My Handsome Husband

My Handsome Husband
Chapter 93#KEVAN (KEVIN ANNA)


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian, umur Kevin sudah 21 tahun sedangkan Anna sudah berumur 24tahun bahkan Anna sudah menjadi seorang dokter perempuan termuda di rumah sakit keluarganya.


"Pagi Dokter Anna". Sapa seseorang tersebut.


"Pagi juga Dokter Kevin". Jawab Anna sambil tersenyum.


"Dulu tinggi aku loh kenapa jadi tinggi kamu sih". Ujar Anna yang tingginya sejajar dengan dada bidang Kevin.


"Hahaa makanya tumbuh Tuh ke atas bukan ke samping dok". Ujar Kevin sambil tertawa.


"Ish kamu tuh tingginya kaya tiang". Ujar Anna pada Kevin.


"Kevin, Kak Anna". Teriak seseorang pada mereka berdua.


Anna dan Kevin menoleh pada orang tersebut, ternyata Ameena yang datang kesini bersama Arkananda, waktu sangat lah tidak terasa akhirnya cinta Ameena terbalas oleh Arkananda.


"Haii pengantin baru". Ujar Anna pada mereka.


"Hai kak". Ujar mereka berdua.


"Wihh umur sama pun manggil kak". Ujar Anna terkekeh pada pasutri baru tersebut.


"Iyaa tetep aja, Kak Anna lahirr lebih dulu". Ujar Arkananda memeluk pundak Ameena.


"Right, kak Anna maupun kalian lahir lebih dulu, daripada aku". Celetuk Kevin membuat mereka menoleh padanya.


Mereka tertawa bersama, hingga Ayna datang bersama Gavin serta anak kembar mereka, dengan gemasnya Baby Alvina dan Baby Alva berlari menghampiri mereka.


"Halo Aunty Uncle". Ujar Mereka dengan lucu.


"Haii ponakan Aunty yang cantik dan ganteng". Ujar Anna mencium pipi mereka satu persatu.


"Wahh ada pengantin baru juga disini". Ujar Ayna memeluk mereka.


"Hay bang". Sapa Kevin pada Gavin.


"Hay juga calon ipar". Ujar Gavin membuat Kevin malu.


"Ishh apaan sih bang, Anna kan ga akan dulu menikah sebelum, abang Dion, abang Lion". Ujar Anna pada Gavin.


"Loh kan kita juga pasti menikah kan kak". Ujar Kevin menatap Anna intens.


Anna yang ditatap seperti itu pun gugup, Anna memilih mengajak Kevin ke taman belakang rumah sakit, serta yang lainnya pun berpisah, Ameena dan Arkananda ke ruangan dokter kandungan sedangkan Ayna sekeluarga pulang.

__ADS_1


Anna dan Kevin duduk bersampingan, Kevin menatap Anna bingung, karena tiba tiba mengajak ke taman belakang rumah sakit tapi Kevin diam saja tidak bertanya, biar saja Anna yang memulainya.


"Kamu tau kenapa aku mengajak mu kesini?". Tanya Anna pada Kevin.


"Ya gatau lah kak, orang kak Anna ngga bilang juga". Jawab Kevin padanya.


"Aku juga gatau hehe, mungkin efek malu". Ujar Anna membuat Kevin melongo.


"Aishh dasar kamu kak, ku kira ada apa mengajakku kesini". Ujar Kevin kesal.


"Hahah maaf deh, lagian kamu malah bahas nikah di depan abang sama yang lainnya". Ujar Anna pada Kevin.


Saat mereka sedang asik berbincang, tiba tiba ada anak kecil menghampiri mereka serta memeluk kaki mereka, membuat keduanya menoleh pada anak kecil tersebut yang tidak terlihat wajahnya.


"Halo adik manis? kenapa heum?". Tanya Anna pada keduanya sambil mengusap rambutnya.


"Orangtua kalian mana sayang?". Kini gantian Kevin yang bertanya.


"Kok mereka diam aja yaa". Bisik Anna pada Kevin.


"Gatau juga kak, duh aku takut, jangan jangan mereka pasien yang kabur". Bisik Kevin terdengar oleh kedua anak kecil tersebut.


"Enak aja, Ayana sama Aleshana bukan pasien yang kabur yaa abang ihh!". Teriak Ayana adik dari Kevin.


Anna dan Kevin kaget melihat adik mereka berada dirumah sakit, sedangkan Nasrananda atau Ayana dan Aleshana marah pada mereka namun bukannya takut melainkan gemas.


"Aku juga mau dong di peluk". Ujar Kevin membuat Anna mendelik.


"Gaboleh, kak Anna gaboleh meluk abang, cukup kita aja". Ujar Aleshana disetujui oleh Ayana.


"Iyaa deh iyaa, abang ngalah". Ujar Kevin dengan cemberut.


Beberapa jam kemudian, kini Anna akan pulang ke rumah karena pekerjaannya dirumah sakit sudah selesai, tiba tiba Kevin juga menghampiri dengan cara yang tidak etis membuat Anna menghela nafasnya.


"Mau apa sih Vin?". Tanya Anna dengan kesal karena Kevin menarik bajunya.


"Pulang bareng sama aku aja kak". Jawab Kevin padanya.


"Ngga, aku bawa mobil sendiri". Ujar Anna pada Kevin.


"Simpan aja mobilnya di sini, besok berangkat bareng sama aku, kasian kak Anna pasti udah ngantuk kan". Ujar Kevin dengan lembut pada Anna.


"Heum yaudah deh, capek banget hari ini, banyak pasien masuk". Ujar Anna pada Kevin.

__ADS_1


Akhirnya Anna pulang diantar oleh Kevin, selama dalam perjalanan pulang tidak ada perbincangan karena Anna sudah terlelap, Kevin hanya tersenyum melihatnya, umurnya kini sudah bisa untuk menikah kan pikirknya.


"Lucu banget sih kalau tidur". Ujar Kevin melirik Anna yang tertidur.


"Kalau bangun aja kadang lucu kadang garang segalanya ada deh". Gumam Kevin sambil tersenyum tipis.


"Rasanya ga sabar pengen nikahin tauu". Ujar Kevin dengan gemas.


Hingga beberapa menit kemudian sampailah mereka di rumah kediaman keluarga Brata Abraham, tak tega membangunkan Anna maka Kevin menggendong nya lalu berjalan ke pintu.


"Loh Anna kenapa Vin?". Tanya Dion panik padanya.


"Gapapa bang cuman tidur kok". Jawab Kevin padanya.


"Mobil Anna mana?". Tanya Dion sambil menyuruh Kevin masuk.


"Sengaja di simpen di rumah sakit bang, kasian Kak Anna Capek banget, kalau bawa mobil sendiri takutnya gakuat nahan ngantuknya". Jawab Kevin sambil berjalan menuju kamar Anna.


"Perhatian banget sihh kamu Vin". Ujar Dion tersenyum padanya.


"Namanya aku suka bahkan cinta sama Kak Anna dari kecil". Ujar Kevin menghampiri Dion setelah menidurkan Anna diranjang.


Waktu menunjukkan pukul 10 malam, Dion menyuruh Kevin meminum yang ia bikin, Kevin menerimanya karena ia pun haus, setelah berbincang sebentar dengan Dion akhirnya Kevin pamit.


Sedangkan saat Kevin menidurkan Anna diranjang Anna sudah terbangun, ia memegang jantungnya yang berdegup kencang saat berada di dekat Kevin, begini amat menahan perasaan suka pada lelaki yang umurnya lebih muda darinya.


"Aduh jantungkuu, huaaa Bundaaa, Anna jatuh cinta untuk kesekian kalinya pada Kevin". Ujar Anna dengan menggulingkan badannya kesana kemari di kasur.


"Hahaha akibat pura pura ga cinta sama dia, malah semakin menjadi rasa cintanya". Ujar Anna terkekeh sambil memeluk guling.


"Iloveyou Kevin". Ujarnya sebelum ia tertidur pulas.


Tanpa Anna sadari, Dion mendengarnya dari pintu, Dion yang tadinya ingin mengecek adiknya, malah mendengar pengakuan tentang perasaanya pada Kevin, Dion tersenyum perlahan lahan saudara nya menemukan cinta sejatinya.


"Aihh aku kapan ya?". Tanya Dion sambil menatap langit langit.


Keesokkan harinya, seperti apa yang Kevin bilang semalam, ia akan menjemput Anna untuk berangkat bersama ke rumah sakit, Tasya menyuruhnya sarapan bersama dan Kevin menganggukkan kepalanya sambil matanya sesekali menatap Anna.


"Vin". Panggil Anna.


"Kevin!!". Panggil Anna sekali lagi.


"KEVIN!!". Teriak Anna kesal.

__ADS_1


"SAHH!". Tiba tiba Kevin tersadar dengan mengucapkan satu kata.


Semuanya tertawa melihatnya kecuali Anna kaget karena Kevin teriak melebihi dirinya, sedangkan Kevin menutup mukanya karena malu sekali karena membayangkan dirinya sudah sah menjadi pasangan suami dan istri dengan Anna.


__ADS_2