
Hari ini hari yang ditunggu tunggu pun tiba, yaitu kelahiran para sahabatnya karena Tasya sudah melahirkan secara prematur, lebih dulu Prita yang merasakan mules kemudian Luna serta yang lainnya.
Para suami sedang menunggu istrinya diruang bersalin, dengan ditutupi gordeng mereka lahiran diruang yang sama, terdengar jeritan dari sana ke sini, membuat para dokter pusing mendengarnya.
"Arghh Sakitt masss Zibran". Teriak Luna pada suaminya.
"Sayangg, kamu bisa kok, buktinya Ameena sama Ameera lahir, ayo sayangg kuaatt yaa". Ujar Zibran pada istrinya.
"Huaaa udah cukup, aku gamauuu hamill lagiii mass Ditto ". Ujar Prita pada Ditto.
"Ternyata tidak semudah melahirkan seorang anak huhhahh". Ujar Bella menjengut rambut suaminya.
"Sekarang kalian merasakan apa yang aku rasakan kan haha". Ujar Gisella yang tertawa karena ia sudah antisipasi dari jauh sebelum melahirkan.
"Enakk lo yaa Sell, Argghh kenapa lo ngga kesakitan sihh". Ujar Inggrita pada Gisella.
"Huhh gue udah antisipasi dongg". Ujar Gisella padanya.
Para suami yang mendengar teriakan istrinya hanya bisa bersabar, karena mereka juga merasakan kesakitan kecuali Cleoza yang hanya menggenggam tangan istrinya, memberikan semangat agar kuat untuk mengejan.
Sedangkan Tasya yang masih harus beristirahat ditemani oleh suaminya, karena luka operasinya belum kering masih suka nyeri jika berjalan atau mengerjakan pekerjaan rumah.
"Sayang". Panggil Deffa padanya.
"Iyaa mas?". Tanya Tasya padanya.
"Kamu beneran gapapa, ngga liat mereka lahiran?".Tanya Deffa pada istrinya.
"Gapapa kok mas, lagian perut aku suka sakit kalau jalan mas, jadi biar nanti aku tanya di grup aja atau ngga ke anak anak". Jawab Tasya pada suaminya.
"Ohh iyaa ya syaang, mereka sangat antusias menyambut para adiknya". Ujar Deffa diangguki oleh Tasya.
"Haii anaknya ayahh yang cantik, tidur muluu sayang, bangun dong". ujar Deffa menatap bayi mungil tersebut.
"Ihh mas ya jangan dongg, nanti aku repot kalau dua duanya bangun, masa aku kasih asinya bareng, susah dong megangnya". Ujar Tasya sambil memukul lengan suaminya.
"Kan ada mas sayang,, biar Mas bantu pegangin". Ujar Deffa sambil tersenyum penuh arti.
"Ihh ngga yaa, kamu suka modus mas". Ujar Tasya pada suaminya.
Tasya dan Deffa layaknya sedang kembali ke masa masa mereka belum mempunyai anak, Deffa mengelus rambut Tasya yang berada di dalam pelukan nya.
"Mas Deffa". panggil Tasya membuat Deffa menoleh ke arahnya.
"Iya syaang kenapa?". Tanya Deffa pada istrinya.
__ADS_1
"Terimakasih ya mas, untuk semua yang kamu lakukan untukku , aku bahagia mas menjasi istri kamu, walaupun awal pernikahan banyak sekali ujian ujian yang datang, tapi sekali lagi terimakasih mas Deffa, aku bahagia mempunyai keluarga kecil yang sempurna". Jawab Tasya sambil tersenyum pada suaminya.
"Aku yang harusnya berterimakasih pada kamu sayang, makasih karena kamu sudah mau menerima ku yang banyak kekurangan ini , makasih kamu sudah mau berjuang melahirkan anak kita, mas sangat mencintai mu sayang". Ujar Deffa mencium kening istrinya.
Tasya dan Deffa saling tersenyum dalam pelukannya, hingga suara salah satu bayi mungil membuat Tasya melepaskan pelukannya, lalu menggendong anaknya dalam dekapannya, ternyata Baby Aurelia lapar ia pun langsung membuka dadanya lalu mengasih asia pada anaknya.
"Waahh lapar sekali sepertinya ya, pelan pelan syang tidak ada yang akan merebut kok". Ujar Deffa yang melihat Baby Aurelia menyusu dengan cepat .
"Aduk anak bunda , pelan nak Sakitt, tidak ada yang mau merebut nya kok" Ujar Tasya sambil menepuk nepuk pantat Baby Aurelia dengan pelan.
"Sayang sepertinya Baby Aleshana juga lapar deh". Ujar Deffa sambil memangku anaknya.
"Yaudah sini berikan, karena Baby Aurelia sudah kenyang mas". Ujar Tasya diangguki oleh Deffa.
Deffa pun memberikan Baby Aleshana pada istrinya, langsung saja Tasya memberi nya ASI yang dengan semangatnya Baby Aleshana minum, sehingga membuat Tasya kesakitan karena Baby Aleshana lebih kuat dari pada Baby Aurelia kakaknnya.
......................
Saat ini Tasya dan Deffa sedang melakukan makan siang berdua saja di rumah karena anak anaknya, masih berada di rumah sakit karena saking senangnya melihat para bayi yang banyak seperti itu.
"Rasanya sudah lama sekali Syaang". Ujar Deffa saat mereka selesai memakan nya.
"Apanya mas?". Tanya Tasya menoleh pada suaminya.
"Iya berduaan dengan kamu seperti ini tanpa adanya anak anak sayang". Jawab Deffa pada istrinya.
Saat sedang asik berpelukan , tiba tiba ponsel Tasya dan Deffa berbunyi bersamaan, mereka berdua langsung membuka ponselnya dan melihat ternyata itu pesan Grup yang beranggota para sahabat Tasya dan Deffa.
...Sahabat Selamanya...
...Kita Bisa Kita Hebat Menjalani Hidup Ini...
Cleoza_Sella
Wehh anak gue kembar cewek guys
Zibran_Luna
Anak gue juga kembar tiga malah, laki laki dua perempuan satu
Ditto_Keren
Gue juga sama kembar empat malah, perempuan nya tiga lelakinya satu
Keenan_Bella
__ADS_1
Sama dong anak gue juga kembar, dua perempuan satu laki
Alex_Tampan
Gue juga sama kembar empat anak gue, cewek 2 cowok 2
Tasya_Sya23
Wahh selamat ya buat kalian, maafin gue ga bisa dateng ke rumah sakit :(
^^^Deffa_Tasya23^^^
^^^Iyaa selamat yaa, maafin kita yang ga bisa dateng ke rumah sakit^^^
**Zibran_Luna
@Tasya_Sya23 @Deffa_Tasya23** iyaa gapapa guys , kita maklumin kok.
Cleoza_Sella
Iyaa bener apa yang dibilang sama pak dokter, kalian tenang aja okee
Tasya dan Deffa bersamaan menoleh saat pintu rumah terbuka, disana Ayna dan Gavin yang berdiri membuat mereka langsung menghampiri keduanya, sedangkan bayi mungil sedang tidur.
"Loh kalian udah pulang?". Tanya Tasya pada mereka berdua.
"Udah mah, Ayna capek". Jawab Ayna dengan lesu.
"Vin, ada apa dengan Ayna?". tanya Deffa pada Gavin.
"Sepertinya Ayna sakit pah, soalnya sejak di rumah sakit ia terlalu memaksakan dan berakhir pingsan". Jawab Gavin pada Deffa.
"Gimana ga pingsan, orang kamu disuruh makan dulu sebelum ke rumah sakit malah gamau". Ujar Tasya sambil menuntun Ayna untuk duduk di sofa.
Untuk saudara Ayna yang lain tidak mengetahui karena Ayna langsung minta pulang, tanpa berpamitan pada mereka semua untung Gavin langsung berpamitan pada salah satu dari mereka.
"Sekarang mending kamu makan terus minum obatnya syang". Ujar Tasya pada putrinya.
"Heum suapin mah". Ujar Ayna manja padanya.
"Ishh udah gede juga masih disuapin". Ujar Tasya sambil mengelus rambut putri nya.
"Ya biarin Ammah". Ujar Ayna dalam pelukannya.
Gavin yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, sungguh menggemaskan sekali kekasihnya itu membuat Gavin ingin segera mempersunting Ayna.
__ADS_1
Tunggu beberapa bulan lagi deh, saat ulang tahun Ayna, aku akan ngelamarnya. Batin Gavin sambil tersenyum.
Maaf Telat update nya, capek pulang kerja :)