My Handsome Husband

My Handsome Husband
Chapter 52#KEENLA (KEENAN BELLA)


__ADS_3

Kini Bella sendiri akan mengunjungi sebuah toko buku, ia akan membeli novel romansa remaja, namun siapa sangka ia di ikuti oleh Keenan yang kebetulan melihat Bella saat ia akan menjemput Bunda nya.


Kesempatan bagus nih, gue harus pepet terus sampai dapet. Batin Keenan saat melihat Bella.


"Heyy, Sayangku". Sapa Keenan membuat Bella kaget.


"Ishh kak ngapain sih? ngangetin tau". Ujar Bella kesal pada Keenan.


"Lagi mau ketemu calon istri lah". Ujar Keenan pada Bella.


"Dihh, siapa juga yang mau jadi calon istri kakak". Ujar Bella sambil memalingkan wajahnya.


Jangan tergoda, abaikan aja. Batin Bella.


"Yakin nih gamau?". Tanya Keenan menggoda Bella.


"Ishh awas ahh". Ujar Bella sambil menyingkir kan tangan Keenan yang memegang nya.


Lucu amat sih, anak orang. Batin Keenan.


"Yaudah aku jemput mertua kamu dulu yaa, byee". Ujar Keenan pada Bella sambil berlalu pergi.


"Ishhh, siapa juga yang mau jadi istri lo kak". Ujar Bella kesal lalu memasuki toko buku.


Ting..


From : Calon Suami


To : Calon istri


Nanti pulang nya aku jemput yaa 😍


Ish tau dari mana pula nomor guee!!. Batin Bella semakin kesal.


Ia lalu memilih milih buku yang akan ia beli, ada berbagai buku novel seru sayangnya ia hanya membawa uang pas pasan, akhirnya iapun memilih harga yang murah namun bisa kebeli banyak dengan uang yang ia bawa.


Ting..


From : Calon Suami


To : Calon Istri


Jangan ragu, pilih aja yang kamu suka, nanti aku yang bayar


Tiba tiba saja chat dari Keenan membuat ia ragu, apakah menerima tawaran nya atau sebaliknya, hingga akhirnya ia memilih menolak karena takut membuat Keenan berharap lebih kepadanya, namun saat ia akan membayar ke kasur betapa terkejutnya ia.


"Mbak, silahkan pilih lagi mana yang mbak suka.. Buku yang mbak sukai atau pun mbak minat, sudah dibayar kok untuk selama satu bulan penuh". Ujar Kasir Toko Buku tersebut padanya.


Maunya dia apasih, jangan buat gue baperlah please. Batin Bella merasa bingung.

__ADS_1


From : Calon Istri


To : Orang Nyebelin


^^^Maksud kakak apaan sih? kakak pikir gue ga punya uang gtu? Gue bisa aja beli semuanya tapi sayang dong uang tabungan gue, kok kak Keenan nyepelein gue sih.^^^


Keenan yang masih berada di salon menemani bundanya pun terdiam, sang bunda melihatnya kenapa pula ekspresi wajah anaknya berubah, padahal sedari tadi ia tertawa terus tetapi sekarang malah terlihat merenungkan diri.


"Kenapa boy?". Tanya Bunda Ayu.


"Ngga papa kok, Bun". Jawab Keenan dengan senyum terpaksa.


"Jujur sama bunda, kenapa?". Tanya Bunda Ayu sekali lagi.


"Ngga papa Bunda, udahlah mending Bunda asik aja nyalonnya". Jawab Keenan pada bundanya.


"Okee, tapi nanti pulang kamu harus ttep jelasin sama bunda, paham!". Ujar Bunda Ayu sedikit tegas pada anak lelakinya.


"Iyaa bunda, paham kok". Jawab Keenan pada sang Bunda.


Jangan dulu menyerah, sebelum kata lelah muncul. Oke bisa aja dia cuek sama gue, tapi gue sumpahin biar dia balik punya rasa sama gue. Batin Keenan dengan rasa semangat.


Sementara itu, Bella yang melihat chat nya hanya di baca tanpa dibalas pun, akhirnya ia memilih menerima daripada ia membuat perasaan Keenan tersakiti. Ia menerima semua karena menghargai apa yang Keenan lakukan.


From : Calon Istri


To : Orang Nyebelin


Keenan yang sedang berada di parkiran pun tersenyum senang, tetapi ia tetap aja belum bisa membuat Bella balik menyukai nya. Akhirnya ia pun menuju ke tempat dimana bundanya menunggu, sang Bunda yang melihat ekspresi anaknya kembali ceria pun tidak jadi mengintrogasi.


Anak gue kenapa dahh, tadi ketawa terus bete sekarang senyum senyum sendiri, wah anak gue lagi jatuh cinta inimahh. Batin Bunda Ayu.


Sesampainya dirumah, Keenan langsung aja pamitan kepada sang bunda untuk menjemput seseorang, belum sempat bundanya menjawab Keenan sudah pergi begitu aja meninggalkan sang bunda di depan pintu rumah.


Fiks, anak gue jatuh cinta inimah. Batin Bunda Ayu sambil tersenyum.


Kembali ke pada Bella, yang masih memilih buku yang ia sukai, ia akui Keenan baik tetapi ada sikap jailnya yang membuat ia kesal. Saat akan mengambil buku yang paling tinggi, ia tidak sampai hingga sebuah tangan kekar mengambilnya.


"Kalau butuh bantuan itu bilang". Ujar Keenan sambil memberikan buku kepada Bella.


"Ma-makasih kak". Ujar Bella sambil menunduk.


"Masih ada yang lain? biar aku bantu". Ujar Keenan diangguki oleh Bella.


"Kebanyakan novel romansa remaja, kamu suka banget ya". Ujar Keenan saat melihat buku yang ada dikeranjang.


"I-iyaa kak, soalnya pasti seru". Jawab Bella pada Keenan.


"Yaudah, aku anter pulang yaa". Ujar Keenan belum diangguki oleh Bella.

__ADS_1


"Atau kamu mau pulang sendiri? yaudah kalau kamu mau pulang sendiri, aku pergi ya". Lanjutnya kepada Bella.


Saat Keenan sudah keluar pintu dan akan masuk kedalam mobil, tiba tiba saja Bella berteriak padanya. Membuat ia kaget hampir aja ia kebentur atap mobil saat akan masuk, yang membuat kaget hanya bisa menyengir.


"KAK KEENAN TUNGGU!! GUE IKUT". Teriak Bella pada Keenan membuat semua orang yang disana melihatnya.


"Ish apaan sih, ngangetin tau. Kalau misal aku kebentur terus amnesia gimana? mau tanggung jawab Hah?". Tanya Keenan dengan beruntun dengan kesal.


Lucu banget sih, eh apaan sih. Batin Bella sambil menggelengkan kepalanya.


"Ya syukurlah kalau Kak Keenan amnesia, jadi lupa sama aku ahahaa". Ujar Bella sambil memalingkan wajahnya.


Kok gue sedih sih bilang gitu, gimana kalau beneran dia suatu saat nanti lupain gue?. Batin Bella bertanya.


Tega banget sih lo Bell, andai lo tau dari awal gue udah tau lo Cewek kecil itu. Batin Keenan saat melihat Bella.


"Rumah lo dimana? gue gatau haha". Tanya Keenan pada Bella sambil tertawa.


Manggilnya jadi lo-gue lagi? ahh kok gue ga rela sihh. Batin Bella saat mendengar pertanyaan Keenan.


"Nanti gue kasih tau jalannya kak". Jawab Bella sambil menunduk.


Tanpa adanya perbincangan diantara keduanya, mereka hanya saling diam satu sama lain. Keenan yang memikirkan cara untuk membuat Bella luluh, sedangkan Bella memikirkan supaya ia tidak baper garagara Keenan.


"Kak, gue mau nanya boleh?" "Bell, gue mau nanya". Ujar mereka barengan.


"Lo aja duluan". Ujar Keenan pada Bella.


"Kakak aja". Ujar Bella pada Keenan.


"Ladies First". Ujar Keenan akhirnya diangguki oleh Bella.


"Gue cuman mau nanya, lo tau dari mana arah jalan kerumah gue?". Tanya Bella sedaritadi ia pendam.


"Hah, nebak aja.. Giliran gue yang nanya.. Lo kapan buka hati sih?". Ujar Keenan pada Bella.


"Gu-gue ng-ga tau kak". Jawab Bella dengan tergugu.


"Oke udah sampe". Ujar Keenan pada Bella.


Kok, katanya gatau jalan ke rumah gue? tapi daritadi dia ngga nanya belok kemananya?. Batin Bella bingung.


"Okee makasih kak, hatihati yaa". Ujar Bella sambil tersenyum pada Keenan.


"Okee sama sama, cepet masuk sana, baru gue pergi". Ujar Keenan pada Bella.


Bella sudah masuk kedalam rumahnya, tetapi Keenan masih diam belum pergi, ia masih mengingat nginget dulu ia pernah kesini bersama bundanya dan Ketemulah dengan Luna yang masih kecil waktu itu. Ia sudah berumur 7tahun sedangkan Luna baru 3tahun.


Gue ngga akan nyerah. Batin Keenan lalu pergi meninggalkan pekarangan rumah Bella.

__ADS_1


Bagaimana kelanjutannya?


Tetap saksikan ya guys:)


__ADS_2