My Handsome Husband

My Handsome Husband
Chapter 26 #DESYA (DEFFA TASYA)


__ADS_3

Hello readers :)


Sebelum masuk cerita, Author mau memberi pengumuman, bahwa khusus novel ini, Author akan menceritakan dulu tentang Deffa dan Tasya sebelum melanjut ke cerita para sahabatnya, biar ngga pusing juga kalian bacanya dan judul yang awalnya Married With My Dosen berubah menjadi My Handsome Husband. Karena pastinya semua nya akan menikah bukan? jadi Author rubah judul novel nya hihi :)


...****************...


Sesuai janji Deffa pada sahabatnya, ia akan mengenalkan Aurora pada sahabatnya itu melalui istrinya, Deffa telah membicarakan hal itu pada Tasya membuat istrinya tertawa, lantaran Devan sahabatbya sangat kasihan sudah menyukai sepupu Deffa tetapi patah hati karena Jasmine tunangan, kenapa ngga cari informasi dulu sebelum berjuang, pikir Tasya.


"Terus gimana sahabat kamu?". Tanya Tasya setelah tawanya mereda.


"Dia masih sibuk galau , sayang". Ujar Deffa padanya.


"Hemm, Aurora kemarin bilang suruh jemput aja dia di Bandara oleh sahabat kamu itu". Ujar Tasya pada suaminya.


"Widihh lampu hijau". Ujar Deffa tertawa.


"Pengenalan dulu sayang, nanti baru pendekatan.. Asal kamu tau Aurora itu sudah mencintai Devan sahabat kamu di pernikahan kita". Ujar Tasya membuat Deffa berhenti tertawa lantaran terkejut apa yang dikatakan istrinya.


"Serius Aurora bilang gitu sama kamu sayang?". Tanya Deffa pada istrinya.


"Heem dia juga udah kangen soalnya". Ujar Tasya santai.


"Jangan - jangan Devan emang jodohnya Aurora kali yaa". Ujar Deffa membuat Tasya ketawa.


"Iya semoga aja mereka cocok, tapi kalau sahabat kamu berani nyakitin sepupu aku liat aja nanti". Ujar Tasya mengancam sahabat suaminya.


"Siapp sayang, aku yang akan mengawasi Devan". Ujar Deffa pada Tasya.


Disuatu tempat tepatnya di sebuah cafe, seorang Devan sedang memanjakan matanya disana, karena ia tidak mau berlarut dalam kegalauannya, saat ia akan beranjak dari duduknya tiba - tiba suara deringan ponselnya menyita waktunya, jadi dia duduk kembali lalu mengangkat panggilan dari sahabatnya siapa lagi kalau bukan Deffa.


"Loe dimana?". Tanya Deffa saat Devan mengangkat panggilan itu.


"Gue di cafe biasa, kenapa emang?". Tanya Devan pada sahabatnya.


"Gue kan kemarin bilang kalau gue akan kenalin loe sama Aurora, sepupu Tasya kan?". Tanya Deffa mengingatkan sahabatnya.

__ADS_1


"Hem terus kenapa loe nelpon gue?". Tanya Devan penasaran.


"Bini gue bilang, loe harus jemput Aurora di bandara sekarang". Ujar Deffa membuat Devan terdiam di tempat.


"Van! ". Panggil Deffa karena tidak ada respon dari sahabatnya.


"Devan!!". Kedua kalinya ia memanggil sahabatnya itu namun masih saja tidak ada suara.


"DEVAN IBRAHIM SAPUTRA!! LOE DENGER GUE KAGAK!!". Teriak Deffa kesal menyadarkan Devan dari lamunannya.


Untung ngga copot jantung gue, denger dia teriak kaya gitu, ngangetin aja sih. Batin Devan seraya mengusap dada nya karena kaget.


"Kenapa sihh loe teriak - teriak Fa?". Tanya Devan kesal.


"Gue yang harus nya nanya kenapa loe ngga nyahut, daritadi gue manggil loe ogeb". Ujar Deffa kesal pada sahabatnya.


"Okee dehh sorry Fa, soalnya gue terkejut aja disuruh jemput sepupu bini loe di bandara". Ujar Devan pada Deffa sahabatnya.


"Loe harus standby di bandara, kata bini gue pukul 2 siang Aurora sampai karena mengambil jam berangkat pukul 10 malam". Ujar Deffa padanya.


Deffa yang merasa kesal pada sahabatnya pudar seketika, melihat istrinya keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk saja, membuat dibawah sana menegang melihat istrinya itu Tasya yang melihatnya pun aneh, karena suaminya mencari posisi duduk yang nyaman sedari tadi.


"Kamu kenapa sih?". Tanya Tasya pada Deffa.


"Em engga papa kok sayang". Ujar Deffa terbata bata.


"Kenapa sampe keringetan gini sihh?". Tanya Tasya sambil menyeka keringat suaminya.


"Sayang, kamu pakai baju dulu aja deh, aku gakuat liatnya tau". Keluh Deffa pada istrinya.


"Ohh yaa ampun bawah kamu tegang gitu". Ujar Tasya terkejut ketika melihat ke bawah.


Gue udah ga tahan lagii, tapi ya masa nyerang langsung. Batin Deffa tersiksa.


Devan sudah sampai di bandara setengah jam yang lalu, ia menulis papan nama Aurora Lestari agar memudahkannya menemukan orangnya, karena ia tidak mengetahui wajah dari sepupu Tasya jika ia tahu pasti akan meneriaki namanya saja, demi menyembuhkan hatinya dia mau menemui sepupu Tasya.

__ADS_1


Devan menunggu percuma - cuma di kursi sambil memegang papan nama yang ia tadi tulis, ia melihat ada sosok perempuan di depannya, Devan melihat dari bawah ke atas betapa terkejutnya saat melihat wajah itu, Devan terdiam di tempat saking terkejutnya melihat sosok perempuan itu berdiri di depannya.


"Maaf menunggu lama ya kak". Ujar perempuan tersebut tersenyum.


"Ehh emangnya loe siapa? gue itu nunggu Aurora Lestari sepupu dari istri Deffa, bukan nunggu loe". Ujar Devan gugup.


"Memangnya ada nama Aurora Lestari selain aku kak? ngga ada kan?". Tanya Aurora pada Devan.


"Gu-gue ngga tau loe sepupu Tasya". Ujar Devan gugup karena melihat perempuan yang dulu ia tolak perjodohannya.


Sedikit cerita walaupun kedua orangtua Devan meninggal, mereka menyelipkan sebuah surat yang berisikan alamat Aurora Lestari, Devan beserta adiknya mendatangi alamat tersebut sesuai keinginan kedua orang tuanya, betapa terkejutnya Devan kedatangannya langsung dijodohkan dengan Aurora Lestari.


"Loe.. ". Ujar Devan terhenti karena terpotong oleh Aurora.


"Iya, aku Aurora yang dulu kakak tolak perjodohannya". Ujar Aurora pada Devan.


"Sekarang kita pulang aja, aku cape". Lanjut Aurora membuat Devan tersadar.


"Yaudah ayoo pulang, ke rumah orangtua Tasya kan? atau kemana?". Tanya Devan pada Aurora.


Deffa menghela nafas lega karena siksaan berujung kenikmatan, istrinya sangat peka jika dia sangat tersiksa jadi Deffa bercinta dengan Tasya istrinya, ia melihat istrinya tertidur lelap karena kelelahan membuat ia teringat, bahwa kasus istrinya belum ia selesaikan.


Gue harus secepatnya bertindak. Batin Deffa sambil melihat wajah istrinya.


Sedangkan Devan yang sedang perjalanan menuju Apartement Leonard, ya Aurora telah memutuskan untuk pulang ke apartement yang telah di pesan oleh sepupunya, selama di perjalanan mereka hanya diam tanpa ada yang berani mengeluarkan suara.


Gilaaaa!! gue kok gugup sihh, ini juga si Deffa ngapain gue di jomblangin sama Aurora cewek yang gue tolak dulu sihh ahh, tapi kali ini gue akan coba untuk menjalaninya dan semoga aja gue langsung jatuh cinta. Batin Devan.


Akhirnya aku ketemu lagi sama orang yang aku suka lebih tepatnya cinta dari dulu, walaupun aku bilang ke Tasya bahwa aku menyukai Devan waktu pernikahannya, karena jika ku jujur sepenuhnya bisa banyak pertanyaan yang bikin aku pusing. Batin Aurora tersenyum bahagia.


Bagaimana kelanjutannya?


Jangan lupa Like, Comment and Vote :)


Ditunggu lohh:)

__ADS_1


__ADS_2