
Keesokkan harinya Tasya sudah berada di rumah semenjak di bolehkan pulang oleh dokter, ia izin tidak mengikuti kelas pagi ini karena badannya masih lemas akibat morning sickness ia menjadi lemas.
"Aku gaperlu ke kampus aja ya, kasian kamu lemes gitu". Ujar Deffa khawatir.
"Gapapa kamu ke kampus aja, kan disini ada Mommy jadi kamu gausah khawatir". Ujar Tasya menenangkan Deffa.
"Baiklah, sayang aku berangkat ya kamu jaga diri dirumah baik - baik okee". Ujar Deffa mencium kening istrinya.
"Daddy berangkat kerja ya baby, jangan bikin Mommy susah, kasian". Ujar Deffa mencium perut rata istrinya.
Setelah melihat suaminya berangkat, Tasya menghampiri Mommy nya yang sedang duduk di ruang keluarga, ia pun duduk disamping Mommy nya lalu memeluknya dari samping.
"Kenapa anak Mommy? manja gini ". Ujar Mommy Sandra
"Aku kangen meluk Mommy, kan udah lama banget ngga kaya gini". Ujar Tasya manja.
"Haha iyaa dehh, sini peluk Mom sayang. Sekarang kamu udah hamil, nanti kamu akan menjadi seorang ibu ketika cucu mom lahir". Ujar Mommy Sandra lembut sambil mengusap rambut putri nya.
Semoga kamu selalu bahagia sayang, jangan sampai kamu masuk rumah sakit lagi karena seseorang, Mommy ngga sanggup sayang. Batin Mommy Sandra.
Hingga tak tersadar Tasya tertidur dalam belaian sang bunda, Mommy Sandra yang melihat itu hanya tersenyum bahagia, ia mengecup kening putrinya lalu ia pun menyusul anaknya tidur.
Disatu sisi seorang perempuan emosi siapa lagi kalau bukan Berlian, ia kesal karena Tasya hamil membuat ia murka, ia tidak mau Tasya bahagia oleh sebab itu ia akan membuat Tasya menderita dengan cara apapun.
"Gue ngga akan pernah biarin loe bahagia Tasya hahaahahahaa". Ujar Berlian tertawa jahat.
"Loe ngga pantes bahagia, Loe harus menderita!".
"Loe udah bikin gue sakit hati karena Steven nolak gue!! jangan salahkan gue kalau bertindak jahat sama loe!!!". Ujar Berlian menyeringai.
Berlian tidak menyadari sedaritadi omongannya terdengar oleh seseorang, seseorang itu tidak mau Berlian bertindak diluar dugaannya oleh sebab itu ia selalu mengikuti kemanapun Berlian pergi.
Gue ngga akan pernah biarin Loe lukain oraang yang gue sayang, ngga akan pernah Berlian. Gue yang akan bikin Loe hidup menderita jika Loe bertindak berlebihan pada Tasya. Batin pria tersebut.
Setelah mendengar itu, ia pergi ke rumah sahabatnya yang bernama Arkan Putra Zakir , sesampainya di rumah sahabatnya ia langsung masuk ke dalam disana sudah ada keempat sahabatnya yang lain.
"Loe dari mana Bryan?". Tanya sahabatnya.
"Kepo". Jawab Bryan singkat membuat Sahabatnya mendengus sebal.
"Gue denger adik loe hamil ya Bry?". Tanya seseorang yang bernama Samuel Adinata.
__ADS_1
"Iyee adik gue lagi hamil, gue jadi Uncle dong haha". Jawab Bryan tertawa.
"Widihh, Loe kapan bikin kita ponakan Bry?". Tanya Zafran Arsenio menggoda Bryan.
"Apaan bikin ponakan? cewek aja gue ngga Punya". Ujar Bryan kesal.
"Alahh bohong banget loe mah, Alexa adik kakak ipar Loe emang bukan cewek". Ujar Bagaskara Abimanyu
Bryan pergi dari sana karena dia juga bingung, adiknya menikah dengan kakak perempuan yang ia sukai, sedangkan ia tidak bisa menikahi Alexa karena sekarang ia dan Alexa sudah menjadi keluarga.
Disatu sisi Rezky dan Widuri juga sama halnya seperti Bryan dan Alexa, mereka bingung nasib hubungannya apalagi Rezky dan Widuri sudah berhubungan lama, mau dikemanakan hubungan mereka?
Satu fakta yang mereka tidak ketahui, yaitu Widuri dan Alexa bukanlah anak kandung dari keluarga Deffa maupun Tasya, hubungan mereka masih akan berlanjut karena terbongkarnya rahasia itu.
Disatu sisi kini Cleoza dan Gisella sudah menjalin hubungan, karena permasalahan mereka sudah teratasi, Cleoza yang dulunya plinplan menjadi tidak dan Gisella yang dulunya putus asa dalam hidupnya menjadi semangat karena hubungannya dengan Cleoza.
"Sayang". Panggil Cleo.
"Apaa hemm?". Tanya Gisella sambil melihat kebawah karena Cleoza sedang tiduran dipahanya.
"Bikin dedek yuu, enak loh lagi hujan gini". Ujar Cleo membuat pipi Gisella memerah.
"Mau yaa sayang?". Tanya Cleo memelas.
"Ishh ngga, nanti kalau udah nikah aja yaa". Ujar Gisella padanya.
"Tapi aku mau sekarang bikinnya". Rengek Cleo pada Gisella.
"Yaudah tunggu nikah dulu sayang yaa". setelah mengucapkan itu Gisella mencium bibir Cleo.
"Yaudah deh, tapi seminggu lagi ya kita nikah?". Tanya Cleo berharap.
Nikah? seminggu lagi? Omg dasar Cleo kepengen banget punya anak, pasti garagara denger Tasya hamil deh, ampun gue mah. Batin Gisella meringis.
Cleoza mencium bibir Gisella lembut begitupun Gisella membalas ciuman Cleo, mereka tidak menyadari sedari tadi gerak gerik mereka dilihat sepasang paruh baya siapa lagi kalau bukan orangtua dari Cleoza.
"Siapkan semuanya dad". Bisik Mommy pada suaminya.
"Oke tenang aja sayang". Ujar Daddy sambil berbisik.
"Udah kita pergi aja, percaya mereka ngga akan ngelakuin lebih". Ujar Mommy diangguki oleh suaminya.
__ADS_1
"Yaudah ayo kita pergi, jangan sampe mereka tau bisa malu yang ada". Ujar Daddy diangguki oleh istrinya.
Kembali pada Tasya yang kini rumahnya sudah dihadiri oleh para sahabatnya, Deffa belum pulang karena ada urusan bersama Devan, kini Tasya ditemani sahabatnya karena Mommy nya pulang ke rumah sebentar.
"Gimana rasanya Sya, waktu malam pertama?". Tanya Gyta menggoda Tasya.
"Apaan sih Loe malah bahas inii". Jawab Tasya salah tingkah
"Enakkan walaupun sakit di awal?". Tanya Prita pada Tasya.
"Ishh jangan bahas di depan anak kecil dong". Gerutu Luna.
Mereka hanya tertawa melihat Luna yang memerah karena mendengar itu semua, walaupun Luna pernah ciuman dengan Zibran tetapi ia masih sedikit polos tentang hal seperti itu.
"Udah deh jangan ketawa mulu". Kesal Luna.
"Habisnya Loe tuh polos amat". Ujar Prita setelah tawanya reda.
"Ngga, gue ngga polos tuh". Ujar Luna membela diri.
"Ahhh, masaa?". Tanya Tasya menggoda Luna.
Luna yang di goda oleh sahabatnya pun memilih ke dapur, memasak bahan makanan yang bisa dimakan nanti, emang dasarnya Luna banyak makan namun badannya tidak pernah berubah.
Saat sedang asik memasak, tiba - tiba ada sebuah tangan melingkar di pinggangnya membuat nya kaget, untung saja spatula yang ia pegang tidak jatuh ke bawah.
"Sayangg, aku kangen". Bisik seseorang itu.
"Lohh, kamu kok bisa ada disini?". Tanya Luna pada Zibran pacarnya.
"Aku emang disuruh kumpul sama Deffa". Jawab Zibran hanya dijawab anggukan oleh Luna.
"Udah dulu lepas ihh, aku lagi masakk". bukannya melepas Zibran malah semakin erat memeluknya.
Tanpa mereka sadari ada yang melihat mereka siapa lagi kalau bukan sahabat Deffa juga Tasya, mereka yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, dunia serasa milik berdua melihat Luna dan Zibran seperti itu.
Bagaimana kelanjutan nya?
Jangan lupa Like, Comment and Vote ya gays:)
In syaa Allah update tiap hari:)
__ADS_1