
Sebelum ke cerita..
Author mau bilang kalau hari ini tanggal 26 November 2020...
Hari bertambah satu tahun usia author yaitu menjadi 18 tahun hehe:)
Ucapin selamet dong haha.
...****************...
Arlen terus mendekati wajah Gyta hingga jaraknya hampir menubruk bibirnya dengan Gyta, sungguh ia ingin sekali mengulang kenangan waktu Gyta saat kecil dia selalu mencium kening Gyta.
Gyta membuka matanya perlahan, betapa terkejutnya ia saat Arlen tepat berada di depan wajahnya, ia teriak kaget pada Arlen yang saat itu juga menjauh dari wajahnya.
"AHHH , KAKAK MAU NGAPAIN?". Teriak Gyta terkejut.
Kaget gue denger dia teriak. Batin Arlen sambil mengelus dadanya.
"Astaga, Gyta kamu mengagetkan saya". Ujar Arlen padanya.
"Ya maaf, abisnya kakak mau ngapain tadi?". Tanya Gyta gugup.
"Saya tadi mau menanyakan alamat rumah mu, tetapi kamu tertidur tadinya saya akan membangunkan kamu tapi ya sudah lah". Ujar Arlen salting.
"Ohh, maaf ya kak habisnya aku cape banget habis jadi detektif gadungan tadi eh". Ujar Gyta keceplosan.
Gawat nih kalau Kak Arlen nanya ini itu, pake keceplosan segala duh dasar gue. Batin Gyta.
"Yaudah alamat rumah kamu kemana ini? udah mau jam 8 malem loh". Ujar Arlen pada Gyta.
"Ke Apartemen XX No. 19 aja deh Kak". Ujar Gyta diangguki oleh Arlen.
"Kamu tidur lagi aja kasian cape, nanti saya bangunkan". Ujar Arlen diangguki oleh Gyta.
"Yehh udah tidur aja nih bocah". Gumam Arlen saat melihat gadis disampingnya telah tertidur.
Sesampainya di tempat , Arlen menoleh ke samping yang ia dapat Gyta masih terpejam, ia pun keluar dari mobil lalu menggendong Gyta karena tak tega membangunkan nya.
Jiwa mesum gue bangkit, kalau liat dada dia kaya gini, boleh gue r****s ngga sih, ahh otak gue. Batin Arlen menatap payudara padat Gyta.
Sesampainya ia di Apartemen Gyta, ia pun membuka nya untung saja tidak di kunci, ia menidurkan Gyta di kasur dengan pelan, sungguh dibawah menegang melihat baju Gyta tersingkap.
Sabar Len, Loe jangan jebol lubang sekarang. Batin Arlen.
"Engh.. Kak maaff aku lama ya jadinya kakak yang anter ke apartemen aku". Ujar Gyta merasa bersalah.
__ADS_1
"Ngga papa kok, yaudah saya pergi dulu ya". Ujar Arlen sembari berjalan.
"Tunggu Kak!". Ujar Gyta sedikit berteriak membuat langkah Arlen terhenti.
Cup
Gyta mencium pipi Arlen, membuat Arlen terkejut atas apa yang Gyta lakukan.
"Makasih kak, hati hati ya pulangnya". Ujar Gyta tersenyum manis.
"Iya sama sama, yaudah saya pamit ya Gyta". Ujar Arlen diangguki oleh Gyta.
"Good night, cup". lanjut Arlen mencium kening Gyta sebelum pergi.
Gyta langsung masuk ke apartemen nya, begitu pula dengan Arlen yang sudah masuk kedalam mobil nya, sambil memegang pipi yang dicium oleh Gyta, membuatnya bahagia sangat bahagia begitu pula dengan Gyta yang mendapatkan perlakuan seperti itu merasa ingin terbang.
Ahh bahagia banget gue. Batin Gyta.
Gue harus secepatnya ngasih tau dia, kalau gue adalah masa kecilnya. Batin Arlen.
Malam itu menjadi saksi kebahagiaan antara Gyta dan Arlen, sampai mereka tertidur pun masih tersenyum, walau jarak memisahkan mereka berdua, keduanya telah tertidur lelap mungkin sudah bermimpi.
......................
"Lohh, kak Arlen ngapain?". Tanya Gyta saat melihat Arlen.
"Emm, kakak cuman mau bilang sesuatu sama kamu tapi nanti malam". Arlen menghela napas lega setelah berkata seperti itu.
"Kan bisa lewat chatting aja kak". Ujar Gyta.
"Kamu ngga bolehin kakak masuk nih? cape loh berdiri terus!". Ujar Arlen membuat Gyta malu bukan main.
Kini Arlen telah duduk di sofa panjang Apartemen Gyta , sedangkan Gyta sedang memasak sarapan karena Arlen datang terlalu pagi, Arlen melihat kecekatan Gyta yang memasak dari belakang hingga membuat ia tersenyum.
Istri idaman ini mah, gue harus cepet nikahin Tata, sebelum gue kena ceramah mulu dan ga ada yang ngambil Tata dari gue. Batin Arlen.
Beberapa jam yang lalu sebelum ke Apartemen Gyta!
Arlen sudah bangun dari tidurnya, ia berjalan ke arah dapur karena haus, namun aktivitas nya harus terhenti karena mendengar suara wanita, ia pun menghampiri wanita tua namun masih memancarkan kecantikan nya.
"Kenapa mom?". Tanya Arlen.
"Nah ini dia anaknya udah keluar, Arlen kapan kamu kenalin perempuan sama Mommy? kamu udah umur 28 tahun loh, kapan kamu nikah? Mommy Kepengen punya cucu kaya teman Mommy, kamu mau Mommy di omongin sama temen mom, karena belum punya cucu, hah!". Ujar Mommy nya kesal, ya wanita itu adalah sang bunda dari Arlen.
Buset ceramah pagi. Batin Arlen kesal.
__ADS_1
"Iya mom, nanti Arlen bawa perempuan kesini, sekarang Arlen mau ke apartemen dia, dah mom". Ujar Arlen sambil berjalan meninggalkan Mommy nya sendiri.
"HEYY, KAMU GA SARAPAN DULU SAYANG?". Tanya Mommy nya sambil teriak karena Arlen sudah menjauh dari pandangannya.
"SARAPAN DISANA MOM, AKU PERGI YA MOM, MAU NGAPEL". Jawab Arlen sambil teriak.
Akhirnya anak gue mencair, yess!!. Batin Wanita tersebut.
(Lanjut ke topik guysss)
"Kak, sarapan dulu ya, aku dah masak". Ajak Gyta pada Arlen.
"Yaudah hayu, sambil kakak mau ngetes sarapan hasil calon istri". Gumam Arlen pelan namun masih terdengar oleh Gyta.
"Kakak bilang apa tadi?". Tanya Gyta.
"Bilang apanya, kakak ngga bilang apa - apa". Jawab Arlen salting.
Kini mereka sudah di meja makan, karena tadi Gyta tidak mendapat jawaban dari pertanyaan nya, oleh karena itu ia mengajak Arlen ke meja makan karena ia sudah sangat lapar.
"Kak, mau aku ambilin?". Tanya Gyta karena melihat Arlen belum mengambil makanan nya.
"Iyaa, biar ngerasain dilayani istri". Ujar Arlen membuat Gyta merah merona.
"Apaan sih Kak, nih udah aku ambilin, sekarang sarapan dulu ". Ujar Gyta diangguki oleh Arlen.
"Apa masakan aku ga sesuai selera kakak?". Tanya Gyta hati - hati.
"Sesuai kok, enak banget masakan kamu". Ujar Arlen diangguki oleh Gyta.
Beberapa menit kemudian, setelah selesai sarapan Arlen pamit karena ada kerjaan di kantor, sebelum pamit ia meminta nomor Whatsapp Gyta agar mudah untuk menghubungi nya.
Setelah Arlen keluar dari apartemennya, Gyta pun masuk dalam keadaan pipi yang merah merona, karena tadi Arlen mencium kening Gyta membuat Gyta senyum - senyum sendiri.
Mamah!! Gyta jatuh cinta lagii mahh! setelah Gyta Move on dari Kak Deffa sekarang Gyta harus jatuh cinta sama Kak Arlen, sepupu Kak Deffa mam. Batin Gyta berteriak bahagia.
...----------------...
Bagaimana kelanjutan nya?
Jangan lupa Like, Comment dan Vote ya":)
Maaf baru update hari ini, karena banyaknya tugas yang menghalang Author untuk update.
Kemarin ketiduran karena lagi sakit, jadi deh Author lanjut sekarang.
__ADS_1