
Tasya tersenyum melihat kelima anaknya yang bermain, Deffa menghampiri istrinya sambil memeluk istrinya dari belakang, Tasya menikmati pelukan dari suaminya tetapi tiba tiba ada yang membuat Tasya kaget.
"Kenapa sayang?". Tanya Deffa pada istrinya.
"Mass, cepatt bawa anak anak pergi mas". Ujar Tasya panik pada suaminya.
"Ada apaa sih sayang?". Tanya Deffa melepaskan pelukannya.
"Ada Steven sayangg, aku ga mau di apain anak kita". Jawab Tasya dengan berkaca kaca.
"Ya ampun, Ayok sayang kita bawa pulang anak kita". Ajak Deffa diangguki oleh istrinya.
Tasya menyadari kehadiran Steven saat berada di tempat permainan khusus untuk anak kecil di mall suaminya, ia juga melihat Steven mendekati tempat anaknya bermain, setelah 5tahun lebih Steven menghilang dan sekarang ia kembali muncul.
"Sayang, kita pulang yaa udah mau malam, besok kan mau main sama yang lainnya di rumah". Ajak Tasya pada Ayna termasuk ke empatnya.
"Iyaa syaang, nanti Appah akan buat khusus permainan di rumah buat kalian". Ujar Deffa pada anaknya.
"Asikkk bikin mainannya dirumah dad?". Tanya Dion pada Deffa.
"Iyaa sayang, sekarang kita pulang yaa". Ajak Deffa diangguki ke lima nya.
Saat mereka akan pulang, tiba tiba Steven menghalangi jalan mereka membuat si kecil Leo kesal, ia pun ingin menghampiri nya tetapi dilarang oleh Tasya.
"Wah wah kamu sangat bahagia sekalii, sampai punya anak 5". Ujarnya pada Tasya.
"Ya tentu saja bahagia sangatt bahagiaaa Steven". Ujar Tasya pada Steven.
"Lo hebatt bangett, bisa ngerasain semua yang ada pada Tasya". Ujar Steven pada Deffa.
"Karena gue suaminya! sayang kamu bawa mereka ke mobil ". Tegas Deffa diangguki oleh istrinya.
Sebelum mereka bertengkar sudah ada Alex dan Devan yang menengahi mereka berdua, para istri sedang menemani Tasya karena kebetulan mereka bertemu diparkiran.
"Sya , gimana bisa lo ketemu sama dia?". Tanya Inggrita pada sahabatnya.
"Ya pasti ketemu lah, orang mall kan umum Rita". Celetuk Aurora yang memang sudah menikah dengan Devan.
"Ya tapi setelah dia menghilang bertahun tahun, dia muncul kembali Aur". Ujar Inggrita pada Aurora.
__ADS_1
"Aunty mending diem deh, kepala Leo pusing dengernya". Ujar Leo pada mereka berdua.
Kembali pada Deffa yang masih di dalam mall, Alex melihat orang yang membuat sahabatnya terganggu, saat melihat wajahnya Alex langsung mengamuk disana berakhir Deffa dan Devan yang menahan tangan Alex.
"Lex lo kenapa sih? kan gue yang ada masalah sama ni orang, kenapa jadi lo yang ngadat?". Tanya Deffa pada sahabatnya.
"Deff, diaa deff". Ujar Alex tergugu pada Deffa.
"Iyaa dia kenapa Lex?". Tanya Deffa pada padanya.
Sedangkan Steven hanya diam tak berkutik setelah Alex memukul wajahnya, ia juga merasa takut dengan tatapan Alex yang sangat tajam padanya, ia akan bangkit untuk pergi tetapi teriakan Alex membuatnya kaget.
"Diaa Deff, diaa yang nabrak pacar guee duluu!! dia pergi gituu ajaa tanpa tanggung jawab Deffa!!! gue harus hajar diaa Deff, lepasss!!!". Teriak Alex membuat Deffa juga kaget.
Inggrita yang merasakan hatinya tidak tenang pun masuk ke dalam mall, betapa terkejutnya saat melihat suaminya bertengkar dengan Steven, ia sedikit berlari menghampiri suaminya.
"STOP, udahh cukupp jangan bertengkar mass!!!". Teriak Inggrita membuat penggerakan Alex terhenti.
"Sayang, Kamu kok ke sini?". Tanya Alex kagett.
"Terus aku harus diem aja gitu? iyaa?". Tanya Inggrita dengan marah pada suaminya.
"Sayang, maafin mas, jangan marahh". Ujar Alex memeluk perut istrinya.
"Lepas, aku tunggu kamu di mobil, lain kali aja kita belanja perlengkapan bayi nya". Ujar Inggrita lalu pergi meninggalkan suaminya.
Alex yang melihat istrinya pergi meninggalkan dirinya pun membuatnya seger menyusul, beserta Deffa yang membubarkan semua yang melihat kejadian tadi.
Tasya yang melihat Inggrita keluar dengan ekspresi marahh serta ingin menangis pun menghampiri nya, Ia memeluk sahabatnya yang memang pasti akan sensitif setiap ibu hamil.
"Lo kenapa? ada apa di dalem?". Tanya Tasya panik padanya.
"Syaa, gue ga mau kehilangan dia". Jawab Inggrita dengan tergugu.
"Maksud lo kehilangan dia itu siapa?". Tanya Aurora pada Inggrita.
Alex yang akan menghampiri nya langsung ditahan oleh Deffa, membiarkan Tasya menenangkan Inggrita terlebih dahulu, akhirnya Alex memilih melihatnya dari jauh.
"Jelasin pelan pelan coba, sini duduk". Ajak Tasya pada sahabatnya.
__ADS_1
"Aunty kenapa bun?". Tanya Anna pada Tasya.
"Mungkin Aunty nangis garagara Uncle Alex kan". Tebak Leo pada Aunty nya.
"Sttt kamu jangan sok tau deh". Ujar Aurora pada Leo.
"Sekarang udah bisa ngejelasin?". Tanya Aurora padanya.
Inggrita menarik nafasnya pelan sebelum menjelaskan nya.
"Jadi sebelumnya gue ngedenger apa yang dibilang mas Alex pada Deffa sya, dia bilang kalau Steven yang udah buat mantan pacarnya meninggal, gue takut sya ,gue takut hiks hiks". Ujar Inggrita pada Tasya.
"Wajar Alex marah karena ditinggal oleh mantannya karena Steven, makanya sebelum sama lo dia keliatan dingin dan cuek kan". Ujar Tasya menenangkan sahabatnya.
"Iyaa Aunty yang sabar yaa, kalau Uncle Alex nyakitin aunty Lagi bilang sama Leo yaa, ntar Leo cubit perut Uncle nya". Ujar Leo sambil mengusap air mata Aunty nya.
"Makasih abang Leo Aunty jadi merasa tenang, coba elus perut Aunty". Ujar Inggrita diangguki oleh Leo.
Sikembar empat pun sama melakukan hal tersebut membuat Inggrita senang, Tasya yang melihat kearah Alex pun menganggukkan kepalanya menandakan Alex boleh menghampiri mereka.
"Bicarain baik baik sama suami lo, gue pamit duluan". Ujar Tasya diangguki oleh Inggrita.
Alex masuk kedalam mobilnya, ia melihat Inggrita yang memalingkan kepalanya, sungguh Alex tidak bisa dicuekin oleh istrinya, ia merasa ada yang hilang jika tidak melihat istrinya yang biasa manja ceria.
"Syaang, maafin mas yaa". Ujar Alex pada Inggrita.
"Mas akan menjelaskan semuanya sayang". Lanjutnya pada istrinya.
Setelah beberapa menit Alex menjelaskannya pada istrinya, Inggrita langsung memeluk suaminya sambil terisak, ia juga meminta maaf pada suaminya karena marah padanya.
"Udah gapapa sayang, mas yang harusnya minta maaf, garagra mas kita ga jadi beli perlengkapan bayi nya". Ujar Alex sambil mengusap air mata istrinya.
"Iyaa gapapa mas". Ujar Inggrita memeluk suaminya.
"Udah jangan nangis lagi, nanti yang ada mas di cubit perutnya sama Leo haha". Ujar Alex pada istrinya.
"Hahaha iya ngga mas, yaudah kita pulang aja mas". Ujar Inggrita diangguki oleh suaminya.
Selama perjalanan pulang menuju ke rumah, Inggrita selalu memeluk lengan suaminya serta Alex yang mengelus tangan istrinya, beberapa menit kemudian mereka sampai dirumahnya.
__ADS_1
"Pantesan ga denger suara kamu, orang kamunya tidur". Ujar Alex saat melihat istrinya tertidur.