My Handsome Husband

My Handsome Husband
Chapter 77#DESYA (DEFFA TASYA)


__ADS_3

Satu bulan berlalu setelah kejadian dimana Inggrita dan Ayna pingsan bersamaan, namun setelah nya Ayna bisa mengendalikan dirinya untuk tidak takut melihat makhluk gaib.


"Ayna sayang, kamu kenapa semenjak kejadian itu menjadi pendiam seperti ini?". Tanya Tasya pada putrinya.


"Ay ngga papa kok mah". Jawab Ayna sambil tersenyum pada Ammah nya.


"Tetaplah menjadi Ayna yang seperti biasa sayang, jangan kaya begini ya Ammah gamau". Ujar Tasya sedih melihat Ayna kebanyakan melamun.


Anna menghampiri kembarannya beserta yang lainnya, Anna memeluk Ayna karena merasa kehilangan, begitu juga dengan yang lainnya mereka juga memeluk Ayna yang hanya tersenyum tipis.


"Kak Ayna, jangan diem kaya gini dong, aku rindu kakak yang biasanya, ngga diem kaya gini". Ujar Anna sedih pada Ayna.


"Iyaa dek, kita juga rindu kamu yang biasanya, kalau misalnya abang punya salah sama Adek, abang minta maaf". Ujar Leo pada adiknya.


"Abang dan semuanya, maafin Ay yang udah membuat kalian khawatir, tetapi Ay sepertinya tidak bisa karena hidup Ay tidak hanya di kelilingi oleh manusia tetapi makhluk gaib yang tak terlihat oleh kalian". Ujar Ayna membuat mereka kaget.


Tasya dan Deffa memeluk putrinya, merasa senang karena sudah tidak cadel lagi, ia sudah bisa lancar berbicara seperti yang lainnya, begitu juga dengan keempat anaknya memeluk Ayna membuat sang empunya merasa sesak.


"Ishh Ay sesak , aduh meluk nya jangan kenceng banget". Gerutu Ayna sambil berontak.


"Ahh maafin kita yaa sayang, kita kekencangan memeluknya". Ujar Tasya sambil mengelus rambur putrinya.


"Iyaa ngga papa, sekarang ini mungkin Ayna harus terbiasa melihat mereka". Ujar Ayna pada nya.


"Makhluk gaib maksud kamu?". Tanya Deffa padanya.


"Iyaa Appah". Jawab Ayna pada Deffa.


"Ohh iyaa sayang, kamu dulu bilang disamping Aunty Inggrita ada seorang cewek memangnya siapa?". Tanya Tasya pada putrinya.


"Mungkin mantan kekasih Uncle Alex soalnya waktu itu menatap Uncle terus". Jawab Ayna membuat Deffa teringat sesuatu.


"Ahh ya benar, mantan Alex kan meninggal karena ditabrak Steven Sya". Ujar Deffa pada istrinya.

__ADS_1


Ayna kembali menatap ke samping Appah nya, dimana ada seorang anak kecil yang lucu dan tidak menyeramkan seperti banyaknya makhluk yang ia lihat, Deffa yang melihat Ayna menatap ke arah samping pun langsung mengerti.


"Ada siapa sayang?". Tanya Deffa pada Ayna.


"Ada anak kecil lucu sekalii Appah, dia seorang lelakii dan juga disamping bang Leo ada seorang ibu ibu yang menatapnya penuh kasih sayang". Jawab Ayna pada mereka.


Deffa dan Tasya terdiam, mereka berdua tau bahwa itu seperti nya ibu kandung Leo, hanya saja mereka belum berani mengungkapkan kebenaran pada Leo, bahwa mereka bukan orangtua kandungnya.


"Siapa emang dek?". Tanya Leo pada Ayna.


Makhluk gaib yang Ayna liat melirik ke arahnya langsung menghampiri Ayna, membuat gadis kecil tersebut memundurkan tubuhnya mendekat pada Tasya.


"Kenapa sayang?". Tanya Tasya pada Ayna.


"Ammah, makhluk itu mendekati Ayna, Ayna takut". Jawab Ayna sambil berbisik.


"Loh kata kamu sendiri, harus terbiasa sayang". Ujar Tasya pada Ayna.


Ayna pun melepaskan pelukannya pada Ammah nya, lalu menoleh ke depan dengan berani, akhirnya ia mencoba untuk tidak takut karena ternyata wajahnya tidak seram melainkan bersih.


"Kamu bisa melihatku?". Tanya sosok tersebut pada Ayna.


"Ya aku bisa melihat Aunty dan juga yang lainnya". Jawab Ayna pada sosok tersebut.


"Boleh Aunty minta tolong padamu?". Tanya nya pada Ayna.


"Boleh Aunty, mau apa?". Tanya Ayna dengan polos.


"Tolong sampaikan pada kedua orangtua kamu, jangan pernah memberitahu bahwa Leo bukanlah anak kalian, anggap saja aku tidak pernah hadir didunia, tolong jaga Leo dengan baik, aku memberikan sepenuhnya Leo pada kalian.. Bilang gitu yaa pada orangtua mu tapi saat Leo tidak ada bersama kalian, bisakah?". Tanya Sosok itu memohon pada Ayna.


"Ternyata Aunty adalah.. Heum baiklah aku akan membantu Aunty". Jawab Ayna sambil tersenyum padanya.


"Terimakasih, jika begini Aunty akan tenang dialam sana, ayo sayang kita pergi". Ujarnya pada anak kecil yang sedari tadi duduk disamping Appah nya.

__ADS_1


"Ayo mah, terimakasih ya kakak, sudah mau menjadikan kak Leo menjadi keluarga kalian, kita pergi kak". Ujar adik kecil tersebut pada Ayna.


Setelahnya Ayna kembali menoleh kepada seluruh keluarga nya, ia menghela nafasnya terkadang ia tidak mau seperti ini tetapi dia terlahir untuk membantu makhluk yang ingin tenang di alam sana.


"Ada apaa sayang? minta bantuan apa sama kamu?". Tanya Tasya disetujui oleh yang lainnya.


"Nanti saja, karena orang itu berpesan untuk bilang pada Ammah dan Appah saja, untuk abang Leo dan lainnya tidak boleh tau". Jawab Ayna pada mereka.


"Baiklah baiklah, sekarang mending kalian tidur siang, Tuh mata kalian udah pada ngantuk begitu". Ujar Tasya pada mereka.


"Baik Ammah, Bunda, Mommy". Ujar mereka bersama.


Mereka semua masuk ke kamar nya meninggalkan Deffa dan Tasya yang berada diruang keluarga, Tasya menghela nafasnya merasa tidak tega, ketika Ayna yang masih kecil harus mempunyai mata yang bisa melihat makhluk gaib.


"Lebih baik kita mengecek ke kamar mereka, takutnya Ayna malah tidak tidur karena ada mereka yang bisa terlihat olehnya". Ujar Deffa mengajak istrinya.


"Aku setuju mas, ayok". Ujar Tasya padanya.


Mereka membuka pintu kamar anak anaknya dengan pelan, benar saja Ayna tidak tidur karena terlihat ia sedang melirik ke arah sampingnya, sungguh membuat Tasya tidak mau terjadi apa apa pada anaknya.


"Sayang kenapa engga tidur?". Tanya Tasya menghampiri Ayna.


"Ayna ngga bisa tidur Ammah, dia selalu menatap Ayna tajam, andai ada yang bisa melihat seperti Ayna sekarang mungkin dia akan diusir". Jawab Ayna dengan mengeluh pada Ammah nya.


"Ayna sayang, tidur sama Appah dan Ammah aja yu, ditengah biar tidak ada yang mengganggu Ayna". Ujar Deffa pada putrinya.


"Baiklah Appah". Ujar Ayna langsung naik ke gendongan Appah nya.


Mereka sampai di kamar Deffa dan Tasya, Deffa membaringkan Ayna yang sudah tertidur di gendongannya, lalu Tasya serta Deffa ikut berbaring sambil memeluk putrinya agar tidak ada yang mengganggu.


Sedangkan yang sedaritadi menatap Ayna tajam bukanlah makhluk gaib, melainkan arwah seseorang yang sedang koma yang berkeliaran, ia membutuhkan bantuan Ayna tetapi ia bingung bicara pada gadis kecil tersebut.


"Aku harus bagaimana? aku bukanlah hantu, melainkan arwah yang berkeliaran mencari bantuan, untuk mengantarkan nyawa pada tubuhku yang terbaring lemah dirumah sakit". Gumam seorang anak lelaki berusia 7tahun.

__ADS_1


"Sabarlah Gavin , tunggu sampai gadis itu bertumbuh besar baru dia akan membantumu wahai anak kecil". Ujar malaikat yang disampingnya.


Akhirnya Gavin yang bernama lengkap Gavin Erlan Sanggara, pergi dari sana mungkin ia akan kesini lagi jika ingin bermain dengan gadis kecil tersebut.


__ADS_2