My Handsome Husband

My Handsome Husband
Chapter 97#CAMPURAN


__ADS_3

TIGA TAHUN KEMUDIAN....


KINI semuanya sedang berkumpul di sebuah villa besar bersama keluarga kecil mereka, Tasya serta sahabatnya sudah menjadi oma Opa namun tersisa anak mereka yang masih berumur 12tahun.


Semuanya sudah hadir kecuali Gevan yang datang terlambat, karena kehamilan anak kedua mereka yang kembar membuat Aera sulit untuk bergerak, mereka sudah mempunyai anak pertama yang masih berumur 2tahun.


"Wahh Kak Aera akan punya anak lagi ya mom?". Tanya Aleshana pada Tasya.


"Iyaa sayang, kamu punya ponakan lagi". Jawab Tasya padanya.


"Asikkk ponakan aku tambah banyak". Ujar Aleshana senang lalu menghampiri Gevan dan Aera yang baru saja duduk di sofa.


Gevan mengelus perut istrinya yang sudah membesar serta anak pertama mereka duduk dipangkuan Gavin, mereka kini sudah memiliki dua anak adapun juga yang masih menunggu kehamilan kedua para istrinya.


Aleshana berjongkok didepan perut Aera yang sudah memasuki usia 9bulan, lalu mengusapnya dengan lembut dan di respon dengan baik oleh tendangan dari dalam, Aleshana yang melihat itu senang dan mengulangi kembali.


Aurelia serta yang lainnya penasaran karena Aleshana tertawa keras sekali, mereka menghampiri Aera dan Gevan yang sedang tersenyum menatap Aleshana yang begitu suka sekali melihat tendangan calon buah hati mereka.


"Wahh bayi nya gerak ya kak". Ujar Aurelia yang ikut duduk.


"Iyaa sayang, bayi nya gerak". Ujar Aera tersenyum pada nya.


"Aku juga mau dongg ngusap". Ujar Lexi yang duduk disamping kakak nya.


"Iyaa aku juga mau kak". Seru mereka bersama membuat Gevan tertawa.


Gevan menyuruh mereka berbaris untuk mengusap perut istrinya, dimulai dari Aurelia hingga terus sampai ponakan mereka pun ikut mengusap perut istrinya, paling lama mengusap adalah yang terakhir yaitu Baby Andreas anak dari Leo.


"Aunty, kapan Adek bayi lahir?". Tanya Alvina pada Aera.


"Mungkin seminggu lagi sayang". Jawab Aera sambil mengelus pipi ponakan nya.


"Wahh Vina udah ngga sabar liat Adek bayi nya Aunty". Ujar Alvina dengan ceria.


"Iyaa sayang doakan Aunty yaa". Ujar Aera diangguki oleh nya.


Kini semuanya berbincang riang bersama, sedangkan anak anak ditemani oleh Aunty nya yang berumur 12tahun, Baby Gevira begitu dekat dengan Alvina kakaknya liat saja Gevira selalu nyaman di pelukan Alvina yang masih berumur 5tahun.


Sedangkan yang lainnya bersama para Aunty kecil siapa lagi jika bukan Aurelia atau pun anak Tasya serta sahabatnya, Aleshana sedang mengajak ponakannya berbicara hingga Baby James tersebut tersenyum senang.

__ADS_1


"Aihh lucunya ponakan Aunty". Ujar Aleshana mencium pipi gembulnya.


"Hahah geli nty". Oceh Baby James padanya.


"Wahh anak daddy pintar ya sayang". Ujar Leo menatap Nabila yang berbicara sedikit lancar.


"Iyaa dong dad". Ujar Nabila pada Leo.


Aera yang sedang berbincang riang dengan para wanita, tiba tiba perutnya terasa sakitt namun ia mencoba menahannya mungkin kontraksi palsu, tetapi semakin ia tahan semakin sakit rasanya hingga mengcengkram baju Gisella.


"Ya ampun sayangg kamu kenapa?". Tanya Gisella pada putrinya.


"Sakitt mam, sakitt perut Aera hiks mamiii bantuin Aera Huaaa sakitt!!". Teriak Aera kesakitan sambil memegang perutnya.


"Ya ampun Sel, ketuban nya udah pecah". Ujar Tasya saat melihat kaki Aera.


"Astaga panggil Gevan cepatt!". Teriak Gisella panik sambil memapah Aera.


Gevan yang saat itu sedang bersama para lelaki di ruangan lainnya, tiba tiba datang Ayna tergesa gesa membuat semuanya menoleh, apalagi Gavin suaminya yang melihat wajah panik istrinya.


"Ada apaa sayang? kenapa kamu panik gitu?". Tanya Gavin pada istrinya.


"Apaa?! Okee aku kesana". Ujar Gevan langsung berlari meninggalkan yang lainnya.


"Loh bukannya seminggu lagi?". Tanya Deffa pada putrinya.


"Kan perkiraan dokter belum tentu benar Appah". Jawab Ayna pada Appah nya.


"Yaudah cepat kalian susul biar kita para orangtua yang menjaga anak kalian". Ujar Zibran disetujui oleh yang lainnya.


Akhirnya Ayna serta yang lainnya menyusul ke rumah sakit, kecuali anak anak mereka yang dijaga oleh para orangtua, selama dalam perjalanan menuju rumah sakit Aera terus saja menggigit lengan suaminya.


Anna dan Ayumna yang mengantar mereka pun jengah, karena sedaritadi keduanya terus saling berteriak membuat suasana begitu berisik, Anna yang mengemudi mobilnya sementara Ayumna berada disampingnya, Gevan dan Aera terus saja berteriak membuat kuping Anna maupun Ayumna terasa akan meledak.


"Bisa ngga kalian jangan berisik!!". Ujar Anna kesal pada mereka.


"Iyaa kalian tuh yaa, pengang nih kepala aku". Ujar Ayumna pada mereka berdua.


"DIAM!". Teriak Gevan dan Aera barengan membuat Anna serta Ayumna terdiam kaget.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian sampailah mereka di rumah sakit keluarga Aera, Gevan segera menggendong istrinya sedangkan Anna memarkirkan terlebih dahulu mobilnya.


"Dokter suster! istri saya akan melahirkan". Teriak Gevan membuat dokter menghampiri nya.


"Tidurkan di ranjang tuan". Ujar Dokter tersebut pada nya.


"Sayang kamu harus kuatt, kamu harus bertahan Okee". Ujar Gevan saat istrinya sudah akan masuk kedalam ruangan.


Kini Gevan menemani istrinya di ruangan bersalin, Aera dan Gevan selalu berteriak karena sakit, Aera sakit karena terus mengejan sedangkan Gevan sakit karena Aera yang kadang menggigitnya ataupun menjengut rambut nya.


Hingga beberapa jam kemudian lahirlah bayi kembar lelaki, membuat mereka terharu karena kehamilan kedua Aera ternyata kembar, pantas saja perutnya sangat besar sekali.


"Selamat ya tuan nyonya, bayi kalian kembar laki laki dengan berat badannya sama 4kg". Ujar Dokter tersebut membuat keduanya kaget.


"Apaa? 4kg dok? berat banget berarti ya?". Tanya Aera pada dokter tersebut.


"Iyaa untuk usia bayi baru lahir ini adalah paling berat". Jawab dokter tersebut pada nya.


"Wahh hebat, berarti nutrisi yang aku kasih sangatlah bagus". Ujar Aera dengan tersenyum senang.


Jika yang lain habis melahirkan akan terlihat lelah, namun berbeda dengan Aera yang justru bersemangat sekali, sungguh berbeda dengan yang lainnya tapi Gevan sangat menyukainya karena hanya dia yang bisa merasakan segala perbedaan istrinya.


Beberapa menit kemudian, Aera sudah dipindahkan ke ruangan VVIP, untung saja mereka berdua telah menyiapkan nama baik untuk laki laki ataupun perempuan, karena memang mereka tidak check up untuk perkembangan kehamilan Aera.


"Wah siapa nih namanya?". tanya Ayna pada mereka.


"Yang pertama namanya adalah Gevandra Xavier Abrizam Sanggara dan yang kedua adalah Gevano Xavier Abrizam Sanggara". Jawab Aera pada Ayna.


"Wahh namanya hampir sama ya kaya Arkana dan Arkananda, Ameena dan Ameera". Ujar Anna terkekeh.


"Haahah biarinlah". Ujar Aera tertawa pada mereka.


Beberapa jam kemudian, semuanya pamit pulang menyisakan Gevan dan Aera serta anak mereka diruangan tersebut, Gevan mengecup kening istrinya dengan lembut.


"Terimakasih sayang, kamu sudah berjuang". Ujar Gevan pada istrinya.


"Iyaa mas". Ujar Aera memeluk suaminya.


Gevan menatap keduanya dengan berkaca kaca, tidak menyangka di umurnya yang sudah 33tahun, ia mendapatkan seorang anak kembar setelah anak pertama mereka adalah perempuan.

__ADS_1


Ini harusnya yang kemarin aku update yaa:)


__ADS_2