
5 Tahun Kemudian..
Kini semua orang tengah berkumpul bersama di sebuah Villa milik suami dari Clauna, kini bahkan mereka sudah mempunyai menantu karena anak dari Gavin yaitu Alva sudah menikah bersama kekasihnya Yaitu Grace Alessiana Putri
"Wahh Villa nya gede bangett yaa kak". Ujar Nayla pada Nabila disampingnya.
"Iya benar apa yang kamu bilang sayang". Ujar Nabila mengelus rambut adiknya.
"Mom, beruntung banget ya punya suami kaya". Ujar Nabila pada Alya.
"Jangan dilihat orang kaya nya dong sayang, lihat dari perlakuan nya pada kamu, apa dia memperlakukan kamu dengan baik maka kamu akan bahagia, tetapi jika sebaliknya tidak sayang". Ujar Leo pada putrinya.
"Benar sih apa yang dibilang daddy". Ujar Nabila sambil menganggukkan kepalanya.
Sedangkan ada pula yang asik berbincang bersama pengantin baru, siapa lagi jika bukan Alva dan Grace, sedaritadi Alva selalu menempel pada istrinya itu, membuat yang lainnya merasa iri serta ada juga yang menggelengkan kepalanya.
"Kapan aku nikah bun?". Tanya Elina pada Anna.
"Loh kok nanya bunda sayang, ya balik lagi ke kamu, emangnya udah ada calonnya?". Tanya Anna pada putrinya.
"Hehe belum ada bun". Ujarnya terkekeh pada Anna.
"Kalau kamu Elana?". Tanya Anna padanya.
"Ya samalah bun, belum ada, mungkin masih ditangan author eh tuhan maksudnya". Jawab Elana terkekeh.
Elina terbahak mendengar jawaban adik kembarannya, padahal tidak ada yang lucu pikir Elana, Kevin menatap putrinya yang sudah berumur 23tahun tersebut, ia memeluk keduanya tiba tiba membuat Anna heran.
"Kenapa ayah?". Tanya Elina pada Kevin.
"Gapapa sayang". Jawab Kevin sambil tersenyum pada anaknya.
"Ayah ga bohong kan?". Tanya Elana pada ayahnya.
"Ngga syang , ayah hanya ingin memeluk kalian berdua". jawab Kevin pada nya.
"Ayah aneh dehh, jangan bikin Lina Khawatir deh yah". Ujar Elina menatap Ayahnya.
Kevin hanya tersenyum tanpa membalas ucapan Elina, namun kini Kevin beralih memeluk istrinya yang semakin tua namun raut wajahnya terlihat awet muda, Anna masih menatap suaminya dengan tatapan heran.
"Kamu kenapa sih mas?". Tanya Anna pada suaminya.
"Mas, jangan bikin aku khawatir dong". Ujar Anna pada suaminya.
"Sayangg". Panggil Anna karena suaminya tidak menjawab.
"Kevin please dehh, kamu kenapa sih sayang?". Tanya Anna pada suaminya.
Kevin diam saja namun bibirnya tersenyum penuh arti, Richard anak terakhir itu menatap ayahnya yang menutup matanya, langsung mendekati mereka yang sedang duduk di sofa dengan posisi Richard berada di belakang mereka.
__ADS_1
"Ayahh!". Teriak Richard membuat Anna serta yang lainnya kaget.
"Astaga mas". Ujar Anna kaget menatap suaminya.
"Mas bangun mas, kamu jangan prank aku lagi, aku gasuka mas, bangunn". Ujarnya berkaca kaca.
"Ayah kenapa bunda?". Tanya Elana dengan berkaca kaca.
Anna menggeleng namun ia dengan cepat menyuruh Elina membawa peralatan rumah sakitnya, langsung saja dengan cepat Elina membawa alat alat itu kehadapan sang bunda.
"Ngga!! ngga mungkin mas!!". Teriak Anna saat ia tidak merasakan detak jantung suaminya.
"Mas bangun, bangun hiks hiks". Ujar Anna memeluk Kevin dengan terisak.
"Bunda? jangan bilang Ayah pergi untuk selamanya?". Tanya Elina dengan bergetar.
"Bunda ayah aku pul--Ayaahhh!!". Teriakan seseorang membuat mereka menoleh.
George menjatuhkan piala yang ia bawa dari sekolah saat melihat ayahnya yang sedang ditangisi oleh keluarga nya, segera ia berlari ke dalam sana menghampiri keluarga nya.
Sedangkan yang lainnya menoleh ke belakang, terutama Maxim anak dari Dion dan Ameera sangat dekat dengan Kevin, mereka semua berlari menghampiri Anna yang terisak memeluk suaminya..
"Ada apa syang?". Tanya Deffa pada putrinya.
"Ayahhh hiks hiks Kevin pergii Yahh". Jawab Anna memeluk Deffa.
"Sayangg bangun, anak bunda bangun sayangg hiks hiks ". Ujar Bella terisak ditubuh anaknya.
Argantara menatap abangnya yang selalu mengajarkan bagaimana cara melindungi keluarganya, ternyata ini yang abangnya maksud memintanya untuk menggantikan dirinya, ternyata abangnya pergi untuk selamanya.
Kenapa abang pergi secepat inii. Batin Argantara berkaca kaca menatap Kevin.
"Ayahh, kenapa ayahh pergi secepat inii?? hiks hiks Ayahh". Ujar Elina terisak.
"Tadi pelukan terakhir dari ayah". Ujar Elana memeluk tubuh dingin Kevin.
"Ayah tenapa unda?". Tanya Richard kebingungan.
"Unda wab ichal, Ayah tenapa unda?". Tanya Richard lagi pada Anna.
"Hiks Ayah pergi sayang". Jawab Anna masih terisak.
"Pelgi kemana unda? kok ndak ajak aku?". Tanya Richard membuat semuanya berkaca kaca.
Bella tiba tiba diam membuat semua menatapnya, Luna mendekati sahabatnya itu, ia akan memeriksa keadaan Bella, tapi saat membalikkan badannya Luna begitu terkejut, karena saat ia mengecek nafasnya tidak ia rasakan, serta detak jantungnya yang tidak dapat ia dengar.
"Ya ampun Bella, bangunn kenapa kamu ikutan pergii, Bella". Ujar Luna mengguncang tubuh sahabatnya.
"Omaa, Aunty, Bella". Teriak mereka histeris.
__ADS_1
"Kenapa oma juga pergi ninggalin kita semua?". Tanya Eliza yang sedaritadi diam.
"Bangun bundaa, bundaaa bangunnn!!". Teriak Anna memeluk Bella yang telah ia anggap bundanya sendiri.
"Hiks hiks bunda, bangunn bun". Argantara memeluk tubuh dingin bunda nya.
Semuanya terisak tak terkecuali Deffa, sungguh ia merasakan kehilangan yang ntah ke berapa kalinya ia rasakan, anak kecil yang belum mengerti hanya diam melihat semuanya menangis, ada yang memeluk Bella ada juga yang memeluk Kevin.
"Mas Kevin pergi meninggalkan aku dan anak anak yang masih membutuhkan mu mas". ujar Anna menatap wajah suaminya yang tertutup.
"Aku ikhlas kamu pergi, kamu udah ga sakit lagi ya sayang, maaf aku tidak mengerti saat tiba tiba kamu memelukku tadi". Ujarnya mencium kening suaminya serta bibir itu untuk yang terakhir kalinya.
"Bunda juga ikut pergi ninggalin kita, semoga kalian berdua tenang di sana ya bun, aku sayang bunda". Ujar Anna yang juga mencium kening Bella.
Beberapa jam kemudian kini semuanya telah pulang dari pemakaman kecuali keluarga Bella dan Deffa, mereka masih diam di pemakaman Bella dan Kevin, Deffa jongkok sambil menatap makam istri serta para sahabatnya.
Deffa mendoakan semuanya, termasuk kedua orangtua nya yang juga sudah lama meninggal, mertuanya pun sama meninggalkan Deffa, kini yang tersisa hanya kenangan mereka serta anak dan cucu Deffa.
"Dad, ayo pulang". Ajak Lion padanya.
"Ahh iyaa sayang". Ujar Deffa bangkit lalu merangkul anaknya.
"Kamu yang sabar ya sayang, semua yang hidup pasti akan mati". Ujar Deffa memeluk Anna.
"Yaudah kita pulang yaa". Ajak Deffa pada mereka.
Clauna terdiam, ia kira di tahun ini semuanya akan merasa bahagia, tetapi ia salah begitu banyak yang merasakan kehilangan, Kendri mengusap bahu istrinya karena ia pun merasakan apa yang dirasakan sang istri.
"Sabar sayang, doakan mereka agar tenang di alam sana". ujar Kendri pada istrinya.
"Iya mas, aku pikir cukup saat kehilangan mami dan Papi, tapi kini aku merasakan kehilangan lagi mas, bagaimana nanti ketika anak kita yang merasakannya?". Tanya Clauna pada suaminya.
"Sayang sudahh, memang takdir sayang, kita diberi hidup namun suatu saat akan berada ditanah". Ujar Kendri mengajak istrinya masuk ke mobil.
...****************...
***Setiap yang hidup pasti akan merasakan kehilangan,
Semua yang tercipta dari tanah, akan kembali ke dalam tanah.
Semuanya berpasangan..
Pria dan Wanita
Datang dan Pergi
Bahagia dan Sedih
Hidup dan Mati***.
__ADS_1