
Tengah malam Tasya terbangun karena merasa lapar, ia pun menengok ke arah suaminya lalu mengguncang badannya. Deffa yang merasakan pun terbangun dan melihat istrinya dengan wajah ditekuk.
"Kenapa istri Cantiknya mas?". Tanya Deffa pada istrinya.
"Lapar mas". Jawab Tasya pada suaminya.
"Yaudah mas ambilkan makanannya kamu diem di kamar". Ujar Deffa pada istrinya.
"Mau ikut". Ujarnya pada suaminya.
"Sayang kamu diem aja ya, mas ngga akan lama kok". Ujar Deffa pada istrinya.
"Gamau, pengen ikutt mas". Rengek Tasya pada Deffa.
"Yaudah hayu syaang, pelan pelan jalannya ya". Ujarnya diangguki oleh istrinya.
Sesampainya mereka di ruang makan, Tasya langsung saja mengambil dengan porsi banyak, membuat Deffa suaminya kaget melihatnya.
"Sayang, kamu yakin habis?". Tanya Deffa pada istrinya.
"Heum". Tasya hanya menganggukkan kepalanya karena ia sedang makan.
Gini amat ya bumil, kadang nafsu makannya ga tentu. Batin Deffa saat melihat istrinya.
Saat Deffa sedang asik menemani sang istri tiba tiba saja datang Mommy Sandra ke dapur untuk mengambil air minum, Momny Sandra tersenyum senang melihatnya karena perjodohan itu membuahkan hasil.
"Loh kalian lagi ngapain?". Tanya Mommy Sandra.
"Ini mom, Tasya lapar makannya. Liat aja udah berapa piring yang habis dia makan". Jawab Deffa pada mertuanya.
"Yaa ampun sayang, kamu lapar apa doyan sih". Ujar Mommy Sandra pada anaknya.
"Lapar mom, kan aku hamil kembar 4 jadi harus dibagi dengan adil dong". Ujar Tasya pada Mommy nya.
"Kamu persis kaya Mommy waktu hamil kakakmu sayang, nafsu makan Mommy tinggi banget sampai Daddy aja kaget liatnya". Ujar Mommy Sandra sambil mengelus rambut Tasya.
"Ah iya Mommy Ngapain ke dapur?". Tanya Deffa pada Mommy Sandra.
"Aduh lupa, Mommy kan mau ambil air minum, soalnya di kamar habis". Jawabnya sambil berlalu mengambil air.
"Yaudah mommy kembali ke kamar ya, kalian kalau udah langsung ke kamar juga". Ujarnya diangguki oleh mereka berdua.
Bini gue nafsu makannya makin meningkat, ya syukurlah ngga mual lagi. Batin Deffa saat melihat istrinya.
"Udah kenyang sayang?". Tanya Deffa saat melihat istrinya tidak memakan lagi.
"Udah sayang, sekarang ngantuk". Jawab Tasya pada suaminya.
"Ehh jangan langsung tidur sayang, kamu baru aja beres makan, diemin aja dulu 5 menit ya". Ujar Deffa pada istrinya.
__ADS_1
"Yaudah deh, Mas". Ujar Tasya dengan wajah ngantuknya.
Selama menunggu Deffa yang membereskan bekas Tasya makan, ia mengelus perutnya dan tiba tiba saja ada tendangan dari sana, membuatt Tasya terharu.
"Mas Deffa!". Teriaknya sambil memegang perutnya.
"Kenapa sayang? perut kamu keram? sakit?". Tanya Deffa panik.
"Bukan mas, tapi coba kamu usap perut aku". Jawab Tasya pada suaminya.
Saat Deffa mengusap perut istrinya, tiba tiba ia juga merasakan apa yang istrinya rasakan, yaitu sebuah tendangan dari anaknya membuat Deffa langsung mengecup perut sang istri.
"Anak daddy lagi main sayang?". Tanya Deffa sambil terus mencium perut besar itu.
"Iya daddy, acu lagi main sama yang lainnya". Jawab Tasya dengan suara seperti anak kecil.
"Baik baik didalam sana sayang, jangan buat Mommy kesakitan ya nak". Ujar Deffa sambil mengusap perut nya.
"Yaudah mas, kita ke kamar yu". Ajak Tasya diangguki oleh Deffa.
"Pelan pelan sayang". Ujarnya pada Tasya.
Sesampainya mereka di kamar, langsung saja Deffa menuntun istrinya untuk naik ke kasur. Deffa dengan hati hati karena takut perut Tasya terbentur sesuatu.
"Sekarang kita tidur sayang, masih lama ke pagi". Ujar Deffa pada istrinya.
"Kenapa sayang?". Tanya Deffa pada istrinya.
"Aku ga bisa meluk Mas Deffa, mau miring kanan kiri susah sayangg". Jawab Tasya pada suaminya.
"Iyaa sayang sabar ya, 5bulan lagi sayang". Ujar Deffa menenangkan istrinya.
"Iyaa mas, yaudah yuk tidur". Ujar Tasya diangguki oleh Deffa.
Mereka berdua pun tidur kembali, Deffa dengan tangannya masih mengelus perut Tasya membuat Tasya nyenyak dalam tidurnya. Deffa pun terbangun lagi karena giliran dia yang merasa lapar.
Ia pun meninggalkan istrinya, karena tidak kuat menahan rasa lapar. Saat akan ke dapur ia ber paspasan dengan mertuanya Daddy Aldi dan Mommy Sandra.
"Loh mau kemana Def?". Tanya Daddy Aldi pada menantunya.
"Mau ke dapur dad, lapar soalnya". Jawab Deffa dengan malu - malu.
"Gausah malu begitu, daddy pernah mengalaminya". Ujar Daddy Aldi pada Deffa.
"Daddy sama Mommy mau kemana?". Tanya Deffa pada mereka berdua.
"Daddy lapar juga, jadi minta ditemenin mommy". Jawab Mommy Sandra pada Deffa.
"Daddy udah gede juga minta di temenin". Cibir Deffa pada mertuanya dan langsung pergi lebih dulu.
__ADS_1
"Dasar menantu sableng". Gerutu Daddy Aldi saat melihat Deffa kabur.
"Udah lagian emang bener kamu Tuh udah gede udah mau punya cucu sayang". Ujar Mommy Sandra.
"Kamu belain Deffa?". Tanya Daddy Aldi.
"Ngga sayang, aku membela yang benar". Ujarnya sambil tersenyum.
Sesampainya di dapur, keduanya melihat Deffa yang sedang asik makan. Deffa yang melihat itu langsung berhenti dan tersenyum pada keduanya.
"Eh mom dad, maaf yaa Deffa makan duluan laper banget soalnya hehe". Ujar Deffa sambil cengengesan.
"Loh emangnya kamu ga ikut makan tadi?". Tanya Mommy Sandra sambil duduk dikursi.
"Ngga mom, aku cuman nemenin doang tadi". Jawab Deffa pada Mommy nya.
"Heum yaudah beresin dulu makannya, nanti Tasya nyariin kamu gaada disampingnya". Ujar Daddy Aldi pada Deffa.
Hingga beberapa menit kemudian, Deffa selesai makannya lalu ia berpamitan pada keduanya sambil membawa air minum buat di kamar, saat sampai di kamar ternyata Tasya terbangun dan menangis.
"Sayang kenapa?". Tanya Deffa panik.
"Kamu kemana sih mas, aku takut sendirian". Jawabnya dengan terisak.
"Maafin mas ya sayang, tadi mas makan dulu soalnya laper, mas lama ya sayang?". Tanya Deffa Pada istrinya.
"Ngga mas, sini naik aku pengen di elus lagi". Ujar Tasya diangguki oleh Deffa.
Hingga akhirnya mereka berdua terlelap, dengan posisi Deffa berada diperut istrinya dan Tasya memeluk menggenggam tangan suaminya. Tanpa mereka sadari tendangan dari Baby Twins pun tidak terasa saking nyenyaknya.
Keesokkan harinya mereka bangun kesiangan, Deffa yang terlebih dahulu bangun melihat jam 8 pun kaget, langsung saja ia ke kamar mandi karena ia ada jadwal memberikan materi di kampus.
Tasya yang tidak merasakan keberadaan suaminya pun bangun, lalu ia mendengar gemericik air mengalir dan sudah ia pastikan itu suaminya, saat ia menoleh pada jam membuatnya kaget karena ia kesiangan.
Pantesan mas Deffa ga bangunin aku, karena udah kesiangan buat ke kampus. Batin Tasya.
"Loh sayang, kamu udah bangun?". Tanya Deffa saat melihatnya.
"Iyaa mas, mas kesiangan ya. Maafin aku ya andai aja malem aku ga kebangun mungkin--". Omongan Tasya terpotong karena tangan Deffa.
"Ssttt, sayang mas gapapa kok daripada kamu kelaparan, mas juga kan sama kebangun syaang". Ujar Deffa pada istrinya.
Mereka pun akhirnya keluar kamar , Widuri melihatnya pun membantu sang kakak menuntunnya membuat Tasya tersenyum. Widuri tidak akan kuat jika membayangkan ia hamil besar seperti itu.
Bagaimana kelanjutannya?
Tetap semangat ya untuk membaca:)
Maaf kemarin ketiduran jadi baru di update sekarang :)
__ADS_1