
Sekarang Tasya dan Deffa sedang makan malam bersama keluarga mereka berdua, karena sahabat Deffa maupun Tasya sudah pulang sejak tadi sore, Tasya bahagia bisa makan malam bersama keluarga besarnya, sungguh ia selalu merindukan saat dirinya hanya berdua bersama suaminya Deffa.
"Sayang, masih pusing sama mual?". Tanya Mommy Sandra.
"Masih mom, wajar aja kan baru seminggu, mungkin kalau udah beberapa bulan ngga". Jawab Tasya diangguki oleh Daddy Aldi.
"Emang bener sih, soalnya dulu daddy yang mengalami morning sickness sama ngidam sayang". Ujar Daddy Aldi membuat Tasya serta yang lainnya tertawa begitu pula Mommy Sandra.
"Loh, emang bisa gitu mom?". Tanya Deffa pada mertuanya.
"Bisa kok, sayang. Enak lagi jadi Mommy ngga perlu bulak balik ke kamar mandi, ngidam segala macem tapi Mommy juga yang pusing, daddy ngidam nya aneh-aneh saat Mommy hamil Bryan". Jawab Mommy Sandra diangguki oleh Deffa.
"Coba aja kalau Deffa yang alamin, pasti Tasya ngga harus bulak balik kamar mandi deh mom". Ujar Deffa pada mertuanya.
Tasya yang mendengar itu menahan tawanya, membayangkan suaminya morning sickness dan mengidamkan yang aneh - aneh, pasti lucu banget suaminya itu sayangnya ia yang mengalaminya bukan suami tersayangnya.
Baik - baik di dalam yah sayang, Mommy sayang kalian, kita berjuang bersama oke jika nanti ada yang mau menyakiti mom. Batin Tasya sambil mengelus perut ratanya.
Setelah selesai makan malam, merekapun ke kamar masing - masing termasuk Deffa juga Tasya, kini mereka berdua sedang duduk di gazebo yang berada di luar kamar mereka, sebelum tidur Tasya ingin melihat bintang jadi Deffa hanya bisa menuruti kemauan istrinya.
"Sayang, udah yu kita masuk ke kamar, angin malam ga baik sayang". Ajak Deffa pada istrinya.
"Yaudah, ayo masuk ke kamar tapi pengen di gendong". Ujar Tasya manja padanya.
"Di depan apa di belakang?". Tanya Deffa pada istrinya.
"Di depan aja, sayangg". Jawab Tasya manja.
"Oke, mari tuan putri kita ke kamar". Ujar Deffa diangguki oleh Istrinya.
Setelah masuk ke dalam kamar, Deffa langsung menggendong istrinya ke kamar mandi, untuk cuci muka, cuci tangan, gosok gigi serta cuci kaki. Sehabis itu mereka langsung merebahkan tubuhnya, mungkin karena lelah Tasya sudah tertidur tidak dengan Deffa.
Deffa menatap wajah cantik istrinya, sungguh ia tidak menyangka secepat itu benihnya tumbuh di rahim istrinya, Deffa lalu menatap perut istrinya ia pun menaikkan sedikit baju istrinya untuk mencium perut sang istri.
"Baik - baik di dalam sana anak daddy, jangan bikin Mommy kesakitan ya, kalian harus adem ayem aja". Ujar Deffa pada perut Tasya lalu menciumnya.
Tasya yang merasa perutnya sedikit basah pun melihat ke bawah, suaminya masih asik mengajak ngobrol serta mencium perut rata Tasya, dikira anak itu bakalan ngerti apa yang di omongin nya pikir Tasya.
"Daddy jadi ga sabar pengen liat kamu, sayang. Cepat - cepat besar yaa". Ujar Deffa pada perut rata Tasya.
"Sabarlah sayang, proses nya 9 bulan 10 hari baru lahir deh keluar". Ujar Tasya membuat Deffa kaget.
__ADS_1
"Ishh ngangetin tau gak". Ujar Deffa kesal.
"Habisnya bukannya tidur malah ngajak ngobrol perut, padahal dia ngerti aja juga ngga loh bee". Ujar Tasya lalu tertawa ringan.
Deffa yang melihat Tasya ketawa pun langsung menindih istrinya, dengan kedua tangannya menahan dikasur agar tidak terkena perut istrinya, Tasya yang melihat itu langsung was was karena suaminya melihat dirinya seperti makanan.
"Sayang, kamu mau apa?". Tanya Tasya gugup.
"Mau apa? ya mau kamu lah sayang". Jawab Deffa santai.
"Ishh, awas ahh nanti kena perut bahaya loh". Ujar Tasya mendorong dada bidang suaminya.
"Aku bakalan pelan - pelan kok sayang, boleh yaa? ". Tanya Deffa dengan mata memelas.
Tasya yang melihat wajah suaminya seperti itu pun tidak tega jadi ia hanya mengangguk saja, biarlah sekali ini ia kasih pada suaminya, karena saran dokter jangan keseringan berhubungan badan takut akan mengakibatkan sakit pada perut nya.
Deffa yang melihat istrinya mengangguk pun senang, akhirnya ia dapat jatah walaupun gabisa sesering seminggu kemarin sebelum ia dan Tasya mengetahui bahwa Tasya sedang hamil.
Keesokkan harinya Tasya sudah merasakan mual lagi, membuat Deffa langsung terbangun dari tidurnya karena mendengar istrinya mual seperti itu, ia pun memijat tengkuk istrinya setelah itu Tasya langsung memeluk Deffa karena lemas.
"Udah mendingan sayang?". Tanya Deffa khawatir.
"Udah kok, aku lemes banget sumpah". Jawab Tasya lemas.
"Kenapa gamau?". Tanya Deffa lembut.
"Ga enak suka pengen muntah, malem juga gitu kan". Jawab Tasya diangguki oleh suaminya.
"Yaudah, kamu mau apa sekarang Hem? biasanya orang hamil akan ngidam kan sayang, coba kamu mau apa?". Tanya Deffa pada istrinya.
"Aku cuman mau lihat Kak Bryan makan seafood aja hehe". Ujar Tasya terkekeh.
"Hahh? beneran sayang? kamu ngidam cuma pengen liat Bryan makan seafood?". Tanya Deffa kaget diangguki oleh istrinya.
Deffa melihat ke arah jam yang menunjukkan pukul 02 : 00 WIB , masih dini hari istrinya ingin melihat iparnya makan seafood yang benar saja, ia teringat dulu Bryan tidak bisa makan seafood karena mempunyai alergi.
"Sayang yang lain aja ya, masa suruh makan seafood sih". Ujar Deffa hati - hati.
"Yaudah kalau ngga mau juga gapapa". Ujar Tasya berkaca - kaca membuat Deffa panik.
"Yaa ampun sayang, jangan nangis yaudah ayoo kita ke kamar Bryan ya". Ujar Deffa menenangkan istrinya.
__ADS_1
"Yaudah ayoo". Ujar Tasya antusias.
"Sayangg, jangan lari inget baby sayang". Ujar Deffa sedikit berteriak.
Tasya pun berhenti dari lalu tersenyum pada suaminya, sambil merentangkan tangannya, Deffa yang melihat itu sudah tau istrinya ingin di gendong, baiklah daripada Istrinya berlari seperti tadi.
Sesampainya di luar kamar Bryan, Deffa mengetuk pintu kamarnya dengan Tasya yang memegang makanan seafood karena telah di pesan tadi, Bryan keluar melihat sepasang suami istri yang sudah berada di luar kamarnya.
"Ada apa ini?". Tanya Bryan dengan suara khas bangun tidur.
"Istri kakak ngidam". Jawab Deffa membuat Bryan mengernyit bingung.
"Kenapa harus bilang ke gue coba?". Tanya Bryan pada Deffa.
"Itu, Tasya pengen liat loe makan seafood". Ujar Deffa hati - hati.
What? gasalah tuh ngidam? gue disuruh makan seafood? tengah malam gini? yang bener aja deh dek gue kan alergi, apa dia lupa. Batin Bryan.
Tasya yang melihat makanan itu tapi tidak memakannya membuat ia sedih, Deffa dan Bryan yang melihat itu panik, langsung saja Bryan memakan seafood tersebut demi adiknya yang mengidam.
Setelah selesai makan seafood muka Bryan langsung memerah, karena alerginya sudah mulai kambuh, Deffa yang melihat itu menjadi kasian pada iparnya, Tasya yang melihat itu juga menjadi merasa bersalah.
Deffa langsung memanggil dokter ke rumah nya, ia khawatir Bryan kenapa - kenapa, aksi Deffa membangunkan semua keluarganya, Mommy Sandra yang melihat Bryan seperti itu langsung menghampiri nya.
"Bryan makan seafood?". Tanya Mommy Sandra pada Tasya juga Deffa.
"Iyaa mom". Ujar mereka berdua.
"Kenapa bisa? kan Bryan alergi makanan seafood". Ujar Mommy Sandra membuat Tasya menangis.
"Hiks hiks maafin Tasya mom, kalau bukan karena Tasya hiks hiks Kak Bryan ngga akan kaya gini". Ujar Tasya pada Mommy Sandra sambil menangis.
"Ssstt.. kenapa Adek kakak nangis hem?". Tanya Bryan setelah sadar.
"Hiks hiks maafin Tasya kalau aja Tasya ngga nyuruh hiks hiks kakak makan seafood hiks hiks pasti ngga akan gini". Ujar Tasya terisak di pelukan Bryan.
"Udah sayang, gapapa kok kasian ponakan kakak nanti ileran lagi kalau ngga diturutin, udah jangan nangis lagi jelek tau". Ujar Bryan menenangkan Tasya.
Akhirnya semuanya kembali tidur, karena jujur merekapun masih mengantuk, Tasya tidur di pelukan Deffa begitu pula Deffa yang menjadikan tangannya bantal untuk istrinya.
Bagaimana kelanjutannya?
__ADS_1
Jangan lupa Like, Comment and Vote juga ya gays:)