My Heart Brother

My Heart Brother
47. unboxing


__ADS_3

"bara,,, baraa, tunggu aku sayang" ujar Dita entah kenapa perasaan nya sangat takut


dengan kekuatan ekstra Dita berlari hingga akhirnya sampai sampai di club itu.


"huhh...huhh" nafas Dita ngos-ngosan. kini ia sudah berada di 3 meter menuju pintu masuk club.


dengan perasaan was was Dita melanjutkan langkahnya untuk masuk kedalam di mana seumur hidup seorang Dita belum pernah menginjakkan kakinya Disana.


"hy cantik baru ya?" tanya pria berbadan besar, tegap. yaitu penjaga pintu.


hanya memutar bola matanya dengan malas


sesampai nya di dalam seluruh mata tertuju kepada gadis cantik memakai dress hitam sangat cantik di kulit putih mulus itu, tak ada rasa takut di wajah Dita ia pun tidak memperdulikan tatapan mata wanita wanita malam itu.


dari kejauhan Zaka tak mengalih kan pandangan nya dari Dita membuat para wanita yang sedang bercumbu dengan nya merasa kesal.


siapa tuh cewek cantik bener, apa anak baru disini?


kala salah satu wanita bersama zaka mulai memegang bagian inti nya sesegera mungkin zaka mencengkeram erat lengan putih itu sehingga membuat wanita tersebut meringis kesakitan.


"sayang... mau kemana?" tanya salah satu dari empat wanita di sisi zaka dengan kesal mendapatkan perlakuan seperti ini.


tak menjawab tak menghiraukan bodoamat lah pria itu tetap melangkah kan kaki nya mendekati gadis berbaju hitam tersebut.


Dita berkeliling mencari keberadaan Bara yang belum ia temukan perasaan takut terus mendominasi pikiran nya, saat Dita ingin menaiki anak tangga tiba tiba tangan nya di cekal


"hyy nona cantik". (ujar Zaka dengan suara seksi nya)


"anak baru? apa masih virgin?"


plakkkk


tamparan keras mendarat di pipi zaka, membuat seluruh yang ada di sana menutup mulut tak percaya akan apa yang baru saja gadis itu lakukan oleh pemilik tempat ini.


"jaga ucapan anda ya! saya tidak sama seperti mereka mereka" sarkas Dita menatap semua nya.


"hahaha kalau tidak sama lalu kamu kesini ngapain cantik?"


"mencari kekasih ku, Baraa". ucapan Dita membuat zaka menyerngit kan dahi nya


"Bara?"


"iya... apa anda mengenal nya, tadi dia memberitahu ku kalau dia kesini merayakan ulang tahun sahabat nya". jelas Dita


fiks sih berarti ini calon istri maksud bara, Mayan juga.


"permisi" Dita melambaikan tangan di depan wajah zaka nan melamun


"eeh iyaa dia di atas, ayo aku bantu cari".


tanpa rasa curiga Dita mengikuti langkah zaka.


.

__ADS_1


.


.


Di kamar


dengan susah payah Bara menahan nya tapi saat melihat wanita di bawah kangkungan nya mulai membuka satu persatu pakaian nya bara hanya mampu memicingkan matanya.


tetap di ingat bara laki laki normal yang pastinya akan tergoda oleh keindahan pemandangan yang disuguhkan untuk nya.


terlentang pasrah, tangan lentik itu mulai menyentuh area sensitif bara membuat pria itu mencengkeram dagu wanita itu lalu berkata


"kau lanjut kan kau akan mati" ancam bara serak menahan hasrat yang belum terpenuhi.


bukan nya takut dengan ancaman bara wanita itu malah langsung menyambar bibir manis di depan nya,


hmmm


tanpa sadar bara terlena dan langsung membalas nya dengan sarkas tanpa memberi ampun


lanjut kan Bara


Brakkkk


pintu kamar zaka terbuka menyuguhkan pemandangan yang pedas di mata.


"Ba—Bara" teriak Dita harus mengekspresikan perasaan nya bagaimana kini.


seketika bara menoleh


owhh ini perebut Bara ku? Mayan juga


tanpa aba-aba penuh kecewa Dita Hendak keluar meninggalkan pasangan yang ingin bercumbu itu.


"Dita" cegat zaka menahan pergelangan tangan nya


Dita berhenti dan hanya menatap zaka dan Bara bergantian penuh kecewa


"ada yang tidak beres disini, lihat kondisi Bara seperti ya ada yang mencampur obat perangsang di dalam minuman nya, aku tahu ciri-ciri itu". jelas zaka membuat nya terkejut


"Dita,, aku tidak pernah melanggar janji ku tapi ini di luar kendali aku laki laki normal... siapa sangka ada wanita itu disini padahal aku kemari hanya ingin berendam air dingin". jelas Bara dengan suara serak pelan


"bohong... Bara tadi ingin bermain dengan ku tapi keburu kau datang makanya dia ngeles seperti itu". sela wanita seksi itu tanpa malu


Entah siapa yang mau di Dengar kan, kalau percaya dengan apa yang ia lihat hati menolak. mata tak pernah salah akhirnya Dita menatap mata Bara dalam dalam mencari kejujuran di sana.


"heh anda jangan ngasal ya wanita seperti mu tidak pantas aku percayai" jawab Dita judes


hiss sial


Bara tersenyum Zaka lega


"jangan mendekat" cegat Bara saat Dita ingin memeluk nya

__ADS_1


"aku tidak bisa menahan nya Dita, ini sungguh menyiksa sangat sakit Pergi lah dari hadapan ku aku tidak ingin kau menyesal nanti nya". dengan susah payah Bara berbicara seperti itu padahal di hati ia sangat menginginkan itu dari Dita


kau memang berubah Bara, Dita kau wanita hebat berhasil merubah sahabat ku.


"kalian semua keluar lah biar kan aku sendiri" titah Bara segera berjalan ke arah kamar mandi.


Dita pernah mendengar kata nya kalau tidak salah ketika seorang pria di pengaruhi obat itu dan tidak terpenuhi bisa mati. kata kata mati membuat dirinya terhenyak


plupp


Saat Bara ingin memutar ganggang pintu kamar mandi Dita sudah memeluk nya dari belakang


"Di.. apa yang kamu lakukan? Pergi?"


"tidak,, aku tidak mau pergi".


"kau semakin membuat ku tersiksa di, aku bisa mati". ngeluh Bara


"yasudah ayo aku bantu".


"hah? apa maksud mu gadis kecil?"


"hisss,, kalau tidak mau yasudah aku pergi".


dengan cepat Bara membalikkan tubuhnya


tanpa aba-aba dan perintah Bara langsung memegang tengkuk leher Dita dan ******* bibir manis itu, Dita yang belum pernah melakukan tetapi ia bisa mengimbangi permainan Bara karena apa ya karena nonton Drakor lah. hehehe.


"ayo keluar ini bukan rejeki mu nak". Zaka menarik tangan wanita itu keluar.


malam nan indah tanpa rencana siapa sangka kepulangan sang Kekasih yang mendadak memberi nya kejutan yang luar biasa,


permainan yang awal nya sedikit kasar melihat wajah Dita seperti menahan kesakitan membuat Bara merasa bersalah,


"maaf sayang, aku akan lebih pelan". ujar Bara di anggukan kepala oleh Dita.


Begitu lihai dalam permainan nya sehingga membuat si empu melayang-layang ke awan,


"bar.. akhhh"


satu desahann lolos dari mulut nya di saat Bara asik memberikan pemanasan Dimana mana, mendengar itu membuat Bara semakin bersemangat


"sayangh siap-siap aku akan masuk"


butuh perjuangan ya guys sangat susah sampai air mata Dita terjatuh sakit sangat sakit.


jlepp


"akhh" bergantian kini bara mengeluarkan alunan suara itu.


(dah bayangin sendiri apa yang selanjutnya terjadi)


"terimakasih sayang kau telah menjaganya dan aku berjanji seminggu lagi kita menikah, mulai dari Lusa kita menyiapkan segala nya". ucap Bara membuat Dita tersenyum.

__ADS_1


Kamar ini menjadi saksi bisu Dimana kesucian nya selama ini di jaga sudah di renggut oleh pria yang tertidur di dada nya ini.


__ADS_2