My Handsome Husband

My Handsome Husband
Chapter 98#GERA (GEVAN AERA)


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, kini Aera sudah pulang ke rumah kediaman keluarga Abrizam, karena anak nya masih kecil jadi untuk sementara Aera dan Gevan tinggal dirumah kediaman orangtua Aera. Kini Baby Gevano dan Baby Gevandra sedang diajak bermain oleh para adik dan kakaknya.


"Aihh ramai pula rumah". Ujar Arkana yang datang bersama anak serta istrinya.


"Wahh kalian akan menginap juga?". Tanya Aera pada abangnya.


"Iyaa kita akan menginap, biar anakmu ada temannya". Jawab Arkana pada adiknya.


"Asikkk senang deh banyaknya bayi di rumah". Ujar Cleona sambil tersenyum.


"Baby Raka sinii". Ujar Clauna ingin memeluknya.


"Hatihati bawa nya dek". Ujar Emily padanya.


"Iyaa kak". Ujar Clauna pada nya.


Kini Gevan dan Aera sedang berada di kamar mereka bersama sikembar, karena waktu sudah malam mereka pun masuk ke kamar masing masing, Gevan tengah menatap anaknya yang tersenyum.


"Lucu sekali sih anaknya daddy inii". Ujar Gevan pada Baby Gevan.


"Serasa manggil nama sendiri tau Ay". Ujar Gevan pada istrinya.


"Hahha ia kan Gevan junior ini Gevan senior". Ujar Aera terkekeh.


Gevira menghampiri orangtuanya yang sedang menatap adiknya, Gevan yang tersadar langsung memangkunya agar anak pertamanya melihat bahwa adiknya sangat tampan seperti daddy nya.


"Campan dad". Ujar Gevira menatap Gevan.


"Iyaa sayang tampan seperti daddy kan?". Tanya Gevan mencium pipi putrinya.


"Iyaa dad". Jawab Gevira dengan mencium pipi Gevan.


"Pinternya anak daddy". Ujar Gevan pada putrinya.


"Anakku juga lah mas". Ujar Aera pada Gevan.


"Iyaa sayang anak kita". Ujar Gevan sambil tersenyum pada istrinya.


Gevira tertidur di pangkuan Gevan, membuat Gevan langsung menidurkannya di ranjang kecil anaknya, lalu ia kembali menghampiri istrinya yang sedang menidurkan sikembar.


"Sayang, udah pada tidur?". tanya Gevan pada istrinya.

__ADS_1


"Nih udah, kenapa emangnya mas?". Tanya Aera pada suaminya.


"Heum gapapa sih, nanya aja emang gaboleh?". Tanya Gevan mengangkat alisnya.


"Ya bolehlah mas". Jawab Aera sambil tersenyum pada suaminya.


"Makin gemes aja sih istri aku ini". Ujar Gevan mengecup pipi istrinya.


"Ihh mas, kenapa cuman pipi? ini nya ngga?". Tanya Aera sambil menunjuk bibirnya.


Gevan yang melihat itu langsung mengecup bibir istrinya sebentar, membuat Aera senang bukan main, mereka berdua akhirnya tidur sambil berpelukan.


Oekk oekk oekkk


Tengah malam Baby Gevandra terbangun membuat Gevan yang tengah memeluk istrinya pun langsung menghampiri anaknya, dia mengecek pantatnya dan ternyata PUP untung saja dia sudah handal karena dulu sering membantu mengurus Gevira.


"Anak daddy PUP, sini daddy ganti popoknya ya sayang". Ujar Gevan membuka popok kain tersebut.


"Aduh sayangg, kamu pipisin Daddy, tapi gapapa yang penting kamu ganti popok dulu ya sayang". Ujarnya sambil membersihkan kotoran anaknya.


"Akhirnya selesai juga, bentar daddy ganti baju dulu sayang". Ujar Gevan pada anaknya.


Beberapa menit kemudian Gevan mengayun ngayunkan Baby Gevandra agar tertidur, walau Gevan sendiri ngantuk tapi ia mementingkan anaknya agar tidur terlebih dahulu.


"Loh bang, lagi nidurin juga?". Tanya Arkana kaget melihat Gevan didalam.


"Iyaa nih tadi PUP , jadi ini mau ditidurin lagi". Jawab Gevan pada Arkana.


"Wah sama dong kalau begitu". Ujar Arkana duduk disamping Gevan.


Walau Baby Raka lahir lebih dulu dibanding Baby Gevandra, Arkana tetap akan menyuruh anaknya untuk memanggil abang atau kakak pada anak dari adik kembarannya Aera.


Beberapa jam kemudian mereka berpisah, karena anak mereka sudah tertidur kembali, saat memasuki kamar Gevan melihat istrinya yang panik.


"Astaga mas, kamu dari mana?". Tanya Aera dengan panik.


"Habis nidurin Baby Gevandra sayang, kenapa?". Tanya Gevan dengan wajah ngantuknya.


"Aku panik, ga liat kamu sama Baby Gevandra , aku takut kamu di culik sama mereka". Jawab Aera sambil memeluk suaminya setelah Gevan menidurkan Baby Gevandra.


"Kenapa ga bangunin aku sih mas? kalau Baby Gevandra nangis?".Tanya Aera dalam pelukan suaminya.

__ADS_1


"Aku mana tega bangunin kamu sayang, kamu udah capek ngurusin mereka dari pagi jadi tadi aku aja". Jawab Gevan mengelus rambut istrinya.


Aera merasa terharu mendengarnya, ia beruntung memiliki suami seperti Gevan, hingga tak terasa Gevan tertidur karena memang dia sudah tidak kuat dengan kantuknya.


"Terimakasih sayang, aku mencintaimu". Ujar Aera mengecup kening suaminya.


Aera pun tertidur kembali setelah melihat suaminya tertidur, hingga beberapa menit kemudian kini giliran Baby Gevano yang menangis, untung saja Aera sudah terbangun karena pengen ke kamar mandi.


"Bentar ya sayang nya mommy, mommy gakuat pengen pipis nak, bentar ya". Ujar Aera sambil menepuk nepuk pantat anaknya dengan pelan.


"Ahh lega, ayo sayang sini sama mommy". Ujar Aera setelah selesai dari kamar mandi.


"Anak mommy lapar iya sayang? yaudah ini minum susunya sayang". Ujar Aera sambil mengeluarkan salah satu p*y*d*r* nya.


"Aduh sayang lapar banget ya, maafin Mommy ya sayang". Ujar Aera menatap lembut anaknya.


Aera bersandar dikepala ranjang dengan adanya bantal di belakang tubuhnya, tak terasa Aera tertidur dengan kondisi Baby Gevano masih menyusu.


Jam 5 pagi Gevan terbangun karena alarm di ponselnya, lalu ia menoleh betapa terkejutnya melihat posisi tidur istrinya sangat membahayakan untuk anaknya.


Gevan langsung mengambil Baby Gevano dengan pelan lalu menidurkan di ranjang bayi, untung saja Gevan segera menangkap nya jika tidak anaknya sudah terjatuh kebawah.


"Ya ampun sayang, andai aku telat mungkin anak kita Udaah jatuh ke lantai". Ujar Gevan membenarkan posisi tidur istrinya.


"Terimakasih telah memberikan ku anak yang cantik dan tampan syang, aku mencintaimu sayang". Ujarnya sambil mengecup bibir istrinya.


Gevan sudahh mempunyai sebuah perusahaan sendiri, namun sekarang dia harus cuti karena lahiran istrinya, walau pun banyak yang akan membantu istrinya tetapi ia tidak bisa meninggalkan istrinya begitu saja.


"Mas Gevan". Panggil Aera pada Gevan yang sedang menggendong Baby Gevano.


"Iyaa syaang?". Tanya Gevan sambil membalikkan badannya.


"Baby Gevano nangis? kok ngga bangunin aku sih?". Tanya Aera sambil berkaca kaca.


"Sayang, tadi kan udah sama kamu, sekarang gantian aku yang ngurus Baby Gevano, Ini anak kita berdua sayang jadi aku juga harus membantu mengurus sikembar begitupun juga dengan Gevira". Jawab Gevan sambil menghampiri istrinya.


"Makasih ya mas, aku beruntung memiliki suami seperti kmu, makasih untuk semuanya mas". Ujar Aera memeluk suaminya serta menangis.


"Sstt syaang, jangan nangis justru mas yang beruntung memiliki kamu sayang, kamu tuh paket completed tau sayang". Ujar Gevan sambil mengedipkan matanya.


"Mas ihhh". Rengek Aera karena Gevan menggodanya.

__ADS_1


Gevan senang melihatnya seperti itu, Aera terus menggelitiki pinggang suaminya hingga membuat Gevira tertawa yang memang sudah terbangun, sungguh kebahagiaan yang indah.


__ADS_2