My Heart Brother

My Heart Brother
10. perlahan pulih


__ADS_3

Di seberang


Diana sedang bercerita ria kepada teman sosialita, dengan bahagia dirinya menceritakan baik nya seorang Gea,


"Eh jeng Nia selamat ya sekarang udah punya cucu" ujar salah satu wanita sosialita kepada Nia salah satu yang termasuk dari mereka.


"Iya mana lagi cucu nya laki laki ya kan".


"Iyah selamat ya, pasti ada yang tiap hari bikin gemes"


"Ih aku juga pengen punya cucu tapi sadar anak aku masih SMP"


"Hahaha ". Tertawa renyah dari seluruh wanita kaya itu


"Eh ngomong-ngomong jeng Vivi kapan nyusul? Lah kan si Axa udah dewasa ya kan?"


"Iyaa ya sebaya anak nya jeng Nia yang sekarang udah kasih cucu"


"GK pengen jeng?"


Si empu hanya terdiam apa yang di katakan oleh teman teman nya semua benar, tapi anak nya itu Axa namanya setiap bahas pernikahan selalu ada aja alasan untuk berkilah.


"Pengen jeng tapi ya gimana putra ku susah jeng padahal dah tua gini aku takut nanti gk bisa nimang cucu kan". Jawab Vivi sedih meratapi nasibnya.


"Nah aku punya ide". Sela Diana dengan alis mata naik turun

__ADS_1


"Apaaa!". Serempak semua nya


"Bagaimana Axa dengan anak angkat ku Gea?"


Menyerngit kan dahi nya


"Tapi Axa susah jeng kalau dia tahu GK akan mau pasti" keluh Vivi


"Nah kalau gitu jangan sampai tahu"


"Cara nya?"


"Gini—–........."


****


"mas— apa kamu bahagia Disana mas? aku sangat rindu padamu aku ingin memeluk mu sebentar saja a—aku takut mas jemput aku aku ingin bersama mu Hiks hiks hiks mas ". ucap nya menangis pilu seraya memeluk foto pernikahan nya yang selalu Diana jaga sampai hayat nya.


kini wanita kuat itu sedang rapuh di sudut kamar nya menangis pelan tanpa suara membuat luka di hati semakin sakit, pandangan yang mulai berkunang-kunang, darah perlahan terjun dari hidung.


Prankkk


Gea yang sedang bersantai di balkon seraya memegang sebuah majalah kecantikan yang baru saja di berikan oleh Diana, terkejut mendengar suara benda terjatuh dari kamar diana


Dengan langkah cepat dirinya melangkahkan kaki ke kamar bunda

__ADS_1


"Bunda" ujar Gea terkejut melihat Diana yang terjatuh di lantai  kebetulan pintu kamar nya tidak tertutup,


"Bunda GK papa? Apa yang sakit? Sini Gea bantuin". Ucap Gea khawatir sembari membantu Diana berpindah ke atas ranjang


Melihat perhatian kecil dari Gea membuat teduh hati nya


Ini kah rasanya di khawatir kan seseorang


Selama 6 bulan ini baru ini lah melihat Gea seperti ini, apakah ini sebuah perkembangan? Gea sudah sembuh? Tidak berharap lebih perkembangan kecil ini sungguh sudah membuat nya bahagia tidak sia sia Diana mengeluarkan uang untuk mengobati depresi Gea


"Bunda kenapa menangis? Bagian mana yang sakit sini Gea obati".


"Hanya pantat bunda yang sakit tapi tidak papa bunda menangis karena bunda senang melihat Gea  sudah mulai merespon seperti ini" jawab nya mengelus pucuk kepala Gea


Diana sangat pintar menyembunyikan rasa sakit yang ia alami saat mendengar langkah kaki buru buru dirinya menghapus darah di hidung agar Gea tak cemas akan dirinya.


Hanya tersenyum tipis


"Sebentar Gea ambilin minum dulu ya"


Di jawab anggukan oleh Diana


Aku akan membuat mu sembuh nak, aku akan membuat mu bisa mengikhlaskan kepedihan luka itu bukan melupakannya, luka mana yang bisa di lupakan olah manusia kita hanya bisa mengikhlaskan ,masa depan cerah sedang menanti dirimu sayang, aku akan lakukan apapun demi melihat senyuman mu gea.


**hyy reader tersayang 🥰

__ADS_1


semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat, aamin..


jangan lupa tinggalkan jejak ya karena itu sangat berarti untuk karya author yang receh ini**..


__ADS_2