
Haii readers!!
Kembali lagi nih sama aku, sebelum melanjutkan ceritanya, Author akan memberikan Visual Cleoza dan Gisella terlebih dahulu:)
Tapi maaf nih kalau tidak sesuai yang kalian harapkan, karenaa author juga bingung pilihnya, jika tidak sesuai dengan kalian inginkan bayangkan saja visual yang kalian mau ya:)
Cleoza Abrizam Xander adalah anak tunggal dari Mommy Sandryani Putri dan Daddy Abrizam Putra Xander, umur 19 tahun namun memiliki wajah tampan seperti daddy nya serta senyuman manis dari mommy nya, membuat siapa pun pasti terpana akan senyuman serta ketempanan nya, namun Cleoza hanya memberikan senyum manisnya itu kepada keluarga nya dan wanita pujaanya, ia akan bersikap dingin kepada yang lainnya namun tidak membuat semua perempuan berhenti mengejar.
Gisella Aurora Brestand adalah anak dari sepasang suami istri yang tak lain adalah Rizard Putra Brestand dan Michelle Putri Aurora , Gisella berumur lebih tua setahun dari Cleoza namun ia menyuruh lelaki itu untuk menyebut nama saja, karena ia merasa canggung disebut kakak olehnya, ia mempunyai adik perempuan sangat cantik bernama Aurora Lestari.
Anak tunggal dari pasangan suami istri yang bernama Tristan Harlex Georgio dan Keisya Putri Lestari, kedua orangtua nya meninggal saat ia berumur 12tahun, saat kejadian itu Papi nya membawa Aurora ke kediaman rumahnya, lebih tepatnya Aurora Lestari adalah adik tiri dari Gisella Aurora Brestand, nama mereka hampir sama karena Papi dan Daddy mereka bersahabat, Gisella sangat senang mempunyai adik perempuan cantik.
*****
Kini Gisella telah berada di London bersama dengan keluarga tersayangnya, dia terdiam memikirkan sesuatu saat ia melihat ponselnya berbunyi notifikasi pesan, ia membaca pesan tersebut 'Kembalilah kumohon, Gisell' ia tidak menjawab pesan dari Cleoza, karena ia akan menata hatinya terlebih dahulu, ia akan membuat Cleoza sepenuhnya cinta kepadanya tidak ada rasa benci lagi kepadanya.
"Kak, ngapain sih bengong aja?". Tanya adiknya yang sudah duduk di samping Gisella.
"Ahh engga kok de, gimana sekolah mu?". Tanya Gisella pada adiknya.
"Lancar kak, aku bersyukur kak mendapatkan nilai tertinggi di kelas". Ujar adiknya bangga pada dirinya.
"Ohh yaa? selamat yaa adikku, semangat terus belajarnya yaa, kakak ke kamar dulu gapapa kan? ". Tanya Gisella padanya , dijawab dengan anggukan oleh adiknya.
Gisella hendak tidur karena merasa matanya meminta dirinya tidur, baru saja ia akan terlelap terdengar suara dering dari ponselnya, membuat ia terlonjak kaget karena dia benar - benar merasa sangat lelah hari ini.
Wajah Gisella berubah saat melihat nama orang yang menelpon ke ponselnya, disana tertera nama 'EzaQu' pada ponsel Gisella, ia hanya diam tidak mengangkat dan juga tidak mematikan, ia hanya memandangi ponsel miliknya karena ia bingung.
Disisi lain, Cleoza masih mencoba menghubungi Gisella, namun kenyataannya masih saja sama perempuan itu tidak mengangkat panggilannya, ia merasa kesal dengan sifatnya yang sangat plinplan, yang mengakibatkan perginya Gisella dari hidupnya.
Ayolah, angkat teleponnya Gisell. Batin Cleoza berharap.
__ADS_1
"Kamu kenapa boy?". Tanya wanita paruh baya.
"Ahh engga papa kok mom". Jawab Cleoza berusaha bersikap tenang.
"Ayolah, cerita sama mommy boy, kamu kenapa hem?". Tanya Mommy pada Cleoza.
"Hem,, mom Gisella tidak mengangkat teleponku". Ujar Cleoza mengeluh pada wanita tersebut.
"Berikan nomornya pada mommy, nanti mommy yang akan bicara pada Sella". Ujar Mommy nya memanggil nama perempuan itu dengan "Sella" .
"Baiklah mom, aku sudah mengirim nomornya pada mommy". Ujar Cleoza diangguki oleh Mommy nya.
"Mommy ke kamar dulu yaa, inget jangan ngelamun boy". Ujar Mommy mengingatkan namun hanya diangguki oleh Cleoza.
****
Gisella sedang memandangi indahnya alam di balkon kamarnya, saat sedang menikmati ia terhenyak mendengar suara deringan dari ponselnya, namun ia tidak memperdulikan ia hanya ingin menikmati angin lewat balkon.
Siapa sih, ganggu aja!. Batin Gisella.
Ia mengambil ponselnya yang ia letakan di meja, lalu ia melihat beberapa angka muncul disana, 'Siapa yang nelpon gue? pikir Gisella, memandangi ponselnya beberapa menit kemudian ia mengangkat telepon dari nomor yang tidak ia kenal.
"Ahh, halo.. Selamat pagi menuju siang". Ujar sang penelpon.
"Iyaa selamat pagi menjelang siang juga, mohon maaf dengan siapa saya berbicara?". Tanya Gisella dengan sopan.
"Apa benar ini dengan Gisella?". Alih - alih menjawab sang penelpon malah mengalihkan pembicaraan.
Seketika mata Gisella terbelalak kaget, karena seseorang yang menelpon dirinya tau nama Gisella, membuat perempuan itu takut seketika, lamunan nya buyar saat seseorang yang sedang menelponnya memanggil lagi namanya.
"Gisella? apakah benar ini dengan Gisella?". Tanya sang penelpon.
"Ahh iyaa benar, saya Gisella tante.. ". Ujar Gisella menggantung karena tidak tau siapa yang menelponnya .
"Sandryani panggil aja tante Ryani". Ujar wanita tersebut membuat Gisella kaget.
__ADS_1
Gisella mengingat - ngingat, pernahkah ia mengenal suara wanita yang sedang berbincang dengannya lewat ponselnya itu atau tidak, Gisella sangat terkejut saat ia mengingat siapa suara familiar yang menelponnya saat ini.
"Tante Sandryani!! benarkan ini tante? Tante apakabar?". Sontak saja Gisella tampak bersemangat setelah ia mengingat suara wanita itu.
"Ahh akhirnya kamu ingat suara tante, sayang, kabar tante baik bagaimana denganmu Ella?". Tanya Tante Sandryani pada perempuan itu.
"Gisell juga baik kok tantee, ahh tante Gisell sangat merindukan tante". Ujar Gisella sedih.
"Sama sayang, tante juga sangar merindukan mu". Ujar Tante Sandryani tersenyum dari jauh.
Sedangkan Cleoza masih memandang lekat sebuah foto yang berada di ponselnya, ia sangat merindukan wanita itu, wanita yang selalu membuat ia luluh, tetapi kini wanita nya membalas pesan atau mengangkat telepon nya saja tidak pernah, membuat ia putus asa karena ia sangat merindukannya.
Ahh, bisa gila gue kalau tanpa dia. Erangnya dalam hati.
"Ella sayang, kapan kamu berkunjung ke rumah tante?". Tanya Tante Sandryani.
"Hmm,, mungkin nanti tante". Ujar Gisella terbata.
"Nanti kapan sayang? kamu mau bikin anak tante sekarat?". Tanya Tante Sandryani sedih membuat Gisella terkejut.
"Maksud tante apa?". Tanya Gisella bergetar.
"Kamu harus liat kondisi Cleo". Ujar Tante Sandryani pura - pura sedih.
"Tante!! apa yang terjadi pada Cleo? jawab tante". Ujar Gisella dengan sedikit nada tinggi karena ia sungguh mengkhawatirkan Cleoza.
"Kamu dimana? kamu besok ada waktu untuk bertemu tante?". Tanya Tante Sandryani.
"Aku di London tante, tante emangnya dimana?". Tanya Gisella bingung.
"Tante di Indonesia sayang, cuman besok tante berangkat naik jet pribadi ke London, kebetulan tante ada urusan disana". Ujar Tante Sandryani pada Gisella.
"Baiklah tante, sampai jumpa besok". Ujar Gisella hanya dijawab 'Iya' saja oleh Tante Sandryani yang tak lain adalah Mommy nya Cleoza.
Apa yang terjadi sama kamu? semoga kamu baik - baik aja. Batin Gisella sangat sedih.
__ADS_1
Bagaimana kelanjutannya?
Jangan lupa Like, Comment and Vote ya gays:)