My Handsome Husband

My Handsome Husband
Chapter 25 #DESYA (DEFFA TASYA)


__ADS_3

Keesokkan hari nya Deffa terbangun karena suara dering panggilan dari ponsel nya, untung saja istrinya masih tertidur pulas karena ulahnya tadi malam membuat Tasya kelelahan, namun ia senang karena malam pertamanya berhasil dengan kenikmatan yang haqiqi.


Deffa mengangkat panggilan yang tertera "MommyKu" , ia pun mengangkatnya namun langsung ia jauhkan, karena Mommy nya langsung berbicara keras membuat ia terkejut, lantaran Mommy nya itu marah - marah padanya soal kasus istrinya yang sudah menyebar ke media televisi, mendengar itu Deffa geram karena siapapun orang itu akan ia beri pelajaran yang setimpal.


"Kamu kenapa marah gitu?". Pertanyaan Tasya membuat Deffa tersentak karena kaget.


"Kamu kapan bangun sayang? tidur lagi aja kasian kamu kecapean". Ujar Deffa lembut pada sang istri.


"Badan aku udah kaya remuk, sakit sayaang". Rajuk Tasya padanya.


"Maafin aku sayang, nanti malam aku pelan - pelan kok mainnya sayang". Ujar Deffa menyesal kepada Istrinya.


Whatt!! ini aja masih sakit, dia mau lagi. Batin Tasya kesal.


Mereka pun bersiap - siap untuk pergi ke kampus, seperti biasanya Tasya akan turun ketika mendekati kampus lalu masuk bersama sahabatnya, karena ia tidak mau banyak orang yang tau bahwa dirinya telah menikah dengan Deffa dosen di kampusnya juga pemilik kampus.


"Sya, loe dah ngisi?". Tanya Bella saat ia sudah sampai di gerbang kampus.


"Ngisi apaan?". Tanya Tasya bingung.


"Itu loh Sya, hamil". Ujar Prita memberitahu sahabatnya.


"Ha-hamil? gue aja baru ngelaksanain tadi malem". Ujar Tasya pelan.


"WHATT!! ". Pekik Prita, Ingrita juga Bella terkejut.


"Kenapa sihh? biasa aja kali gausah kaget gitu". Ujar Tasya kesal.


"Gimana kita ngga kaget, karena biasanya kalau udah nikah itu malem nya langsung kan. Nah loe malah baru tadi malem, berarti udah lewat seminggu dong yaa". Ujar Bella pada Tasya.


"Ya kalian sendiri pasti tau, tanpa harus gue kasih tau dulu kan setelah seminggu gue baru laksanain". Ujar Tasya santai.


"Loe datang bulan saat itu?". Tanya Prita mewakili sahabatnya.


"Bener banget". Ujar Tasya tertawa pelan.


Setelah mendengar jawaban Tasya mereka pun ikut tertawa, karena tidak bisa membayangkan bagaimana tersiksanya Deffa menahan hasratnya pada malam pertama mereka, namun mereka senang karena akhirnya pertahanan Deffa terbalaskan oleh tadi malam.


Mereka pun memasuki area kampus, namun ditengah jalan terpaksa membuat mereka berhenti dikarenakan ada junior yang menghalangi jalan mereka, Tasya yang mengenali wajah dari junior tersebut merasa kesal karena kemarin mereka lah yang membicarakannya, melihat Tasya kesal pada junior membuat Prita mengerti permasalahannya apalagi kalau bukan karena Deffa yang membuat junior mereka menghalangi jalan.


"Mau apa kalian?". Tanya Prita santai.

__ADS_1


"Kita disini cuman mau ngingetin dia". Ujar salah satu junior mereka kepada Tasya.


"Gue? kenapa?". Tanya Tasya berusaha tenang.


"Ya gue mau ngingetin loe, jangan deketin pak Deffa soalnya gue pacarnya". Ujar gadis tersebut.


"Ohh yaa? pacar loe? gue ngga percaya". Ujar Tasya masih berusaha tenang.


Gila aja dia ngaku - ngaku pacarnya kak Deffa, sedangkan gue istrinya, dih dasar. Batin Tasya kesal.


"Kalian ngga percaya? Okee gue tunjukin nomor teleponnya". Ujar gadis tersebut.


"Manaa?". Tanya Tasya gemas.


"Ini liat sendiri". Ujar gadis tersebut menyodorkan ponselnya kepada Tasya.


"Coba loe telepon, suruh pak Deffa kesini biar gue juga sahabat gue percaya loe pacar nya". Ujar Tasya tenang membuat gadis itu langsung gugup.


"Kenapa diam? ayo telepon orangnya". Ujar Bella gemas pada junior mereka.


Gawatt!! bisa - bisa gue ketahuan boongnya kalau gini. Batin gadis itu ketakutan.


"Ada apa inii?". Tanya Deffa tegas.


"Sayangg, akhirnya kamu dateng". Ujar gadis yang tadi mengaku pacar suaminya.


"Lepass!! apaan kamu ngaku - ngaku pacar saya, apalagi saya sudah menikah!!". Ujar Deffa tegas karena melihat sebuah pergelangan tangan tiba - tiba menggandeng lengannya.


"Menikah? benarkah? jangan bercanda deh pak". Ujar gadis itu berusaha tenang.


Gadis itu membatu ketika Deffa mengangkat tangan kiri yang pastinya ada sebuah cincin menyemat di jari manisnya, gadis itu terdiam tidak percaya orang yang ia sukai sudah menikah dan ia tidak tahu kapan orang itu menikah, apalagi ia merasa malu pada Tasya karena tadi dia sudah bilang bahwa Deffa pacarnya.


"Masih ngga percaya!!?". Tanya Deffa tegas.


"Percaya kok, kalau gitu kita pamit masuk kelas". Ujar gadis itu gugup.


"Yasudah sana masuk!!". Ujar Deffa kesal.


"Sudahh kak, nanti di lanjut lagi marahnya karena kita mau masuk kelas". Ujar Bella pada Deffa.


"Tapi mereka ngga bikin ulah kan?". Tanya Deffa pada istri serta sahabatnya.

__ADS_1


Semua mengangguk kecuali Tasya yang masih merasa kesal pada junior nya, Deffa yang melihat itu menebak pasti ada yang membuat hati istrinya tidak baik baik saja, ia pun menghampiri istrinya mengecup kening Tasya membuat sang pemilik langsung terkejut, lantaran mereka di tempat umum apalagi sahabatnya melihat kelakuan suaminya.


"Ihhh kokk main nyosor aja". Ujar Tasya kesal.


"Biarin orang aku suami kamu". Ujar Deffa santai.


"Tapi disini ada kita lohh". Ujar Bella meledek Deffa.


"Ehh sorry haha". Ujar Deffa tertawa ringan.


"Yasudah masuk kelas gih, semangat belajarnya sayang". Lanjut Deffa pada istrinya.


"Siapp my hubby". Ujar Tasya menggoda suaminya.


Sebelum membalas ucapan sang istri, Tasya sudah melangkah menjauh dari pandangan Deffa , ia merasa bingung mengapa istrinya menyebut dirinya My Hubby, sudah lah nanti saja ia tanyakan pada istrinya, toh cuman nama panggilan doangg kenapa juga dia harus mempermasalahkan, pikirnya.


Deffa pun kembali masuk ke ruangan dosen, yang dimana ia mendapatkan sahabatnya Devan melamun, dan entah kapan sahabatnya itu tiba di ruangannya, ia menghampiri Devan yang terlihat sangat tidak bersemangat, saat ia duduk disampingnya barulah Devan sadar dari lamunannya.


"Kenapa loe Van?". Tanya Deffa.


"Gue patah hati Fa". Ujar Devan lesu.


"Patah hati? yang bener aja loe? sama siapa?". Tanya Deffa pada sahabatnya.


"Siapa lagi kalau bukan Jasmine Aulia Huzelt sepupu loe Fa". Ujar Devan lesu.


"Habis gimana, gue juga gatau dia udah punya pacar bahkan udah tunangan Fa, gue juga baru tau beberapa hari yang lalu". Ujar Deffa merasa bersalah pada sahabatnya.


"Yaudah lah semoga aja ada perempuan yang bisa bikin gue jatuh cinta lagi". Ujar Devan menyemangati dirinya.


"Gue doain deh loe, semoga cepet nyusul gue nikah". Ujar Deffa santai.


"Nyusul gimana orang gue belum ada cewek ogeb!!". Ujar Devan kesal.


"Sorry deh sorry Dev, Haha atau gue kenalin loe sama sepupu jauh bini gue namanya Aurora Lestari". Ujar Deffa pada sahabatnya.


Kok gue baru ngeuh kalau Tasya punya sepupu ya, soalnya waktu nikahan Aurora dateng jauh - jauh dari Amerika, katanya juga Aurora masih sendiri bisalah buat sahabat gue satu ini . Batin Deffa tersenyum.


Bagaimana kelanjutannya?


Jangan lupa Like, Comment and Vote :)

__ADS_1


__ADS_2