
Cleoza dan Gisella sedang berada di rumah orangtua Cleoza, Gisella mengidam ingin tidur dirumah mertuanya dan Cleoza menyanggupinya karena istrinya hanya mengidam yang mudah, coba saja kalau istrinya mengidam yang aneh ia akan streess yang ada.
"Ehh kalian mau nginep disini?". Tanya Daddy Cleoza pada mereka berdua.
"Iya dad, Gisella ngidam pengen nginep disini". Jawab Cleoza pada Daddynya.
"Owalahh mau nginep sampai kapanpun juga bisa kok sayang, biar Mommy ada temen juga". Ujar Mommy pada Gisella.
"ya masa nginep terus mom, gimana nasib rumah aku sama Gisella". Ujar Cleoza tidak setuju.
"Kan ada pembantu yang urus Cleoza". Ujar Daddynya.
"Aku ngga percaya gitu aja sama pembantu, aku juga ga mempekerjakan pembantu". Ujar Cleoza pada kedua orangtuanya.
"Loh kenapa? terus kamu mau istri kamu yang lagi hamil gini beberes rumah gitu? ya ampun Cleoza kamu mau mandiri gapapa tapi kasian istri kamu". Ujar Mommy Cleoza kesal pada anaknya.
"Mom jangan marahin suami aku, aku yang minta buat ngga mempekerjakan pembantu dirumah, karena aku mau suami aku makan masakan aku mom". Ujar Gisella membela sang suami.
"Heum yaudah deh gapapa, tapi kalau kandungan kamu membesar harus mempekerjakan pembantu ya atau ngga tinggal aja sama Mommy". Ujar Mommy Cleoza pada Gisella.
"Aku gimana suami mom, kan aku cuman ikut apa yang suami aku mau". Ujar Gisella sambil melihat ke arah suaminya.
"Yaudah boleh, lagian mana tega aku tinggalin kamu yang lagi hamil sendirian dirumah". Ujar Cleoza saat istrinya melihat kearahnya.
"Yaudah sana kalian istirahat, ibu hamil gaboleh tidur larut malam gabaik". Ujar Daddy Cleoza diangguki oleh mereka berdua.
Saat Cleoza dan Gisella sudah memasuki kamar, tersisa pasangan suami istri yang tak lain adalah orangtua Cleoza, mereka tersenyum senang melihat putra mereka bahagia apalagi menghitung bulan mereka akan mempunyai cucu.
"Udah ga sabar deh liat cucu". Ujar Mommy Cleoza pada suaminya.
"Lahirannya aja belum mom, baru mau jalan ke 4 bulan juga". Ujar Daddy Cleoza pada istrinya.
"Iya udah mending kita juga istirahat aja dad". Ajak Mommy Cleoza pada suaminya.
"Okee sebelum istirahat, Daddy minta jatah ya mom". Ujar Daddy Cleoza menggoda sang istri.
"Ingett umur dad". Ujar sang istri sambil berlalu pergi.
"Sayangg tunggu". Ujar Daddy Cleoza mengejar sang istri.
Dikamar Cleoza dan Gisella mereka belum tertidur karena masih menonton drakor, lebih tepatnya Cleoza menemani sang istri menonton drakor kesukaannya. Jujur aja dia cemburu karena istrinya menyebut aktor tersebut suami, padahal dialah suami sahnya.
__ADS_1
"Sayangg, ini udah mau jam 10 mending tidur yuk". Ajak Cleoza pada istrinya.
"Bentar lagi ya nanggung sayang". Ujar Gisella pada suaminya sambil matanya fokus menonton.
"Yaudah gimana kamu, aku tidur duluan". Ujar Cleoza kesal pada istrinya.
"Loh katanya mau temenin aku nonton". Ujar Gisella dengan sedih.
Cleoza tidak menanggapi sang istri, membuatt Gisella sedih karena ia membantah suaminya. Padahal baru aja tadi Gisella bilang akan mengikuti suaminya, tapi disuruh tidur aja ia ngebantah.
"Hiks hiks, sayang maafin aku, kamu jangan marah dong hiks". Ujar Gisella pada suaminya sambil menangis.
"Hiks maaf aku ngebantah ucapan kamu, maaf sayangg huaaa". Lanjut Gisella menangis dengan kencang.
Cleoza yang tidak tega pun langsung saja memeluk sang istri, untung saja kamarnya kedap suara kalau tidak ia akan kena marah orangtuanya. Gisella membalas pelukan suaminya sambil sesegukan, tanpa terasa ia tertidur karena merasa nyaman.
"Sayang aku cuman gamau kamu tidur terlalu malam, karena kamu sedang hamil". Ujar Cleoza pada istrinya.
"Aku juga ga bisa marah sama kamu, aku tadi cuman nenangin diri aku syaang". Lanjutnya kepada sang istri.
"Syaang". Panggil Cleoza karena istrinya tidak menyahut.
"Istriku, sayangku kamu denger kan?". Tanya Cleoza pada istrinya.
Cantiknya istri aku ini. Batin Cleoza sambil mengecup kening sang istri.
Cleoza membenarkan posisi tidur istrinya, lalu memeluknya agar merasa nyaman. Kemudian Cleoza pun tertidur pulas, karena sebenarnya ia memang sudah mengantuk sedari tadi.
Hoaammm
Gisella terbangun jam 2 dini, ia menginginkan sesuatu tetapi melihat suaminya tidur pulas, ia merasa tidak tega untuk membangunkannya. Jadi ia memilih pergi sendiri keluar, karena ia sungguh menginginkannya.
"Loh non mau kemana toh?". Tanya pak satpam saat melihat menantu majikannya keluar.
"Aku cuman mau buah mangga muda pak". Jawab Gisella pada pak satpam.
"Non mau banget? biar saya ambilkan kebetulan tuan dan nyonya menanam pohon buah mangga dibelakang rumah". Ujar pak satpam membuat Gisella senang bukan main.
"Iyaa pak aku mau". Ujar Gisella dengan semangat.
"Yaudah non tunggu aja disini saya akan ambilkan". Ujar Pak satpam diangguki oleh Gisella.
__ADS_1
Sedangkan disisi lain, Cleoza terbangun karena haus tetapi saat melihat kearah samping ia terkejut, Gisella tidak ada disampingnya membuat ia panik langsung berlari ke arah kamar orangtuanya.
"Mom, dad bangun!". Teriak Cleoza dari luar.
Ceklek
"Ada Apaa sih Cleoza? ini jam berapa loh". Ujar Daddy Cleoza.
"Gisella hilang mom dad". Jawab Cleoza pada mereka berdua.
"Hah hilang? gimana bisa? bukannya tadi sama kamu, terus sekarang kenapa bisa hilang?". Tanya Mommy Cleoza secara beruntun.
"Mending kita tanya pak satpam aja, siapa tau mereka liat". Ujar Daddy Cleoza diangguki oleh mereka.
Mereka bertiga keluar rumah untuk menanyakan Gisella pada satpam, kebetulan satpam mereka banyak dan saat mereka akan menanyakan keberadaan Gisella. Mereka melihat Gisella sedang asik memakan buah mangga, langsung aja mereka menghampirinya.
"Loh sayangg, kamu aku cari cari loh, ternyata kamu disini". Ujar Cleoza sambil memeluk istrinya.
"Sayang, kalau kamu mau apa apa kamu kan bisa bilang sama aku, kenapa keluar sendiri?". Tanya Cleoza pada sang istri.
"Habisnya aku ga tega bangunin kamu, jadi aku keluar sendiri untungnya pak satpam baik banget mau ambilin buahnya". Jawab Gisella pada suaminya.
"Aduhh menantukuu, kamu bikin kita khawatir loh". Ujar Mommy Cleoza sambil mengelus rambut Gisella.
"Maaf ya kalau aku bikin kalian khawatir". Ujar Gisella pada semuanya.
"Iyaa gapapa syangg, mending kamu ajak Gisella masuk kedalam gih". Ujar Daddynya pada Cleoza.
"Oke dad, hayu syang kita masuk". Ujar Cleoza diangguki oleh istrinya.
Saat Cleoza dan Gisella masuk kedalam rumah, orangtua Cleoza berterimakasih kepada satpam dan akan menaikkan gajihnya, membuat satpam itu merasa senang bukan main.
Terimakasih tuhan, terimakasih atas rezeki yang engkau berikan melalui majikan hamba, semoga saja non Gisella nanti lahirannya lancar. Batin Satpam tersebut.
"Syaang lain kali kalau kamu mau apa apa bilang aja yaa, aku khawatir tau". Ujarnya sambil memeluk istrinya.
"Iyaa sayang maaff". Ujar Gisella diangguki oleh suaminya.
Rasanya jantung gue mau copot waktu Gisella gaada disamping gue tapi syukurlah dia ada. Batin Cleoza sambil menghela nafas lega.
Bagaimana kelanjutannya?
__ADS_1
Terus saksikan yok kisahnya :)