My Handsome Husband

My Handsome Husband
Chapter 82#DESYA (DEFFA TASYA)


__ADS_3

Ting!


...Strong Girl...


...Bersatu dalam suka maupun duka...


Luna_Nana


Ternyata kita hamil barengan untuk sekarang hahaha


Inggrita_Tata


Wahh masa emang siapa aja?@Luna_Nana


Luna_Nana


Gue, Bella, Lo, Tasya, Gisella sama Prita.


^^^Tasya_Sya23^^^


^^^Wahh bener bener inii kita akan nambah personal di keluarga masing masing^^^


Prita_Ditto


Kalian enak dulunya hamil kembar jadi banyak anak, lah gue hamil kedua ini biar ramai di rumah


^^^Tasya_Sya23^^^


^^^Lo Gatauu sih hamil kembar sebelum brojol rasanya susah kita mau ngapa ngapain, dulu aja gue ngga nyangka bakal hamil kembar Prit^^^


Prita_Ditto


Kita akan merasakannya bersama sama untuk kehamilan yang sekarang.


Tasya menyimpan ponselnya tidak membalas pesan grup dari Prita, ia melihat ke arah Ayna yang sedang tersenyum sambil melihat ponselnya, Tasya pun menghampiri putrinya.


"Kenapa sih anak Ammah? lagi jatuh cinta ya? daritadi senyum senyum sendiri". Ujar Tasya menggoda putrinya.


"Apasih Ammah, ngga kok". Ujar Ayna gugup.


"Ohh yaa sayang, kemana yang lainnya?". Tanya Tasya yang tidak melihat anak nya yang lain.


"Mereka lagi renang di kolam Ammah". Jawab Ayna padanya.


"Loh kenapa kamu ngga ikutan sayang?". Tanya Tasya sambil mengelus rambut putrinya.


"Ngga ahhh males mah". Jawab Ayna menyandarkan kepalanya dibahu Tasya.

__ADS_1


Sementara itu Gavin, masih di rumah sakit ditemani oleh Dion dan Lion yang memang kerumah sakit atas permintaan adiknya, Gavin merasa sungkan jika seperti ini.


"Seharusnya kalian tidak perlu menemani ku". Ujar Gavin pada mereka.


"Gapapa bang, ini demi adik kita". Jawab Dion padanya.


"Panggil aja Gavin jangan abang, cuman beda 3tahun ini". Ujar Gavin pada mereka.


"Cuma? abang tuh lebih tua dari bang Leo sama kita juga". Ujar Dion pada Gavin.


"Yaudah panggil aja abang". Ujar Gavin diangguki mereka berdua.


"Ohh yaa, kita foto bareng bang". Ujar Dion diangguki mereka berdua.


Setelah berfoto Dion mengirimkannya pada adiknya, itulah sebab Ayna tersenyum sendiri melihat ponselnya, karena Gavin terlihat tampan jika tersenyum walau pun sedang sakit.


Kembali pada Tasya dan Ayna, mereka yang sedang asik berbincang pun terhenti ketika semua anak yang tadi berenang menghampiri mereka, Anna yang sudah ganti baju langsung duduk disamping kakaknya.


"Ciee kakak, manja banget sama bunda". Ujar Anna padanya.


"Emangnya ngga boleh gitu?". Tanya Ayna pada adiknya.


"Ya boleh lah kak". Jawab Anna sambil tertawa.


"Arka kenapa kamu diam saja?". Tanya Tasya membuat keduanya menoleh.


"Kenapa nama kalian harus sama sihh?". Tanya Ayna pada mereka berdua.


"Ih biasa aja kali". Ujar Ayna pada Arkana.


Arkana dan Arkananda menatap Ayna dan Anna, membuat mereka bingung membedakan nua, sedangkan Ameena dan Ameera menatap Arkana dan Arkananda dengan tatapan suka.


Tasya yang melihat itu merasa takut terjadinya cinta segitiga diantara anaknya dengan anak sahabatnya, terkadang Tasya juga tidak menyangka ia hamil kembar lagi di usianya yang sudah memasuki kepala 3 sedangkan suaminya sudah memasuki kepala 4.


"Ohh iyaa sayang, bagaimana keadaan Gavin?". Tanya Tasya membuat Ayna menoleh.


"Gavin mulai membaik Ammah". Jawab Ayna dengan tersenyum manis.


"Syukurlah sayang, apakah keluarganya tidak menjenguk?". Tanya Tasya membuat Ayna menunduk.


"Ngga Ammah, bahkan kata dokter udah bertahun tahun Gavin koma tidak ada yang menunggunya, mereka menganggap Gavin meninggal". Ujar Ayna dengan mata berkaca kaca.


"Astaga, ada ya keluarga yang tega membiarkan Gavin sendiri tanpa dukungan selama koma". Ujar Tasya memeluk anaknya yang mulai menangis.


Saat sedang asik memeluk Ammah nya ,tiba tiba telinga Ayna dibisiki oleh makhluk gaib yang kini telah menjadi teman Ayna sendiri, mereka mengatakan bahwa Ayna harus segera menjelaskan pada Arkana agar tidak lagi menyukainya.


"Arkana Arkananda Xavier Abrizam Brestand". Panggil Ayna pada Sikembar Arkana dengan lengkap membuat semua orang mengarah pada Ayna.

__ADS_1


"Jangan pernah kamu menyukai seseorang yang tidak akan balik menyukai mu, ingatlah dibelakangmu selalu ada yang menyukaimu, lebih baik dicintai daripada mencintai bahkan lebih bagusnya keduanya saling mencintai". Ujar Ayna pada sikembar membuat semua melongo.


Tasya hanya diam saja menyaksikan begitupun juga yang lainnya, tiba tiba mata Tasya menangkap air mata Ayumna menetes ntah kenapa, ia menghampiri anak dari Inggrita tersebut.


Diantara rumahnya dengan rumah sahabatnya kebanyakan semua anak anak berkumpul di rumahnya. Ia duduk disamping Ayumna membuat gadis kecil itu tersadar.


"Kenapa nangis sayang?". Tanya Tasya sambil mengusap air mata Ayumna.


"Aunty, Ayumna sedih mendengar perkataan kak Ayna, Ayumna suka sama bang Lion Aunty, Ayumna takut bang Lion tidak menyukai balik Ayumna". Jawab Ayumna membuat semua orang menoleh.


"Kata siapa abang Lion tidak menyukai Ayumna?". Tanya Ayna menghampiri nya.


"Kata Ayumna sendiri kak". Jawab Ayumna pada Ayna.


"Kakak mengatakan itu pada Arkana sama Arkananda, karena mereka menyukai kakak dan kak Anna, tetapi mereka tidak menyadari seseorang yang selalu menatap mereka, apa harus aku bongkar disini?". Tanya Ayna pada mereka yang terkenjut.


Anna yang sedaritadi diam saja langsung menoleh pada Arkananda yang menatapnya, lalu Anna memalingkan kepalanya pada Arkana yang menatap kembarannya, kemudian dia menyadari sikembar Ameena dan Ameera menatap Arkana dan Arkananda.


"Benar apa yang dibilang sama kak Ayna, kalian jangan selalu menatap ke depan, terkadang kalian harus menatap ke belakang kalian, lihatlah seseorang yang benar benar mencintai kalian". Ujar Anna pada mereka.


Tiba - Tiba Lion dan Dion serta Gavin datang ke rumah, membuat Ayna langsung berlari ke arah Gavin. Ia memeluknya membuat Arkana tersadar itu membuktikan Ayna memang menyukai Gavin yang usianya beda satu tahun dengannya.


"Kenapa udah pulang? kan belum pulih bener?". Tanya Ayna pada Gavin.


"Bang Gavin maksa dek pengen cepet pulang tapi kan kita gatau dimana rumahnya jadi kita bawa aja kesini". Jawab Dion pada adiknya.


"Yaudah yuk duduk pasti kamu belum bisa lama berdiri kan". Ajak Ayna diangguki oleh Gavin.


Saat Tasya akan menutup pintu rumahnya, terlihat banyak sahabat serta suaminya mendatangi rumahnya, keluarga nya pun pada datang ke rumah Tasya membuatnya pusing melihatnya. Ramai melebihi Ekspetasi.


"Dek, kenapa malah diam begitu?". Tanya Bryan yang sedang menggendong anaknya.


"Ahh silahkan masuk, ramai sudah rumahku". Jawab Tasya pada mereka.


"Sayang, rumah kita seperti pengungsian". Bisik Deffa yang melihat ke arah ruang tamu, ruang keluarga banyak orang.


"Udah lah mas, tambah ramai kalau kita udah lahiran nanti". Ujar Tasya diangguki oleh Deffa.


"Ehh sayang, Gavin udah sembuh?". Tanya Deffa saat melihat Gavin.


"Belum pulih, dianya yang ngeyel pengen pulang". Jawab Tasya pada suaminya.


"Yaudah kita gabung aja sama yang lain". Ajak Deffa ke ruang tamu pada Tasya.


Deffa dan Tasya tiba di ruang tamu, semuanya menoleh pada mereka berdua, lalu Tasya akan memangku ponakan nya tapi langsung dilarang oleh suaminya karena sedang hamil.


"Ihh padahal aku kangen sama Baby Rayyan Syauqi Brata". Ujar Tasya kesal pada suaminya.

__ADS_1


"Kamu lagi hamil sayang, ingatt". Ujar Deffa pada istrinya.


"Iyaa deh iyaa". Ujar Tasya pada suaminya.


__ADS_2