
Walaupun dulu Ameera sangat menyukai Arkana, mungkin itu hanya cinta monyet saat kecil tetapi sampai sekarang perasaan itu masih ada, walaupun pada akhirnya dia menikah dengan suaminya sendiri yaitu Dion Vegas Brata Abraham.
Mereka berdua menikah setelah Lion hanya saja beda 1 tahun karena Dion harus pendekatan dengan Ameera, bahkan kini Lion sudah menjadi calon ayah karena istrinya Ayumna sedang hamil memasuki usia 8 bulan kandungan nya, pernikahan Lion dan Ayumna sudah memasuki umur 2tahun sedangkan Dion baru satu tahun, ia menghampiri istrinya yang termenung.
"Selamat pagi istriku". Sapa Dion sambil memeluk istrinya.
"Selamat pagi juga abang". ujar Ameera membalikkan badannya.
"Kamu kapan bangun?". Tanya Ameera pada suaminya.
"Sejak kamu merenung syang, kenapa sih?". Tanya Dion pada istrinya.
"Gapapa abang Dion". Jawab Ameera yang masih belum terbiasa memanggil romantis.
Dion hanya tersenyum tipis karena Ameera masih saja tidak terbiasa, walaupun mereka dekat tapi dulu sebagai abang dan adik sekarang mereka sudah sah menjadi pasangan suami dan istri, Dion memaklumi itu karena dia tau perasaan Ameera belum benar hilang untuk Arkana.
"Kalau gitu abang mandi dulu yaa Ra". Ujar Dion melepaskan pelukannya.
Dion Akan ikut memainkan perannya jika istrinya tidak terbiasa dengan panggilan romantis, maka dia akan memanggil Ameera dengan sebutan seperti biasa waktu mereka kecil.
"Jangan ngelamun di pagi hari, ga baik tau". Ujarnya lagi pada Ameera.
"Kalau ngelamunin abang sih boleh aja Ra". Ujarnya sambil terkekeh.
Ameera tidak tau harus bagaimana, ia merasa bersalah pada suaminya sendiri karena perasaannya pada Arkana masih ada, seharusnya ia tidak boleh menerima pinangan Dion jika begini jadinya.
Setelah Dion keluar dari kamar mandi, Ameera langsung memeluk nya membuat Dion kaget, bahkan Ameera menangis karena rasa bersalahnya membuat Dion bingung kenapa pula istrinya itu pikirnya.
"Kamu kenapa Ra?". Tanya Dion panik.
"Maaf bangg, maafin aku yang belum bisa menghilangkan perasaan ini sepenuh nya bang hiks hiks". Jawab Ameera dengan terisak.
"Ssstt sayang, udah ya gapapa kok, abang akan selalu menerimanya, abang akan sabar menunggu kamu menghilangkan perasaan kamu buat Arkan". Ujar Dion mengusap rambut istrinya.
"Kenapa? abang seharusnya marah sama aku, apalagi abang belum menerima hak abang, maafin aku yang belum memberikan malam pertama kita yang panjang bang". Ujar Ameera sambil terus menangis.
"Udah jangan nangis lagii, abang gabisa marah sama kamu sayang abang gapapa kok, udah yaa". Ujar Dion menghapus air mata istrinya.
Ameera seharusnya bersyukur dicintai oleh Dion bukannya mencintai seseorang yang tidak akan pernah membalas perasaan selama bertahun tahun, Dion tersenyum padanya sebelum ke ruang khusus memakai baju.
"Harusnya kamu bisa menghilangkan perasaan itu Ameera". Gumam nya dengan lemah.
"Kasian suami kamu, yang udah satu tahun berpura pura baik baik saja di depan semua keluarganya, bahkan Mommy Tasya selalu menanyakan kehamilan ku". Gumam Ameera mendesah berat.
__ADS_1
"Aku harus bisa, masa sudah setahun ini perasaan itu ga hilang juga". Ujar Ameera dengan semangat.
Dion keluar setelah memakai bajunya, ia menghampiri Ameera yang terdiam, sebenarnya ingin sekali ia merasakan apa yang saudara nya rasakan, mencium bibir istrinya saja hanya saat menikah selebihnya hanya mencium kening.
"Kenapa lagi Ra?". Tanya Dion padanya.
"Gapapa kok sa-sayang". Jawab Ameera dengan gugup.
"Udah gausah dipaksain, kalau emang belum terbiasa Ra". Ujar Dion sambil tersenyum pada istrinya.
"Maka dari itu harus dibiasakan agar terbiasa abang eh sayang maksudnya". Ujar Ameera terkekeh.
"Yaudah sekarang mending kamu mandi dulu Ra". Ujar Dion diangguki istrinya.
Ameera berbalik lagi setelah akan membuka pintu kamar mandi, membuat Dion menatap nya heran tetapi sesaat ia terkejut ketika istrinya mencium bibirnya lalu masuk ke kamar mandi.
"Astaga setelah setahun lamanya baru lagi merasakan bibir sang istri walaupun sekejap". Ujar Dion memegang bibirnya.
"Aduhh maluu akuu, nanti gimana ketemu abang yaa?". Tanya Ameera di dalam kamar mandi.
"Sayangg, jangan lama lama mandinya". Teriak Dion membuat Ameera segera mandi.
"Udah sayang?". Tanya Dion setelah 5menit menunggu.
"Bentar mas Dion, bisakah tolong ambilkan aku handuk, aku lupa mengambilnya". Jawab Ameera membuat Dion tersenyum.
Ameera pun keluar setelah memakai handuk, ia akan melewati suaminya namun dia tersandung kakinya sendiri, membuatnya jatuh dia atas tubuh suaminya, mereka berdua saling menatap dengan jantung yang saling berdegup kencang.
"Maaf mas, berat yaa". Ujar Ameera hendak bangkit dari tubuh suaminya.
"Engga sayang, kamu ngga beratt". Ujar Dion malah memeluk istrinya.
"Mas lepas, aku mau dibaju ihh". Ujar Ameera panik.
"Sayang, nanti aja dibajunya okee". Ujar Dion lalu menutup badan mereka dengan selimut.
"Mas tapi hmmahh". Ujar Ameera terpotong karena Dion mencium bibirnya.
Hingga dipagi hari itu mereka melakukannya, ya inilah yang ditunggu oleh Dion selama setahun, hak nya sudah ia ambil cukup sudah ia berpuasa selama setahun, Ameera pun menikmatinya hingga mereka tertidur kembali.
Beberapa jam kemudian, Ameera terbangun saat hendak melangkah ke kamar mandi, ************ nya sakit membuat dia sedikit berteriak, Dion yang mendengar itu menghampirinya.
"Sayang, kamu mau kemana?". Tanya Dion pada istrinya.
__ADS_1
"Mau ke kamar mandi mas, tapi sakitt sekali saat melangkah". Jawab Ameera dengan malu.
"Masih sakit sayang?". Tanya Dion pada nya.
"Iyaa mas kan aku udah bilang ihh". Jawab Ameera semakin malu.
"Biar ga sakit, kita lakukan sekali lagi". Ujar Dion pada istrinya.
"Mass ihh gamauu, kamu mah bilangnya sekali tapi malah berkali kalii". ujar Ameera meronta ronta.
Dion tidak mendengarnya, akhirnya Ameera kembali di tempur oleh suaminya , awal memang sakit tapi kesananya sudah tidak sakit, mereka terus bertempur hingga beberapa jam baru selesai.
"Mas udah ahh, capek tau". ujar Ameera di pelukan suaminya.
"Iyaa sayang maaf dan makasih sayangg". Ujar Dion mengecup bibir istrinya.
"Hmmah mas, udah ahh". Ujar Ameera pada suaminya.
Akhirnya mereka mandi bersama, karena istrinya kelelahan membuat Dion tidak melakukannya lagi, wajar saja dia liar karena sudah lama menunggu untuk bisa seperti ini, setelah mandi mereka tidur kembali melewatkan sarapan serta makan siang mereka.
Sedangkan dibawah di ruang tamu, Anna berdecak kesal ketika mendengar suara ******* pasutri tersebut, Kevin tersenyum mendengarnya saat mendekati Anna tiba tiba ia di tampar pelan.
"Ihh mesum kamu ya Vin, dengerin suara mereka". Ujar Anna kesal.
"Haha bentar lagi juga kita akan seperti itu loh sayang". Ujar Kevin secepat kilat mencium bibir calon istrinya.
"KEVINN!!". Teriak Anna kesal lalu mengejar calon suaminya.
Niat hati ingin berkunjung pada abangnya malah dia mendengarkan suara ******* menyebalkan, Anna terus mengejar Kevin hingga tak terasa ia kelelahan membuatnya terjatuh di tubuh Kevin serta bibir mereka yang menempel.
Astaga jantung Kevin degdegan. Batin Kevin saat merasakan bibir basah Anna.
Aduhh malu akuu, huaa bagaimana jika abang liatt. Batin Anna berteriak.
Bukannya bangun mereka malah asik dengan posisi itu, hingga Kevin ******* bibir Anna dengan lembut membuat Anna membuka mulutnya memberi Kevin luang serta matanya yang tertutup menikmati.
Tanpa mereka sadari Dion dan Ameera melihat mereka dari tangga menuju ke bawah, Ameera menutup matanya karena malu sedangkan Dion mengajak istrinya untuk mendekati mereka.
"EKHEM!!". Suara deheman menghentikan mereka berdua.
"Ngga bisa sabar apa ya kalian ini , cuman nunggu 2hari lagi lohh". Ujar Dion mendelik pada mereka.
"Abangg!!". Teriak mereka lalu merapihkan baju mereka yang kusut karena berguling dibawah.
__ADS_1
Ameera hanya tersenyum tipis melihatnya, sedangkan Anna dan Kevin malu kepergok oleh mereka, Dion yang melihat itu pun menghela nafasnya.
Maaf agak sedikit dewasa :)