
Beberapa hari kemudian..
Luna sudah menjalankan aktivitas seperti biasanya, ia di sambut hangat oleh semua mahasiswa di Universitas Leonard yang tak lain milik Deffa Arthur Brata.
"Sayang, jaga mata juga hati kamu, ingat masih ada aku disini". Bisik Zibran menujuk tepat di dada Luna membuatnya merona.
"Tentu saja, aku akan jaga hati juga mata ku untukmu dan kamu juga harus!". Ujar Luna tegas membuat Zibran tersenyum.
"Baiklah, semangat ya sayang, aku mencintaimu". Ujar Zibran tersenyum.
"Makasih sayang, begitu pun aku yang sangat mencintaimu". Ujar Luna tersenyum bahagia membuat Zibran memeluknya.
"Aku berangkat kerja sekarang, ingat pesan ku yaa!". Ujar Zibran lembut namun tegas.
"Baiklah, semangat yaa sayang, kamupun ingat pesan ku! awas saja kalau aku sampe memergok... ". Ujar Luna terhenti karena Zibran mencium bibirnya.
"Baiklah, akan ku ingat, yaudah aku jalan ya". Ujar Zibran dalam mobil setelah mencium bibir Luna.
"Hatihati ya di jalannya sayang, jangan ngebut". Ujar Luna diangguki Zibran.
Disatu sisi lain Tasya sedang bersama Deffa di sebuah tempat yang nantinya menjadi tempat pernikahan mereka, Tasya izin tidak mengikuti kelas karena kedua orangtua nya, menyuruh dirinya untuk ikut Deffa ke gedung yang sedang di dekorasi menjadi tempat yang sangat megah dan indah untuknya.
Mereka tidak menyadari kehadiran Gisella dan Cleoza yang sedari tadi mengikuti Deffa juga Tasya, namun melihat kemesraan Deffa pada Tasya membuat Gisella cemburu serta marah, ia tidak rela orang yang ia sukai bersama dengan yang lain dan Gisella merencanakan sesuatu agar Deffa dan Tasya berpisah.
"Sayangg, aku kangen banget sama kamu". Ujar Gisella memeluk Deffa dengan tiba - tiba.
"Lepass!!". Ujar Deffa emosi ketika mengetahui Gisella yang memeluknya.
"Engga mau, aku udah kangen banget sama kamu". Ujarnya berpura - pura sedih.
"Lepass!! guee bilang lepass!! yaa lepass!!!". Bentak Deffa pada Gisella yang semakin melunjak tingkah laku nya.
Tasya yang melihat hanya tersenyum meremehkan Gisella, yaa Tasya tau semuanya karena Deffa menceritakannya beberapa hari yang lalu, Tasya menghampiri Gisella yang masih memeluk Deffa lalu melihat Cleoza yang sedang menatapnya terkejut.
"Jadi ini sahabat lho Leo? berani sekali dia mengaku sebagai pacar dari Deffa, calon suami gue!!". Ujar Tasya sinis pada Cleoza yang ia panggil Leo.
__ADS_1
"Tasya.. gu-gue ngga bermaksud gitu, gue juga engga tau kalau Tasya yang dimaksud dia itu lho, sumpah Sya gue jujur ngga tau". Ujar Cleoza terbata - bata serta memelas pada Tasya membuat Deffa juga Gisella terkejut karena tidak mengetahui ada hubungan apa yang sebenarnya antara Tasya dan Cleoza.
Deffa langsung menghampiri Tasya lalu memeluknya, karena tidak suka bila calon istrinya berbincang dengan lelaki lain, kecuali sepupu Tasya yang memang sangat banyak sepupu lelakinya.
"Sayang, jangan deket sama dia, aku ngga suka". Ujar Deffa merajuk sambil memeluk Tasya.
"Ishh kamu nih yaa, udah di peluk dia masih mau meluk aku". Ujar Tasya sinis.
"Tapi kan dia yang tiba - tiba bukan aku". Ujar Deffa membela dirinya.
"Dan lho siapa? berani banget ngobrol sama calon bini gue!". Lanjut Deffa bertanya pada Cleoza dengan emosi.
Tasya memberi kode lewat matanya pada Deffa, seolah dia akan menjelaskan semua yang ingin semua Deffa ketahui, Deffa pun mengerti dengan kode yang di berikan Tasya, akhirnya dia yang mengalah pada Tasya walau ia benar - benar penasaran pada Cleoza.
"Lho kenal sama dia?". Tanya Gisella pada Cleoza.
"Iyaa gue kenal dan gue engga nyangka ternyata Tasya yang lho maksud sepupu gue". Ujar Cleoza sinis.
"Apaa? sepupu lho?". Tanya Gisella terkejut begitu juga Deffa ikut terkejut mendengarnya.
"Gue ngga nyangka lho jadi cewek ngga bisa ngertiin perasaan cewek lain, lho pikir Deffa mau sama lho? engga!!". Ujar Cleoza emosi pada Gisella.
"Lho sahabat gue Cleo, kenapa lho bela dia sihh!!". Ujar Gisella ikut emosi.
"Lho cuman sahabatt!! sedangkan gue sepupu nya Leo!!". Ujar Tasya tegas pada Gisella.
Deffa mengusap punggung Tasya untuk menenangkan calon istrinya, Tasya sedikit tenang setelah Deffa mengusap punggung nya, Deffa membawa pulang Tasya, meninggalkan Cleoza yang masih bersitenggang dengan Gisella.
Selama perjalanan pulang Tasya hanya diam, membuat Deffa takut karena setegar apapun perempuan dia juga tahu pasti ada rasa sedih didalam hatinya, Deffa memegang tangan Tasya lembut membuat sang pemilik menoleh kearahnya.
"Sayang, kamu marah?". Tanya Deffa pada Tasya.
"Engga kokk, aku engga marah tenang aja". Ujar Tasya tersenyum meyakinkan Deffa.
"Aku takut kamu diemin aku, aku lebih baik kamu pukul, marahin aku aja daripada diemin aku". Keluh Deffa membuat Tasya tersenyum.
__ADS_1
"Engga aku cuman cemburu aja, habisnya dia main peluk kamu". Ujar Tasya cemberut.
Deffa yang melihat malah mencium bibir Tasya, membuat Tasya kaget karena serangan tiba - tiba dari Deffa, namun ia membalas ciuman Deffa dengan lembut, Deffa melepaskan ciumannya karena lampu merah telah berubah menjadi lampu hijau.
Akhirnya sampai di rumah Tasya, Deffa pun ikut masuk ke dalam, di dalam sudah ada orangtua Deffa membuat dia bingung, karena tidak biasanya orangtuanya tidak bilang jika ingin ke rumah Tasya.
"Ada apa ini? kayanya rame banget". Ujar Deffa ikut duduk bersama mereka.
"Kita lagi bicarain bulan madu kalian, kira - kira kalian ingin bulan madu kemana?". Tanya Daddy Aldi pada Deffa juga Tasya.
"Aku sih terserah Tasya aja om, maunya kemana aku ikut aja". Jawab Deffa pada Daddy Aldi.
"Sayang kamu mau bulan madu kemana nanti?". Tanya Daddy Aldi padanya.
"Ke Korea dad, udaah lama nih pengen kesana". Jawab Tasya sambil tersenyum.
Deffa yang mendengarkan hanya bisa ikut tersenyum, para orangtua pun segera membeli tiket ke Korea, membuat Tasya sangat senang bulan madu nya ke tempat yang sudah dia inginkan dari dulu.
Kembali kepada Cleoza dan Gisella, yang kini sedang duduk di restoran membereskan masalah tadi, Cleoza menatap Gisella bukan lagi cinta akan tetapi rasa benci, membuat Gisella risih ditatap seperti itu oleh Cleoza.
"Lho kenapa sih natapnya gitu banget samaa gue?". Tanya Gisella pada Cleoza.
"Gue benci sama lho, lho kaya cewek ngga laku, bisanya ngerebut calon suami orang lain". Ujar Cleoza sinis membuat Gisella merasa kehilangan sahabatnya.
"Gue yang lebih dulu suka sama Deffa bukan diaa!!". Ujar Gisella emosi.
"Gue yang lebih dulu kenal Deffa dibanding lho!! bahkan Deffa duluan yang suka sama Tasya dibandingkan Tasya!! jadi jangan banyak berharap". Ujar Cleoza dengan tegas pada Gisella lalu pergi.
Melihat kepergian Cleoza, ia merasa kehilangan karena Cleoza satu - satunya sahabat yang ia punyai, sekarang sahabatnya membenci dirinya membuatnya sedih.
Maafin gue Cleo, gue tau lho suka gue, tapi sekarang gue nyesal liat lho benci sama gue. Batin Gisella menyesal.
Bagaimana kelanjutannya?
Jangan lupa Like, Comment and Vote yaa gayss:)
__ADS_1