satu porsi, untuk semua yang berjualan disini". Teriak Tasya karena tidak mau berjalan capek menghampiri tiap pendagang.


"Baikk non". Ujar mereka bahagia.


Setelah beberapa jam akhirnya Tasya tiba, dengan membawa banyak plastik, semuanya karyawan melongo melihatnya, hingga Tasya dihampiri oleh Gyta yang memang sedang menemani suaminya Arlen serta menggandeng kedua anaknya yang berumur 8tahun.


"Busett Sya, lo ga salah itu? banyak bangett, gue minta dong". Ujar Gyta padanya.


"Ihh bukan punya gue, tapi laki gue, ngga tau kenapa dah". Ujar Tasya pada Gyta lalu melirik kedua anak Gyta.


"Mereka ngga sekolah?". Tanya Tasya saat melihat sikembar Gea dan Gia.


"Aunty kita lagi libur, karena gurunya ada rapat". Jawab Gea pada Aunty nya.


"Baiklah, Gyta gue duluan keburu ngamuk yang ada suami gue". Ujar Tasya padanya.


"Okee sana sana". Ujar Gyta sambil mendorong pelan Tasya.


Selama dalam perjalanan menuju ruangan suaminya Tasya tersenyum ramah, lalu akhirnya ia tiba di ruangan suaminya ia masuk, suaminya tidak sendiri disana melainkan bersama sepupunya Arlen.


"Mas Deffa, inii pesanan kamuu". Ujar Tasya menyimpan makanan tersebut dimeja.


"Waahhh makasih sayangg". Ujar Deffa mencium bibir istrinya.


"Ihh maluu, ada Arlen tauu". Ujar Tasya menutup wajahnya.


"Anggap aja gue gaada, gapapa dah lah gue mau pulang, kasian istri gue nungguin, bye". Ujar Arlen kesal pada mereka berdua sambil berlalu pergi.


Melihat Arlen pergi, Deffa pun memakan jajanan yang dibawa Tasya, memakannya dengan lahap membuat Tasya menggelengkan kepalanya melihatnya, hampir semua jajanan habis oleh Deffa tetapi tiba tiba Deffa berlari ke kamar mandi.


"Mas kamu gapapa? kenapa bisa begini sih?". Tanya Tasya pada Deffa.


"Gatau hueekk sayang, lemess". Jawab Deffa pada istrinya.


"Yaudah sekarang mending makan nasi, jangan jajanan oke, takutnya itu karena jajanan tadi". Ujar Tasya diangguki oleh Deffa.


Deffa memakannya dengan pelan, tetapi ketika ia melihat mangga muda membuatnya terhenti, lalu berlari mengambil pisau di dapur kantornya membuat Tasya aneh sendiri dengan suaminya.


"Sayang itu asem loh". Ujar Tasya ngilu melihat suaminya asik memakan mangga muda sambil tersenyum.


"Ngga asem kok syang, kamu mau?".Tanya Deffa pada istrinya.


"Ngga sayang, kamu aja". Segera Tasya menolaknya dengan cepat.


"Baiklah, aku akan habiskan ini sendiri". Ujarnya dengan penuh makanan.


"Telan dulu mas". Ujar Tasya padanya.

__ADS_1


Hingga beberapa menit kemudian Deffa menghabiskan semuanya sendiri, Tasya kaget melihatnya, Deffa tidur dipangkuan istrinya merasa mengantuk karena kekenyangan.


"Ya ampun mas, ga biasanya kamu gini, boro boro jajan di pinggir jalan, nyobain seblak yang aku beli aja kamu waktu itu gamau". Gumam Tasya sambil mengelus rambut suaminya membuat Deffa semakin nyenyak tidurnya.


__ADS_2