My Handsome Husband

My Handsome Husband
Chapter 64#DESYA (DEFFA TASYA)


__ADS_3

Tasya menatap mereka semua dengan alis terangkat, mengapa semua nya menatap ke arahnya. Lalu ia melihat ke arah suaminya yang hanya mengangkat bahunya.


"Ish kalian ngapain pada liatin aku?". Tanya Tasya sekali lagi.


"Syaang kamu beneran ngidam pengen kakak kamu menikah hari ini juga?". Tanya Daddy Aldi pada putrinya.


"Beneran, kan aku udah bilang sama mas Deffa". Jawab Tasya membuat semua orang panik.


"Sayang jangan bercanda deh". Ujar Mommy Sandra.


"Siapa yang bercanda sih mom? orang aku serius juga". Ujarnya kesal pada mereka semua.


"Tapi dek, ga mungkin lah kakak nikah sekarang belum persiapannya dek, jangan aneh aneh ah". Ujar Bryan membuat mata Tasya berkaca kaca dan sebentar lagi akan menangis.


"Hiks hiks kalian ngga ada yang sayang sama aku sama baby twins juga hiks hiks kalian jahat". Tangis Tasya terdengar sampai ditelinga para sahabatnya.


"Ada apaa ini tante?". Tanya Keenan menghampiri nya.


"Adikmu, ngidam ingin melihat Bryan sama Alexa menikah hari ini juga". Jawab Mommy Sandra pada Ponakannya.


"Tasya, yang bener aja deh lagian kan tinggal sebulan lagi abang lo nikah, gabisa nunggu apa?". Tanya Keenan dengan lembut pada sepupu nya.


"Tapi aku maunya sekarang kak Keenan gamau tauu!!'. Teriak Tasya kesal pada mereka semua.


"Yaudah sayang, kita nikah hari ini, mau? tapi akad dulu aja nanti resepsinya ditanggal yang udah kita tentukan?". Tanya Bryan pada Alexa.


Ini demi ponakan gue, tapi gue juga mau nikah lah tapi ini kecepatan huft . Batin Alexa sambil menghela nafasnya.


"Yaudah aku mau kita nikah secara sirih dulu, nanti kita ulangi saat waktunya tiba". Jawab Alexa membuat semuanya kaget serta menghela nafas lega.


Beberapa menit kemudian Alexa dan Bryan resmi menjadi suami dan istri secara agama, namun secara negara akan dilakukan ditanggal yang mereka tentukan. Tasya yang melihat itu merasa senang lalu mengajak mereka berdua berfoto bersamanya.


"Akhirnya Aunty sama uncle nikah yee". Ujar Tasya dengan suara seperti anak kecil.


"Iyaa makasih ya ponakan uncle, walaupun mendadak banget tapi gapapa". Ujar Bryan sambil mengusap perut adiknya.


"Nanti setelah kamu lahir, Aunty akan menjadi ratu sehari dan kamu masih pada kecil". Ujar Alexa yang ikutan mengusap perut adik iparnya.


"Cepet lahir ya kesayangan kita semua". Ujar Bella sambil memegang perut Tasya.


Dug Dug.

__ADS_1


"Liatt guyss mereka nendangg". Teriak Bella pada mereka.


"Duhh anak Ammah jangan kenceng nendang nya, akhh saaakitt". Jerit Tasya saat tendangan anak-anaknya terus bergiliran.


"Sabar sayangg menghitung dua bulan lagi kamu lahiran". Ujar Deffa menenangkan istrinya.


"Iyaa sabar anak Mommy". Ujar Mommy Sandra pada putrinya.


Keenan meringis mendengar kesakitan sepupunya, membuat ia berpikiran untuk tidak mempunyai anak banyak, ini cucu pertama aja langsung 4 eh tidak ada baby Leo yang menjadi cucu pertama pikirnya.


"Bunda kayanya aku gamau deh kalau Bella hamil kembar, kasian liat perutnya Tasya juga bun". Ujar Keenan pada bundanya.


"Itu gimana kamu dan Bella, kalian berdua yang menjalaninya". Ujar Bunda Ayu pada putranya.


"Lagian ya, kan gamungkin langsung hamil kembar adapun yang perutnya besar tapi tidak kembar, itu karena badannya besar ditambah hamil besar akan terlihat seperti kembar padahal cuman satu". Lanjut Bunda Ayu diangguki oleh para orangtua.


Beberapa jam kemudian satu persatu meninggalkan rumah keluarga Tasya, hingga tersisa Tasya dan Deffa karena semuanya sudah kembali ke kamar masing masing, kecuali Bryan yang sekarang sekamar dengan Alexa.


"Mas Deffa, kita ke kamar yuk, aku pegel bangett pengen tiduran". ajak Tasya pada suaminya.


"Iyaa ayo sayang". ujar Deffa menuntun istrinya.


"Ya ampun sayang, kamu keram perutnya?". Tanya Deffa panik.


"Gatau mas, sakit bangett kaya yang mau lahiran tapi bukan juga mas". Jawab Tasya pada suaminya.


"Bentar Mas panggilin dulu Mommy ya sayang". Ujar Deffa diangguki oleh istrinya.


Deffa pun lari agar cepat sampai di kamar mertuanya, sesampainya Deffa mengetuk pintu kamar namun belum dibuka hingga beberapa menit terbuka oleh Daddy Aldi.


"Ada apaa Deff?". Tanya Daddy Aldi.


"Mommy mana dad? penting ini loh". Ujar Deffa dengan panik.


"Sebentar jelasin dulu ada apa?". Tanya Daddy Aldi pada menantunya.


"Aduhh dad mending cepet panggil mommy, kasian Tasya kesakitan di kamar". Ujar Deffa membuat Daddy Aldi langsung menghampiri istrinya.


"Sayang, anak kita Tasya katanya sakit perut, apakah akan melahirkan?". Tanya Daddy Aldi dengan panik.


"Hah? ga mungkin dad, mending kita ke kamar nya". Ujar Mommy Sandra yang juga ikutan panik.

__ADS_1


Mereka bertiga sampai di kamar, langsung berlari melihat Tasya masih meringis kesakitan. Mommy nya langsung saja mengelus perut putrinya, namun tetap saja Tasya merasakan sakit.


"Mom, sakitt bangett, Tasya kaya yang mau melahirkan". Ujarnya pada Mommy Sandra.


"Deffa mending kita bawa saja Tasya ke rumah sakit, mommy khawatir terjadi apa apa sama kandungan nya". Ujar Mommy Sandra diangguki oleh Deffa.


"Deffa kamu gendong istrimu biar daddy yang membawa mobilnya, karena mang Jajang istrinya juga melahirkan". Ujar Daddy Aldi diangguki oleh menantunya.


Sesampainya mereka di rumah sakit, langsung saja Tasya dibaringkan serta di periksa oleh dokter kandungan, setelah beberapa menit Tasya pun tenang akibat suntikan.


"Ini sering terjadi pada ibu hamil, kontraksi palsu apalagi hamil kembar pak, sebaiknya jika itu terjadi lagi usap perutnya ya, jika masih begitu ada kemungkinan lahiran prematur pak". Ujar Dokter pada mereka bertiga.


"Lalu bagaimana apakah itu akan parah?". Tanya Deffa Khawatir.


"Tenang saja tidak akan terjadi apa apa sebenernya, mungkin saja anak bapak menendang keras tadi". Jawab Dokter tersebut pada Deffa.


"Berapa lama istri saya akan sadar dok?". Tanya Deffa padanya.


"Efeknya akan hilang jika sudah satu jam pak, ada yang perlu ditanyakan lagi?". Tanya Dokter pada mereka.


"Tidak dokter, terimakasih". Ujar Daddy Aldi diangguki oleh Dokter.


"Baiklah kalau begitu saya permisi pak bu". Ujar Dokter diangguki oleh mereka.


Deffa serta kedua orangtuanya masuk ke ruangan pasien, melihat istrinya tidak berdaya membuat hati Deffa sakit. Ia pun menggenggam tangan istrinya lalu menciumnya, serta mencium perut besar istrinya.


"Anak Appah jangan bikin Ammah sakit ya, kasian loh Ammah". Bisik Deffa diperutnya dibalas dengan tendangan.


"Anak baik". Usapnya saat melihat respon dari Anaknya.


"Lebih baik daddy sama mommy pulang aja, Deffa yang akan jaga istri Deffa". Ujar Deffa pada mertuanya.


"Beneran Deff?". Tanya Daddy Aldi.


"Beneran dad, nanti aku kabari daddy jika terjadi apa apa di sini". Ujar Deffa diangguki oleh mertuanya.


Saat keduanya sudah pulang, Deffa pun mencium kening istrinya lama, Deffa merindukan istrinya padahal biasanya jam segini Deffa memanjakan istrinya seperti biasa.


Bagaimana kelanjutannya?


Terus semangat untuk membaca ya guys :)

__ADS_1


__ADS_2