
Hallo readers!!
Kembali lagi sama author nihh:)
Apakabar semuaa?? baik baik aja kan?
Maaf baru mau update lagi, karena pasti kalian tau alasan author yaa kan :)
******
Seminggu berlalu, kini Tasya sedang berdiri menghadap cermin di kamar mandi, mereka sudah tak lagi canggung karena selama seminggu mereka banyak melewati aktivitas bersama.
Namun itu saat ia dalam keadaan datang bulan berbeda dengan sekarang ia sudah bersih dari datang bulannya, membuat ia kembali canggung nantinya adalah saat malam pertama mereka.
Tasya sedang memandangi pemandangan di balkon kamar mereka, Deffa yang sejak daritadi mencari istrinya pun merasa lega karena ia melihat Tasya berada di balkon, ia pun menghampiri sang istri.
"Sayang, kamu kok ngga bangunin aku sih?". Tanya Deffa sambil memeluk Tasya dari belakang.
"Ahh aku ngga tega banguninnya, jadi aku biarin aja kamu tidur". Jawab Tasya kaku.
"Kamu kenapa? kok kaku gitu sayang?". Tanya Deffa bingung.
"Emm gapapa kok, aku siapin sarapan dulu buat kamu ya". Ujar Tasya gugup langsung pergi setelah mengatakan itu pada Deffa.
Lah bini gue kenapa dah? aneh banget. Pelukan gue di lepas lagih, padahal malam pertama aja belum, udah ga nahan nih yang di bawah. Batin Deffa.
Deffa menyusul Tasya ke bawah, ia langsung memeluk Tasya dari belakang membuat istrinya hampir memukulnya dengan alat masak yang ia pegang, karena ia kaget tiba - tiba di peluk di belakang seperti itu untung saja dia cepat menyadari jila yang memeluknya adalah suaminya sendiri.
"Kenapa sih tadi kamu gugup?". Tanya Deffa masih memeluk Tasya.
"Emm gapapa kok, udah sana tunggu di ruang makan, aku lagi masak nih". Ujar Tasya berusaha tenang.
__ADS_1
"Oke siaap istriku". Ujar Deffa membuat pipi Tasya merah merona mendengarnya.
"Yaudah lepas dong". Ujar Tasya langsung di turuti oleh Deffa.
Mereka pun sarapan bersama, walau Tasya masih gugup karena ia sudah bersih dari halangan bulan nya, Deffa melihat istrinya gugup ingin menggodanya, namun ia akan menahannya sebentar karena istrinya sangat lucu ketika gugup seperti itu.
Beberapa menit kemudian mereka telah selesai sarapan, mereka juga siap - siap akan ke kampus, tidak semua tau ia dan Deffa menikah, jadi Tasya memutuskan untuk menunggu sahabatnya jika Deffa suaminya sudah masuk ke halaman kampus, selama perjalanan ke kampus tadi Deffa selalu menggoda dia membuat Tasya kesal sendiri dan mengancam Deffa tidak akan dikasih jatah, ancaman itu cukup ampuh untuk Deffa karena belum melaksanakan malam pertama mereka berdua.
Tasya juga memilih untuk tidak bulan madu di saat ia akan ujian, untung suaminya menyetujuinya karena suaminya juga seorang dosen, pasti sangatlah sibuk dengan kerjaan nya sebagai dosen, walaupun Tasya sempat takut karena banyaknya dosen muda atau mahasiswi lain melirik suaminya, inilah resiko mempunyai suami sangat tampan.
"Sya, loe lagi ngapain disini?". Tanya Bella saat melihat Tasya di depan gerbang.
"Gue nunggu loe lah La". Ujar Tasya pada sahabatnya.
"Emang kemana suami loe?". Tanya Bella pada Tasya.
"Yaa udah masuk lah, kan disini sebagian belum ada yang tau gue nikah sama Kak Deffa dosen di kampus ini". Jawabnya pada Bella sahabatnya.
Sabar sya, resiko punya suami tampan ya gini. Batin Tasya.
Beberapa jam kemudian, Tasya sudah pulang terlebih dahulu ke rumah karena suaminya masih ada urusan di kampus, Tasya memasuki kamar mereka berdua, merebahkan dirinya di ranjang lembut itu, tak terasa ia ketiduran karena kecapean selama di kampus.
Ditempat lain tepatnya di kampus, Deffa sedang menyandarkan punggungnya pada kursi, cukup melelahkan untuk hari ini tapi lebih melelahkan lagi jika dia harus menduduki kursi seorang CEO, Deffa teringat istrinya karena belum ia kabari berniat untuk menelpon Tasya, namun ia urungkan dan segera bangkit dari duduknya untuk pulang kerumah.
Baru saja menikah seminggu, rasanya makin rindu padahal tinggal serumah. Batin Deffa tersenyum.
Sesampainya ia di rumah, langsung saja masuk ke dalam setelah mobil ia masukan ke dalam garasi, Deffa memanggil - manggil istrinya namun tidak ada sahutan, hingga ia terhenti di pintu kamar mereka melihat istrinya tertidur masih dengan baju waktu ke kampus.
"Lelah banget ya sayang". Ujar Deffa pelan sambil mengusap rambut istrinya.
"KamU udah pulang?". Tanya Tasya mengejutkan Deffa yang sedang mengelus pipi istrinya.
__ADS_1
"Udah baru aja nyampe, KamU tidurin lagi aja sayang". Ujar Deffa pada Tasya lembut.
"Yaudah deh nanti bangunin aku 30menit lagi ya, cape banget tadi di kampus jadi ngantuk deh". Ujar Tasya setelah itu langsung terlelap tidur.
Malam pun tiba, dimana kegugupan Tasya muncul karena Deffa sudah pasti tau ia telah selesai menjalani datang bulannya, karena suaminya itu menghitung hari pertama sampai ketujuh ia datang bulan, memikirkan itu membuat Tasya bergidik ngeri jika malam ini terjadi sesuatu.
"Sayang, dimakan dong jangan diliatin aja". Ujar Deffa melihat istrinya hanya melihat makanannya.
"Emm iya ini juga mau kok". Ujar Tasya gugup.
"Kenapa sih? ada masalah? cerita dong". Ujar Deffa pada istrinya.
"Ngga ko, ngga ada masalah, udah ahh makan dulu jangan bicara dulu". Ujar Tasya langsung melahap makanan yang ada di depannya.
Kegugupan bini gue, karena malam pertama kali ya? hahaha sampai keringetan gitu makannya padahal itu ngga pedas. Batin Deffa tersenyum lucu melihat istrinya.
Setelah selesai makan malam, sambil menunggu Tasya membereskan piring bekas mereka, Deffa memainkan ponselnya begitu terkejut ia mendapatkan berita tentang istrinya, ia merasa geram dengan membacanya "Pelakor tetaplah pelakor"padahal kenyataanya istrinya bukan pelakor melainkan korban saat ia tahu Tasya pernah pacaran dengan Steven.
"Kamu kenapa tegang banget?". Tanya Tasya yang baru saja duduk di kasur.
"Ngga papa kok sayang, udah bereskan? kalau gitu kita bereskan urusan kita". Ujar Deffa menggoda Tasya.
"Maksudnya apa? urusan kita yang mana? aku rasa_____". Ujar Tasya terhenti karena suaminya telah mencium bibirnya.
Tanpa mendapatkan izin dari istrinya, ia langsung melakukan semua dengan perlahan serta lembut, mulai dari kecup kening, kedua mata, kedua pipi serta yang terakhir bibir istrinya, Tasya hanya bisa pasrah karena sudah kewajibannya sebagai istri memenuhi hak suaminya.
Malam itu sangatlah panjang, kedua sejoli itu saling mendesah, ya kini Deffa berhasil menjadi yang pertama dan memiliki Tasya seutuhnya, walau awalnya sakit namun tergantikan oleh kenikmatan surga, mereka tertidur dalam posisi saling memeluk satu sama lain, sebelum Deffa terlelap ia tersenyum dan mengecup kening istrinya.
"Terimakasih telah menjaganya untukku, terimakasih sayang, aku mencintaimu" . Ujar Deffa tersenyum bahagia.
Setelah itu ia baru terlelap dengan rasa penuh bahagia, ia bahagia menjadi yang pertama dan semoga dia juga yang terakhir berada di kehidupan istrinya, Anatasya Putri Abraham istri tercinta nya.
__ADS_1
Bagaimana kelanjutannya? jangan lupa Like, Comment and Vote ya gays:)