My Handsome Husband

My Handsome Husband
Chapter 21 #DESYA (DEFFA TASYA)


__ADS_3

Disinilah dia sekarang, di sebuah jembatan terdekat dari apartement Cleoza, dia merasa putus asa, semuanya pergi darinya, kedua orangtuanya sibuk dengan pekerjaannya, sahabat sekaligus orang yang ia cintai membencinya sekarang.


"Gue harap lho bahagia, walaupun bukan sama gue, maafin gue terlambat membalas perasaan lho Cleo". Gumam Gisella menunduk.


Saat ia akan menaiki jembatan itu dengan tujuan ingin duduk disana, tiba - tiba saja terhenti oleh sebuah tangan yang memegang tangan dirinya, ia menoleh terkejut saat melihat lelaki tersebut berada di hadapannya.


FLASHBACK SEJAM SEBELUMNYA


Cleoza masih terdiam di tempat saat punggung Gisella tidak terlihat lagi dari pandangannya, hingga suara dering panggilan menyadarkan Cleoza dari lamunanya.


"Hallo". Jawab Cleoza.


"Lho dimana Leo?". Tanya Tasya.


"Di apartement lah, dimana lagi". Ujar Cleoza santai.


"Mendingan lho cepetan keluar dari apartement lho, gue tadi liat Gisella di deket jembatan terdekat apartement lho". Ujar Tasya membuat Cleoza mematikan panggilan nya secara sepihak.


Gisella, aku ngga akan izinin kamu bunuh diri, aku takut kehilanganmu. Batin Cleoza sambil berlari keluar apartement.


Beberapa menit kemudian, Cleoza sudah berada di dekat jembatan dekat apartement nya, ia melihat Cleoza hendak naik membuat ia berlari dan langsung menahan tangan Gisella.


"Mau apa lho tadi naik hahh!!". Ujar Cleoza emosi.


"Gu-gue cuman mau..". Ujar Gisella terbata langsung terpotong.


"Cuman mau bunuh diri? itu maksud lho!!". Teriak Cleoza membuat Gisella tersentak kaget.


"Gue cuman mau duduk nikmatin angin dimalam hari bukan mau bunuh diri tau". Ujar Gisella kesal karena Cleoza menuduh dirinya akan bunuh diri.


Seketika Cleoza terdiam, mencerna perkataan Gisella hingga ia memeluk wanitaa tersebut dengan erat, dia begitu takut kehilangan wanita di depannya.


"Gue takut lho nekat bunuh diri". Ujar Cleoza bergetar membuat Gisella tersenyum.


"Bukannya lho ngga mau liat gue lagi, sekarang kenapa lho kesini?". Tanya Gisella datar menggoda Cleoza.


"Gue emang nyuruh lho pergi dan ngga muncul di depan gue, tapi ngga gini caranya gue ngga mau kehilangan lho". Ujar Cleoza terisak.


Gisella yang mendengar Cleoza menangis pun melepaskan pelukannya, menangkup wajah Cleoza lalu mencium lembut bibir pria tersebut, membuat Cleoza mematung atas perbuatan Gisella terhadapnya.


"Itu tanda perpisahan dari gue ke lho, semoga lho bahagia yaa, gue pergi". Ujar Gisella meninggalkan Cleoza yang masih mematung disana.

__ADS_1


Arrgghh, siall. Gue ngga mau dia pergi tapi gue yang nyuruh dia pergi, gue bingungg. Batin Cleoza.


Baru saja Gisella akan membuka pintu mobil, tiba - tiba saja Cleoza memeluknya dari belakang, membuat Gisella terkejut namun tersenyum melihat reaksi Cleoza.


"Mau apa lagi?". Tanya Gisella pura - pura dingin.


"Gue mohon, lho jangan pergi Gisel". Ujar Cleoza memelas.


"Bukannya lho yang nyuruh gue pergi tadi, terus kenapa sekarang lho bilang gue jangan pergi, jangan plinplan dong". Ujar Gisella datar.


"Gue ngga mau nyesel nantinya, gue emang benci sama lho tapi gue juga ngga mau kehilangan lho". Ujar Cleoza bergetar.


Dasarr anehh. Batin Gisella.


"Lepass!! gue mau pergi!!". Ujar Gisella serta berusaha melepaskan pelukan Cleoza.


"Ngga akan pernah gue lepas, sebelum lho janji ngga akan ninggalin gue". Ujar Cleoza tegas.


"Bukannya itu kemauan lho!". Ujar Gisella kesal membuat Cleoza terdiam .


Sekuat mana lho jauh dari gue Cleo? haha maaf deh gue cuman mau liat betapa jauhnyaa perasaan lho ke gue. Batin Gisella tertawa.


Ditempat lain, kini Tasya dan Deffa sedang berada ditempat yang berbeda, karena mereka tidak boleh bertemu satu hari sebelum pernikahan mereka tiba, Tasya bersama para sahabatnya berkumpul di restoran biasa mereka makan siang.


"Ciee besok nikah yaa". Goda Ingrita pada Tasya membuatnya langsung merona.


"Ciee, jangan lupa nanti kasih tau ya". Ujar Bella membuat Tasya bingung.


"Kasih tau apaan?". Tanya Tasya bingung.


"Yaa malam pertama, nanti lho kasih tau gue rasanya gimana? okee". Jawab Bella santai padanya.


"Gile lho, mesum amat belajar dari mana sih lho". Ujar Ingrita mencubit pinggang Bella.


"Wooyy sakit tau, lho apaan sih maen cubit ajaa". Ujar Bella kesal pada Ingrita.


Sedangkan Deffa, dia bersama Devan sahabat satu - satunya, mereka sedang membahas tentang masa kuliah mereka di London, ternyata Devan jatuh cinta kepada Jasmine Aulia Huzelt yang tak lain adalah sepupu Deffa, waktu Devan bermain kerumah sepupunya saat ia tinggal disana.


"Sekarang lho masih suka sama sepupu gue?". Tanya Deffa penasaran.


"Iyaa gue suka sama sepupu lho, tapi gue ngga berani ngungkapin perasaan gue, gue terlalu takut dengan kata penolakan". Ujar Devan gusar.

__ADS_1


"Gue bantu lho deh". Ujar Deffa membuat Devan mengadahkan kepalanya.


"Serius lho Def?". Tanya Devan semangat diangguki oleh Deffa dengan mantap.


Devan langsung menghambur kepelukan sahabatnya saking senengnya, Deffa langsung mendorong tubuh Devan karena ia merasa sesak, karena sahabatnya itu terlalu erat memeluknya.


"Kalau gue mati tanggung jawab lho". Ujar Deffa sambil mengatur nafasnya.


"Iyaa dehh maafin gue Deff, terlalu seneng gue". Ujar Devan cengengesan.


"Okee dehh, gue pulang sekarang, nanti gue kabarin dia punya pacar atau engga nya sama lho". Ujar Deffa diangguki olehnya.


"Okee gue tunggu kabar lho". Ujar Devan.


Devan masih tersenyum senang saat punggung Deffa tidak terlihat lagi, membuat sang adik menghampiri nya karena aneh pikirnya kakaknya tiba - tiba senyum sendiri seperti itu, Devan menyadari jika Siska adiknya menatapnya dengan aneh namun ia tidak menanggapi tatapan adiknya.


Ahh, gue ngga sabar pengen ketemu Jasmien. Batin Devan.


Deffa telah sampai di rumahnya, ia mengabari Tasya jika ia sudah sampai rumah, karena takutnya calon istrinya khawatir padanya, ia merasa tenang jika sudah mengabari wanita yang hanya menghitung jam akan menjadi istri sah nya.


Aku mencintaimu Sayang. Batin Deffa.


Kembali kepada Cleoza dan Gisella, mereka masih saling terdiam, tidak ada yang memulai untuk berbicara, hingga akhirnya Gisella memilih untuk pergi dari sana, namun baru saja beberapa langkah Cleoza memeluknya kembali dari belakang.


"Gue mohon, jangan pergi. Gue cinta sama lho, gue sayang sama lho Gisella Aura Brestand". Ujar Cleoza masih memeluk Gisella membuat wanita itu tidak tahan menjahili Cleoza.


"Gue juga cinta sama lho Za, gue juga sayang sama lho Cleoza Abrazam Xander, maaf gue terlambat menyadari perasaan lho". Ujar Gisella membalas pelukan Cleoza.


Cleoza menatap Gisella penuh cinta juga benci, sedangkan Gisella menatap Cleoza penuh cinta juga kasih sayang, walau dia sadar masih ada rasa benci Cleoza terhadap dirinya.


"Gue tau lho masih benci sama gue, jadi mungkin di masa depan gue akan perbaiki semuanya". Ujar Gisella hendak pergi.


"Gue akan biarin lho pergii, gue engga mau lho pergi". Ujar Cleoza memegang tangan Gisella namun ditepis dengan lembut.


"Jika kita berjodoh, pasti akan bertemu kembali, jika tidak kita hanya harus menerima takdir". Ujar Gisella tersenyum manis.


Gisella pergi dari hadapannya setelah mengatakan itu, Cleoza hanya memandanginya dengan rasa bersalah karena masih ada rasa benci dihatinya, namun juga ada rasa cinta dihatinya ,dia bingung sekarang harus bagaimana.


Aku akan menemukanmu Gisella Aura Brestand. Batin Cleoza percaya diri.


Bagaimana kelanjutannya?

__ADS_1


Jangan lupa Like and Comment yaa gays:)


__ADS_2