
"Wahh anda songong banget ya mentang mentang cuman babu nya pak Alexo , bisa seenaknya seperti ini". Ujar seseorang dengan kesal.
"Maaf tapi saya bukan babu nona". Ujarnya kesal pada orang tersebut.
"Eleuhh jangan ngeles deh kamu". Ujarnya pada orang tersebut.
"Ish ga percayaan amat". Gerutunya kesal.
"Pergii dehh, biar saya yang bawa berkasnya". Ujarnya ketus pada nya.
Hingga beberapa menit kemudian Alexo tiba di bawah, ia melihat seseorang yang ia kenal sedang menahan kesalnya , segera saja ia menghampiri nya di ikuti dengan asisten dibelakang nya.
"Ada apaa Ini?". Tanya Alexo pada nya.
"Ini pak, babu di rumah bapak kok songong amat sih, maksa banget mau nganter berkas ke ruangan bapak, kan bisa lewat saya". Jawab Risa yang merupakan sekretarisnya.
"Babu? kamu menyebutnya babu? ga salah?". Tanya Alexo dengan dingin.
"Ya memang dia babu bapak kan? penampilannya aja kaya babu pak". Ujar Risa dengan gugup.
"Kamu tau tidak? orang yang kamu sebut babu adalah anak dari pemilik rumah sakit As - Salim dan juga dia adalah istri saya!". Tegas Alexo membuat Risa kaget.
"Istri bapak? ga mungkin pak". Ujarnya masih tidak percaya.
"Ga percaya, nih liatt foto pernikahan dan cincin kita yang sama". Ujar Alexo menunjukkan cincin yang dia gunakan.
"A-apa? jadi benar? maaf kan saya nona maaff". Ujar Risa gugup menatap istri majikannya.
Beberapa menit Ariana yang merupakan istri Alexo terdiam sambil menatap tajam orang dihadapannya, membuat Alexo mengusap punggung istrinya yang tegang menandakan amarah istrinya masih belum turun.
"Pecat dia mas!". Tegas Ariana pada suaminya.
"Iya sayang mas akan pecat dia". Ujar Alexo pada istrinya.
"Nona tolong maafkan saya, jangan pecat saya nona". Ujar Risa berlutut dihadapan Ariana.
"Lepas!!". Tegas Ariana dengan datar.
Beberapa menit kemudian Ariana pulang bersama suaminya, selama dalam perjalanannya Ariana hanya diam saja membuat Alexo merindukan istrinya yang biasa bawel dan manja.
Tibalah mereka dirumah kediamannya, Ariana langsung saja masuk ke dalam rumah meninggalkan suaminya. Alexo hanya bisa menghela nafasnya karena mantan sekretaris nya membuat istrinya seperti itu.
"Sayang, jangan diemin aku dongg, aku gamauu". Ujar Alexo memeluk istrinya.
__ADS_1
"Habisnya aku kesel sama sekretaris kamu yang sekarang udah jadi mantan itu". Ujarnya pada Alexo.
"Iyaa syaang, kenapa ngga coba telepon mas tadi?". Tanya Alexo pada istrinya.
"Aku lupa bawa ponsel saking buru burunya, takut kamu telat mau meeting sama Client mas". Jawab Ariana pada suaminya.
"Makasih ya syaang, lain kali aku akan siapkan dari semalam agar tidak lupa lagi". Ujar Alexo pada istrinya.
"Heum iyaa udah mas, lepasin dulu aku mau mandi". Ujar Ariana pada suaminya.
"Emang kamu belum mandi?". Tanya Alexo menatap istrinya.
"Belum hehe". Jawabnya terkekeh pada suaminya.
"Dasar jorok, sana mandii". Ujar Alexo terkekeh menatap istrinya.
Sambil menunggu istrinya yang sedang mandi, Alexo membuka media sosialnya, ia melihat status yang istrinya buat betapa gemasnya dia, hingga beberapa menit kemudian Ariana sudah keluar dari kamar mandi.
"Mas liatin apa? senyum senyum sendiri begitu?". Tanya Ariana pada suaminya.
"Ngga syaang, ini aku lagi liatin anak bayi, lucu sekali". Jawab Alexo pada istrinya.
"Ahh kamu liat status aku ya mas?". Tanya Ariana pada suaminya.
"Heum engga tuhh". Jawab Alexo bohong pada istrinya.
"Iyaa deh sayang, emangnya kenapa kalau mas liat status kamu?". Tanya Alexo pada istrinya.
"Eum ngga papa sih mas". Jawab Ariana pada suaminya.
"Heum yaudah kalau gapapa". Ujar Alexo kembali menatap ponselnya.
Beberapa menit kemudian, Alexo dan Ariana makan bersama di luar karena Ariana sedang malas untuk memasak, mereka makan dengan nikmat hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis.
"Enak ya mas, makanannya?". Tanya Ariana pada suaminya.
"Iya enak, tapi lebih enak masakan istri dirumah". Jawab Alexo pada istrinya.
"Heum mas bisa aja deh". Ujar Ariana tersenyum malu.
"Serius loh sayang, mas ga bohong". Ujar Alexo pada istrinya.
"Iya udah deh mas, oh ya mas hari ini kita jalan jalan ke taman". Ujar Ariana pada suaminya.
__ADS_1
"Iyaa ayo sayang, apapun untuk istri mas tercinta". Ujar Alexo membuat pipi Ariana memerah.
Beberapa menit kemudian, mereka sampai di taman keduanya duduk di kursi yang tersedia di taman, Ariana menyandarkan kepalanya pada lengan suaminya sambil melihat anak kecil berlari dengan riang.
"Jadi pengen kembali ke masa kecil deh". Ujar Ariana pada suaminya.
"Loh kenapa memangnya sayang?".Tanya Alexo menatap istrinya.
"Rindu manjat pohon, main bersama sama, hujan hujanan seru banget pokoknya mas". Jawab Ariana menatap suaminya.
"Manjat pohon? emang kamu pernah sayang? kamu kan perempuan?". Tanya Alexo dengan penasaran.
Ariana pun menceritakan masa Kecilnya pada suami, Alexo yang mendengarkannya pun terkejut karena ternyata Ariana banyak berteman dengan anak laki laki dulunya, pantas saja saat besar bar bar ternyata dari kecil mainnya sama lelaki.
Alexo terbahak mendengar cerita masa kecil istrinya, yang dulu pernah berpenampilan seperti lelaki sampai tidak di kenali oleh kedua orangtua nya, hingga sampai sekarang ia menjadi sedikit feminim karena kebanyakan kakaknya yang membuatnya seperti ini.
"Udah ahh, kamu mah ketawa mulu". Ujar Ariana kesal pada suaminya.
"Ya kan lucu sayang, masa harus nangis sih".Ujar Alexo pada istrinya.
"Iya tau, tapi jangan ngetawain aku terus ihh". Rengek Ariana pada suaminya.
"Hahah iya deh maaf ayaang maaf". Ujar Alexo memeluk istrinya.
Beberapa jam kemudian mereka pulang dari taman, selama dalam perjalanan Ariana tertidur karena kelelahan sedangkan Alexo hanya bisa tersenyum melihat nya, sungguh ia ingin sekali memakannya jika tidak ingat sang istri yang sedang hamil muda..
Usia kehamilan Ariana baru masuk dua bulan, Alexo sangat menjaga istrinya ia tidak ingin membuat istrinya kelelahan, hingga beberapa menit kemudian sampailah mereka di kamarnya, Alexo menidurkan istrinya di ranjang tidur.
"Mas Alexo". Panggil Ariana dengan suara serak khas bangunnya.
"Iyaa syang kenapa?". Tanya Alexo pada istrinya.
"Aku pengen mangga muda mas". Jawab Ariana pada suaminya.
"Yaudah mas cari dulu ya, kamu diem di rumah". Ujar Alexo pada istrinya.
"Ehh mas, gausah di cari, kan ada di belakang rumah, mas tinggal manjat untuk mengambilnya". Ujar Ariana pada suaminya.
Alexo segera bergegas ke belakang rumah, sedangkan Ariana menunggu di kamar dengan terus menelan ludahnya, hingga beberapa menit kemudian Alexo kembali membawa sepiring mangga muda yang sudah dia potong untuk istrinya.
"Wah makasih ya mas sudah memotongnya". Ujar Ariana mengambil piring berisi buah mangga muda tersebut.
"Iyaa sayang sama sama". ujarnya tersenyum senang melihatnya serta mengelus perut istrinya.
__ADS_1
"Mas ngga mau?". Tanya Ariana menawarkan buah mangga muda nya kepada sang suami.
"Ngga sayang, kamu aja". Jawab Alexo sambil bergidik ngeri.