
Hari ini Deffa dan Tasya akan USG kehamilannya, karena jalan kaki sangat melelahkan akhirnya Tasya memakai kursi roda, ia sungguh tidak menyangka hamil kembar akan secapek ini ketika berjalan. Deffa pun tak tega melihat perut sang istri semakin membesar karena hamil kembar 4.
"Sayang, nanti lahirannya operasi aja ya?". Tanya Deffa pada istrinya.
"Ngga ahh, aku pengen lahiran normal, aku juga pengen ngerasain perjuangan seorang ibu mas". Jawab Tasya pada suaminya.
"Yaudah gimana kamu, tapi sekiranya kamu gakuat, operasi aja ya". Ujar Deffa pada istrinya.
"Di operasi juga belum tentu menjamin mas, gimana kalau saat aku sudah operasi ternyata aku koma atau meninggal". Ujar Tasya pada suaminya.
"Suttts, kamu jangan ngomong gitu ahh". Ujar Deffa pada istrinya.
"Iyaa syang ngga". Ujar Tasya sambil tersenyum pada suaminya.
"Ahh sayang, baby Leo sama Mommy kan?". Tanya Tasya pada suaminya.
"Iyaa sayang, ngga kerasa ternyata Baby Leo udah 2 bulan sama kita , mungkin anak kita berjumlah 5 dong?". Tanya Deffa pada istrinya.
"Wahh sayangg, kita jadi orangtua para bocil hahaha". Ujar Tasya pada suaminya sambil tertawa.
Mereka pun akhirnya masuk kedalam ruangan dokter kandungan, perkembangan anak mereka sangat baik sekali, melihat ke arah monitor sungguh membuat Deffa terharu melihat perkembangan anak kembarnya.
"Tetap jaga kesehatan nya, apalagi sedang hamil kembar 4 sangatlah berbahaya, jangan melakukan pekerjaan yang berat , rutin olahraga ibu hamil". Ujar dokter pada mereka berdua.
"Iyaa dok, saya sebagai suami pasti siap siaga". Ujarnya pada dokter tersebut.
"Bagaimana apakah masih suka mual? atau ada gejala lainnya?". Tanya Dokter pada Tasya.
"Udah ga terlalu sering mual sih dok, tapi cuman ya gampang kelelahan dokter". Jawab Tasya pada dokter kandungan tersebut.
"Baiklah, itu hal wajar bagi ibu hamil. Pasti semua merasakan nya, ada lagi yang perlu ditanyakan?". Tanya Dokter pada mereka.
"Dok, kalau ngelakuin hubungan suami istri gapapa?". Tanya Deffa membuat Tasya malu.
"Gapapa asal melakukannya dengan pelan ya pak, apalagi kondisi ibu hamil kembar sangatlah membuat perutnya besar". Jawabnya sambil tersenyum pada Tasya dan Deffa.
"Makasih dokter, kalau gitu kami pamit dok". Ujar Deffa diangguki oleh dokter tersebut.
Saat mereka berdua pergi, dokter tersebut tersenyum senang. Karena mengingat ia tidak bisa hamil karena rahimnya diangkat, bekerja menjadi dokter kandungan membuatnya iri tetapi ia menjalani semuanya dengan sempurna.
Andai dulu rahim aku ga bermasalah, mungkin saat ini aku sudah mempunyai anak banyak. Batin Dokter tersebut.
__ADS_1
Tasya dan Deffa berada dalam perjalanan pulang, namun sebelum pulang tiba tiba Tasya mengidam yang membuat Deffa kaget, karena Tasya meminta ingin mengelus kepala botak seseorang.
"Aduh sayang, kamu gabisa diganti aja ngidam nya?". Tanya Deffa pada istrinya.
"Ngga bisa, aku tetap mau ngelus kepalanya yang botak kinclong". Jawab Tasya pada suaminya.
Kenapa sih nak, selalu minta yang aneh aneh, kasihan lah daddy mu ini nak. Batin Deffa sedih.
"Okee sayang kita cari dulu yaa". Ujar Deffa pada akhirnya pasrah.
"Yeayy makasih sayangku". Ujar Tasya sambil mencium pipi suaminya.
"Kurang sayang, ini belum". Ujarnya sambil menunjuk bibirnya.
"Ish fokus nyetir suamiku". Ujarnya pada suaminya.
Hingga beberapa saat kemudian, mereka pun melihat adanya seorang bapak bapak yang memakai baju tentara, kepalanya botak kinclong seperti yang dibilang oleh Tasya.
"Sayangg, itu adaa.. ayo turun syaang". Ajak Tasya dengan gembira pada suaminya.
"Iyaa sayang sabar". Ujar Deffa lalu membantu istrinya duduk dikursi roda.
"Permisi pak". Ujar Deffa padanya.
Aduh ada ada aja sih ahh. Batin Deffa memaksakan senyumnya.
"Gimana ya ngomongnya, Eum jadi begini pak istri saya lagi ngidam, ngidamnya tuh pengen ngelus kepala botak pak, apakah bapak--". Belum sempat Deffa melanjutkan ucapannya karena bapak tersebut memotong nya.
"Ahh boleh saja silahkan". Ujar Bapak tersebut sambil berjongkok.
"Makasih ya pak". Ujar Tasya saat sudah mengelus kepala bapak tersebut.
"Iya sama sama, ngomong ngomong berapa bulan usia kehamilannya?boleh saya mengusap perutnya? ". Tanya bapak tersebut pada keduanya.
"Baru akan menginjak 5bulan pak, silahkan saja pak". Jawab Tasya padanya.
"Pasti hamil kembar ya, semoga nanti lahirannya lancar ya, semoga ibu dan anak selamat serta sehat, aamiin". Ujarnya setelah mengelus perut Tasya.
"Aamiin pakk, terimakasih ya pak doanya, kalau begitu kami permisi dulu ya pak". Ujar Deffa pada bapak tersebut.
"Ah iya silahkan, hatihati bawa mobilnya ya". Ujarnya sambil tersenyum diangguki oleh Deffa.
__ADS_1
Teringat istriku, pasti pekerjaannya membuatnya selalu menginginkan seorang anak, heum apa aku adopsi anak saja di panti asuhan?. Batin bapak tersebut bertanya.
Tasya dan Deffa akhirnya sampai di pekarangan rumah orangtua Deffa, ya karena kehamilan Tasya yang semakin membesar membuat orangtua mereka menyuruh pindah sampai Tasya melahirkan.
"Gimana perkembangan calon cucu oma?". Tanya Mommy Nissa pada mereka berdua.
"Alhamdulilah baik mom, baby twins sangat sehat mom". Jawab Tasya pada Mommy Nissa.
"Ahh syukurlah, sayang kamu sudah makan?". Tanya Mommy Nissa padanya.
"Udah mom tadi kita mampir ke restoran". Jawab Tasya pada Mommy Nissa.
"Yasudah kalian istirahat sanah, kebetulan baby Leo tadi dibawa ke rumah orangtua kamu". Ujarnya pada Tasya.
"Yahh, padahal aku kangen sama Leo". Ujar Tasya cemberut.
"Nanti juga ke rumah kok, mending kalian istirahat dulu, nanti Mommy bangunkan". Ujarnya pada mereka berdua.
"Baiklah mom". Ujar mereka lalu pergi meninggalkan Mommy Nissa.
Sesampainya mereka di kamar, Deffa langsung saja menggendong istrinya ke kasur, Tasya yang melihat nya merasa sedih ia seakan tidak berguna. Tanpa terasa air matanya mengalir dan Deffa yang melihatnya pun panik.
"Loh sayang kamu kenapa? ada yang sakit sayang? bilang sama mas?". Tanya Deffa khawatir pada istrinya.
"Maafin aku mas, aku ngerepotin kamu terus, pasti beratkan mas gendong aku kesana kesini hiks hiks". jawab Tasya dengan tersedu sedu.
"Suttt sayangg, heii mas tidak merasa direpotkan kok, malah mas senang direpotkan syang, mas sebagai suami harus siaga menjaga kamu dan baby twins, udah ya jangan nangis syaang mas sedih loh". Ujar Deffa menenangkan istrinya.
"Makasih ya mas". Ujar Tasya sambil memeluk suaminya.
"Harusnya mas yang berterimakasih sama kamu sayang, karena kamu mengandung buah cinta kita, membawanya setiap saat didalam rahimmu, makasih sayangg". Ujar Deffa sambil memeluk istrinya dengan sayang.
"Aku beruntung memiliki mu mas Deffa". Ujar Tasya sambil tersenyum.
"Mas jauh lebih beruntung syaang, istriku makin hari makin cantik aja yaa". Ujarnya membuat Tasya merona.
"Gombal mulu ish". Ujar Tasya pada suaminya.
"Siapa yang gombal sayang? mas serius loh kamu emang cantik Ssyang". Ujar Deffa padanya dengan serius.
"Iyaa Mas, iyaa aku tau". Ujar Tasya pada suaminya.
__ADS_1
Bagaimana kelanjutannya?
Tetap semangat ya untuk membaca nya guys :)