
" al, yang bener dong masukin baju nya " protes Renata.
.
" ini udah bener mah " jawab Al sambil memasukkan bajunya ke koper.
.
" yaampun, anak mamah kok ga ada yang bener ya kalo beresin baju " Renata masih saja mengomel. lagian sih mereka bertiga, bikin Renata marah, marah. gimana ga marah coba, masukin baju ke koper aja asal,asalan, ga di lipat yang bener.
.
" maka nya. pada belajar, kalo mama lagi ngelipet baju "
.
" IYA MAH " jawab mereka serentak, mengejutkan Renata.
.
" ih. anak nakal, ngagetin mama tau " Renata menatap tajam wajah mereka secara bergantian.
.
" lagian mama marah marah Mulu, ga bosen apa " jawab Al
.
" mamah ga bosen. kenapa? " jawab nya dengan ngegass.
.
" ih, mama sante dong! " David menjawab.
.
" udah ah males mama. mending beresin baju nya yang bener deh "
.
" iya iya "
.
" udah kan? yukk " ajak David.
.
" pesen taksi dulu mah "
__ADS_1
.
" tujuan nya kemana Al? " tanya Nasya.
.
" jalan X nomer ** " jawab nya.
.
" okee "
.
sekarang mereka sudah di dalam taksi dengan tujuan X nomer **.
.
" al, emang ga ngerepotin, kalo kita tinggal di rumah kamu? " tanya Renata kembali.
.
pasal nya dari tadi mereka kerjaan nya nanya Mulu soal rumah. Al ngerepotin ga? Al Abang takut ngerepotin kamu? itu lah pertanyaan yang dari tadi di lontarkan oleh mereka.
.
" mama, al udah bilang, itu rumah al. jadi gapapa kalo kalian tinggal di rumah al. lagian kan kalian keluarga Al, masa al tega sih ngebiarin kalian jadi gelandangan. " jawab nya.
.
.
taksi sudah berhenti di tempat yang mereka tuju. mereka turun dari mobil, lalu mengambil koper mereka. tak lupa juga membayar taksi nya. mereka bertiga menatap kagum rumah al.
.
" al, bentar deh. kata kamu rumah nya ga sebesar rumah yang lama, tapi kok ini besar si Al. " tanya David.
.
" yaa emang ga sebesar rumah ayah kan? masih besaran rumah ayah kan? " jawab nya santai.
.
" iya, ini emang ga sebesar rumah ayah " David melihat sekeliling rumah. " tapi ini termasuk mewah al "
.
" ih yaudah sih, ayo masuk "
__ADS_1
.
°°°°°°°°
.
sudah seminggu mereka tinggal di rumah yang di beli alana. keluarga Kevin pun sudah tau. tapi ayah Robert sama sekali tidak tahu, karena ya memang dia jarang pulang.
.
seperti sekarang keluarga Kevin sedang berada di rumah al. mereka tampak sedang membicarakan perjodohan yang telah di selenggarakan kedua keluarga nya itu.
.
" maaf Tante, Alana mana ya? dari tadi ga keliatan? " tanya Kevin.
" oh alana tadi izin buat ke restoran paman nya. kata nya sih buat meriksa doang. soal nya kemarin dia ga kesana. tapi dikit lagi pulang " bukan Renata yang jawab melainkan David. suara David seperti sedang mengejek Kevin. sekarang Kevin dan David sudah akrab, semenjak mereka pindah ke rumah ini. David pun sekarang sudah membangun perusahaan sendiri walaupun belum jadi. itu semua Alana yang membiayainya. niat nya kalau perusahaan David sudah jadi, Kevin ingin bekerja sama dengan David. dan tentunya David akan mengembalikan uang alana, jika nanti sudah terkumpul banyak.
" so tau kamu tuh David " Renata berbicara dengan David.
baru saja Kevin ingin menjawab tapi sudah ada Alana yang pulang.
.
" eh tante, om " Alana Salim ke Mahendra dan Siska.
.
" udah pulang al? " tanya Tante Siska.
" udah Tan " Alana senyum
" kok udah pulang aja sih? bukan nya pulang nya sore? "
" iya, tadi al pengen pulang sore, tapi ada paman di sana jadi kata paman aku pulang nya jam segini aja, di lanjut besok aja " jawab nya sambil duduk di samping david lalu menyenderkan kepalanya ke bahu david.
melihat seperti itu Kevin menjadi cemburu. entah lah dia jadi cemburu kepada Kaka al sendiri.
" Al " panggil David.
" Hem "
" capek? "
" ih capek lah, maka nya pijitin ya nanti " jawab nya
" enak aja "
.
__ADS_1
semua orang hanya tertawa melihat aksi kedua adik Kaka itu kecuali Kevin.