
Cklek
Pintu terbuka menampilkan seorang dokter keluar dari ruangan tersebut, membuat semuanya berdiri dari duduknya.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?". Tanya Deffa padanya.
"Istri tuan baik baik saja han-". Jawaban Dokter tersebut terpotong oleh Deffa.
"Baik baik saja gimana? jelas jelas istri saya pingsan dokter!". Ujar Deffa marah padanya.
"Tuan saya belum melanjutkannya ucapan saya".Ujar dokter tersebut.
Deffa ditenangkan oleh Mommy nya, akhirnya setelah Deffa tenang ia pun meminta sang dokter menjelaskan keadaan Tasya.
"Istri tuan baik baik saja, namun sepertinya kelelahan membuatnya pingsan seperti itu dan juga saya mau mengabarkan kalau istri tuan hamil, sudah dua minggu". Ujar dokter tersebut membuat semuanya kaget serta bahagia.
"Istri saya ha-mil dok?". Tanya Deffa dengan ekspresi terharu.
"Iyaa tuan, istri anda hamil, selamat ya tuan". Jawab dokter tersebut pada Deffa.
Deffa serta yang lainnya merasa bahagia terutama Anna yang bahagia akan memiliki seorang adik, ia ingin merasakan jadi kakak bagaimana makanya ia sangat senang.
Sementara itu Ayna dan Dion yang mengikuti para suster ke ruangan seseorang terhenti, melihat pasien di dalam kejang kejang membuat Ayna langsung memeluk kembaran nya.
"Hiks abangg". Isak tangis Ayna membuat Dion khawatir.
"Kenapa syaang? ada apa?". Tanya Dion cemas.
"Setelah bertahun tahun, akhirnya aku menemukan dimana Gavin di rawat, ternyata di rumah sakit milik keluarga Appah hiks". Jawab Ayna yang masih memeluk nya.
Dion mengusap punggung adiknya untuk menenangkan NyA, kemudian mereka mendengar pembicaraan para suster yang menjaga pasien tersebut.
"Kasian ya, sudah koma bertahun tahun tidak ada kemajuan dalam tubuhnya". Ujar salah satu suster pada temannya.
"Benar, apalagi keluarganya sudah tidak pernah berkunjung ke rumah sakit, menganggap anak ini seolah olah meninggal". Ujar suster yang satu menyetujui temannya.
Deg
Bagaimana bisa ada orangtua yang tega seperti itu. Batin Ayna sedih.
Ayna merasakan hawa seseorang disampingnya ternyata Gavin yang mengikutinya, Gavin menghampiri pasien yang merupakan dirinya sendiri, Ayna akan mengikutinya tetapi Dion mencegah.
Kembali pada Deffa yang sudah masuk keruangan istrinya di rawat, istrinya belum tersadar dari pingsannya, Deffa duduk disamping ranjang istrinya.
"Anak Appah baik baik ya di dalam sana". Ujar Deffa mengecup perut istrinya.
__ADS_1
"Jangan buat Ammah susah sayang". Gumam Deffa mengelus perut rata istrinya.
Beberapa menit kemudian Tasya mengerjapkan matanya, ia melihat tembok putih rumah sakit serta seseorang yang menatapnya dengan berkaca kaca.
"Mas.. ". Panggil Tasya lemah.
"Iyaa sayang, ini mas". Ujar Deffa menatapnya dengan berkaca kaca.
"Mas, aku kenapa? kenapa kamu sedih seperti itu?". Tanya Tasya pada suaminya.
"Kamu gapapa sayang, kamu cuman kelelahan saja, aku gapapa syaang". Jawab Deffa yang tak bisa menahan air matanya.
"Beneran mas terus kenapa mas nangis? apa aku punya penyakit serius? iya mas?". Tanya Tasya ketakutan jika ia memiliki penyakit berbahaya.
"Ngga sayangg, nanti dokter yang akan menjelaskan nya untuk memastikan sayang". Jawab Deffa diangguki oleh istrinya.
Tak berselang lama seorang dokter perempuan masuk ke dalam ruangan tersebut, ia memberikan gel pada perut Tasya serta mulai memeriksanya, sebelum itu Deffa meminta pada para lelaki untuk menutup matanya.
"Disini tuan dan nyonya bisa melihatnya, ada titik kecil, yang kemungkinan janin yang berada di perut nyonya Tasya". Ujar Dokter membuat Tasya berkaca kaca menatap suaminya.
"Mass.. aku.. ". Ujar Tasya tergantung entah mengapa serasa susah untuk berkata.
"Iyaa sayang kamu hamil". Ujar Deffa pada istrinya sambil tersenyum.
"Disini terdapat dua titik yang kemungkinan kalian akan memiliki seorang anak kembar kembali". Ujar Dokter tersebut memperlihatkan titik kecil tersebut pada mereka.
Para orangtua juga ikut merasakan kebahagiaan, terlihat beberapa kali mereka mengusap sudut mata mereka yang beberapa kali mengeluarkan air matanya.
"Selamat yaa syaang, akhirnya Mommy akan bertambah cucu". Ujar Mommy Nissa memeluk keduanya.
"Makasih mom". Ujar Tasya memeluk mertuanya.
Begitupun dengan yang lainnya memberikan selamat pada Tasya, para sahabatnya juga memberitahu bahwa mereka sama sama hamil kembar, bedanya sekarang terbalik.. Prita dan Inggrita hamil kembar 4 , Bella dan Luna hamil kembar 3 serta Tasya dan Gisella hamil kembar 2.
"Wahh anak kita makin ramai nanti jika berkumpul". Ujar Bella pada Tasya.
"Sekarang kita merasakan hamil kembar". Ujar Prita pada Bella dan Inggrita.
"Kita yang pengen hamil satu malah dapet kembar terus". Ujar Gisella padanya.
"Udah syukurin aja, banyak mereka yang diluar sana susah untuk hamil loh". Ujar Luna pada mereka.
"Iyaa bu dokter".Ujar mereka padanya barengan.
Kembali pada Ayna dan Ditto yang masih berada diruangan pasien dimana tempat Gavin dirawat, Ayna melihat dengan mata kepalanya sendiri Gavin berusaha untuk masuk ke dalam tubuhnya tetapi tidak bisa.
__ADS_1
"Seharusnya kamu membantu dia, dia sudah menunggu dengan sabar agar kamu mau membantunya kembali masuk ke dalam tubuhnya". Ujar ibu kandung abangnya pada Ayna.
Ayna merasa bersalah ia pun meminta izin pada abangnya untuk masuk, Dion mengangguk dengan syarat ia juga harus ikut, Ayna mengangguk setuju pada abangnya, mereka pun masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Kalian siapa?". Tanya Dokter yang memeriksa tubuh Gavin.
"Cucu pemilik rumah sakit dok, masa tidak tau". Jawab Ayna kesal.
"Hah? kalian? anak kembarnya Nona Tasya?". Tanya Dokter tersebut dengan gugup.
"Iyaa benar dan saya mau menjenguk teman saya, boleh kan". Ujarnya pada dokter.
"Silahkan, kalau begitu saya pamit untuk pergi, karena jantung pasien sudah normal". Ujar Dokter diangguki oleh keduanya.
Ayna menatap Gavin yang menatap nya, ia tidak tau harus bagaimana membantu Gavin agar bisa masuk ke dalam tubuhnya, hingga tidak sengaja tangan Ayna menyentuh tangan Gavin yang sedang koma.
Deg.
"Ayna, sebelum aku sadar, aku mau jujur sama kamu, aku cinta sama kamu sejak dulu, tolong ingatkan aku jika aku sadar nanti bahwa kamulah orang yang ku cintai". Ujar Gavin pada Ayna sebelum ia masuk ke dalam tubuhnya.
Ayna yang mendengar itu langsung berkaca kaca, ia melihat tubuh Gavin bergerak, Ayna menoleh pada abangnya Dion, lalu Dion pun berlari memanggil dokter.
Aku juga mencintaimu Dion, bahkan saat itu aku melupakan Arkan. Batin Ayna sambil mengelus wajah Gavin untuk pertama kalinya.
Disisi lain kembali pada Deffa dan Tasya, mereka akan pulang karena Tasya membaik, tetapi mereka baru menyadari anak kembar mereka yang lain tidak ada diruangan.
"Kemana Dion sama Ayna?". Tanya Deffa pada Leo serta anaknya yang lain.
"Itu yah, kak Ayna pergi menghampiri ruangan pasien Gavin, akhirnya kak Ayna bisa membantu Gavin setelah bertahun tahun yah". Jawab Anna yang memang tau keberadaan kembarannya.
Deffa dan yang lainnya segera menghampiri dimana Ayna dan Dion berada, mereka berhenti saat Ayna anak perempuan mereka menangis tersedu melihat Gavin didampingi oleh Dion yang menenangkan adiknya.
"Abangg hiks hiks, Gavin mungkib lupa sama akuu". Ujar Ayna memeluk kembarannya.
"Ssstt, ngga mungkin dia lupain kamu, orang dia ngeliatin kamu terus". Ujar Dion pada adiknya.
"Ayna". Panggil Gavin lemah membuat Ayna langsung menoleh.
"Kak Ga-vin". Ujar Ayna tergugu.
"Lohh kenapa jadi manggil pake kak biasanya juga Gavin aja". Ujar Gavin sambil mengusap air mata dipipi Ayna.
"Bu.. bukannya kamu lebih tua dari abang Leo sama aku makanya panggil kak". Ujar Ayna masih menatap Gavin.
Deffa serta yang lainnya merasa terharu, Arkana yang melihatnya merasa cemburu tetapi ia bisa apa, Ayna mungkin mencintai Gavin yang selalu ada disisinya walaupun sebenarnya Arkana pun selalu ada.
__ADS_1
Kenapa sesakit inii mencintai dalam diam. Batin Arkana melihat Ayna dan Gavin.