
Keesokan harinya Luna sedang istirahat sambil duduk di ranjang rumah sakit, datanglah Zibran ke ruangannya untuk memberitahukan informasi, bahwa Luna sudah bisa pulang hari ini karena kondisi badan nya membaik.
"Sudah siapkah untuk pulang hari ini?". Tanya Zibran pada Luna.
"Pastinya dong siap, ohh iyaa kalau boleh tau, kamu tinggal dimana kak?". Tanya Luna padanya.
"Aku tinggal di apartement dekat dengan sahabat kamu yang bernama Prita itu". Jawab Zibran dianggukinya.
"Ahh nomor berapa kak?". Tanya Luna penasaran.
Zibran tidak menjawab hanya tersenyum saja membuat Luna makin penasaran, saat itu datanglah sahabat Luna yang akan menjemput namun hanya berdua saja yaitu Tasya dan Bella, karena dua orang lagi sedang menyiapkan sesuatu di rumah Luna.
"Akhirnya lho pulang hari ini, kita kangen banget loh".Ujar Tasya memeluknya.
"Gue juga kangen sama lho pada". Ujar Luna membalas pelukan Tasya.
"Ehh mana Prita dan Inggrita? mereka ngga ikut jemput gue? tega bener". Ujarnya cemberut.
"Mereka ada urusan Lun, gapapa lah nanti juga ke rumah lihat keadaan lho". Ujar Tasya menahan tawanya begitu juga Bella.
Disisi lain seorang perempuan berpenampilan elegan dan anggun namun sayangnya ia sangatlah sombong, ia sudah sampai di Indonesia dan sedang menunggu jemputannya tiba di bandara.
"Welcome to Indonesian". Ujar perempuan tersebut.
"Hem dia dimana sih?". Tanyanya sambil melirik ke kanan juga ke kiri.
"Ahh itu diaa, heeyyy disinii". Teriak perempuan tersebut ketika sahabatnya tiba.
"Gimana perjalanan lho kesini? ngga ada hambatan kan?". Tanya sahabatnya panik.
"Santai aja , gue ngga apa - apa Cleo tenang aja, lihat gue ngga ada luka kan?". Tanya nya sambil memutarkan badannya.
"Yaudah kita pulang sekarang, gue udah laper nihh nunggu lho dateng". Ujar Cleoza memelas padanya.
"Okee kita makan dulu di restoran biasa kita makan, gue juga laper banget nih". Ujarnya diangguki oleh Cleoza.
"Let's goo baby". Ujar Cleoza menarik tangan perempuan itu dengan semangat.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian mereka sampai di restoran tersebut, langsung saja mereka memesan makanan dan minumannya, selama menunggu pesanan mereka tiba keduanya saling berbincang - bincang menanyakan kabar masing - masing.
"Apa yang akan lho lakuin nanti ketika bertemu tasya?". Tanya Cleoza penasaran.
"Nanti kita bicarain kalau udah nyampe di apartement, sekarang kita makan dulu laper nih gue". Ujarnya diangguki oleh Cleoza.
Kembali pada Luna, kini mereka telah tiba di perkarangan rumah Luna begitu juga Zibran ikut serta mengantarnya pulang, saat Luna membuka pintu betapa terkejutnya ia melihat kedua sahabatnya serta temannya yang lain menyambut kepulangannya.
"Welcome to back in the house, Luna Sasi Kirana!!". Teriak mereka membuat Luna menangis terharu.
"Makasih untuk kalian, gue terharu bangett". Ujar Luna menangis haru.
"Jangan sampai sakit lagi ya Lun, kita kesepian nih di kelas tanpa lho". Ujar seseorang namun pandangannya berlarih kepada Zibran.
Luna yang melihat teman nya melihat Zibran seperti itu, langsung saja memeluk lengan Zibran yang membuat semuanya terkejut, karena setau mereka Luna tidak pernah dekat dengan lelaki namun tindakan Luna sangat mengejutkan.
"Jangan lihatin calon suami gue kaya gitu". Ujarnya merajuk membuat temannya sangat terkejut.
"Ca-calon suami lho? gue kira kakak lho". Ujar temannya terbata padanya.
"Jujur yaa gue kira dia kakak lho, jadi gue suka tapi setelah gue tau dia calon suami lho gue mundur dehh". Ujar temannya setelah hilang rasa keterkejutannya.
Zibran yang mendengar perkataan Luna hanya bisa tersemyum bahagia, ia mencium kening Luna membuat semuanya kaget namun tersenyum bahagia, karena melihat Luna merah merona setelah di cium oleh Zibran.
"Lun, ngga akan masuk napa? pegel nih tangan gue megang ginian". Ujar Ingrita disetujui semuanya.
"Ehh iyaa gue lupaa, sorry hehe". Ujar Luna terkekeh membuat yang lainnya sebal.
"Yaudah, ayo masuk sayang". Ajak Mami Cyndia pada Luna juga Zibran.
Semuanya masuk ke dalam rumah, Luna segera di antar ke kamar karena harus istirahat lebih banyak, agar kesehatannya pulih total dan bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya.
"Kamu istirahatlah, aku akan menemanimu sampai kamu tertidur". Ujar Zibran perhatian.
"Makasih yaa kak, tapi aku pengen di kiss dulu". Ujar Luna manja.
"Jika kamu tidak tahu siapa kakak, akankah kamu menyuruh kakak untuk mencium mu? yang pastinya tidak bukan tetapi kamu akan marah bila kakak mencium mu hahaha". Ujar Zibran tertawa membuat Luna malu.
__ADS_1
"Baiklah istirahat sayang, emmuach". Ujarnya lagi sambil mencium lembut bibir Luna.
Zibran menatap Luna yang menatapnya dengan manja, hingga tidak terasa Luna akhirnya tidur dalam hitungan detik, Zibran tersenyum melihat nya dan langsung saja ia menghadiahi wajah Luna dengan ciuman pelan, agar tidak membangunkan Luna kekasih hatinya itu.
"Aku pamit pulang ya om tante". Ujarnya setelah keluar dari kamar Luna.
"Iya sayang, terimakasih sudah membuat anak tante kembali manja". Ujar Mami Cyndia menggoda Zibran.
"Apaan sih tante, udah ahh Zibran pulang". Ujar Zibran malu.
"Iya hati - hati di jalannya, kabari tante jika sudah sampai ya". Ujar Mami Cyndia diangguki oleh Zibran.
Setelah mobil Zibran hilang dari pandangan kedua paruh baru tersebut, mereka kembali masuk ke dalam menghampiri sahabat anaknya yang belum pada pulang, Tasya yang sudah dari kamar Luna langsung menghampiri orangtua sahabatnya.
"Tante sepertinya kita pulang saja, mungkin besok kita kesini lagi". Ujar Tasya pamit pada mereka.
"Yaudah hati - hati ya sayang , maaf ya membuat kalian repot". Ujar Mami Cyndia pada mereka.
"Tidak repot kok tante, malah kita senang menyambut Luna pulang". Jawab Tasya memeluk Mami Cyndia.
Setelah semuanya pulang, Mami Cyndia dan Papi Maxim melangkah ke kamar putrinya, untuk melihat keadaannya dan mereka melihat putrinya masih tertidur nyenyak.
"Semoga kamu cepat sehat kembali sayang, agar kamu bisa berkumpul dengan sahabatmu kembali sayang". Ujar Mami Cyndia pelan.
"Anak kita pasti kuat mam, kita doakan saja yang terbaik untuk putri kita". Ujar Papi Maxim memeluk istrinya agar tenang.
Ditempat lainnya, mereka baru selesai makan dan kebetulan melihat Tasya lewat membuat pikiran mereka jahat, terutama Gisella Aura Brestand yang tak lain adalah seseorang yang menyukai seorang pria bernama Deffa Arthur Brata.
"Gue engga akan biarin lho bahagia bersama dengan Deffa". Gerutu Gisella menatap Tasya dengan tajam.
"Tenang aja, gue akan bantu lho buat misahin dia dengan Deffa". Ujar Cleoza yang mendengarkan gerutuan Gisella sahabat jauhnya.
Gisell, asal lho tau gue suka sama lho dari dulu, sebelum lho kenal Deffa tetapi gue ngga berani ungkapin perasaan gue karena gue takut gue Cleoza Abrazam Xander di tolak seorang Gisella Aura Brestand. Batin Cleoza tersenyum masam.
Bagaimana kelanjutannya?
Jangan lupa Like, Comment and Vote ya gays hehe :)
__ADS_1