My Handsome Husband

My Handsome Husband
Chapter 22 #DESYA (DEFFA TASYA)


__ADS_3

Keesokkan harinya, hari yang ditunggu oleh setiap manusia yang berpasangan menjalin hubungan ke jenjang yang lebih serius, Tasya masih di rias oleh MUA di temani kedua sahabatnya, karena kedua orang sahabatnya yang lain sedang menunggu pengantin pria tiba, yaitu Deffa.


"Lho cantik banget Sya, pangling gue". Ujar Ingrita kagum.


"Makasih sayangkuu". Ujar Tasya tersenyum.


"Ciee nikahh nihh, jangan lupa pesenan gue yaa". Goda Bella.


"Lho kenapa jadi mesum gini sihh, perasaan dulu engga deh". Ujar Tasya kesal membuat Bella tersenyum.


"Ahh iyaa pasti lho sekarang lagi deket sama cowok yaa?". Tanya Prita pada Bella.


"Ishh apaan sih, ngga gue ngga deket sama cowok". Ujar Bella gugup.


"Ahhh masa?". Goda Tasya pada sahabatnya.


"Emang bener kok". Ujar Bella berusaha bersikap tenang.


Saat Tasya akan mengeluarkan suara, tiba - tiba pintu terbuka yang tak lain adalah Mommy nya, yang memberitahukan bahwa pengantin pria telah hadir dan Tasya harus segera keluar membuat Tasya gugup.


Deffa sedang berdiri menunggu kedatangan Tasya calon istrinya, dia sangat gugup namun kegugupan nya mereda saat melihat Tasya keluar di dampingi oleh para sahabatnya, Deffa terpesona dengan kecantikan Tasya pada hari ini, sungguh seperti ratu.


Kini Tasya sudah berada di depan Deffa, langsung saja mereka mengucapkan janji suci pernikahan, hingga mereka kini telah sah menjadin pasangan suami istri, Tasya dan Deffa lega akhirnya pernikahan mereka berjalan lancar.


Tidak banyak yang hadir di pernikahan mereka, karena Tasya meminta untuk tidak di ekspos ke sosial media, karena ia masih kuliah dan tidak mau terjadi hal - hal yang tidak di inginkan seperti dua hari yang lalu.


Gisella hadir disana, melihat Cleoza dari kejauhan, ia memang disuruh datang oleh Tasya tapi ia merasa malu pada Tasya, ia berniat jahat memisahkan Tasya dengan Deffa, tetapi Tasya masih baik padanya.


"Selamat atas pernikahan kalian berdua, maaf atas semua kesalahan ku padamu Tasya dan kamu Deffa". Ujar Gisella pada keduanya.


Gisella bisa menghampiri mereka, saat Cleoza pergi ke toilet dan itulah kesempatan ia untuk menghampiri keduanya, Gisella langsung pamit pulang kepada Tasya juga Deffa dan diangguki oleh keduanya.


Gisella sudah berada di dalam mobil, ia hendak menjalankan mobilnya, namun sayangnya ada yang menahan dirinya, dia melihat Cleoza menghalangi jalannya, ia sudah berusaha membuat Cleoza pergi dari hadapannya, tetapi sangatlah susah hingga ia tidak punya pilihan lain kecuali keluar dari mobilnya.


Beberapa menit sebelumnya...

__ADS_1


Cleoza keluar dari toilet, tanpa sengaja penglihatannya menuju pada seseorang, iyaa dia melihat Gisella Aura Brestand wanita yang ia cinta sekaligus benci.


Ngapain dia ada disini? apa Tasya Mengundangnya? atau jangan - jangan dia berbuat macam - macam?. Batin Cleoza bertanya.


Ia yang tadinya akan menghampiri Gisella pun tidak jadi, karena Gisella keluar dari tempat itu yang akhirnya Cleoza ikuti Gisella sampai ke tempat parkir, ia menghalangi mobil Gisella agar tidak pergi, jujur ia merasa rindu pada wanita di depannya.


"Mau apa lho halangin jalan gue?". Tanya Gisella dingin.


"Gue ngga mau lho pergi, apa susahnya sihh". Ujar Cleoza gusar.


"Bukannya lho yang suruh gue pergi, giliran gue pergi lho suruh jangan pergi, please jangan bikin gue pusing karena tingkah laku lho". Ujar Gisella setengah berteriak membuat Cleoza terdiam.


"Awass!! gue mau pergii". Usir Gisella pada Cleoza.


Kembali pada Deffa dan Tasya, mereka kini telah duduk sambil istirahat, karena terlalu banyak berdiri hingga membuat kaki Tasya pegal, tanpa sadar mereka berdua tersenyum saling menatap ke depan.


"Akhirnya kita nikah juga yaa sayang". Ujar Deffa tersenyum bahagia.


"Iyaa sayang, syukurnya pernikahan kita berjalan dengan lancar tanpa hambatan". Ujar Tasya pada Deffa yang kini menjadi suami sahnya.


Mereka kembali berdiri, karena masih ada tamu yang datang, membuat mereka menarik nafas pelan, karena mereka sudah sangat kelelahan berdiri terus seperti itu, namun itulah resiko yang harus mereka terima.


Kembali pada Cleoza dan Gisella, kini Gisella sudah pergi dari hadapan Cleoza, karena kesal tingkah laku Cleoza yang sangat plinplan, Gisella juga menyadari bahwa Cloeza masih membencinya juga mencintainya.


Jaga dirimu baik - baik Cleo, hari ini aku akan kembali ke London tempatku tinggal, selamat tinggal Cleoza Abrazam Xander, semoga kita bertemu kembali kamu sudah menata hatimu dengan baik. Batin Gisella.


Cleoza menatap ke langit, kini ia di tinggal oleh wanita pujaannya, ia merasa kesal dengan sikapnya yang selalu seperti ini, kini dia menyesal telah membuat Gisella benar - benar pergi dari hidupnya.


Jangan pernah kau menerima perjodohan atau lamaran dari yang lain, tunggu aku jemput kamu ke London sayang. Batin Cleoza.


Cleoza menatap pesawat yang sudah menjauh pergi meninggalkan Indonesia, ia berjanji dalam hati akan merubah sikap dan menjemput Gisella ke London, dia tidak ingin Gisella di jodohkan seperti yang lain, dia tidak sanggup jika itu memang terjadi pada Gisella.


Beberapa jam kemudian, Cleoza kembali ke acara pernikahan Tasya, karena belum mengucapkan selamat kepada mereka berdua, Tasya yang melihat Cleoza datang dengan lesu ia sudah menebak pasti Gisella sudah pergi meninggalkan Indonesia.


"Selamat yaa brother and sister, semoga cepet dikasih momongan yaa". Ujar Cleoza berusaha bersikap tenang.

__ADS_1


"Makasih doanya, tetapi kayanya mempunyai momongan di tunda dulu deh, kan gue masih kuliah". Ujar Tasya pada Cleoza.


"Ahh okee dehh, kalau gitu gue pamit pulang, cape gue". Ujar Cleoza diangguki oleh mereka berdua.


Setelah Cleoza dan semua tamu pulang, Deffa mengajak Tasya untuk istirahat di kamarnya ralat kamar mereka berdua, sesampainya di kamar Deffa langsung ke kamar mandi, sedangkan Tasya membuka perhiasan serta baju pengantin.


Akhirnya gue resmi jadi istri dari kak Deffa, semoga tidak ada lagi pelakor di rumah tangga gue. Batin Tasya berdoa.


Deffa keluar dari kamar mandi langsung memeluk Tasya dari belakang, membuat Tasya tersadar dari lamunannya, ia membalikkan badan menghadap suaminya, ia merasa bersalah padanya tetapi inilah faktanya.


"Sayang, maaf sepertinya kita ngga bisa ngelakuin sekarang". Ujar Tasya pelan.


"Kenapa sayang? kamu belum siap? ". Tanya Deffa pada istrinya.


"Bukan itu, tapi aku sedang datang bulan". Ujar Tasya pelan karena malu.


"Berapa hari memangnya?". Tanya Deffa sedikit kecewa.


"Biasanya seminggu sayang, maafin yaa". Ujar Tasya merasa bersalah.


"Apaaa!! seminggu sayang? lama dongg". Ujar Deffa mendesah kecewa.


"Iyaa habis mau gimana lagi sayang, maaf ya". Ujar Tasya pada suaminya.


"Iya udah gapapa sayangku, tapi peluk cium masih bisakan?". Tanya Deffa dengan berharap.


"Bisa sayang". Jawab Tasya tersenyum pada suaminya.


Tanpa menunggu lagi, Deffa langsung saja mencium bibir Tasya dengan lembut, sambil memeluk istrinya walaupun hasratnya sangat tinggi, tapi ia lelaki setia pada satu wanita saja.


Terpaksa nunggu satu minggu deh. Batin Deffa tersenyum masam.


Bagaimana kelanjutannya?


Jangan lupa Like and Comment :)

__ADS_1


__ADS_2