My Handsome Husband

My Handsome Husband
Chapter 83#DESYA (DEFFA TASYA)


__ADS_3

Tasya sedang berkumpul diruang keluarga bersama para anaknya, sambil mengelus perutnya yang agak membuncit ia mendengar anak anaknya yang asik berbincang riang .


"Bang, jangan sungkan gitulah". Ujar Dion pada Gavin.


"Iyaa bang, anggap aja rumah sendiri". Ujar Lion padanya.


"Heum, ya gimana aku disini baru untuk kalian sedangkan untuk Ayna aku sudah mengenalnya dari kecil". Ujar Gavin tidak enak.


"Jangan gitu Gavin, anggap saja latihan". Goda Deffa pada Gavin.


"Hahaha om bisa aja". Ujar Gavin pada Deffa.


"Jangan panggil om, panggil aja Daddy atau Appah atau Ayah seperti mereka". Ujar Deffa pada Gavin sambil tersenyum.


"Ayna manggil kalian apa?". Tanya Gavin pada Deffa Tasya.


"Ammah Appah, masa udah kenal dari kecil gatau". Jawab Tasya pada Gavin.


"Soalnya Gavin jarang bertemu sekalipun kenal dengan Ayna sejak kecil". Ujar Gavin pada mereka.


Tasya dan Deffa mengangguk anggukkan kepalanya, Anna mendekati abangnya Leo yang sedaritadi diam saja, dia mencolek abangnya membuat Leo menoleh padanya.


"Abang kenapa sih diem aja daritadi?". Tanya Anna pada abangnya.


"Gapapa kok dek". Jawab Leo pada adiknya.


"Jangan bohong bang, keliatan banget tauu bang". Ujar Anna membuat semua menoleh pada mereka berdua.


Tasya juga penasaran dengan anak sulungnya yang sedaritadi diam saja, tidak seperti biasanya yang suka mengobrol juga atau bercanda dengan para adiknya, Deffa pun juga menoleh pada Leo.


"Ammah, abang udah lama mau nanya ini sama Ammah juga Appah". Ujar Leo menatap kedua orangtuanya.


"Mau nanya apa memangnya bang?". Tanya Tasya pada putranya.


"Apa Leo sebenarnya bukan anak kandung kalian berdua?". Tanya Leo membuat semuanya terkejut termasuk Ayna.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?". Tanya Tasya tertegun .


"Aku hanya merasa, muka ku tidak ada miripnya dengan dengan Ammah dan Appah, jujur aja aku anak siapa?". Tanya Leo dengan tergugu.


Ayna menatap kesebelahnya ternyata sudah ada ibu kandung Leo yang menatap ke arah abangnya, Saat Ayna akan menanya tiba tiba tubuhnya dimasuki oleh ibu kandung abangnya, membuat Gavin sang kekasihnya menahan tubuh Ayna yang oleng.


"Sayang, maafin ibu.. Ibu tidak bisa bersama dengan mu sampai kamu beranjak dewasa, bukan maksud ibu membuangmu tetapi umur ibu saat itu tidak akan lama lagi nak, ibu akan tenang setelah ada yang merawat kamu seperti anaknya sendiri, kamu sudah sebesar ini sayang, ibu bahagia melihatnya". Ujar Ayna yang dimasuki oleh ibu kandungnya.

__ADS_1


"Jadi? aku anak angkat Ammah dan Appah?". Tanya Leo menatap keduanya dengan berkaca kaca.


"Sayang, walaupun kamu bukan anak kandung Ammah, Ammah selalu menyayangimu layaknya anak sendiri". Jawab Tasya dengan terisak.


"Sayang, jangan kamu buat hati orangtua yang mengurusmu sampai beranjak besar seperti ini sakit ya, walaupun ibu tidak berada disamping mu tetapi ibu ada dihatimu sayang". Ujar Ibunya memeluk Leo yang membuat Leo menangis.


"Kenapa ibu harus tinggalin aku? apakah aku juga tidak punya ayah? atau keluarga yang lainnya?". Tanya Leo di dekapan adiknya.


Gavin berusaha tidak cemburu karena bagaimana pun, ia mengenali ibu kandungnya Leo. Dion dan Lion mengusap pundaknya seolah menguatkan ia agar tidak cemburu pada Leo, Gavin hanya tersenyum tipis pada mereka berdua.


"Abang tenang aja, bang Leo itu sukanya sama Alya anaknya Uncle Ditto". Ujar Dion padanya.


"Iyaa tenang aja". Ujar Lion juga pada Gavin.


"Tidak ada keluarga sayang, karena semuanya telah meninggal karena seseorang membuat mereka pergi selamanya". Jawab Ibu kandung Leo padanya.


"Siapa ibu? siapa yang melakukannya?". Tanya Leo menatap Ayna.


"Ibu tidak tau siapa orangnya, tetapi dia musuh keluarga ibu". Jawabnya pada putranya.


Beberapa menit kemudian Ayna kembali pada dirinya sendiri, membuat nya langsung berjaga jarak pada abangnya, Gavin yang melihatnya hanya tersenyum padanya.


"Bukan kemauan aku loh yang meluk". Ujar Ayna pada Gavin.


"Iyaa syaang aku tau kok". Ujar Gavin padanya.


"Sayang, sini peluk Ammah dan Appah". Ujarnya pada Leo.


Leo langsung saja memeluk mereka berdua dengan tangisan, ia begitu bersyukur memiliki keluarga seperti mereka, seandainya dulu ia ditemukan oleh orang jahat bagaimana pikirnya.


"Udah doain aja ibu kamu sayang". Ujar Deffa mengelus rambut anaknya.


"Iyaa Appah". Ujarnya dengan tersedu.


"Yang sabar bang, aku juga baru tau abang ternyata abangg yangg baikk selama inii". Ujar Alya dengan polos.


"Makasih sayang". Ujar Leo pada nya.


"Iyaa abang". Ujarnya sambil tersenyum manis.


Saat sedang asik asik bercerita bersama, datanglah Ayumna yang memang baru datang, membuat Lion refleks bangun dari tempat duduknya berlari ke arah Ayumna dan menggendongnya membuat Ayumna kaget.


"Abang kangen sama kamu sayangg". Ujar Lion pada Ayumna.

__ADS_1


"Ihh Ayumna kan baru datang, bukannya pergi bertahun tahun". Ujar Ayumna pada Lion.


"Ya gaboleh walaupun kamu pergi selama bertahun tahun juga, gaboleh!!". Teriak Lion membuat semua orang menatapnya heran kecuali Ayna.


"Ihh abang kaget tauu". Ujar Ayumna cemberut pada Lion.


Gemes bangett sihh Arghhh. Batin Lio saat melihat Ayumna.


Gavin yang memang lebih tua dari mereka pun tau, bahwa Lion menyukai Ayumna begitupun sebaliknya hanya saja Lion belum mengungkapkan perasaannya pada Ayumna, Ayna menatap kekasihnya dengan tersenyum.


"Bang Leo ternyata kita salah mengira loh, kalau umurnya bang Gavin 18tahun padahal bukan". Celetuk Dion pada Leo.


"Memangnya umurnya berapa? 17 atau berapa?". Tanya Leo pada adiknya.


"Umurnya 21tahun bang, lebih tua dari abang". Jawaban Dion mengagetkan semua orang kecuali Lion.


"Lohh aslii? wahh berarti kita ga sopan dong selama ini manggilnya Gavin". Ujar Anna pada mereka.


"Iyaa sama aku juga baru tau umur kamu 21tahun". Ujar Ayna kaget pada kekasihnya.


Gavin yang ditatap banyaknya orang pun malu, karena ia baru saja merasa hidup didunia setelah koma bertahun tahun, Ayna yang mengerti pun langsung memeluk kekasihnya tanpa malu didepan semua orang.


"Anak lo udah bucin tuh". Ujar Prita pada Tasya.


"Heum yaa anak gue bucin sangat". Ujar Tasya menyetujui.


"Mending lo cepet nikahin mereka Sya". Ujar Gisella duduk disamping Cleoza.


"Haaa? nikah muda? jangan dehh , biarin mereka kenal satu sama lain dulu, apalagi Gavin baru beberapa hari sadar dari komanya, dia belum mempunyai pekerjaan bagaimana nanti dia menafkahi anakku? ". Tanya Deffa pada mereka .


"Benar apa yang dibilang oleh Appah, aku harus kerja dulu untuk menikahi Ayna , kalau tidak bagaimana aku akan memberikan dia nafkah, untuk seminggu ini aku akan ada dijakarta, tetapi untuk beberapa tahun aku akan pergi ke luar negeri". Ujaf Gavin membuat semuanya menoleh.


"Loh kita LDR dong". Ujar Ayna berkaca kaca.


"Aku pergi untuk kembali sayang, bukan untuk selamanya". Ujar Gavin menenangkan kekasihnya.


"Gavin, maafin Appah bukan maksud menyinggung perasaan kamu". Ujar Deffa merasa bersalah.


"Gapapa kok Appah, itu memang kenyataannya". Ujar Gavin sambil tersenyum tipis pada mereka.


Hingga tak terasa waktu sudah menjelang sore, mereka semua pada pamit untuk pulang sedangkan Gavin terdiam ditempat karena ia bingung akan pulang kemana, saat akan melangkahkan kakinya keluar, Ayna menghentikan nya.


"Tunggu, kamu mau kemana? kan kamu tinggal disini dulu sementara sebelum Appah mencari tau keberadaan keluarga kamu". Ujar Ayna pada Gavin.

__ADS_1


"Lebih baik jangan, aku ngga mau ketemu mereka". Ujar Gavin pada Ayna.


"Eum, baiklah sayang". Ujar Ayna tersenyum tipis padanya.


__ADS_2