My Handsome Husband

My Handsome Husband
Chapter 91#CAMPURAN


__ADS_3

Seperti apa yang di katakan oleh Ayna memang lah benar, saat ini kediaman rumah orangtua Ayna penuh dengan banyaknya orang membuat Gevan kikuk karena malu. Tasya menghampiri Gevan lalu memeluknya seperti pada Gavin waktu itu.


"Selamat datang di rumah Ammah Gevan". Ujar Tasya melepaskan pelukannya.


"Terimakasih tante". Ujar Gevan pada Tasya.


"Eitss jangan manggil tante, Ammah aja seperti abang kamu". Ujar Tasya membuat Gevan terharu.


"Wahh bang milip sekali dengannya". Celetuk Baby Aleshana.


"Wahh Ammah, ini anak Ammah juga?". Tanya Gevan yang gemas dengan Baby Aleshana.


"Iyaa benar, ada juga kembaran nya tuh lagi di pangku sama Gavin, mungkin rindu sama abangnya". Jawab Tasya sambil menunjuk Baby Aurelia yang berada digendongan Gavin.


Gevan yang melihat itu berdecak kagum, karena abangnya menikah dengan banyaknya gen kembar, membuat Gevan bahagia seperti ini, ia merasakan lagi kehangatan keluarga yang sudah lama tidak ia rasakan.


"Wahh ini Gevan apa Gavin?". tanya Deffa saat menghampiri istrinya.


"Emang om ngga bisa bedain?". Tanya Gevan pada Deffa yang ia tau adalah orangtua Ayna.


"Eum bisa sih, Gavin tangannya kekar sedangkan kamu ngga". Jawaban Deffa membuat Gevan kesal.


"Maksud om aku kurus gitu?". Tanya Gevan pada Deffa.


"Ngga ada yang bilang kamu kurus loh". Ujar Deffa sambil menahan tawanya.


"Ishh om nyebelin banget sih pertama ketemu juga". Ujar Gevan kesal padanya.


"Udah jangan panggil om, panggil aja Appah seperti Gavin". Ujar Deffa diangguki oleh Gevan.


Tasya mengajak keduanya untuk bergabung ke ruang tamu, serta mengenalkan Gevan pada mereka semua yang ada disana, mata Gevan terhenti pada perempuan yang duduk disamping adik istrinya Gavin.


"Ammah, itu yang disebelah Anna siapa?". Tanya Gevan berbisik pada Tasya.


"Ohh itu ponakan Ammah, namanya Aera, kenapa? kamu suka ya?". Tanya Tasya menggoda Gevan.


"Ihh engga Ammah, jangan ngaco, aku cuman nanya juga". Jawab Gevan dengan gugup.


"Jangan gugup gitu dong kalau ga suka". Ujar Deffa berbisik padanya.


Gevan pergi dari sana, karena malu jika mereka tau, baru aja datang udah suka sama orang apalagi ponakann dari Ammah nya Ayna, saat itu Gevan tidak menyadari ada yang mengikutinya dua orang.


"Woahhh woyy lepass". Teriak Gevan saat kerah baju belakangnya diangkat.


"Ihh paan sih lebay amat bang". Ujar seorang gadis padanya.


"Iyaa bener apa yang dibilang sama Kak Aera". Ujar lagi seorang lelaki padanya.

__ADS_1


"Kalian mau apa?". Tanya Gevan yang membelakangi mereka berdua.


"Kalau bicara tuh ya liat orang nyaa". Ujar yang Gevan tebak adalah gadis yang tadi ia tanyakan pada Tasya.


Gevan membalikkan badannya dan berusaha untuk tidak gugup dihadapan Aera dan juga ntah siapa lelaki disampingnya, apakah pacarnya tapi masa kecil sih pikirnya.


"Sekarang, kalian mau apa tadi narik kerah ku?". Tanya Gevan padanya.


"Sebenarnya abang mau kemana? disana itu ke gudang, mau apa abang ke gudang?". Tanya Aera sambil mengangkat alisnya.


"Eheum, aku cuman asal jalan aja, orang baru pertama ada disini". Jawab Gevan padanya.


"Kak Aera, Kevin kembali ke ruang tamu ya". Ujarnya diangguki oleh Aera.


Kini tersisa Gevan dan Aera yang berada di lorong sepi tersebut, tiba tiba ingatan Gevan malah teringat tentang siksaan yang diberikan ibu tirinya ,membuat dia berkeringat dingin serta menjauh dari Aera.


"Abang kenapa?". Tanya Aera panik saat Gevan menutup telinganya.


"Nggak!! pergii, jangan siksa aku lagii!! pergiii!! aku mohon!! nggak jangan please". Teriak Gevan terdengar sampai ke ruang tamu.


"Abang please jangan bikin aku takut, abang kenapa? aku ngga nyiksa abang". Ujar Aera pada Gevan.


"Stopp!! jangan siksa aku lagii, aku salah apa sama kalian!". Teriak Gevan saat Aera akan mendekati nya.


"Bang, diem please, jangan bikin aku khawatir ginii, gada yang akan nyiksa abangg, tenang yaa". Ujar Aera memeluk Gevan agar tenang.


Perlahan Gevan pun membalas pelukan Aera namun dia malah menangis, membuat Aera yang tadi lega makin panik, Gavin serta yang lainnya diberitahukan oleh Kevin bahwa Gevan dan Aera ada di lorong menuju gudang.


"Syukurlah kalau Gevan bisa tenang, mungkin dia memang membutuhkan pelukan karena selama ini dia menderita". Ujar Gavin sambil menatap adiknya yang menangis.


"Emangnya Gevan kenapa bang?". Tanya Dion padanya.


"Nanti abang ceritakan". Jawabnya diangguki oleh Dion.


Kembali pada Aera yang masih menenangkan Gevan saudara kembar nya Gavin, ia mengelus punggung Gevan setelah merasa tenang, Gevan melepaskan pelukannya lalu menunduk malu.


"Maaf aku lancang memeluk mu". ujar Gevan dengan menunduk.


"Abang bikin aku khawatir tauu, siapa yang bikin abang menderita sih? biar aku hajar aja bangg". Ujar Aera yang malah kembali memeluk Gevan membuat sang empunya kaget.


"Kamu ngga marah?". Tanya Gevan padanya.


"Marah karena apa coba? aku khawatir liat abang kaya tadi, abang jadi pacar aku aja deh, biar aku lindungin". Jawab Aera yang semakin erat memeluk Gevan.


"Abang, kok diem aja?". Tanya Aera sambil melepaskan pelukannya.


"Abangg!!". Panggil Aera padanya.

__ADS_1


"Abang Gevan ihh". Panggilnya membuat Gevan terlonjak kaget.


"Ahh apa Aera?". Tanya Gevan menatap lekat Aera.


Aera terpaku melihat Gevan menatapnya, namun segera ia tersadar lalu membantu Gevan berdiri, Aera malu sendiri atas apa yang tadi ia ucapkan, ia terlalu panik makanya seperti tadi.


"Eum ucapan aku tadii, jangan dianggap, aku terlalu panik makanya gitu". Ujar Aera sambil berlalu pergi.


"Ehh tunggu". Ujar Gevan tapi Aera terus berlari.


"Haissh lucu nyaa". Gumam Gevan melihat Aera malu seperti tadi.


"Lebih baik aku kembali ke sana". Ujar Gevan pada dirinya sendiri.


Gavin serta yang lainnya melihat Aera yang datang dengan wajah memerah karena malu, sedangkan Gevan yang baru menyusul nya biasa saja, Gevan menghampiri kembarannya.


"Abangg". Panggil Gevan padanya.


"Iya kenapa adik abang ini?". Tanya Gavin padanya.


"Nanti Gevan tinggal dimana bang?". Tanya Gevan padanya.


"Tinggal di apartemen abang aja, dulu sebelum menikah dengan Ayna, abang membeli apartemen". Jawab Gavin padanya.


"Wahh abang beneran jadi sukses ya, kagum aku sama abang". Ujar Gevan padanya.


Gavin hanya tersenyum, mereka semua kembali berbincang riang hingga waktu menunjukkan pukul lima sore, Gavin mengantar adiknya ke apartemen bersama istrinya, setelahnya Gavin pergi ke rumah yang dulu ia hadiahkan atas nama istrinya.


Ting!


...Abang Gavin...


...Online...


Kalau ada apa apa, kabari abang yaa


^^^Iyaa siap bang, makasih ya abang 😢^^^


Gausah bilangg makasih, kamu adik abang Gevan.


^^^Iyaa abang, Gevan lapar bang, ada bahan bahan ngga di kulkas?^^^


Ada kok, tadi abang menyuruh asisten abang membelikan bahan bahan makanan, karena pasti kamu tadi menahan lapar karena malu kan.


^^^Abang peka banget hehe^^^


Gavin menyimpan ponselnya di saku celana, lalu kembali menjalani mobilnya menuju rumah mereka berdua, Ayna sudah tertidur karena kelelahan dan Gavin membiarkan aja istrinya tertidur.

__ADS_1


...----------------...


SELAMAT TAHUN BARU GUYS, GA KERASA YA UDAH TAHUN 2023 🎉🎉🎉


__ADS_2