
...Mencintaimu adalah pilihanku...
...Aku mencintaimu hari ini, besok dan selamanya akan begitu....
...Rasa sayangku sangatlah besar padamu, pujaan hatiku....
...Aurora Lestari...
......................
Deffa kembali ke dalam ruangannya setelah pembelajaran selesai, ia dapat merasakan hawa kecanggungan antara Devan dan Aurora, begitu juga dengan Tasya yang berada dibelakang suaminya itu.
Devan juga Aurora tidak menyadari keberadaan mereka, karena terlarut dalam pikirannya masing - masing akhirnya mereka tersadar oleh deheman seseorang, mereka melihat adanya Tasya juga Deffa yang sudah berada di ruangan.
"Ngomong kek, ini pada diem begini". Ujar Tasya seraya duduk disamping Aurora.
"Iyaa bener kata Tasya, kaya kuburan tau sepi banget hawanya tuh". Ujar Deffa pada mereka.
"Etdah loe berdua kenapa sih?". Tanya Deffa karena tidak di respon oleh mereka.
"Au ahh sebel gue mah". Lanjut Deffa membuat Tasya tertawa.
Deffa yang melihat Tasya ketawa menjadi bingung, emangnya ada yang lucu darinya? pikirnya.
"Kamu kenapa ketawa? emang ada yang lucu?". Tanya Deffa pada istrinya.
"Engga ada". Jawab Tasya santai.
"Lahh terus kamu ketawa kenapa sih?". Tanya Deffa kesal.
"Aku ketawa karena suamiku ini sangat menggemaskan". Ujarnya membuat pipi Deffa merah merona.
Lah kok jadi kaya nyamuk gue/aku disini ya. Batin Devan dan Aurora.
Karena kesal melihat kemesraan Deffa dan Tasya, mereka berdua pamit pulang yang hanya diangguki oleh Pasutri tersebut, Devan tidak jadi pulang melainkan mengajak Aurora ke taman kota, Aurora tentu saja senang bisa berduaan dengan Devan.
Selama perjalanan mereka diam membisu, hingga sampai ke taman kota pun mereka tetap diam, Aurora yang sudah bosan karena tidak ada percakapan pun berdiri, membuat Devan yang tadinya sedang melamun tersadar.
"Loe mau kemana?". Tanya Devan.
"Mau pulang". Jawab Aurora singkat.
"Lah baru juga duduk berapa menit, masa udah mau pulang". Ujar Devan bingung.
"Bosen, mending aku pulang bisa baca novel My Very Cool Boyfriend, daripada disini cuman diem kaya gini". Ujar Aurora kesal.
Saat Aurora akan melanjuti langkahnya, tiba - tiba sebuah tangan memeluknya dari belakang, membuat sang empunya tertegun dan terdiam di tempatnya.
"Maafin gue, gue janji ngga akan diemin loe lagi, asal loe jangan pergi, kan loe berangkat bareng gue pulang juga harus bareng gue dong". Ujar Devan yang masih stay memeluk Aurora.
"Iyaa aku maafin kok kakk, lepasin dulu tangannya, susah gerak nih". Ujar Aurora gugup.
__ADS_1
"Ngga akan gue lepas, gue takut loe pergi ninggalin gue". Ujar Devan.
"Aku engga akan ninggalin kakak kok, lagian buat apa aku datang jauh dari sana kesini, kalau ngga buat kakak". Ujar Aurora memegang kedua pipi Devan dengan tangannya.
Kenapa engga dari dulu gue sadar, kalau loe cantik, maafin gue dulu udah buat loe sakit hati, tapi sekarang gue ngga akan lepasin loe lagi, gue juga bodoh milih suka sama orang yang ga suka sama gue dibanding loe yang suka sama gue, maafin gue, Aurora Lestari . Batin Devan menyesal.
"Yaudah sekarang kita pergi cari makan". Ujar Devan padanya.
"Kirain mau duduk ditaman dulu". Ujar Aurora.
"Kan di mobil juga bisa duduk sayang". Ujar Devan tanpa sadar menyebut kata sayang.
"Hmm,, yaudah ayo jalan kak". Ujar Aurora gugup.
"Let's go sayangg". Ujar Devan kali ini dalam keadaan sadar membuat Aurora merona.
Selama perjalanan Devan tidak hentinya tersenyum sambil memegang tangan Aurora, yang dipegang tersenyum malu karena ia sekarang sedang bersama dengan orang yang dia cintai dari dulu, sesampainya mereka di tempat makan namun bukan Caffe seperti yang lain melainkan makan dikeramaian orang.
"Kenapa ngga makan di Caffe aja kak?". Tanya Aurora.
"Kali ini kamu harus cobain makanan di sini, enak loh". Jawab Devan tidak memakai loe-gue.
"Emang kita mau makan apa kak?". Tanya lagi Aurora.
"Mending turun dulu, nanti kamu akan tau kok".Ujar Devan diangguki oleh Aurora.
"Nahh, ini dia.. kita akan makan sate ayam, kamu harus coba loh , Ra". Ujar Devan menarik tangan Aurora.
"Siapp den". Teriaknya pada Devan.
"Ini den pesanan nya, ehh tumben beda cewek den? biasanya sama si neng gelis". Ujar kang sate.
"Ahh iyaa bang, istri saya ini teh". Ujar Devan tertawa ringan.
Aurora yang mendengar itu langsung salting, walaupun ia tahu Devan hanya bercanda saja, tetap aja dia baper mendengar nya, tanpa ia sadari tingkahnya dilihat oleh Devan yang tersenyum melihat Aurora blushing.
Siapa ya gadis itu?. Batin Aurora.
"Gadis itu adik aku sayang, jangan cemburu". Ujar Devan seakan tau isi hati Aurora.
"Kakak cenayang ya?". Tanya Aurora polos.
"Hahaha yaa manusia lah masa hewan". Ujar Devan sambil tertawa.
"Ihh nyebelin ahh". Ujar Aurora memalingkan wajahnya ke samping.
"Tapi ngangenin kan?". Goda Devan membuat Aurora kembali merona.
Sesudah mereka makan, Devan mengantar Aurora kekasihnya pulang, ya mereka jadian setelah selesai memakan sate ayam, tentu saja itu membuat Aurora sangat senang karena akhirnya perasaannya terbalaskan.
"Mau mampir dulu engga?". Tanya Aurora saat akan keluar dari mobil.
__ADS_1
"Lain kali aja, sekarang udah malem banget, kamu bersih - bersih terus langsung tidur ya". Ujar Devan pada Aurora.
"Yaudah deh, nanti kabarin kalau udah sampai rumah ya". Ujar Aurora diangguki oleh Devan.
CUP
Devan mencium bibir Aurora sedikit lama, membuat Aurora terdiam karena kaget Devan yang tiba - tiba menyerangnya, setelah Devan pergi ia cepat - cepat kekamar sambil memegang bibirnya.
"Ahhh sumpah demi apa kak Devan cium aku?". Tanya nya pada diri sendiri.
"Kenyal yaa, manis juga hihi". Ujarnya sambil tersenyum bahagia.
"Ahh bersih - bersih dulu nurut sama calon suami". Ujarnya sambil berjalan ke kamar mandi.
Ting.. Tingg..
MyLove❤
Aku udah sampe rumah, sayang.
Kamu udah tidur sayang?
Apa lagi bersih - bersih?
Yaudah kalau gitu, mimpi indah ya sayang, have a nice dream 😘❤😍
Setelah selesai bersih - bersih, ia mengecek ponselnya dan ternyata ada pesan dari kekasihnya, melihat itu ia tersenyum sendiri karena bahagia rasanya, ia pun segera membalas.
^^^MyQueen ❤^^^
^^^Maaf ya kak tadi aku bersih - bersih dulu^^^
^^^Baru mau tidur kak^^^
^^^Iyaa kakak juga mimpi indah ya, have a nice dream too 😊😍❤^^^
Setelah mengirim pesan itu, Aurora pun tidur dengan raut wajah bahagia, hanya menghitung menit ia sudah tertidur lelap, mungkin memang lelah untuk hari tadi, namun lelah itu membuat ia bahagia.
...Cinta memang tak bisa dimiliki, namun berjuang juga perlu...
...Walau sedikit kemungkinan, cinta itu terbalaskan, yang penting kita sudah pernah berusaha memperjuangkan perasaan kita....
#S2N26:)
#My Handsome Husband
#Stay at Home :)
Bagaimana kelanjutannya?
Jangan lupa Like, Comment and Vote :)
__ADS_1
Karena itu sangat membantu:)