My Handsome Husband

My Handsome Husband
Chapter 84#CAMPURAN


__ADS_3

Tak terasa kini usia kehamilan Tasya beserta sahabatnya berjalan ke 5 bulan, mereka sedang berada di mall milik suaminya Tasya untuk berbelanja ditemani oleh para anak dan juga suaminya.


"Sya anak lo udah pacaran berapa bulan sama si Gavin itu?". Tanya Luna pada sahabatnya.


"Ada sih 4 bulan, kenapa emangnya?". Tanya balik Tasya padanya.


"Gapapa sih, nanya aja Sya". Jawab Luna padanya.


"Anak gue suka sama anak lo Sya". Ujar Gisella padanya.


"Anak gue suka sama anak lo Sell". Ujar Luna padanya.


"Hadeuhh, gini amatt sihh kisah cinta mereka, kenapa harus terjadi cinta segitiga coba?". Tanya Prita sambil mengelus perutnya.


"Mana gue tau". Jawab mereka pada Prita.


"Yehh dasar lo pada". Ujar Prita pada sahabatnya.


Di sisi lain , Ayna sangat kesepian tanpa adanya Gavin Kekasihnya, Gavin membuktikan omongan nya soal keluar negeri untuk sukses, membuat hari hari Ayna merasa ada yang kurang.


Ting!


...Gavin ❤...


...Online...


Jangan cemberut sayang , disini aku sedang berjuang untuk menjadi yang lebih baik lagi, tunggu aku pulang honey, love you ❤


^^^Heum iyaa honey, aku akan selalu menunggumu pulang, love you more ❤ kamu jaga hati dan mata kamu sayang, awas kalau kamu selingkuh!!^^^


Mana mungkin sayang, aku sangat mencintaimu, menyayangimu sayang, cinta pertama ku adalah kamu calon istriku 😘❤


^^^Kamu bisa aja ya buat aku baper, awas kalau bohong, aku sleding kamu 😂^^^


Ishh memangnya kamu bisa sayang? yang ada bukannya aku yang kamu sleding tetapi malah kamu yang jatohh 🤣🤣


^^^Ihh nyebelin banget sihh, kan jadi kangen 😩^^^


Baru 4 bulan ngga ketemu sayang 😁


^^^Baru kamu bilang? tetap aja aku kangen, LDR itu berat tauuu 😌^^^


Sabar Sabarr, aku sedang berjuang disini sayang, doakan aku agar cepat sukses , agar kita bisa menikah 😘❤


^^^Iyaa aku akan selalu mendoakan mu 😘❤^^^


Yasudah lanjut lagi jalan jalan nya ya, aku ada kerjaan sayang ❤


^^^Baiklah honey ❤^^^

__ADS_1


Setelah selesai chattingan dengan kekasihnya, Ayna kembali tersenyum sedikit meringankan rasa rindunya pada Gavin, Anna yang melihat itu langsung senang karena selama Gavin pergi baru sekarang Ayna tersenyum lagi.


"Akhirnya kak Ayna senyum lagi, gitu dong jangan galau muluu ahh, kan bang Gavin sedang berjuang diluar sana". Ujar Anna diangguki oleh Ayna.


"Iyaa dek, maaf ya buat kalian semua jadi aku acuhkan". Ujar Ayna pada kembaran nya.


"Iyaa gapapa kali kak". Ujar Anna merangkul kembarannya.


Mereka berdua menghampiri yang lainnya, sedang menemani si kecil Ayumna bermain dan juga Kevin. Arkana serta yang lainnya menoleh pada Ayna yang tersenyum pada mereka.


"Wahh akhirnya Ayna adiknya abang tersenyum lagii". ujar Leo senang memeluk adiknya.


"Emangnya aku ga bisa senyum apa? ". Tanya Ayna tersenyum tipis pada abangnya.


"Hahaha bisa sayangg sangatt bisa". Jawab Leo dengan terkekeh.


Disisi lain Gavin sebagai sekretaris dari bos nya sedang mengadakan meeting para investor, untung saja ia cepat memahami walaupun baru 4 bulan dia berusaha mempunyai perusahaan sendiri , dengan bekerja terlebih dahulu di perusahaan orang ia pun menyabung uang untuk nanti ia buat perusahaan sendiri.


"Gimana Vin? ngerti sekarang?". Tanya Bos nya pada Gavin.


"Ngerti bos, terimakasih". Jawab Gavin diangguki oleh bos nya.


"Yasudah kita kembali ke ruangan, pekerjaan saya masih banyak". Ujarnya diangguki oleh Gavin.


Sesampainya di ruangan, bos menyuruh Gavin untuk menelepon Ayna kekasihnya, membuat Gavin terkejut serta takutt jika bos nya suka lagi terhadap kekasih nya, tapi mana mungkin bos nya tau tampang Ayna seperti apa pikirnya.


Ayna yang saat itu sedang asik berbincang melihat ke arah ponselnya yang berdering, ternyata itu adalah kekasihnya, segera saja ia mengangkat siapa tau penting.


"Halo honey"


[Ah sayang, aku menelepon mu karena bos ku ingin bicara padamu]


"Bicara tentang apa?".


[Ntahlah akupun tak tau, ini kamu bicara saja dengan bosku]


Kembali pada Gavin yang sedang duduk disofa menunggu bosnya selesai berbicara dengan kekasihnya, tetapi ada yang membuatnya terkejut ternyata bos nya adalah uncle dari kekasihnya.


"Halo Ayna keponakan Uncle yang paling uncle rindukan"


[Lohh Uncle Arlen? kok bisa sih?]


"Iyaa syaang, tanpa sengaja Uncle bertemu dengan kekasih mu itu, pekerjaannya sangat bagus sekali, uncle suka".


[Ahh ternyata uncle mengerjai kekasihku selama ini, kenapa coba harus menyembunyikan Identitas]


"Daddy mu yang menyuruh untuk menguji kekasihmu ini"


[Tauu ahh Ayna keselll bangett nyebelin sihh kalian]

__ADS_1


"Haloo Ayna, halo!!". Teriak Arlen kesal karena ponakannya mematikan sepihak.


"Nihh ambill, ponakan ku begitu sangat bucin sama kamu Vin". Ujar Arlen tersenyum padanya.


"Ternyata uncle, masih keluarganya Appah Deffa dan Ammah Tasya". Ujar Gavin tersenyum kaku.


Gavin disuruh kembali bekerja olehnya setelah Arlen mengaku bahwa ia memang sepupu Deffa, Keesokkan harinya Gavin seperti biasa berangkat ke kantor uncle nya Ayna.


"Selamat pagi Tuan Arlen". Ujar Gavin pada Arlen.


"Jangan gitu lah, panggil uncle aja jika sedang berdua". Ujar Arlen pada Gavin.


"Baiklah uncle". Ujar Gavin tersenyum padanya.


"Bagaimana hubunganmu dengan ponakan ku?". Tanya Arlen pada Gavin.


"Baik uncle, dialah yang aku punya sejak aku koma, bahkan keluarga ku tidak ada yang mencari ku". Jawab Gavin dengan tersenyum tipis.


Arlenio sudah mengetahui kisah Gavin yang memang koma selama 14tahun lebih, sungguh ia tidak menyangka ternyata ponakan nya bisa melihat hal yang gaib.


"Baiklah Gavin, sekarang kamu kerjakan beberapa dokumen yaa". Ujar Arlenio menyerahkan dokumen pada Gavin.


"Siap uncle, aku permisi dulu". Ujarnya pada Arlen.


Di sisi lain, Ayna sedang diam saja membaca novel yang akhir akhir ini menemani kesepiannya, datanglah kembarannya yang dari kantin karena Ayna memang tidak ke kantin .


"Dek, ada yang nyari lo". Ujar Dion sambil duduk di kursinya.


"Siapaa bang?". Tanya Ayna pada abangnya.


"Ngga tau abang, tapi cewek sih". Jawab Dion pada Adiknya.


"Anna anter yuk". Ajak Ayna pada kembarannya.


"Asyiapp kak". Ujar Anna dengan semangat.


Mereka berdua pergi keluar kelas, disana memang ada seorang perempuan cantik, Ntah mau apa mencari Ayna, mereka berdua menghampiri seseorang itu.


"Permisi, apa benar kamu mencariku?". Tanya Ayna dengan sopan.


"Ahh kakak, apa benar kakak yang namanya Queen Ayna Putri Brata Abraham?". Tanya seseorang itu yang dikirakan adik kelas mereka.


"Benar itu namaku, ada apa ya?". Tanya Ayna sambil melirik kembarannya.


"Ahh aku cuman mau tanya kebenarannya kak, benarkah kakakku Gavin, di bawa oleh kakak ke rumah kakak?". Tanyanya membuat Ayna dan Anna terkejut.


"Maksud kamu Gavin Erlan Sanggara bukan?". Tanya Ayna dengan ekspresi kaget.


"Benar kak, itu kakak aku, sekarang ada dimana ya?". Tanya gadis tersebut dengan berkaca kaca.

__ADS_1


Anna menatap curiga pada gadis tersebut, jika benar ia adik dari kekasih Ayna kembaran nya, mengapa baru sekarang ia mencari Gavin dan dimana ia tau bahwa Ayna bersekolah disini, apakah salah satu dokter yang memberitahu nya? pikirnya.


__ADS_2