
club
malam ini tidak seperti biasanya seorang Bara tidak menyentuh minuman nya bahkan tidak melakukan apa-apa terhadap beberapa wanita malam yang menggoda nya sembari tadi, semenjak janji kepada dirinya sendiri bahwa akan meninggalkan kebiasaan buruk yang akan membuat sang kekasih sedih.
Sudah dua Minggu bara tidak datang ke tempat ini dimana ia membagi kesedihan, stres, kebahagiaan nya dengan melampiaskan nafsu nya kepada wanita bayaran nya.
sedikit jijik melihat beberapa wanita yang memakai baju kekurangan bahan bahkan hampir tak memakai apapun, kalau bukan teman seperjuangan nya pemilik club ini merayakan ulang tahun dia tidak akan pernah kemari lagi.
"hyy bar" sapa pria pemilik club atau yang berulang tahun yaitu Zaka seraya merentangkan tangannya
"hyy za, selamat akhirnya Lo makin tua dan semakin cepat untuk mati" ujar Bara membalas pelukan pria itu.
"kurang ajar...ehh udah lama ya Lo GK mampir kesini? kesambet apa Lo?" tanya zaka sembari tadi tak lepas memperhatikan gerak-gerik Bara.
"gue tobat lah bentar lagi mau married kasian bini gue ntar" jawab Bara santai.
para wanita saling melirik menatap tak suka di saat mengetahui pria pemberi uang yang paling banyak akan pensiun.
"hah..demi apa?" ujar kaget zaka tak percaya
"gileee perempuan mana yang mau Ama luu?" lanjut nya mengejek.
membuat Bara mendengkus kesal
"ORI GK?" tanya Zaka sambil melirik karyawan nya
"kalau GK ORI ogah gue" jawab Bara santai
"yaudah deh semoga lancar jangan lupa undang gue yak... gue mau nyambut tamu tamu yang lain dulu". ujar Zaka sebelum meninggal kan Bara yang masih setia memegang segelas wine tanpa meminum nya.
kurang ajar Lo bar di depan gue Lo bilang nikah? ORI? dasar laki laki brengsek Lo GK Sadar bar Lo yang pertama Lo yang renggut dan sekarang enteng banget Lo ngomong gitu ha,, wanita mana yang mau gantiin posisi gue? secantik apa tuh cewek? satu tahun satu tahun gue mendam rasa cinta untuk Lo gue rela nolak job hanya untuk layani Lo BARA. ini kah balasan Lo bar.
batin salah satu wanita kesayangan bara disini, hanya diam tak berani menuangkan kekesalan nya terhadap pria yang sedang sibuk dengan ponsel nya itu.
kita lihat bar! apakah pernikahan itu terjadi atau sebaliknya.
gumam nya menyeringai kecil.
—"maaf kan aku sayang aku mengingkari janji karena hari ini aku kembali menginjak kan kaki ini disini tapi tenang sayang, aku tidak akan menyentuh wanita dan minuman, maaf ya sayang... aku merindukan mu aku tunggu besok di bandara". (send).
pesan singkat dari Bara untuk sang kekasih, Dita sedikit kesal saat mengetahui nya tetapi ia harus memberikan kepercayaan itu pada bara, dia percaya penuh kepada sosok pria itu bahwa dia tidak akan membuat dirinya kecewa.
sedikit tersenyum jahil, tiba tiba ide kecil muncul di benak nya. Dengan langkah sedang Dita keluar dari bandara segera menyusul Bara untuk memberi kejutan.
"nah kan bener feeling ku pasti akan terjadi sesuatu" ujar Dita bangga kepada dirinya sendiri.
kemarin setelah menelpon Bara, Dita langsung memesan tiket pesawat syukur nya takdir berpihak kepada dirinya sehingga ia bisa tiba malam ini di negeri tercinta.
di perjalanan Dita sedikit gugup karena wanita itu belum pernah menginjakkan kaki nya di tempat seperti itu, membayangkan akan ada laki laki nakal yang akan menyentuh nya atau wanita wanita malam yang akan menjebak nya.
...****************...
__ADS_1
"selamat ya bar akhirnya kamu menemukan sosok wanita yang tepat untuk di jadikan pendamping hidup" ujar wanita itu seraya duduk di samping Bara.
bara melirik lalu mengangguk
"terimakasih".
begitu kesal mendapat jawaban dingin lebih kesal nya ia melihat wallpaper bara dengan wanita cantik, tapi yang lebih cantik tetap lah dirinya.
"mau minum?" tawar wanita itu menyodorkan segelas wine
"eh maaf, sekarang aku berhenti minum". jawab Bara sopan
sungguh seratus delapan puluh derajat pria itu berubah
"yasudah apa mau aku ambil kan jus jeruk?" tawar nya kembali
kebetulan sembari tadi Bara merasa haus begitu sulit melawan minuman yang menggoda nya sembari tadi.
hanya anggukkan kepala sebagai jawaban iya.
...----------------...
"masih lama ya pak?" tanya Dita tak sabaran entah kenapa perasaan nya tiba tiba tidak enak di tambah macet begitu padat.
"sabar neng, seperti nya ada perbaikan jalan" jawab pak taksi
"apakah masih jauh dari sini tempatnya pak?" Dita melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 11,
"tidak terlalu jauh neng, di depan ada perempatan belok kiri kisaran 1 km lagi". jelas pak sopir.
"ee yasudah pak saya berhenti disini saja" ujar Dita tanpa pikir panjang lagi
"bener neng? tapi masih jauh" berusaha mencegah
"bener pak saya tidak punya waktu lagi, tolong keluar kan koper saya".
...****************...
"nih" ujar wanita itu menyodorkan segelas jus jeruk
"thanks" bara menerima lalu segera meminumnya tanpa curiga
habis kan bara
(ujar wanita itu tersenyum licik)
"aku tinggal dulu ya bar" pamit nya meninggal bara yang asik melihat lihat foto nya bersama Dita.
dari kejauhan wanita itu selalu mengawasi Bara tak membiarkan satu wanita pun menyentuh pria nya.
"aku tahu apa yang kamu lakukan" ucap Axa dari belakang
__ADS_1
degggg
"a-apa maksud anda tuan?" berusaha Santai walaupun detak jantung sudah tak normal.
"jangan pura pura bodoh, ini untuk mu kau melakukan nya dengan baik" ujar Axa memberikan sebuah amplop berisi uang yang begitu banyak
menerima nya dengan senang hati siapa sangka ia menerima uang begitu banyak karena telah mengerjai Bara tanpa ada yang menyuruh nya.
Axa melanjutkan minum minum nya
dasar bara bodoh
dari kejauhan
Bara sudah merasakan aneh di tubuh nya, semakin lama semakin menyiksa melonggarkan kancing kemeja nya
"shittt!" deru nafas Bara sudah tak terkondisi
mata berkunang-kunang menatap seluruh nya adalah makanan.
bara bukan lah pria bodoh yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada tubuh nya.
dengan langkah sempoyongan Bara pergi ke kamar pribadi Zaka untuk berendam air dingin,
"siapa yang berani melakukan ini, huhhh panas" gumam Bara
"Dita,Dita tolong aku Dita aku tersiksa tolong" di sepanjang menaiki anak tangga tak henti hentinya bara menyebut dan mengingat Dita
ceklekk
"Bara.. kau datang ke kamar ku sayang" ujar wanita itu menyambut Bara yang mematung di pintu
"kau melakukan ini padaku ku hah?"
"sayang kamu kenapa? kenapa wajah mu memerah? dan keringat..." wanita itu membawa Bara masuk
"lepas!!" hentak bara saat wanita itu mulai lancang mengelus dada nya
"aku tahu kau ingin melepaskan nya sayang,,, ayo aku akan membuat mu sembuh"
begitu menggoda membuat pria normal seperti bara tergoda, dengan tak penuh sabaran bara menghempas wanita itu ke ranjang
jangan lupa wajah kemenangan tergambar di wajah wanita licik itu.
.
.
.
"bara,,, baraa, tunggu aku sayang" ujar Dita entah kenapa perasaan nya sangat takut
__ADS_1
dengan kekuatan ekstra Dita berlari hingga akhirnya sampai sampai di club itu.
"huhh...huhh" nafas Dita ngos-ngosan.