
Saat Tasya membalikkan badannya ke belakang , seseorang tersebut memegang tangannya lalu menariknya. Deffa yang mendengar teriakan iparnya pun keluar dan terkejut melihat istrinya.
"Jangan bergerak!! atau istrimu akan mati!!". Teriak seseorang tersebut membuat seluruh keluarga panik.
"Lepaskan anak sayaa!! atau kau akan menanggung akibatnyaa!! ". Teriak Daddy Aldi dengan amarahnya.
"Ngga akan saya lepaskan, sebelum saya membalaskan dendam saya!". Teriaknya kepada mereka.
Deffa yang melihat istrinya ketakutan pun berusaha tenang walaupun ia juga sama takutnya, ia takut istrinya dibawa oleh orang itu tapi dia juga tidak mau istrinya terluka bila dirinya maju selangkah kedepan.
Gue harus minta bantuan seseorang, tapi gimana caranyaa aaarghh. Batin Deffa tertekan.
"Apa salah kami sehingga kau ingin membalaskan dendam kepada anakku?". Tanya Mommy Sandra.
"Kalian telah membuat saya menderita termasuk dia". Ujarnya sambil melirik ke arah Tasya.
"Gue? gue salah apa sama Loe Hah!! jawabb sialan!!". Teriak Tasya dengan kasar membuat semua orang kaget.
"Salah loe ninggalin gue!!". Teriak orang itu pada Tasya.
"Hah!! maksud loe apa sih?? gue ngga ngertii!! ". Teriak Tasya dengan kesal.
Ini gimana sih, kok gue bingung ya nii orang bilang akan membunuh tapi yang dikeluarin bukan pisau atau pistol melainkan seperti pistol mainan. Batin Bryan dengan menatap aneh.
"THIS IS PRANKK!! SELAMAT KAMU TERTIPU!!". Teriak orang itu sambil membuka topeng yang menutupinya.
Semuanya terkejut saat melihat wajah yang mereka kenal, begitupun dengan Tasya hanya bisa bengong, Tasya tidak mengerti dia sudah dibuat takut dan ternyata itu prank.
"Apakabar My Sweetie?". Tanya seseorang itu dengan lembut.
__ADS_1
"Sayang kamu gapapa?". Tanya Deffa karena istrinya hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan orang tersebut.
"Dek!! sadarr!!". Panggil Bryan dengan sedikit berteriak membuat Tasya sadar.
"Ehh kenapa?". Tanya Tasya linglung.
"Kamu yang kenapa?". Tanya Mommy Sandra.
"Aku? aku gapapa mom". Jawab Tasya lalu ia melirik ke arah kanan.
"Kak Gabriel!! sejak kapan kakak disitu?". Teriak Tasya girang.
"Kakak dari tadi udah disini loh". Jawab Gabriel cemberut.
"Iyaa maaf kak, habisnya tadi aku takut bangett tau ngga sih ishh". Ujat Tasya padanya.
"Iyaa gapapa kok, sini kakak peluk, kangen tau". Ujar Gabriel sambil merentangkan tangannya dan detik itupun Tasya masuk ke dekapannya.
(Gabriel Putra Abraham adalah sepupu Tasya dari jauh, saking banyaknya sepupu membuat Tasya hampir melupakan para sepupunya)
Saat ini semuanya sedang berada di ruang tamu, karena Gabriel yang datang dengan membuat mereka panik berakhir terkejut, yaa ponakan dari keluarga Abraham.
"Kamu tuh yaa ngagetin mom tau ngga?". Tanya Mommy Sandra sambil mencubit telinganya.
"Akhh mom sakit ihh, lepasinn.". Ujar Gabriel merasakan sakit.
"Garagara kamuu, hampir aja Mommy pingsan". Gerutu Mommy Sandra.
"Kenapa ngga pingsan mom?". Tanya Gabriel membuat semuanya gemas.
__ADS_1
"Kamu tuh yaa berdosa bangett!!". Teriak Daddy Aldi padanya.
"Maaf yaa mom, bercanda kok". Ujar Gabriel saat melihat Mommy nya kesal.
Bryan hanya diam saja menyaksikan itu, seperti Bryan melupakan sesuatu, dahinya mengerut sambil melihat sekelilingnya, yaa dia mengingatnya bahwa Deffa lah yang tidak berada diruang tamu.
Widuri yang melihat kakaknya seperti mencari seseorang pun bertanya, membuat semuanya menoleh ketika mendengar pertanyaan Widuri.
"Kak, nyari siapa sih?". Tanya Widuri pada kakaknya.
"Eum, Kak Deffa mana yaa kok ngga keliatan?". Tanya Bryan karena bagaimanapun Deffa lebih tua dariapada dirinya.
"Emang kemana suami kamu sayang?". Tanya Mommy nya.
Waduhh gawatt!! bisa bisanya gue lupa suami sendiri, pasti dia lagi badmood sekarang. Batin Tasya gelisah.
"TASYA KE ATAS DULU YAA SEMUANYA". Teriak Tasya pada semuanya.
"Hehh!! ingett kamu lagi hamill jangan larii!! ". Ujar Daddy Aldi.
Mereka semua terkejut melihat Tasya sedikit berlari menaiki tangga dan Tasya menanggapi ucapan Daddy nya dengan senyuman lalu melanjutkan langkahnya untuk ke kamar nya.
Sedangkan di sisi lain, Deffa sudah tertidur nyenyak untuk menghilangkan rasa keselnya. Dan saat Tasya sampai ke kamarnya, ia merasa bersalah kepada suaminya itu.
Diusapnya pipi Deffa namun tidak membuat Deffa terganggu, Tasya yang melihat itu pun mengecup singkat pipi suaminya, ia benar benar lupa bahwa ia punya suami sungguh tidak bermaksud apapun.
"Maafin aku yaa sayang, bukan maksud aku diemin kamu, maaf hiks". Lirih Tasya sambil ikut tidur nyamping ke arah suaminya.
Maaf baru bisa update, karena sibuk kerja + capek kerja membuat aku lupa, maaf yaa 🙏🏻
__ADS_1
Masih adakah yang mendukung ku?
Jangan lupaa Follow, Like and Comment ya :)